Menulis lagi ah….

Ah mulai lagi nih aku nulis. Setelah sekian lama aku “istirahat”. Sebenarnya bukan gak aktif di dunia maya, cuma selama ini aktif di facebook, situs social yang lagi “the happening” kata orang-orang. Banyak anak-anak yang aku temui disana, sayangnya kenapa aku gak nemuin temen-temenku dari SMP, SMA, bahkan temen kuliahpun. Masak sih mereka gak kenal FB?

Selain itu aku juga direpotkan dengan kegiatan di sekolah, yah konsentrasi ke pameran. Walaupun begitu aku sebenarnya tetap nyantai cuma karena yang diatas-atasku itu sepertinya panik atau was-was banget, padahal kalo semuanya bekerja dan berjalan dengan baik pasti terselesaikan dengan baik pula. Kayaknya ada yang dipertaruhkan begitu. Ngomong-ngomong soal pameran, aku diserahin bagaimana menseting pamerannya, mulai dari disain pameran sampai ke teknis pamerannya. Beruntung aku punya temen-temen yang banyak koneksi, eh pas lagi butuh partisi atau sketsel murah untuk disewa, ada pak Andi yang punya koneksi. Dan demikian dengan penyewaan meja, pak Anto memberitahu tempat yang murah. Tinggal di atur aja oleh temen-temen dari forum guru. Hanya satu yang mengganggu, kesempurnaan seting pameran diotak-atik oleh kebijakan yang di atas-atasku tanpa persetujuanku. Hahahaha, emang siapa luh? Itu dia susahnya jadi yang mediocre. Tapi aku belajar nih, untuk memuluskan agenda, kadang kita harus menjalin hubungan yang baik dengan semua orang sebelumnya, baik hubungan pertemanan maupun hubungan kerja. Jadi istilahnya “simbiosis mutualisme”. Kata pak Tono yang menasehatiku, maen kordinasi-kordinasian ajah. Betul juga dia.

Sayang sekali, seharusnya lokasi pameran tertutup eh malah dibiarin terbuka di salah satu sisi. Alasan logisnya untuk bisa dilihat pengunjung yang melintas. Lah benar-benar meragukan kemampuan panitia untuk menarik pengunjung. Menurutku dengan tertutup pengunjung malah penasaran apa sih yang ada di dalam, kemudian aku juga minta ke panitia siswa untuk membuat tulisan menarik warna-warni di papan tulis kayak di café-café gitu. Belum promo lewat facebook. Anehnya lagi udah dibiarkan kebuka eh malah sewa AC untuk pameran. Yah dibuat nyante aja lah, lagi pula sebagian besar kemauanku udah dituruti kok, “flow like a water” aja lah santai gak usah di nentang. Dan aku belajar lagi bahwa untuk mempercayai bawahan itu sulit meskipun harusnya bisa percaya dan tidak semua keputusan atau ide bawahan itu bener dan demikian sebaliknya. That’s life.

Oh ya aku harus berterima kasih kepada murid-muridku atas komentar, kritik, saran dan pujian yang mereka berikan untukku. Aku sendiri gak menyangka loh jika komentar mereka positif, mungkin aku enjoy dalam mengajar mereka, karena chemistry nya cocok dan tidak dibebani dengan banyak tugas dari sekolah sehingga ide-ideku bermunculan. Makasih ya, berpengaruh ke prestasiku, baru kali ini aku dinilai A oleh sekolah, after several years. Bahkan selama ini aku mencari siapa sih yang dinilai A dan aku mau “nyontek” gimana caranya, dan setelah “nyontek” dari mereka, akhirnya…., Moga-moga aku bisa mempertahankan dan bahkan meningkatkan lagi. Amin. Aku belajar lagi nih kali ini, siapa yang mau berusaha akan mendapatkan yang ia inginkan meskipun pada awalnya ia gagal dan gagal. Aku masih ingat dulu ada kritikan-kritikan yang kadang-kadang gak enak didengerin, sempet down juga sih, tapi mau gak mau kan harus berubah karena jika diam saja aku akan punah.

Selain pameran, ada tugas di kompleks rumah, biasa lah sebagai ketua RT banyak kerjaan sosialnya. Kemaren harus melakukan verifikasi data penduduk. Menurut ketua RT dari RT lain ini sudah ke-3 kalinya dinas penduduk meminta kita untuk verifikasi, padahal yang kemarin-kemarin data sudah diperbaharui eh kok minta diverifikasi lagi dan data-data dari dinas penduduk masih salah pula. Selama ini dinas penduduk depok ngapain aja, dan menurut pak RW untuk daerah seluas depok, komputer di dinas penduduk Cuma ada 12 ajah. Hahahahahaha…….. 12 komputer untuk entry data penduduk yang jumlahnya ribuan begitu. Yah kurang lah. Asal walikota tahu aja kalo staf nya di kelurahan sudah gak up to date, harus diganti lah. Kinerjanya payah. Bikin KK atau KTP aja masih pake mesin ketik, trus harusnya gratis ya tetep aja dipungut bayaran udah gitu lama lagi 10 hari jadi. Ahhhh. Jaman secanggih gini, apply online dimana-mana, 1 detik jadi masih ada aja 10 hari jadi. Untungnya sekarang pembuatan KK dan KTP udah di ambil alih ama Dinas Penduduk. Entah deh jadi cepet n gratis atau masih sama.

Jadi ketua RT termuda gak enak juga, karena di “bully” ama ketua RT lain yang tua-an. Lah aku ini baru belajar jadi ketua RT udah diminta macem-macem, malah ada wacana jadi pengurus RW. Udah gitu pake maksa-maksa pula. Alasannya yang muda lah, hargai orang tua-lah. Lah yang nyuruh aja gak ada yang mau jadi RW pake acara nyuruh-nyuruh. Prinsipku adalah “Lawan Bully”, enak aja. Justru yang masih muda masih mencari nafkah dan karir. Bayangin aja kalo udah repot di tempat kerja di tambah repot di rumah, mending pindah rumah aja.

Ada juga warga yang menuntut lebih dari posisi RT, menurutku RT itu hanya kepanjangan administrasi kepemerintahan saja. Kalau dianggap tokoh masyarakat itu harusnya lain lagi, bukan RT. Harusnya dipisah antara tokoh masyarakat dengan ketua RT, apalagi ketua RT nya masih muda banget, yang masih seneng malem mingguan, yang masih seneng jalan-jalan ama istrinya eh dikasih rapat di malem minggu.Dari sisi administrasi yang ada untung nya kalo dipegang ama yang muda, lebih tertib dan tertata rapi serta sudah digital. Semua itu ada porsinya, jangan nuntut lebih, no more bully, lagi pula anak-anak mereka yang seumuran dengan ku aja mereka lindungi gak usah jadi ketua karang taruna, gak usah jadi ini itu dan masih suka jalan-jalan masih suka keluyuran masih suka maen dan pulang malem. Eh ke orang lain, malah nuntut. Emang betul, nuntut itu enak. Yah kalo gak setuju, aku gak keberatan kok kalo aku diturunin dari posisi ketua RT. 😀

Advertisements
Categories: Curhat | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Menulis lagi ah….

  1. Faqih Aulia Akbar

    Sabar ya pak, cobaan ini emang berat pak… stress tingkat tinggi !!!! 😀

  2. Ah, cuma segitu aja, saya yakin Pak Hari bisa melewatinya :p Ayo pak semangat! Jarang-jarang ada Ketua RT yang merangkap guru Biologi, hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: