Tahun Baru, Tantangan Baru

Akhirnya aku posting juga di blog, posting tulisanku yang pertama di tahun 2009. Bukan karena malas, tapi cukup lelah sehingga tak sampai bisa menulis walau sebenarnya banyak yang ingin aku tuliskan. Januari ini cukup melelahkan, di awal tahun, aku harus mengikuti symposium al izhar di Sawangan dari pukul 8 pagi sampai dengan 9 malam selama 3 hari. Hasil dari symposium mewajibkan aku dan rekan-rekan semua untuk berubah namun tidak diberitahu bagaimana caranya untuk berubah. Dan yang kurasakan belum banyak yang berubah, yah semoga tetap berubah ke arah yang lebih baik. Sebenarnya ada juga sih yang berubah, aku kehilangan rekan seperjalanan tiap berangkat kerja yaitu Mr Y. I really miss our morning conversation. Mr Y meninggalkan kita disini karena sesuatu hal, mungkin di luar sana lebih baik baginya.

Di lingkungan tempat tinggalku juga ada yang berubah, kini aku resmi menjadi ketua RT, ketambahan kerja sosial. Kemarin baru saja beredar ke seluruh rumah untuk meminta sumbangan atas nama masjid kompleks untuk tali asih anak yatim piatu yang ada di dalam dan di sekitar komplek-ku. Ya ada juga yang belum tahu wajahku, ya iyalah, aku tinggal disitu meneruskan dari nyokap tercinta, apalagi aku resmi tinggal disitu baru sejak tahun 2003. Aku jadi tahu karakter masing-masing warga. Entah kenapa ya ada yang jaga image, ada yang gengsian, ada yang bersih, ada yang jorok, ada yang pamer, ada yang rendah hati, ada yang sabar, ada yang baik, ada yang pelit, ada yang ansos, dan banyaklah karakternya. Ada tetangga yang mencibir aku agak kurang bergaul lah, yah gimana yah, aku kan ngikut nyokap maka yang ikut arisan RT, yang ikut pengajian yah nyokap juga, malahan nyokap dianggap salah satu sesepuh disitu, dan sejak aku menikah, nyokap nglatih aku mandiri dalam berkeluarga caranya nyokap pindah ke rumah di Surabaya dan otomatis aku tinggal di rumah berdua bareng istri.

Emangnya definisi bergaul itu bagaimana? Aku juga gak ambil pusing dengan cibiran itu. Nggak aku ladeni lah, karena yang ngomong juga bapak-bapak sepuh. Sekarang begini aja deh, beda umurku dengan umur rata-rata bapak-bapak juga jauh banget, bandingkan antara 29 tahun ke rata-rata 60 tahun, hampir 30 tahun-an. Sama aja ngobrol sama bokap sendiri kan, apalagi rata-rata bapak-bapak jaman dulu suka otoriter, maunya minta di dengerin melulu, kalopun ngobrolnya rame-rame, mereka gak mau kalah satu sama lain, giliran aku yang ngomong kadang diremehin, jadi males lah. Beda generasi kadang beda topik pembicaraan sih. Memang sih aku paksaain juga agar tetap nyambung dan maksain diri ikut nimbrung ngobrol di antara bapak-bapak, yang diobrolin membahas mengenai penyakit mereka yang sedang mereka idap atau alami, aku sih berusaha berempati dengan mencoba memahami perasaan mereka. Kadang juga ngobrolin kisah sukses anak-anak mereka. Aku merasa aku ini dianggap seusia anak mereka, dimana kadang sehingga aku dianggap remeh. Lagipula kayak anak-anak mereka bergaul ajah. Coba ajah mana ada karang taruna-nya? Katar yang mau ngumpulin sumbangan, yang mau ngurusin warga? Kadang gak ngliat diri mereka sendiri. Aku juga baru tahu kalo beberapa dari mereka punya anak karena anak mereka gak pernah terlihat. Tahunya pun dari kumpulan arsip kartu keluarga yang sekarang aku pegang. Duh, belum lagi mberesin arsip-arsip RT yang lumayan berantakan dari pengurus sebelumnya. Data-data warga masih dalam bentuk tulisan tangan, ada yang sudah tercetak namun data digitalnya tidak ada, udah begitu gak rapi pula, ada yang salah gak cocok dari data yang ada di Kartu Keluarga. Sekarang sudah agak rapi karena istriku membantu merapikannya ke dalam sebuah binder khusus. Ya aneh aja gitu loh, komplek ini berdiri dari tahun 1980-an kok data RT gak di arsipin secara rapi. Yah mungkin karena dianggap kerja sosial kali yah. Aku menunggu periodeku berakhir di tahun 2013, semoga orang lain yang terpilih jadi RT. Semoga pemkot Depok memberi tunjangan kepada RT agar jabatan RT kelak direbutin orang. Dan saat itu aku akan bilang, please take it?.

Pekerjaan, yop apalagi yang satu ini, lumayan banyak kerja ekstra. Jadi panitia ini itu di tempat kerja, dikaryakan di kepanitian sana disini, Alhamdulillah aku masih dipercaya membantu banyak orang. Minggu kemarin aku diutus sekolah untuk mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Biologi se Jakarta Selatan, kegiatannya berupa kunjungan ke Pabrik Yakult. Aku pikir Pabrik Yakult yang di Ciracas, eh ternyata pabriknya ada di Sukabumi. Walah jauh amat, udah gitu macet pula, kunjungan di pabrik cuma 2 jam tapi perjalannya bisa 6 jam. Cape deh. Entar deh kunjungan ke Yakult aku certain khusus. Yang satu ini memang melelahkan. Lelah di perjalanan tepatnya. Yah gitu deh ceritanya, aku berharap bisa menjalankan tugasku dengan sebaik-baiknya. Lancar terus?..Amin.

Categories: Curhat | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Tahun Baru, Tantangan Baru

  1. dita desvianti

    Mr Y meninggalkan kita disini karena sesuatu hal, mungkin di luar sana lebih baik baginya.

    takut ah pak kesannya Mr. Y meninggal gitu

  2. Artikel yang bagus, kunjungi dan beri komentar terhadap kami siswa SMK Negeri 8 Semarang. thank U

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: