James Bond 007: Quantum of Solace

Semalam aku dan istriku melawat ke Margo Platinum di Margo City Depok untuk menonton film James Bond yang terbaru yaitu Quantum of Solace. Sengaja aku memilih jam 19.30 agar tidak rame. Bagi aku dan istriku nonton James Bond adalah harus.

Seperti biasa James Bond yang dulu-dulu selalu diwarnai dengan adegan kejar-kejaran mobil, perahu boat, pesawat, sampai ke motor. Bedanya dengan 007 yang dulu-dulu adalah sekarang penggunaan alat canggih si 007 sangat terbatas (ini mungkin gara-gara krisis ekonomi global kali ya…). Satu-satunya yang canggih dari 007 yang sekarang adalah handphone Sony Ericsonnya saja yang berkamera dan terkoneksi dengan Internet dan GPS.

Apa sih ceritanya? Dalam film ini, 007 menghadapi Dominic Greene, anggota organisasi Quantum yang bertindak sebagai ahli lingkungan, dan berusaha membantu Jenderal lalim dan ditaktor untuk mengkudeta pemerintahan yang sah di Bolivia demi untuk menguasai penyediaan air disana. Disisipi pula dendam Bond atas kematian Vesper Lynd, ia dibantu oleh Camille (Olga Kurvlenko, ceweknya Agent 47 dalam film Hitman), yang juga ingin membunuh jenderal yang dibantu Greene tadi. Konflik di film lumayan membuat otakku untuk berfikir karena banyak pihak yang terlibat mulai dari asisten Perdana Inggris Inggris, Mendagri Inggris, MI6, CIA, dan lain-lainnya sehingga makin membuat runyam penyelidikan si 007.

Satu lagi yang ditonjolkan di film ini adalah tidak ada lawan atau kawan sejati, yang ada adalah kepentingan semata-mata. Demi sebuah kepentingan, suap menyuap pejabat adalah hal lumrah dilakukan untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Digambarkan pula di film ini, betapa mudahnya seorang kepala polisi disogok, dan bahkan pengawal M sendiri ternyata musuh dalam selimut, untung si M tidak terbunuh.

Kini 007 lebih”dimanusiakan”. Tak ada lagi alat-alat canggih buat 007 kecuali hp kamera, yang ada adalah survival skill dari sebuah agen rahasia dari sebuah badan Intelijen Inggris MI6. Survival skill disini seperti bela diri, kekuatan fisik, karena harus lompat sana lompat sini di atap genting. Konon si Daniel Craig sempat memperoleh beberapa jahitan di kepalanya.

Jadi filmnya bagus gak neh? Bintang empat aja dari lima bintang. Gak setuju? Gapapa, tonton aja sendiri, siapa tahu pendapatku salah. Oh ya soundtrack 007 kali ini dinyanyikan oleh Alicia Keys dan Jack White, lumayan enak untuk didengar (menurutku loh).

Advertisements
Categories: Kisah | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: