Mengunjungi Pameran Sains di BPPT

Aku mengajukan diri ke sekolah untuk menghadiri pameran Sains di Gedung BPPT Jalan Thamrin, aku tibad pukul 11.15, aku langsung menuju gedungnya dan masuk lewan pintu samping. Stand pertama yang di dekat pintu masuk adalah stand MSI yaitu komputer laptop produk lokal. Ditampilkan laptop dengan model dan warna yang bervariasi. Di sebelahnya adalah stand dari Indosat IM3.

Pintu Masuk Pameran

Pintu Masuk Pameran

Lobby

Lobby

Stand pertama yang menarik perhatianku adalah stand dari Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Taman Mini Indonesia Indah (PP IPTEK TMII). Hanya ditampilkan lima alat peraga saja dengan 2 orang pemandu dari puluhan alat peraga yang ada di museum PP IPTEK di TMII. Wah ada hubungannya dengan Science Fair yang akan aku adakan tahun depan, lalu aku bertanya detil kepada si pemandu mengenai serba-serbi birokrasinya.

Menara Hanoi

Menara Hanoi

Alarm Anti Pencuri

Alarm Anti Pencuri

Kursi Paku

Kursi Paku

Berikutnya aku tertarik mengunjungi stand yang ada di belakang stand PP IPTEK TMII ini karena ada pemeriksaan ginjal dengan menggunakan urinanalyzer. Lalu aku bertanya-tanya apakah ada biaya dan apa syaratnya, dan ternyata GRATIS…TIS…TIS dan syaratnya gampang banget yaitu isi formulir dan buang air kecil saja karena yang dibutuhkan cuma sample urine dalam botol saja.

Analisa Urine

Analisa Urine

Di sebelahnya ada stand dari BATAN yang juga memeriksa ginjal dengan menggunakan teknologi nuklir yaitu dengan cara menganalisa darah dengan menggunakan Renograf. Renograf adalah alat untuk mendiagnosis fungsi ginjal. Diagnosis dilakukan dengan menyuntikkan radioisotop selanjutnya memantau kedatangan, sekresi, dan ekskresi radioisotop pada ginjal melalui kurva renogram yang dihasilkan oleh Renograf. Prosedurnya si pasien harus membuang seluruh urine yang ada alias pipis dulu lalu minum air yang sudah diberi larutan Lugol, larutan ini berfungsi untuk mencegah masuknya radioisotop Iodium, yang nanti disuntikkan ke lengan kita, terserap oleh kelenjar Gondok, mungkin bisa berakibat Hipertiroid. Kemudian si pasien duduk dengan tenang sambil diatur oleh operator posisi duduknya untuk disesuaikan dengan detector di belakang kursi agar pas dengan posisi ginjal kanan kiri. Kemudian paramedis akan menyuntikkan radioisotop Iodium di lengan. Kemudian operator akan menjalankan program di komputer. Pemeriksaan membutuhkan 15-20 menit dan tidak boleh berubah posisi, cape deh. Setelah dicetak kurva renogramnya maka dapat dikonsultasikan ke dokter yang ada di stand itu. Aku hanya bisa mengamati prosesnya saja tanpa mencobanya karena ternyata di waiting list sudah puluhan orang yang mengantri tapi baru terlayani 9 orang. Weleh bisa dua jam aku nunggu. Gak jadi ah. Mana disuntik lagi. Ogah.

Stand BATAN

Stand BATAN

Memasukkan Isotop

Memasukkan Isotop

Berikutnya aku mengunjungi stand Seni Limbah Kaca. Seni ini terbuat dari berbagai limbah kaca yang diolah menjadi berbentuk benda seni seperti replica mobil, sepeda motor, becak, masjid, kereta api kuno, kapal layar, pesawat terbang, pesawat ulang-alik beserta roketnya, bahkan suling, senjata dan patung manusia. Padahal kaca adalah benda yang mudah pecah dan melukai manusia, karena itu dihindari oleh banyak orang. Tapi di tangan bapak ini, kaca bisa disulap menjadi karya seni yang indah, unik, dan mahal. Bagus sekali karya bapak pengrajin ini. Aku lihat karyanya dari berbagai pecahan piring, botol alcohol, asbak, gelas, bahkan kaca monitor TV. Bapak ini bernama Pak Herry Seprianto, tinggal di Jl Berlian VIII No 10 Jatikramat Indah II, Bekasi Telp +6221-8475540, +622199964293. Dia bisa membuat barang apa saja dengan cara melihat gambarnya saja. Sebagai contoh ada gambar kereta api pertama dunia yang diambil dari Internet dan dia bisa membuatnya dari limbah kaca dan gelas. Dan yang unik, ada sekitar 10 benda kerajinan yang dibuatnya dalam waktu 3 bulan, padahal biasanya 1 benda kerajinan dibuat dalam waktu 1 bulan. Waduh cepat amat, karena diberi target dalam 3 bulan agar bisa mengikuti pameran ini. Ketika kutanya idenya dari mana, dia menjawab Allah yang memberi dia ide dari hasil perenungannya ketika ia memikirkan banyak dosanya. Dia selalu menyebut nama Allah dalam proses penciptaan karyanya. Jika ini dipublikasikan di Internet dan dijual harganya bisa 2-4 kali lipat. Harga sebuah roket dan pesawat ulang-aling adalah Rp 1.500.000,00 setara dengan tingkat kerumitannya, bisa buka tutup di punggung pesawatnya. Pokoknya persis dengan yang asli. Apabila dijual di Internet atau di ekspor bisa mencapai 5-6 Juta. Rupanya bapak ini disponsori oleh seorang di BPPT yaitu Dr Julianti yang rupanya se-ide dengan aku yaitu memasarkan produknya di Internet.

Pak Herry, Sang Pengrajin

Pak Herry, Sang Pengrajin

Hasil Seni Limbah Kaca

Hasil Seni Limbah Kaca Karya Pak Herry

Kemudian aku naik ke lantai 3, di sana terdapat lomba-lomba untuk anak kecil diantaranya adalah lomba mind map, menggambar, dan membuat komik di komputer.

Lomba Mind Map

Lomba Mind Map

Lomba Bikin Komik

Lomba Bikin Komik

Komik Buatan Peserta Lomba

Komik Buatan Peserta Lomba

Setelah putar-putar di lantai 3, aku turun ke lantai 2 untuk sholat karena di lantai 2 ada masjid. Setelah sholat, aku kelaparan dan akhirnya ke luar gedung, rupanya sudah ada stand-stand makanan dan minuman disana Cuma harganya agak lebih mahal dari harga normal dam porsinya dikittttt banget, satu paket nasi sayur, ayam kecap, dan teh botol seharga Rp 15.000. Teh botolnya aja Rp 3.000. Kalau di luar areal mungkin seporsi nasi sayur dan ayam plus teh botol hanya Rp 12.000.

Seporsi Nasi Sayur, Ayam dan Teh

Seporsi Nasi Sayur, Ayam dan Teh

Seusai makan, aku jemput istri di blok M, kemudian dalam perjalanan pulang, aku haus sekali karena hari ini panas sekali, aku beli minuman kemasan Ale-Ale. Iseng-iseng aku kerik ternyata aku mendapatkan Rp 500. Tumben dapet, biasanya gak pernah, karena masih haus aku beli 1 lagi, iseng-iseng aku kerik lagi, kali ini dapet Rp 1.500, walah beruntung banget dapat Rp 2.000. Biasanya gakpernah. Sayang aku sudah tidak haus lagi, kalau tidak bisa dapet Rp 10.000. Gelas Ale-Ale tadi aku hadiahkan ke penjualnya agar dia bisa menukarkan ke distributornya.

Dapat Rp 500

Dapat Rp 500

Dapat Rp 1.500

Dapat Rp 1.500

Advertisements
Categories: Kisah | Tags: , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Mengunjungi Pameran Sains di BPPT

  1. Yudi Andreas

    Saya juga mengenal Pak. Herry Sang Maestro Seni Limbah kaca ini. Orangnya sederhana banget tetapi otaknya kaga ada yang nyangka

  2. Indahati

    Saya rasa orang yang anda maksud mensponsori seniman kaca Heri Seprianto di Gedung BPPT itu adalah Dr Zulyani Hidayah, seorang antropolog bekerja di Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Pak Zul membina keterampila seni kaca Heri Seprianto sejak 3 tahun yang lalu.

  3. Pingback: 2010 in review « Hari Prasetyo’s Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: