Catatan Superhari: Hari ketiga, konferensi Gigapixel dan workshop

Hari ini adalah hari ketiga aku di Pittsbsurgh, Amerika Serikat. Agenda hari ini adalah bangun pagi, menuju ke Carnegie Hall University Center untuk sarapan pagi dan mengikuti the Fine International Conference on Gigapixel Imaging for Science.

Hotel tempat aku menginap

Di lobby aku bertemu dengan teman senegara Arsene Wenger dan Frank Ribery. Mereka dari institusi Kolor, sebuah institusi kompetitor dari GigaPan. Alex dan Lilian bekerja sebagai stitcher, alat mereka bernama PanoGear dan software untuk stiching image dari PanoGearnya bernama AutoPan.  Kami bertiga berencana jalan kaki ke CMU Center tapi aku bilang ke resepsionisnya untuk minta diantar oleh mobil Holiday Inn, karena jaraknya 15 menit berjalan kaki maka tak lama kami sampai di CMU. Kami mencari lokasinya dan tinggal mengikuti petunjuk arah yang telah ditempel oleh panitia.  Kami akhirnya makan pagi disana, menunya adalah roti ala Prancis begitu, kecil-kecil tapi bikin kenyang. Acara makan pagi jatahnya sejam kemudian kami harus turun ke lantai 1 untuk menuju Auditorium McConomy untuk pembukaan acara hari ini oleh Presiden CMU,  Dr. Jared L. Cohon pada jam 9.00 dan diteruskan oleh Keynote berikutnya oleh Alan Eustace, Senior Vice Proesident, Engineering and Research dari Google.

Alan from Google

Alan mengatakan Imaging mempunyai peran sendiri dalam sains karena dapat membantu ilmuwan dalam melakukan penelitian bahkan memberikan pemahaman lebih secara visual. Gigapan merupakan investasi penting dalam sains. Dengan kecanggihan dan kenajuan TI, memudahkan kita dalam bertukar data termasuk data GigaPan sehingga ilmu pengetahuan itu sendiri akan berkembang. Informasi adalah kekuatan bahkan anda memutuskan sesuatu berdasarkan informasi. Karena itulah informasi kadang dirahasiakan karena memegang kekuatan tapi ada kalanya nformasi harus dibagi demi kemajuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Misi google sangatlah sederhana yaitu mngorganisir semua informasi. Oleh karena itu Google bekerja sama dengan GigaPan. Dengan terorganisir data dapat didapatkan dengan mudah dan murah, semua orang bisa mengaksesnya.

Ledakan Data adalah kendala yang dialami oleh google karena semua informasi itu disimpan ke dalam media penyimpanan. Data seperti High Definiton Video dan Imaging merupakan data yang paling besar namun memiliki resoulusi dengan kualtias tinggi. Apa yang dibalik layar ketika anda mencari kata di google. Semua data di index di dalam mesin google akan dicari dan ditampilkan dalam hanya tempo singkat.

Google memiliki ide untuk mendata semua peta di dunia agar bisa diakses oleh banyak orang dan mengubahnya ke dalam bentuk digital sehingga awet dan mudah dipelajari. Google maps banyak membantu orang dalam mencapai tujuannya sehingga tidak nyasar. Google maps adalah salah satu bentuk dari gigapan bumi.

“Mobil phone 5 years ago is just phone but now its becoming modern communication, phone now can see, can hear, can listen, can take pictures, can know where it is with GPS, can direct you by compass, it knows that it moving, now that device is influence us.”

Voice recognition juga di handphone jg ada bahkan 10 tahun yang lalu belum ada. Translation juga ada. Bahkan bisa bekerja simultan dengan ratusan bahkan ribuan computer. Google sebenarnya mengencourage untuk discovery bukan mencari. Jadi dengan data yang dimiliki Google, Google berharap teknologi semakin maju dengan pesat. Gigapan adalah explorable imagery . “Imagery is the most powerful in any method of communicating” karena mata adalah indera yang paling dominan pada manusia.

Semua orang bisa memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan dengan google. Hal terpenting bagi Google agar tetap maju adalah harus selalu menjadi yang tercepat. Alan juga mengatakan bahwa Google cabut dari Cina dan pindah ke Hongkong. Karena google berpendirian bahwa informasi itu harus di share bukan untuk ditahan atau disembunyikan. Jika muncul masalah tentang sensor harusnya bukan pemerintah yang menyensor tapi diri kita sendirilah yang harus mampu mnyensor mana informasi yang baik atau tidak baikl

Ada yang nanya tentang privacy bagaimana google menangani itu karena orang dengan mudah mengganggu privacy orang lain. Privacy sangatlah penting bagi google. Tapi itu kan masalah perspektif saja, ada orang yang tidak bermasalahdengan keterbukaan informasi tapi ada orang yang bermasalah, Google hanya mengambil data yang berharga saja bukan mengumbar data sampah yang mengganggu privacy orang. Sebenarnya malah perusahaan kartu kredit yang memiliki data privacy yang sangat banyak mengenai data keuangan kita, pergi ke mana kita, beli apa saja, pergi sama siapa. Intinya kita harus transparan dan terbuka dengan orang lain.

Setelah kuliah umum tersebut dilanjutkan dengan break selama 15 menit. Aku kembali menuju ke Rangos Ballroom untuk mendengarkan presentasi dari James Balog yang akan bercerita mengenai survei es yang ekstrim. Dia bercerita tentang proses lelehnya glasier di kutub utara dengan menggunakan foto panorama dari tahun ke tahun dan memang terjadi hal itu dan mengubah iklim di bumi.

Jam 10.45 ada presentasi dari Ken Tamminga, Rick Stehouwe dan Patrick Drohan dari Penn State University. Mereka mempresentasikan penggunaan GigaPan dalam mata kuliah ilmu Tanah, bagaimana mempelajari tekstur dan lapisan tanah melalui GigaPan.

Dilanjutkan pada jam 11.15, Michael Fay dari National Geographic menceritakan kaitan antara GigaPan dengan kegiatan jurnalismenya. Kemudian pada 11.45, Greg Downing dari xRez Studio mempresentasikan penggunaan GigaPan yang mempesona dimana pembesaran gambarnya sangat sempurna. Hai ini dilakukan karena Greg mengatur demikian rupa teknik-teknik fotografinya dan menggunakan kamera yang terbaik.

Jam 12.45 acara makan siang diadakan, menunya adalah sandwich ala Amerika, roti keras isi daging, keju, selada, tomat, mustard dan disertai dengan kripik kentang. Rupanya aku tidak bisa menghabiskan semuanya, separuhnya aku sengaja simpan di tas pinggang, siapa tahu peserta tidak mendapatkan makan malam.

Setelah makan siang, aku sendiri langsung menuju ke Lower Level yaitu 2 lantai dibawah untuk mencari Prayer Room, karena jam 1.30 akan diadakan Sholat Jumat yang diselenggarakan oleh Musim Students Association. Setelah nyasar dan bertanya sana-sini, aku akhirnya menemukan tempatnya pada pukul 1.15 tapi tempatnya kok sepi. Aku wudhu di tempat yang telah disediakan.

Tak lama kemudian muncul satu persatu mahasiswa yang rata-rata kandidat Ph. D tapi masih muda. Kemudian ada sekitar 10 orang yang melakukan sholat Jumat, aku juga bingung dan ragu, sah tidak sih sholat Jumat hanya 10-15 orang, bukannya syaratnya 40 orang. Ya sudahlah memang tidak sampai segitu jumlahnya. Seorang mahasiswa dengan janggut tebal dari Pakistan bangkit dan berkhutbah. Khutbahnya mengenai Idul Adha dan kewajiban kita sebagai muslim dalam menyanbutnya. Dia berkhutbah selama 20 menit dan dilanjutkan dengan sholat Jumat selama 10 menit.

Setelah selesai sholat Jumat aku disapa oleh sang khutbah dan imam, dia menanyakan siapa dan asal aku. Aku ceritakan bahwa aku hanyalah visitor dan ada konferensi di lantai 2 ruang Rangos dan dia mengerti. Karena workshop terus berjalan meski tanpa kehadiranku maka aku harus segera bergegas untuk menuju ke Rangos. Baru aku datang, workshop Anaglyph (3D) GigaPans oleh Jason Bucheim dan Ron Schott selesai, padahal ini yang aku tunggu-tungu karena mereka menampilkan teknik GigaPan secara tiga dimensi, aku mulai bertanya kepada peserta konferensi lain dan dia menunjukkan panorama GigaPan dalam bentuk 3D. Aku terkesima melihatnya karena ada panorama hutan yang pohon, ranting, dan batuannya bermunculan keluar dari layar karena efek 3D yang diciptakannya. Menggunakan prinsip 3D yaitu perbedaan persepsi yang diterima oleh mata kanan dan mata kiri itulah menciptakan kesan 3D, dan untuk melihatnya harus menggunakan kacamata 3D. Sayang sekali aku tidak mengikutinya tapi aku sudah menangkap intinya yaitu mengambil panorama dua kali dengan posisi yang berbeda, seperti mata kita melihat suatu benda kan berbeda posisinya sehingga munculah efek 3D itu. Aku mencoba-coba tekniknya sendiri dengan menggunakan kamera yang aku punya dan botol minuman kemasan entah punya siapa dan akhirnya aku berhasil menciptakan efek 3D ku yang pertama. Tidak sulit rupanya.

Kegiatanku tadi berimbas dengan tidak konsentrasinya aku di workshop berikutnya yaitu pemanfaatn GigaPan oleh NASA dalam eksplotasi planet. Sekilas memang sepertinya menarik namun hanya bercerita bagaimana NASA memanfaatkan GigaPan untuk mengatasi masalah jarak dan keterjangkauan lokasi pengamatan kondisi planet. Mereka sudah melakukannya di Mars dan berencana akan melakukannya di satelit Mars yaitu Phobos dan Deimos.

Kemudian 3.15 break untuk makanan ringan dan lanjut dengan Diskusi Panel mengenai Micro GigaPan dan Macro GigaPan. Micro GigaPan adalah teknik pengambilan gambar dengan resolusi yang sangat tinggi dengan benda kecil sebagai subjeknya sehingga objek kecil tersebut dapat dilihat dengan perbesaran seperti halnya kita melihat mikroskop tapi tanpa menggunakan mikroskop. Lalu bisakah GigaPan yang Al Izhar miliki melakukan itu, jawabannya tidak, karena alatnya berbeda dengan GigaPan yang Al Izhar miliki. Untuk yang Macro GigaPan adalah teknik pengambilan gambar dengan resolusi yang sangat tinggi tinggi dengan subjek besar namun diambil dari jarak dekat. Untuk yang ini cenderung menggunakan teknik fotografi tingkat advance yaitu pengaturan fokus dan penggunaan lensa makro dan kamera bersensor sensitif.

Micro GigaPan

Jam 4.30 acara dilanjutkan dengan sesi poster, jadi peserta mengunjungi pameran foto GigaPan yang dihasilkan oleh para kontributor GigaPan. Peserta mendapat kesempatan untuk bertanya langsung kepada si pengambil gambar.

Acara ditutup jam 5.30 dan dilanjutkan dengan acara Dinner tapi peserta harus membayar sendiri dan letaknya di luar kampus. Peserta diberi 2,5 jam untuk dinner sebelum kembali untuk Participatory Workshop yaitu sesi tambahan apabila peserta masih ingin lebih tahu detil teknis dari para pembicara-pembicara di sesi sebelumnya. Aku tertarik untuk mengikuti workshop dari Richard Palmer yang akan mengajarkan teknik Macro GigaPan dan workshop 3D GigaPan oleh Jason Bucheim.

Aku sangat lelah dan mengantuk tapi aku tidak mau kembali ke hotel karena akan menurunkan motivasiku untuk kembali ke kampus dengan berjalan lagi. Lalu aku putuskan untuk menunggu di Prayer Room sekaligus sholat Maghrib dan Isya. Lalu aku menuju kesana. Disana sudah ada beberapa mahasiswa muslim dan nampaknya mereka sudah sholat Maghrib dan akan membubarkan diri. Ya aku sholat sendirilah. Disana di Prayer Room juga ada sekelompok mahasiswa keturunan Cina sedang membahas Bible dengan bahasa Cina. Ooo jadi Prayer Room itu bukan khusus Muslim saja tho. Meski karpetnya untuk sholat tapi semua pemeluk agama bisa memanfaatkannya. Rashin, seorang mahasiswa kandidat Ph.D yang umurnya lebih muda dariku, dia keturunan Iran kelahiran Amerika, mengatakan banyak pemeluk agama lain yang melakukan aktifitas keagamaannya disitu mulai dari kajian bible, meditasi dan lain-lainnya. Memang kegiatan yang dominan adalah sholat.  Rashin juga bercerita rata-rata mahasisa kandidat Ph.D mendapatkan beasiswa fellowship dari CMU. Hayo siapa yang mau daftar?

Datang waktu sholat Isya, aku menjadi makmum dan Rashin menjadi imamnya. Sambil sholat aku mengamati cara Rashin sholat. Ketika takbir dia tidak mendekapkan kedua tangannya di dada, aku pernah menemui gaya sholat seperti ini pada saat aku berkunjung ke Beirut, Lebanon. Aku juga bertanya kepada ibu Wildan guru agama SMA Al Izhar bahwa cara seperti ini juga sah. Ya sebagai makmum aku mengikuti takbir yang dia kumandangkan namun aku melakukan dengan caraku sendiri. Tiba saatnya salam kenapa dia kok melakukan gerakan tangan pada saat takbir ya sebelum mengucapan salam. Yah aku hanya bisa mengamati keunikan muslim di CMU. Lalu kami berpisah karena masing-masing memiliki agenda yang berbeda.

Aku kembali ke Rangos Ballroom dan membuka sisa sandwich dan daging ayam sisa makan siang tadi dan melakukan ritual makan malam (halah bilang aja mau ngirit gak mau beli makan malam mahal kan. Ya iyalah lebih baik aku mengirit di Pittsburgh daripada kelaparan di New York nanti). Baru kali ini aku ngirit, selama di Indonesia kalo soal makan ya makan ajah tentunya harganya ya gak semahal disini kan. Tahu deh berat badanku jadi turun apa enggak, yang jelas selama di Pittsburgh aku jarang makan banyak. Cuma sedulit alias sedikit. Pokoknya pulang balas dendam lah. Hahahaha.

Tepat jam 8 malam acara participatory workshop dimulai, aku kok jadi nguantuk banget, karena workshopnya di 30 menit awal banyak membahas teknik fotografi yang aku ngga ngerti. Yah aku sih nangkap oo maksudnya seperti itu toh begitu saja. Dan selanjutnya ada demo yang kutunggu-tunggu. Richard Palmer mengajak semua peserta untuk melihat demo bagaimana mengambil gambar dari jarak yang dekat. Intinya di pengaturan lensa dan fokus.

Sepertinya aku tidak kuat menahan kantukku dan aku sudah paham tekniknya lalu aku mencari Jason Bucheim untuk mencuri start workshop berikutnya jam 9-10 malam, aku bertanya mengenai efek 3D gigapan dan bagaimana cara menguploadnya. Dia memberiku alamat emailnya sehingga jika panorama yang akan dihasilkan anak-anak maka aku tinggal memberi ID GigaPannya saja untuk dia masukkan ke website 3Dpan.org

Aku pulang berjalan kaki ditemani oleh Profesor Brian Yamamoto dari Hawai. Lumayan ada temen ngobrol selama perjalanan. Ini profesor lebih tua dariku tapi kecepatan jalannya lebih cepat dariku. Aku gak mau kalah, tengsin dong, dan aku mengimbanginya dengan berjalan cepat. Butuh waktu 15 menit untuk mencapai hotel dari kampus CMU. Aku lelah dan aku tertidur langsung. Belum sempat membuat laporan. Laporan ini aku ketik pada jam 3.30 dini hari karena aku terbangun. Besok adalah hari terakhir konferensi.

-Pittsburgh, 14 November 2010, jam 4:20 waktu setempat.

Advertisements
Categories: Curhat, Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Keliling Dunia | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Catatan Superhari: Hari ketiga, konferensi Gigapixel dan workshop

  1. wew… keren banget pak… mungkin bisa 3D kondisi pengungsian korban gunung merapi tuh pak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: