Catatan Superhari: Hari keempat, hari terakhir dari konferensi Gigapixel dan workshop

Hari Sabtu, tanggal 13 November 2010, merupakan hari terakhir dari kegiatan the Fine International Conference on Gigapixel Imaging for Science. Apakah petualanganku akan berakhir? Tentu tidak, karena besok adalah hari pertama dari kegiatan inti selama aku di Pittsburgh yaitu GigaPan Dialogues Intenational Workshop yang akan diikuti 11 orang guru dari negara yang tergabung dalam project UNESCO ASPnet dan CMU ini.

Seperti biasa aku berangkat jam 7.30, kali ini aku tidak ketinggalan trem yang disediakan khusus oleh panitia penyelenggara, malahan aku datang lebih awal bersama Mr Schulze praktisi fotografi dan GigaPaner dari Jerman. Meski hanya 2 orang, supir trem dengan baik hati mengantarkan kami berdua menuju ke Rashid Lobby di Gates Hillman Center, kampus CMU.

Trem in 3D (lihat dengan kacamata 3D)

Disana aku menkmati sarapan roti lagi dan jus apel. Sambil sarapan, tiba-tiba ada tiga orang menghampiri mejaku dan kami berbicara banyak mengenai Macro GigaPan yang semalam aku ikuti workshopnya. Dua orang aku kenal namanya karena dia adalah tutor dari Makro GigaPan semalam, dan yang satu adalah Illah Nourbakhsh, ketua panitia kegiatan ini sekaligus ilmuwan robotik dari CMU, sedangkan yang satu lagi aku baca namanya dari ID Card adalah David J. Korsmeyer, Chief of the Intelligent System Division of NASA Ames Research Center. Wowww orang NASA nih sekalian ah aku minta foto bareng hehehe.

From left to right: Hari Prasetyo (Teacher, SMA Al Izhar), David J. Korsmeyer (NASA), Illah Nourbakhsh (Robotic Researcher, CMU), Richard Palmer (Hawaii Department of Health)

Sambil sarapan, kami berbicara mengenai banyak hal mengenai teknis fotografi di dalam air, penyakit dengan nyamuk sebagai vektornya, penyebaran tumbuhan di Hawaii, sampai budaya jam karet orang Hawaii (lho kok sama ama Indonesia).  Setelah itu aku bertemu lagi dengan Profesor Brian Yakamoto, teman seperjalanan pulang dari CMU ke hotel semalam, aku berbicara mengenai ketidaktertarikan remaja kepada sains. Dia juga bilang di Hawaii juga begitu masalahnya, ternyata masalah kita sama. Dia bercerita, anak SD biasanya lebih menyenangi sains pada awalnya, namun ketika beranjak ke SMP dan SMA, umumnya mereka cenderung menghindari sains. Dia juga menyatakan perempuan lebih menyukai sains daripada laki-laki, karena dianggapnya itulah sebagai salah satu cara untuk mencapai gender equality dan perempuan lebih bisa bekerja sama dan lebih teliti dibandingkan laki-laki. Dia juga menduga penyebab ketidaktertarikan remaja terhadap sains diantaranya adalah remaja lebih suka bermain dengan game consolenya dan lebih suka hang-out dengan teman-temannya dibandingkan dengan sains.

Aku menanyakan apakah ada solusi untuk itu, bahkan sang Profesor pun masih belum bisa memecahkan masalah itu, dia hanya bilang kalau di Singapura ada namana program Akademi Sains di sekolah. Jadi program itu seperti program keahlian sains dari siswa, seperti tentara jika sudah memperoleh keahlian khusus maka akan diberikan brevet khusus. Demikian juga di program Akademi Sains. Tiap siswa yang berhasil menguasai keahlian khusus dalam sains akan diberi brevet khusus. Jadi itu dapat memacu motivasi siswa dalam belajar sains, demikian katanya.

Aku bercerita mengenai skripsiku yaitu tentang penyelamatan embrio kelapa kopyor dengan menggunakan protokol media yang berbeda dengan menggunakan kombinasi media MS dan Euweens, aku bilang ke profesor bahwa media Euwenss  lebih baik daripada media MS (itu penelitian 6 bulan loh). Aku juga diberi ilmu mengenai kultur jaringan dimana dari hasil risetnya media Murashige Skoog kadang tidak cocok untuk tanaman tropis di Hawaii dan di Indonesia, solusinya berikan satu setengah dosis dari komposisi nutrisi makro dan mikro pada media Murashige Skoog (MS). Wah dapet ilmu baru nih. Alhamdulillah.

Lalu peserta diminta masuk ke dalam ruangan seminar untuk mendengarkan lektur singkat dari David J. Korsmeyer dari NASA. Dia mengungkapkan program NASA terkait penggunaan GigaPan dalam pemetaan permukaan planet Mars dan bulan.

David mengemukakan NASA membuka akses data kepada siapa saja entah itu Google (dalam pembuatan Google Earth, Google Mars, Google Moon), Microsoft (World Wide Telescope) untuk kepentingan sains. Bahkan masyarakat biasa saja pun bisa memberikan kontribusi.  Ada yang unik, sangat jarang sekali, NASA dalam observasinya menggunakan video, NASA lebih memilih foto karena resolusinya lebih tinggi, tapi NASA mencoba kemungkinan akan menggunakan High Definition Video meskipun hambatannya adalah data yang lebih dan sangat besar dibandingkan data foto. Dalam presentasinya pula, David mengatakan NASA akan bekerja sama dengan European Space Administrative dalam eksplorasi planet Mars pada tahun 2016 kedepan.

Kemudian setelah presentasi David selesai maka presentasi berikutnya diselenggarakan di lain gedung yaitu kembali ke Rangos Ballroom. Aku bersama peserta konferensi lain berjalan menuju ke CMU Center. Di langit aku memandangi intersection asap dari mesin jet pesawat. Bagus sekali. Aku pun memotretnya eh peserta lain jadi ikut-ikutan memfoto deh.

Lalu dilanjutkan dengan presentasi dari Jim Richardson dari National Geographic mengenai Vision, Communication, Science and the Application of Photography. Jim mengutarakan manfaat penggunaan GigaPan dalam pekerjaannya sebagai fotografer National Geographic. Kemudian Viki Hertzberg dari Bonna Westcoat-Emory University mempresentasikan mengenai GigaPan Imagery and Archaeology at the Sanctuary of the Great God, Samothrace. Dilanjutkan oleh Matthew Sisk dari Stony Brook University yang mempresentasikan Three-Dimensional GigaPan Views of Archaeological Sites and Artifacts, menurutnya menggunakan GigaPan sangat mudah dan mempermudah dalam proses pengambilan data di lapangan.

Setelah itu acaranya adalah makan siang, setelah makan siang aku menuju kursi di lobby untuk beristirahat dan tanpa sadar aku tertidur karena mengikuti workshop kemarin sampai malam hari. Tak lamapun aku terbangun dan segera ke Prayer Room di lower ground untuk sholat Dzuhur dan Ashar jama qasar. Sambil pula iseng ke toko buku mahasiswa Carnegie Mellon University,  Lapangan Olahraga dan Kolam renangnya yang rupanya sedang ada perlombaan renang.

Setelah itu aku kembali ke Rangos Ballroom untuk mengikuti kegiatan lagi. Kali ini adalah Gigapan Time Lapse. Apakah itu?

We’ve developed a fully autonomous version of the gigapan for doing high resolution time-lapse imaging.  One early version Gigapan device has been capturing high-resolution panoramas in a backyard every hour for over a year. Combining time-lapse with gigapixel panoramas allows exploration not only in space but also in time. Explore the panorama, find a bird’s nest, and zoom backwards in time to see the nest being built.

We believe that high-resolution time-lapse imaging has the potential for both educational and scientific use.  In 2007, we plan to install robust, all-weather units like the one pictured above in nature preserves and other places of scientific and ecological interest.

-http://www.cs.cmu.edu/~globalconn/time_lapse_gigapan.html

Sekarang sudah menunjukkan jam 16.30 waktu setempat dan waktunya sesi diskusi poster. Setelah itu diadakan sesi undian berhadiah dari GigaPan Systems. Hadiah hiburan yang diberikan adalah topi, jaket dan GigaPan Pro. Rupanya GigaPan jatuh kepada seorang fotografer profesional. Beruntungnya dikau pak. Itu alat seharga USD 895. Detil tentang GigaPan Pro-nya klik disini.

Dan acarapun bubar setelahnya, beberapa peserta masih ada yang saling berbicara, termasuk aku berbicara dengan Profesor Eric Yap dari Jurusan Medis di National University of Singapore. Beliau mengajak untuk melakukan collaborative project dengan tim GigaPan Al Izhar untuk melakukan GigaPaning di Candi Borobudur. Yah aku bilang aku setuju namun tentunya harus berbicara lebih dahulu dan minta ijin kepada kepala sekolahku.

Kemudian aku mencari Erin staf GigaPan Systems yang bertugas untuk melayani pembelian GigaPan karena aku akan membeli satu unit GigaPan Epic 100. Akhirnya kumenemukannya dan setelah cek alamat maka aku membawa ke hotel sebuah kotak berisi satu unit GigaPan Epic 100 untuk Al Izhar.

Aku meninggalkan CMU Center dengan berjalan kaki, aku sudah lelah dan ingin makan malam. Panitia menyediakan makan malam tapi biasanya makan malamnya aneh begitu. Sambil berjalan aku melihat sebuah restaurant Chineese Food, tanpa pikir panjang aku segera masuk dan memesan nasi goreng ayam, seharga USD 5,95. Akhirnya aku bertemu dengan nasi. Hehehehe.

Nasi goreng ayam aku bawa pulang, dan sesampainya aku hanya mampu makan setengahnya karena memang porsinya super besar. Setelahnya aku menuju ke lobby hotel untuk menghadiri acara semacam Farewell Party yang diselenggarakan oleh GigaPan Systems. Aku diberi 2 tiket minum di minibar. Tiket itu harus diberikan kepada bartender jika kita ingin memesan minuman. Aureliano, profesor dari Venezuela, kenalan baruku memesan white wine, dan aku hanyalah memesan Coca Cola karena aku tidak meminum minuman keras. Lagipula satu kupon bisa dapat 2 gelas Coca Cola, lumayan kan.

Lucu deh, Profesor Aureliano dari Venezuela mengajakku untuk toast gelas. Hahahahaha aku pura-pura saja sudah biasa. Kusentuhkan gelasku dengan gelasnya. Belagu amat Hari pake toast-toast an segala. Lah kan aku diajak, gak enak kalo gak disambut toh cuma nempelin gelas doang ga sampai membagi alkohol.

Seperti yang kuduga makanannya aneh. Ada daging setengah matang disajikan, ada juga daging bakar yang kucoba ada rasanya lah. Aku juga memakan wortel dan asparagus untuk seratnya. Profesor Aureliano dan aku sedikit ngobrol mengenai hasil foto GigaPan di Caracas ibu kota Venezuela.

Jam 19.40 aku meninggalkan lobby meski masih banyak peserta konferensi yang ngobrol, aku terlalu lelah dan ngantuk berat. Aku kembali ke kamar hotel dan langsung menggeletak. Zzzzzz.

-Pittsburgh, 14 November 2010, jam 11:30 waktu setempat

Categories: Curhat, Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Keliling Dunia | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Catatan Superhari: Hari keempat, hari terakhir dari konferensi Gigapixel dan workshop

  1. seru bgt pak kayaknya hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: