Breaking the Rule 3

Tidak memakai helm

Breaking The Rule: Tidak memakai helm

Pagi ini ketika aku berangkat ke sekolah, seperti biasa aku melewati jalan Kahfi, Ciganjur, aku dengan sigap mengambil foto seorang pelajar mengendarai motor tanpa menggunakan helm. Entah kenapa si pelajar itu yang harusnya sudah belajar Biologi dimana jika terjadi benturan di kepala, maka organ yang sangat berpeluang besar cidera adalah bagian otak. Jika terbentur dan cuma gegar otak ringan saja sih mungkin masih kecil resikonya, namun jika sudah gegar otak berat, bahkan bisa sampai lumpuh dan menyebabkan kematian. Kalau beralasan toh jarak tempuh yang dekat itu sih hanya pembenaran belaka, kalau cuma jalan di kompleks perumahan atau perkampungan mungkin masih dimaklumi, tapi ini kan di jalan raya, banyak mobil, motor, truk, angkot. Kecelakaan atau nasib sial kadang tidak mengenal waktu atau identitas. Ada pelajar, ibu rumah tangga yang mengantar anaknya ke sekolah, atau bapak-bapak TNI yang terkadang entah lupa atau lalai menggunakan helm.

Kecelakaan Motor

Kecelakaan Motor

Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya yang dirilis bulan Mei 2008, total korban meninggal karena kecelakaan di jalan raya di Jakarta dan sekitarnya sejak Januari hingga April 2008, tercatat sebanyak 382 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 296 orang di antaranya pengendara sepeda motor. Jika dirata-rata, tiap hari 2-3 orang pengendara sepeda motor tewas. Sedangkan korban yang luka-luka sepanjang tahun ini sebanyak 2.205 orang, termasuk 831 orang di antaranya luka berat dan 1.157 luka ringan. Dengan tingginya tingkat kecelakaan, berarti setiap satu jam 23 menit terjadi satu peristiwa tabrakan dan setiap tujuh jam 43 menit, seorang korban laka lantas meninggal dunia.

Honda dan Yamaha termasuk produsen motor yang memprakarsai kampanye keselamatan berkendara untuk para pelajar. AKu juga pernah menandatangani petisinya. Mungkin kepolisian harusnya mengadakan kampanye pula ke sekolah-sekolah atau membagikan helm gratis atau kampanye semacamnya untuk memberikan kesadaran kepada pelajar akan pentingnya penggunaan helm atau pelindung lainnya selama berkendara. Dan kabarnya safety riding akan masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Nah kalau sudah kejadian seperti foto diatas bagaimana perasaan ayah dan ibu yang sudah membiayai sekolah, yang sudah merawat dari kecil? Jadi pakailah helm dan berkendara dengan etika dan aman.

Advertisements
Categories: Uncategorized | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Breaking the Rule 3

  1. hati2lah naik mtor pra2 takang ojek ????

  2. asep hendrayana

    semua alat pengaman tidaklah nyaman untuk dikenakan ,tapi satu hal yang pasti alat pengaman iti dibuat demi untuk keselamatan kita,safety first.

  3. seharusnya pengendara memakai helm,,
    dan tidak ngebut2an,,

  4. Pingback: 2010 in review « Hari Prasetyo’s Blog

  5. tetap waspada,walau kata hati kita akan aman aman saja……..kecelakaan dan musibah akan terus mengintai kita,saat kita berkendara di jalanan.

  6. Siapa saya

    Bermain aman,biar pun finish di posisi 200,yang penting selamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: