Catatan Superhari: Hari kelima, the day off

Hari ini aku sedang off dari kegiatan seminar, workshop maupun konferensi karena memang konferensi sudah berakhir kemarin dan workshop GigaPan Dialogue baru nanti sore dimulai, itupun juga hanya acara jamuan makan malam untuk peserta.

Aku manfaatkan hari ini dengan mengadakan observasi ke Phipps Conservatory and Botanical Garden. Aku berangkat jam 9 pagi, cuaca agak dingin dan berawan, kemungkinan akan turun hujan nanti. Aku berjalan menuju ke Phipps, jaraknya sekitar kurang lebih 2 mile atau 3,2 km dari hotel. Aku berjalan sambil melihat pemandangan gedung-gedung kuno di sekelilingku. Gedung-gedung itu masih aktif digunakan sampai sekarang, ada yang dijadikan perpustakaan, ada yang dijadikan museum, dan ada juga digunakan untuk kegiatan perkuliahan. Jalanan masih sepi karena hari ini adalah hari minggu, beberapa orang jogging, dan ada juga yang sedang mengajak jalan-jalan hewan peliharaannya di taman.

Kemudian aku melanjutkan perjalanan dan sepuluh kemudian aku tiba di Phipps. Kebetulan baru saja dibuka dan aku langsung masuk dan membayar biaya masuk sebesar USD 12 di loket. Ibu penjaga loketnya ramaahhh banget. Tampaknya hujan mulai turun diluar gedung dan aku tidak bisa kemana-mana sambil menunggu hujan reda.

Aku menjelajah Phipps, untuk mengetahui apa sih isi di dalam. Phipps ini adalah taman mini tanaman yang ada dunia mewakili dari jenis tanaman musim dan benua. Aku banyak belajar disini terutama mengenai jenis-jenis tanaman.

Aku menghabiskan waktu sekitar 2 jam disana karena memang menarik sebagai tempat belajar, aku juga lihat banyak siswa yang dibawa gurunya ke sana untuk belajar botani.  Aku meninggalkan Phipps dan masih turun hujan meskipun gerimis, aku nekat menerobis karena aku pikir toh gerimis ini. Yang tidak nahan adalah dinginnya udara saat hujan yang menyengat tulang. Aku putuskan untuk meneduh sejenak di tenda Schenley Plaza sambil menunggu hujan benar-benar reda.

Lima belas menit menunggu akhirnya hujan benar-benar reda, aku sebenarnya ingin mengunjungi Zoo and Aquarium tapi terlalu jauh untuk dituju dengan berjalan kaki yah aku putuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat. Sambil menuju ke hotel yah sambil lihat pemandangan dan foto-foto. Hihihi.

Waktu sudah menunjukkan jam 11.30, perut sudah mulai lapar ya aku putuskan untuk mampir di Oriental, restoran kecil yang menyajikan makanan khas Cina. Kalo masuk restoran manapun pasti selalu ditanya “here or to go”, pertamanya aku bingung jawabnya karena mereka ngomongnya cepet banget, kedengarannya seperti bilang “heror togo”, yamaksudnya sih nanya mau makan disini atau dibawa pulang. Aku jawab here, lalu waiter nya mengantarkan aku ke meja dan aku memesan nasi goreng, ayam goreng, dan air minumnya air biasa karena gratis hehehe. Lima menit kemudian mereka mengantarkan pesananku dan makan siang deh. Seporsi nasi gorengnya bisa cukup untuk dua orang. Super jumbo. Untung ada rekan, bu hesti dari diponegoro, yang membantu meskipun nggak sampai habis juga. Seusai makan, pelayan datang membawa bill dan kue keberuntungan, jadi di setiap Chinese Food Restaurant, seusai makan, pengunjung selalu diberi Fortune Cookie.

Setelahnya aku kembali ke hotel, maksudnya untuk beristirahat, di lobi aku mau duduk dulu di sofa lobby. Meluruskan kaki sejenak, ambil napas sebentar dan nanti akan kembali ke kamar. Aku memandangi kunci mobil di meja depanku, ini kunci mobil punya siapa ya, main di tinggal aja, apa orangnya lupa. Aku diamkan saja siapa tahu orang yang punya kunci datang mengambil. Apa orang Amerika modelnya kayak gini, main tinggal kunci dan yakin aman kalo tak ada yang bakal mengambilnya. Emang di Indonesia, hapeku jatuh aja gak kembali. 5 menit, 10 menit tidak ada yang mengambil, bu hesti rekanku akhirnya aku minta untuk mengambilnya dan melaporkan serta meletakkannya di resepsionis. Lima menit kemudian seseorang mendatangi resepsionis untuk mencari kunci dan dia mendapatkan kunci mobilnya kembali. Alhamdulillah. Tapi tunggu sepertinya aku mengenal orang itu, oh bukankah itu Profesor Aureliano Fernandez dari Venezuela, peserta konferensi Gigapixel kemaren yang aku kenal. Aku langsung menghampiri beliau dan aku bilang wah untung kami yang menemukannya. Beliau mengucapkan terima kasih dan malah mengajak kami ke Duquese Incline di Mt Washington, salah satu tempat atraktif di Pittsburgh, karena bisa melihat kota Pittsburgh dari ketinggian. Tujuan beliau kesana adalah untuk mengambil foto panoramanya dengan GigaPan Epic Pro. Aku sih setuju saja karena dia mengajak kami naik mobilnya untuk kesana. Lumayan gratiss. Berkah banget jadi orang jujur ya. Alhamdulillah. Beliau minta waktu sebentar untuk mengambil kamera dan peralatannya di kamar. Tak lama kami pun menuju ke Mt Washington. Di mobil, aku bertanya ke beliau ini mobil siapa. Beliau menjawab ini mobil sewaan yang ada di bandara Pittsburgh, total beliau bayar USD 20.040 untuk 4 hari. Whatttt. Kaya banget beliau, bayangin deh USD 500 sehari untuk mobil, lima juta rupiah buat sewa mobil. Aku saja cuma dibekali 10 persennya, itupun tersedot banyak untuk membayar kamar hotel yang tarifnya USD 150/malam dan tanpa sarapan serta makan malam. Prihatin hiks hiks hiks.Ya udahlah rejeki orang beda-beda kan gak boleh mupeng hehehehe. Syukuri aja toh aku dapet tumpangan gratis ke Duquese Incline di Mt Washington. Alhamdulillah. Aku ditugasi profesor untuk menjadi navigator, aku bilang seperti balapan saja, tapi memang benar beliau tidak mengenal jalan menuju ke sana yah setelah mengamati peta, bertanya sana-sini, nyasar kesana-sini, akhirnya kami tiba di pelataran parkir Duquese Incline.

Kami masuk dan bermaksud membayar tiketnya, sayang sekali kami harus bayar pas. Jika bolak-balik kami harus membayar USD 4. Petugas loketnya memintaku untuk menukar uang koin di mesin penukar uang.

Setelah menukarnya barulah aku mendapatan satu tiket untuk 3 orang, aku, prof, dan hesty. Kami menunggu kereta yang akan mengangkut kami ke puncak Mt Washington. Tak lama kami sudah berada di kereta dan naik perlahan-lahan.

Sesampainya disana, kami menuju ke pelataran terbuka yang disediakan untuk mengamati kota Pittsburgh dari kejauhan dan ketinggian ini. Aku segera menyiapkan GigaPan Epic Pro dan mulai mengambil foto panorama, namun sayang karena cuaca mendung, kualitas gambarnya kurang bagus ketika selesai dilakukan proses stitching. Kemudian aku turut membantu profesor untuk mengambil gambar panorama dengan GigaPan Epic Pro nya namun sayang profesor kelupaan membawa tatakan kamera ke tripod. Profesor akhirnya mengambil foto panorama dengan lensa sphere.

Aku kebelet buang air kecil, tapi disini tidak menyediakan toilet, yang ada adalah bilik wc kotak di belakang gedung, aku menuju kesana dan yiek, bener-bener jorok nih. Yah namanya juga kebelet pipis dan uniknya, saking dinginnya, urineku pun mengeluarkan asap. Halah halah. Segera aku keluar dari bilik itu.

Akhirnya kami turun dan meninggalkan Duquense Incline untuk kembali ke hotel. Aku sampai jam 3 di hotel dan istirahat sebentar (tidur lelap) sampai jam 5 aku menuju ke lounge hotel untuk mengikuti acara jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh panitia. Aku mendapat 1 tiket gratis untuk meminta minum apapun ke bartender. Seperti biasa aku meminta Cola karena aku tidak minum minuman keras.

Acara dimulai dan para peserta saling mengobrol dan berkenalan satu sama lain. Aku dikenalkan dengan guru di sekolah Pittsburgh, dia wanita muslim namanya Nabilah Rahman. Aku bertanya banyak mengenai kehidupan muslim di sini, di Amerika dan privacy serta Sholat Idul Adha. Rupanya Islamic Center tidak jauh dari lokasi hotel. Rupanya dia tidak bisa lama-lama mengikuti jamuan makan malam jadi dia harus kembali ke rumah karena anaknya sedang menunggu. Sayangnya dia tidak bisa mengikuti workshop. Kami berfoto bersama sebelum dia pergi.

Bu Hasnah dan rombongan datang malam ini, beliau adalah koordinator UNESCO ASPnet di Jakarta, beliau datang atas nama Indonesian National Commission for UNESCO. Beliau akan menjadi observer pada workshop ini.  Setelah acara jamuan selesai, aku dan hesty menjemput di bandara. Kami menuju ke Bus Stop di Tennyson and Fifth  Ave dan naik bis nomor 28X ke bandara.

Butuh setengah jam untuk ke bandara, kami datang satu jam lebih awal, saking ngantuknya kami tertidur di kursi ruang tunggu bandara. Untung kami sudah terbangun sebelum Bu Hasnah dan rombongan datang sehingga kami bisa menyambut beliau. Kami kembali ke hotel dengan taksi dan menghabiskan USD 50 untuk biaya taksi dan tips untuk supir taksinya. Lelah sekali hari ini dan aku langsung tertidur tanpa sempat membuat catatan hari ini. Catatan ini aku buat sehari setelahnya. Sekian,

-Pittsburgh, 16 November 2010, jam 4:09 waktu setempat

Advertisements
Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Keliling Dunia, Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: