Pelatihan e-languages di British Council

Kamis malam tanggal 21 Agustus 2008 aku mendapat telepon dari Bu Ariana, guru SD Al Izhar, dia memintaku untuk menggantikan posisi dia sebagai peserta pelatihan e-languages di British Council, waduh barang apa itu e-languages, apa hubungannya ama biologi (walaupun ternyata nanti ada hubungannya), ya sudahlah, aku mau ajah lagipula itung-itung aku belum pernah ke British Council dan Gedung BEJ di Sudirman. Esoknya tanggal 22, aku diminta daftar ke Ibu Leliana staf BC, aku juga mendaftarkan rekan-rekanku karena mereka juga mau ikut, eh kok ya ternyata pesertanya dibatasi, hanya aku saja yang bisa ikut. Sendirian deh dari Al Izhar. Aku pun mendapat restu dari Pak Tato.

Keesokan harinya tanggal 23, aku berangkat jam 7.15 ke Gedung BEJ. Sampai disana jam 8 pas. Setelah kuparkir mobilku aku menuju ke lobi. Aku melalui lorong, biasanya dibuat seperti halte bagi karyawan yang bekerja disana. Tampak lengang sekali karena hari Sabtu.

Lorong BEJ

Lorong BEJ

Lalu aku masuk ke lobi, keamanannya sangat ketat, tasku diperiksa, dan aku masuk melalui detektor logam, baru menukarkan ID card dengan kartu pass keamanan.

Suasana di lobi gedung BEJ

Suasana di lobi gedung BEJ

Berikutnya aku ke lift untuk menuju lantai 16 dimana British Council yang mengadakan pelatihan e-languages berada. Tak sampai 2 menit, lift sudah mengantarkanku ke lantai 16. Kantor British Council tak sulit untuk dicari. Security membukakan pintu kantor dari dalam, kemudian memintaku untuk mengisi daftar hadir sekaligus pemeriksaan tas di mesin X-ray. Aku penasaran sekali melihat isi tasku lewat teropong. Eh bapak Security yang ramah itu rupanya mengetahui gelagatku dan menawarkanku untuk melihat dan aku meminta ijin untuk mengabadikannya. Rupanya benar, tasku berisi kabel-kabel adaptor, charger HP, dan headset.

Security sedang mengintip isi tas peserta

Security sedang mengintip isi tas peserta

Isi tasku dilihat dari mesin X ray

Isi tasku dilihat dari mesin X ray

Berikutnya aku dipersilahkan menuju ke ruang tamu, disana sudah ada rekan-rekan peserta dari sekolah lain. Aku berkenalan dengan semua peserta, tadinya hanya menyapa di dunia maya via e-mail, akhirnya sekarang menyapa secara langsung.

Menunggu bersama peserta lain

Menunggu bersama peserta lain

Kemudian tak lama Bu Leliana, staf British Council meminta kami memasuki ruangan pelatihan, ruangan tersebut dilengkapi dengan peralatan audio visual yang canggih, LCD dan Flat TV , keyboard dan mouse yang wireless.

Karena ruangannya tidak luas maka hanya sedikit sekali pesertanya, mungkin untuk mengefisienkan pelatihan ini. Tak lama pula pelatihan ini dibuka dan dijelaskan aturan mainnya. Kami diminta untuk meng-non aktifkan HP, tidak membuka situs lain kecuali yang berhubungan dengan pelatihan, dan aktif berpartisipasi. Bu Leliana mengenalkan kami kepada e-languages, jadi e-languages itu adalah situs yang mewadahi guru dan siswa dari seluruh dunia untuk bertukar ilmu, wawasan, dan gagasan dalam kaitannya kita semua adalah global citizen yang menghadapi permasalahan yang sama dan tinggal di planet yang sama pula. Begitu. Kami diajarkan membuat profil pages, project dan memanfaatkan situs tersebut untuk kepentingan project.

Presentasi Bu Leliana mengenai e-languages

Presentasi Bu Leliana mengenai e-languages

Kesempatan maju ke depan

Kesempatan maju ke depan

Presentasi di depan

Presentasi di depan

Sedang menjelajah situs e-languages

Sedang menjelajah situs e-languages

Karena menariknya, tak terasa waktu terlintas begitu saja, namun kami tidak melupakan untuk sholat Dhuhur dan Ashar karena itu yang terpenting. Di sesi akhir, kami diminta berkelompok untuk membuat project. Rupanya minat kelompok kami sama yaitu hobi makan. Ya sudahlah jadi deh judul projectnya adalah Exchanging Traditional Food Recipes, intinya adalah tiap negara pasti memiliki makanan tradisional nah kami melibatkan murid untuk memilih salah satu makanan tradisional, kemudian mewancarai pembuat makanan tersebut dan mencatat resepnya kemudian diupload di situs untuk ditukarkan kepada peserta dari negara lain dan makanan tradisional negara lain dibuat kita sendiri dengan menggunakan sumber daya yang tersedia di negara kita, contohnya jika ada daging babi maka diganti sapi biar halal, lalu dilakukan analisa kandungan karbohidrat, protein, dan lemaknya di lab Biologi masing-masing sekolah peserta. Baru dikomentari deh di forum diskusi. Setelah project kami selesai, salah satu anggota kami yaitu pak Sopyan, guru dari Bogor (yang juga kawan lamaku), mempresentasikan project kami di depan peserta lain. Setelah semua mendapatkan giliran presentasi, maka selesailah pelatihan hari ini. Kami dibagikan sertifikat dan akhirnya kami pulang jam 16.30.

Berkelompok membuat project

Berkelompok membuat project

Nampang di depan logo BC

Nampang di depan logo BC

Advertisements
Categories: Sekolah | Tags: , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Pelatihan e-languages di British Council

  1. wAHYUDIN

    Happy to hear that…maksud ku senang sekali bisa memperoleh ilmu seperti ini…kapan2 undang aja aku..walau ada dikalimantan Insyaallah akan datang..thank so much

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: