Workshop UNITWIN-UNESCO Tradisi Ilmiah Guru Indonesia di Kemendiknas

Aku datang pada acara workshop ini mewakili Kepala Sekolah dengan membawa berbagai pertanyaan, karena aku baru pertama kali ini mendengar istilah tradisi ilmiah guru dan UNITWIN UNESCO meskipun aku sudah sering mengikuti workshop dan seminat yang diselenggarakan oleh Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Beberapa pertanyaan yang muncul di benak aku antara lain:

  1. Apakah tradisi ilmiah guru itu?
  2. Apakah tujuan workshop ini?
  3. Apakah UNITWIN-UNESCO itu?
  4. Apakah yang dapat aku lakukan mengenai tradisi ilmiah guru? Apakah manfaatnya untuk aku dan SMA Al Izhar?

Setelah semua sesi workshop berakhir, aku baru berani menyimpulkan jawaban dari pertanyaan di atas, antara lain:

  1. Tradisi ilmiah guru adalah tradisi yang dibangun dari tradisi membaca sejak dini yang dimulai dari keluarga. Selain itu, guru juga perlu mengembangkan budaya berpikir, termasuk membiasakan diri dan menjadi contoh bagi peserta didik dalam menuangkan pikiran melalui bentuk tulisan.
  2. Tujuan workshop ini adalah mengeksplorasi berbagai kesempatan dan kemungkinan untuk membangun dan meningkatkan tradisi ilmiah guru di Indonesia. Para guru diminta untuk mengembangkan tradisi ilmiah. Pasalnya, budaya tradisi ilmiah di kalangan guru dan dosen disinyalir masih rendah. Indikator rendahnya tradisi ilmiah di kalangan guru dan dosen dapat dilihat dari minimnya karya ilmiah guru. Dari 2,6 juta guru di Indonesia, untuk guru golongan IVB hanya 0,87 persen, guru golongan IVC 0,07 persen, dan golongan IVD 0,02 persen. Persyaratan untuk naik (ke golongan) IVB salah satu komponennya menulis karya ilmiah dan dilihat dari data diatas masih banyak guru yang terhalang kenaikan pangkatnya karena tidak mampu menulis sebuah karya ilmiah. Hal ini berarti sebagian besae guru belum memiliki kompetensi dalam akuan karya ilmiah. . Adapun kendala yang terjadi adalah berbagai keterbatasan yang dihadapi guru, baik dalam mengakses informasi melalui perangkat keras untuk melakukan telusuran informasi, maupun penguasan metode ilmiah oleh guru
  3. UNITWIN singkatan dari UNIVERSITY TWINNING didirikan pada tahun 1992 sebagai tindak lanjut dari Konferensi Umum UNESCO ke-26. Saat ini UNITWIN sudah berada di 127 negara dengan 127 institusi sebagai anggotanya. UNITWIN-UNESCO Indonesia dipimpin oleh Prof. Dr. Johannes Gunaan, SH, LL.M
  4. Hal yang dapat dilakukan oleh aku adalah menyebarkan informasi tradisi ilmiah guru ini kepada rekan-rekan sejawat aku. Menurut aku, tradisi ilmiah guru di SMA Al Izhar sudah berkembang baik, karena guru-guru Al Izhar didorong untuk berpikir kritis dan analitis untuk memecahkan masalah yang muncul. Dan yang perlu didorong adalah implementasi tradisi ilmiah guru tersebut ke dalam bentuk karya tulis ilmiah.

Sambutan dari Mr. Anwar Al Said, Head of Education Unit, Programme Specialist for Educational Planning and Management, UNESCO Jakarta

Presentasi Dirjen PMPTK Kemendiknas Prof. Dr. Baedhowi, M.Si

Wakil Menteri Diknas Prof.dr. Fasli Jalal, Ph.D

Jadwal Acara

No Waktu Kegiatan Pembicara/

Penanggungjawab

1. 08.30 – 09.00 Registrasi Panitia
2. Laporan Ketua UNITWIN-UNESCO Prof.Dr.Johannes Gunawan,SH.,LL.M
3. 09.00 – 10.00 Sambutan Head of Education Unit, Programme Specialist for Educational Planning and Management, UNESCO Jakarta Mr. Anwar Al Said
4. Sambutan perwakilan dari Mendiknas dan Pembukaan Lokakarya Dr. Agus Sartono
5. 10.00 – 10.15 Rehat Panitia
6. 10.15 – 10.45 Pembinaan Profesionalisme Guru Prof.Dr.H.Arief Rachman, MPd
7. 10.45 – 11.15 Diskusi Moderator:

AF.Elly Erawati,SH.,LL.M.,Ph.D

8. 11.15 – 12.15 Kondisi dan Peningkatan Tradisi Ilmiah Guru di Indonesia Untuk Memenuhi Hak Atas Pendidikan.
  1. Dirjen PMPTK, Kemendiknas

Prof. Dr. Baedhowi, M.Si

b.  Prof.Dr.Anita Lie

9. 12.15 – 13.00 Diskusi Moderator:

Prof.Bambang Suryoatmono, Ph.D

10. 13.00 – 14.00 Istirahat dan Santap Siang Panitia
11. 14.00 – 15.00 Kemitraan Pemeritah Daerah, Perguruan Tinggi, dan Sektor Swasta Dalam Peningkatan Tradisi Ilmiah Guru di Indonesia
  1. Wakil Menteri Diknas

Prof.dr. Fasli Jalal, Ph.D

b.  Prof.Dr.Hamid Hasan

12. 15.00 – 15.45 Diskusi Moderator:

Prof.Dr.Bernadette Waluyo,SH.,MH

13. 15.45 – 16.00 Penutupan oleh Ketua Unitwin-Unesco Prof.Dr.Johannes Gunawan,SH.,LL.M
14. 15.45-selesai Ramah Tamah Panitia


Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: