Hobi

Sepak Bola

Paling ga bisa nahan diri kalo ada orang main sepak bola atau futsal, pengennya pasti ikutan main meski teknik sepak bola dan fisikku payah, tapi tetap semangat main bola. Bermain bola sejak SMP. Di kompleks dulu aku sering jadi goal keeper, karena paling jago dan reflex yang cepat terhadap bola. Jarang sekali bola bisa masuk ke gawang. Di SMA aku masih bermain bola tapi tidak di eskul bolanya, terlalu kompleks, aku bermain untuk senang-senang saja. Kelasku dulu kerap kali taruhan dengan kelas lain apabila bermain bola, aku tidak setuju dengan taruhannya namun aku tetap bermain meski tidak bertaruh, motivasiku bermain untuk senang bukan untuk uang. Posisi yang kusukai adalah sayap baik kiri atau kanan

Kadang suka beruntung, bikin gol tanpa sengaja, kan sudah kubilang teknik drible ku payah sekali.Kadang main di lapangan bola kadang main di lapangan basket. Aku pernah membuat heboh, aku mencetak gol dari ring ke ring. Padahal asal nendang aja setelah diumpan kawan. Atau aku tendang asal, bolanya jadi melintir terus kena kaki lawan yang ingin menyapu bola eh malah masuk ke gawang. Udah kayak film-film deh.

Waktu kuliah aku tidak ikut UKM Sepak Bola, aku hanya ikut tim anak kos. Jadi anak kos-kosan blok ini melawan anak kos-kosan blok sebelah sana. Posisiku masih tetap sayap. Meski fisik dan drible ku payah aku tetap cuek dan enjoy. Selalu ingin tampil baik sehingga aku dijuluki Uston Nawawi (pemain Persebaya Surabaya) karena jika sudah menyerang kadang suka sporadic dan mengejutkan lawan. Beruntung melulu, kadang suka nendang asal tapi jadi gol. Maksud hati asal ngumpan ke jantung pertahanan di depan gawang, entah kenapa bolanya jadi melengkung sehingga kiper lawan terkecoh dan terlalu maju sehingga bola tinggal disontek teman. Kadang asal nendang kemana, mau ngumpan gitu, eh bola masuk ke kolong kaki lawan yang menghadang jadi umpannya lolos deh. Kadang suka asal deh nendang pake tumit sehingga bola jadi melambung keatas dan malah melewati bek lawan. Kini aku adalah penggemar berat Manchester United. Pertama kali dikenalkan MU dari teman SMA ku dulu. Sejak itu aku nge-fans dengan MU. Semua bajunya aku punya meskipun ga asli.

Seni Bela Diri

Waktu aku kecil, aku lemah dan suka ditindas tapi aku gak suka, sejak SMP aku masuk Tae Kwon Do sampai sabuk kuning, namun gak cocok dengan metode latihan dan tidak ada kesempatan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan. Apalagi tidak didukung oleh kakakku waktu itu jadi aku berhenti. Ketika masuk SMA aku melihat demo pencak silat Perisai Diri, dipertunjukkan teknik tangan kosong, teknik bersenjata, dan teknik pernapasan. Maka mendaftarlah aku menjadi anggotanya. Dari tingkat paling rendah hingga kini asisten pelatih kulalui dengan sabar, namun sekarang pasif sementara meski kadang-kadang juga ikut latihan lagi. Aku cocok dengan metode latihan dan kekeluargaan yang ada. Inti bela diri adalah satu yaitu rasa sayang. Kita tahu kalo kita menguasai teknik yang mematikan maka dari itu tak bolehlah kita menyakiti apalagi sombong.

Tibalah saat yang ditunggu-tunggu yaitu kejuaraan, pertama kali ikut langsung terpilih menjadi pesilat di kelas H putra usia remaja di Invitasi SIlat Antar Perguruan se-Surabaya pada tahun 1997. Beruntung mendapat bye pada babak pertama sehingga aku main di babak kedua namun karena belum pengalaman dan mental yang tidak diasah maka langsung kalah, tapi walau kalah setidaknya sudah mendapat medali perunggu. Aku belajar banyak dari sana. Berpikiran positif dan selalu tenang, karena pikiran negatif dan grogi malah tidak memecahkan masalah. Pada tahun berikutnya ketika SMA ku mengadakan Invitasi Perisai Diri Antar SMA se-Surabaya, aku merebut juara II, 3 kali aku tampil dan kalah di babak final. Dikalahkan dengan terhormat, maksudnya memang sudah wajar aku kalah, karena aku berhadapan dengan atlet dengan jam terbang tinggi dimana kualitas pukulan, tendangan dan bantingan masih diatasku namun aku masih memberikan perlawanan yang sengit, terbukti dengan tebak harimau ku yang berkali-kali ke badannya membuat pakaian silatnya terobek-robek. Karena aku merangkap di nomor seni kerapian, aku berhasil menjadi yang nomor satu bersama rekan-rekanku yang lain.

Berikutnya ketika kuliah, masih ada UKM perisai diri di kampus sehingga aku masih dapat melanjutkan. Dan ditahun kedua aku menjadi ketua Unit Kegiatan Mahasiswanya, Aku harus menarik mahasiswa baru untuk bergabung dengan UKM Perisai Diri pimpinanku. Jadi tiap tahun aku dan rekan-rekan mengadakan demonstrasi sewaktu OSPEK. Demo yang kusajikan dengan rekan-rekan adalah beberapa teknik tangan kosong, teknik senjata ruyung, toya, pedang, samurai, kipas, clurit, dan teknik pernapasan.

Demonstrasi PD saat OSPEK

Demonstrasi PD saat OSPEK

Demonstrasi PD saat OSPEK

Demonstrasi PD saat OSPEK

Selain demo di tiap tahunnya, banyak sekali pertandingan yang kujalani bersama rekan-rekan, tiap aku ikut nomor wiralaga (pertarungan bebas), paling tinggi aku memperoleh hasil tempat kedua di Jawa Timur. Tapi di nomor seni kerapian aku selalu mendapat nomor satu. Puncaknya di Kejuaraan Nasional di Bali tahun 2000. AKu berhasil memperoleh medali emas dari nomor kerapian bersenjata berpasangan putra. Aku menggunakan toya (tongkat rotan) dan mas Arif menggunakan pedang dua (double sword) memukau juri dean mendapatkan poin tertinggi mengungguli universitas lain yang lebih diunggulkan. Rahasianya adalah ketenangan dan tetap fokus. Bukan kemenangan yang ingin diperoleh namun keinginan untuk menampilkan yang terbaik. Dan itulah ganjarannya setelah berlatih keras dan berdarah-darah di jemariku terkena sabetan pedang mas Arif. Toyaku sudah penuh goresan pedang namun tetap kupake saat itu. Senjata favoritku adalah toya dan pedang. Pisau, kipas, ruyung aku juga menguasai namun tidak sefavorit toya. Karena toya hanya memukul tidak sampai membuat berdarah meski dengan teknik yang serius dan tenaga yang benar dapat menyebabkan kematian.

Pertarungan Bebas Versi IPSI

Pertarungan Bebas Versi IPSI

Dari sinilah karakterku banyak terbentuk, rasa tidak sabar menjadi berkurang, menjunjung tinggi nilai sportivitas, bersusah-susah dulu bersenang kemudian, dan menjadi banyak koneksi.

Beberapa hasil yang aku bisa dapatkan dari pertandingan yaitu gelar juara dan beasiswa.

  1. Juara I Nasional di nomor Kerapian Teknik Senjata Berpasangan Putra (Toya vs Pedang) di Kejurnas Perisai Diri yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana, Bali merebutkan Tropi Menristek pada tahun 2000
  2. Juara 3 Pertarungan Bebas Versi IPSI Kelas D Putra di Kejurda Perisai Diri se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya pada tahun 1999
  3. Juara 2 Pertarungan Bebas Versi IPSI Kelas E Putra di Kejuaraan Perisai Diri antar SMA se-Surabaya yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 17 Surabaya pada tahun 1998
  4. Juara 3 Pertarungan Bebas Versi IPSI Kelas H Putra di Kejuaran Silat Antar Remaja se-Surabaya pada tahun 1996

Main Game, Utak atik Komputer , Browing Internet

Main game diperkenalkan oleh kakakku, sekedar mengisi waktu luang karena dulu aku gak punya game console seperti Nintendo, dll. Akhirnya aku jadi ketagihan main game. Aku suka menabung untuk membeli game. Koleksi game di PC kakakku dulu sangat banyak mulai dari arcade, adventure, RPG dll. Dulu tiap minggu bermain Counter Strike. Sampai sekarang juga masih main game meski tidak semaniak dulu. Maklum tanggung jawab makin bertambah.

Utak-atik komputer, aku dapatkan gara-gara aku dihina oleh temen lesku SMA dulu. Tak terima aku dihina aku langsung belajar bahasa pemrograman BASIC (Beginners All Symbolic Interchange Code) dari buku tidak ada yang ngajarin. Sampai aku rela rental komputer bukan untuk ngetik tapi cuma ngetes programku berjalan atau tidak. Ternyata mudah kok belajar bahasa pemrograman karena berdasar logika dan bahasanya bahasa Inggris artinya sambil belajar berfikir aku belajar bahasa Inggris.

Browsing Internet, diperkenalkan ketika aku nekat ngikut praktikum komputer yang bukan jurusan kuliahku. Jurusanku Agronomi tidak ada praktikum, sedangkan rekanku di Jurusan Sosial Pertanian ada praktikum Internet dan E-mail. Aku ijin kepada dosennya eh diijinkan. Makasih ya pak sudah mengijinkan, pahala bapak banyak deh karena membuka pintu. Akhirnya seperti mendapat mainan baru aku lebih suka maen ke warnet. Aku belajar buat website dari Vicky teman SMAku yang kuliah di STIKOM. Waktu itu aku Cuma dikasih tahu pakai program frontpage express yang sederhana banget tapi dalam waktu sebulan aku bisa membuat website sendiri tanpa guru. Sebulan puasa ramadhan tidak terasa dari pagi nongkrong di depan komputer eh tiba-tiba udah maghrib aja. Aku upload di server gratisan di Boleh.com. Tapi sekarang sudah gak ada. Dari hobiku itulah aku bisa mendapatkan tambahan, memang tidak secara professional hanya hobi tapi aku mendapatkan kontrak yang lumayan buat beli motor. Mau lihat website yang sudah kubuat. Klik aja disini untuk melihatnya. Dari sini, anda bisa belajar bahwa anda bisa memulai dari hobi Anda.

Nonton film

Aku penggemar film box office, hobi nonton ini aku dapatkan dari kakakku di Surabaya, waktu itu nonton film Alladin (produksi Disney). Seterusnya aku rela nabung untuk beli tiket Bioskop 21, bahkan berburu freepass. Sampai sekarang masih hobi nonton bareng istri.

Baca buku

Dulu aku suka baca komik, dulu yang terkenal adalah Doraemon, Kenji dan Shoot.  Aku rela nabung untuk beli komik Shoot yang terbaru.

Komikku

Komikku (Shoot!, Kungfu Boy, Kenji)

Kini aku konversikan baca komik itu dengan baca buku yang menambah wawasanku. Kudapatkan hobi baca buku yang berat dari Pak Komar, rekan guru di sekolah. Pak Komar suka memprovokasi, mempromosikan, dan merekomendasikan buku-bukunya meski gak semua bisa aku mengerti mengenai filsafat, too complicated but sometimes enlighten.

Beberapa Buku Bacaanku

Beberapa Buku Bacaanku

Jalan-Jalan

Diperkenalkan dari kecil oleh ayahanda dan ibunda. Mereka suka mengajakku jalan-jalan ke pantai, ke pulau Madura, ke Malang, keTaman Bermain naik bis, naik kereta, naik kapal. Cita-citaku bersama istri adalah menikmati keindahan bumi Allah SWT di seluruh penjuru bumi. Dari kuliah aku bermimpi bisa ke luar negeri gratis, dan dicemooh oleh teman-temanku sendiri. Ternyata mimpiku terwujud meski gagal ke USA, setidaknnya aku dapat pengalaman ke Lebanon, transit Malaysia dan Dubai. Meski bukan murni jalan-jalan, namun mempresentasikan pembelajaran Lingkungan di Al Izhar di Konferensi iEARN-BRIDGE tapi setidaknnya itu pengalaman yang takkan terlupakan, aku jadi tahu banyak kebudayaan yang unik dan tempat-tempat yang indah.

Wisata Kuliner

Ini dia hobi yang bikin berat badanku melonjak. Diperkenalkan oleh kakak iparku yang dulu suka mentraktirku makan di tempat-tempat favoritnya mulai dari warung, pedagang kaki lima, sampai rumah makan top. Wisata kulinerku sekarang cenderung nostalgia masakan khas Jawa Timur karena banyak masakannya di Jakarta. Tapi tidak menutup kemungkinan mencicipi masakan yang lain. Yang paling terkesan adalah sewaktu di Lebanon, aku harus terpaksa makan tanpa nasi. Yang ada hanyalah roti dan roti, telur, keju asam. Kalaupun ada nasi itupun semacam nasi kebuli dengan rempah-rempah yang khas Timur Tengah. Hanya sekali aku makan Nasi Goreng dengan Ayam Panggang 1 ekor di Lebanon yaitu ketika disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Lebanon. Seperti orang tak pernah makan masakan Indonesia. Kangen sekali dengan nasi.

Makanan favorit adalah tahu telur, soto Madura, soto Ayam Lamongan, tahu campur, rawon, kupang lontong, kikil sapi, sate Madura, nasi goreng Jawa, bakwan Malang, Lontong Balap dan Pecel Madiun. Terfavorit banget tahu telur, soto Madura dan Pecel Madiun.

Nah itulah hobiku. Bagaimana dengan anda. Siapa tahu hobi anda lebih menyenangkan dan menghasilkan.

7 Comments

7 thoughts on “Hobi

  1. sasa

    masih simpan komik2 dulu gak mas?

  2. Udah gak ada Komiknya pada ilang. Kadang kalo mau baca lagi aku harus ke Jl Margonda Depok. Disana di Zoe Cafe ada perpustakaan sekalian nongkrong sambil makan.

  3. somphil

    wew… mas, cah PD juga, jik aktip latian mas
    aku ndisik ikutan PD juga, tapi sekarang udah ga lagi mas :D.. hebat ya, ampe dapet banyak juara gitu

  4. dewie

    wah, ternyata pak Hari suka jalan n makan juga ya?ha ha ha….

  5. imam Taufik

    assalamu’alaikum Coy.. masih inget ama ana kagak ?

    ana salah satu aktor yang ada di salah satu foto demonstrasi yg antum publish lho… he..he..he..

  6. yang pencak silat itu ad yang cewek nggak mas wkt latihan? terus skrg masih ada nggak? tempatnya gmn? trus yg belajar silat disana kebanyakan seumuran berapa?
    terima kasih,, :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,763 other followers

%d bloggers like this: