Pembukaan Pameran 150 Tahun Perjalanan dan Teori Evolusi Wallace (Letter From Ternate: Honoring The Past, Celebrating The Future)

Ini juga acaranya sudah lama lewat tapi aku baru sempat untuk mempostingnya. Jadi begini ceritanya, hari selasa tanggal 18 aku ditawari untuk hadir di acara ini mengingat aku adalah guru Biologi, tapi aku juga menawarkan acara ini kepada Bu Yanti karena lebih tepat beliau yang berangkat karena bisa membawa anak kelas X dan memang berhubungan dengan materi di kelas X. Tapi ternyata Bu Yanti tidak bisa hadir di sekolah karena harus mengikuti perkuliahan S2 di FMIPA UI Depok.

Undangan Pameran

Undangan Pameran

Esoknya hari Rabu juga belum pasti yang berangkat siapa, pak Komar yang guru Geografi pun juga tak bisa berangkat, akhirnya aku mengajukan diri lagi untuk berangkat dan langsung disetujui. Sayang sekali kalau harus dilewatkan sebuah momen yang berharga ini. Tak tahunya Bu Asti juga mau ikutan dan diijinkan oleh pemimpin sekolah dengan syarat berangkat setelah jam sekolah berakhir.

Akhirnya aku berangkat bersama bu Asti menuju ke Plasa Senayan, sempat kebingungan juga sih, karena security di PS tidak tahu acara itu, untung saja, lokasi acara tersebut tidak jauh dari lokasi parkir jadi tak perlu mencari lagi.

Aku dan Bu Asti langsung mendaftarkan diri di meja penerima tamu dan meletakkan kartu namaku di sana, katanya untuk arsip mereka. Lalu kami dibagikan sebuah tas kardus yang berisi buku catatan dan beberapa lembar kertas informasi kegiatan ini.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Arif Rahman, M.Pd, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (tempatku biasa nongkrong :D). Sayang sekali aku mau say hallo ke Pak Arif tidak bisa karena beliau sedang repot diwawancarai para wartawan.

Pak Arif membuka pameran

Pak Arif membuka pameran

Dilanjutkan pemutaran video mengenai napak tilas perjalanan Alfred Russel Wallace. Alfred Russel Wallace, seorang naturalis dari Inggris, menjelajah Indonesia selama 10 tahun sejak 1850 dan singgah di Ternate selama empat tahun.  Dialah penemu garis imajiner Wallacea. Sebuah garis yang membelah Nusantara mulai dari Selat Makassar hingga Selat Lombok, dalam hal corak flora dan fauna. Garis Imajiner Wallacea membentangkan garis barat yang mengelompokkan flora dan fauna yang cocok dengan penyebaran flora dan fauna di Asia. Sementara itu, garis di sebelah timur sesuai dengan flora dan fauna di Australia. Sementara itu, di kepulauan Maluku dan Sulawesi adalah daerah transisi antara Asia dan Australia.  Di tengah pengelompokan flora dan fauna itu, Wallace mulai memikirkan bahwa dengan adanya penyebaran flora dan fauna ini disebabkan makhluk hidup mencoba untuk bertahan hidup. Dalam makalah singkatnya yang berjudul Survival of the Fittest by Means of Natural Selection, Wallace mengartikan seleksi alam sebagai suatu proses perubahan atas pengembangan atau perubahan dari suatu organisme ke organisme yang lebih cocok atau tahan terhadap lingkungannya.
Wallace sangat telaten dalam mengadakan penelitian. Beberapa temuannya yang sangat termasyhur antara lain kupu-kupu sayap burung (Ornithopera croesus) yang ditemukannya di Pulau Bacan, Maluku Utara, pada 1859. Demikian juga dengan burung jantan yang memiliki dada hijau terang yang panjang bergantung mirip jubah. Karena itu, burung itu diberinya nama Semioptera wallacei atau nama Indonesianya burung bidadari halmahera.
Bapak pendiri ilmu biogeografi itu kemudian menulis dua buku yang berjudul On the Zoological Geography of Malay Archipelago dan the Malay Archipelago, sebuah hasil dari perjalanan Wallace mengelilingi Nusantara.

Selama hidup di Ternate, Wallace tinggal di sebuah rumah yang dipinjamkan seorang konglomerat hasil bumi dari Belanda, Duivenboden, di kawasan Santiong. Di tengah dirinya berjuang melawan sakit malaria, Wallace menuliskan surat yang dilampiri dengan makalah singkat yang berjudul On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely from the Original Type.
Surat itu yang kemudian dikenal dengan nama Letter from Ternate bertanggal 9 Maret 1858 dikirim Wallace kepada seorang ilmuwan termasyhur Charles Darwin. Teori survival of the fittest itu dijelaskan secara gamblang dan ditulis sendiri oleh Wallace. Tanpa di sangka-sangka, konsep teori evolusi itu menjadi cikal bakal perkembangan ilmu pengetahuan di dunia.

Surat dari Ternate itu benar-benar mengguncangkan para ilmuwan sahabat Darwin. Dalam pertemuan ilmiah di Linnean Society, London, temuan Wallace dibacakan bersamaan dengan temuan Darwin.
Setahun kemudian Charles Darwin menerbitkan sebuah buku yang cukup tersohor The Origin of Species. Menurut kalangan ilmuwan, banyak sekali cuplikan dalam buku Darwin diambil dari teori-teori yang dihasilkan Wallace.

Namun nama Darwin sudah begitu besar dan terkenal. Sementara itu, Wallace yang menemukan jalannya sendiri dalam konsep teori evolusi lewat penjelajahannya di bumi Nusantara makin dilupakan masyarakat internasional, khususnya ilmuwan.

Untuk itu bertepatan 150 tahun umur Letter from Ternate, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Conservation International Indonesia, dan The Wallacea Foundation menggelar kegiatan ilmiah populer mengenai Wallace dan Wallacea, bertajuk Honoring the Past-Celebrating the Future.

-http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDg3NzQ=

Acara berhenti sejenak tepat pada saat pukul 16.00 WIB karena jam di Plasa Senayan terbuka dan bermanuver selama 3 menit. Lucu juga sih tapi sayang buang-buang uang hanya buat bayar listriknya.

Jam PS membuka

Jam PS membuka

Jam PS menutup

Jam PS menutup

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi antara narasumber dengan para peserta dari SMA 46, SMA 60, dan SMA 68.

Diskusi dengan narasumber

Diskusi dengan narasumber

Aku baru ngeh kalo yang memandu acara itu adalah Bu Debra, orang tua murid di SMA Al Izhar. Setelah acara selesai, aku dan Bu Asti segera menyapa Bu Debra. Oleh beliau kami diberi jatah kaos yang seharusnya kami terima pada saat pendaftaran di meja depan.

Aku, Bu Asti, dan Bu Debra

Aku, Bu Asti, dan Bu Debra

Sungguh menarik sekali pameran foto-foto dan koleksi awetan burung dan serangga milik LIPI yang ada disana.

Awetan Burung

Awetan Burung

Awetan Serangga

Awetan Serangga

Advertisements
Categories: Kisah | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: