Catatan Superhari: Hari keenam, workshop GigaPan Dialogue dimulai

Alhamdulillah, karena rombongan ibu Hasnah Gasim dari Indonesian National Commision for UNESCO telah tiba di Pittsburgh untuk mengamati jalannya workshop GigaPan Dialogue kemarin malam, aku menjemput rombongan di Bandara Internasional Pittsburgh. Pagi ini kami sarapan bersama di Lounge Holiday Inn sebelum kami berangkat bersama.

Setelah sarapan kami berjalan kaki selama 20 menit untuk mencapai Gates Center di kampus Carnigie Mellon University. Udara berkabut waktu itu, Alhamdulillah tidak sampai turun hujan. Dua puluh menit kemudian kami tiba di Gates Center dan melakukan registrasi dengan panitia penyelenggara, tiap orang dikenakan biaya workshop sebesar USD 100.

Acara dimulai dengan welcome speech dari panitia penyelenggara dan sambutan dari Direktur IBE UNESCO Geneva, Ms. Clementine Acedo.  Lalu langsung masuk ke acara School Report dimana tiap sekolah melaporkan perkembangan aktivitas GigaPan di sekolah masing-masing dan menampilkan video singkat sehingga peserta lain tahu bagaimana rasanya berada di sekolah masing-masing.

Sudah kuduga, karena aku belum melihat jadwal yang fixed dan memang setelah aku lihat aku urutan pertama, Dr. Laura Tomokiyo, Robotic Scientist dari CMU sekaligus panitia penyelenggara meminta aku untuk maju untuk School Report. Dalam hatiku aku berdoa, Allahu Akbar Bismillah ya Allah, mudahkan aku ya Allah,  untuk meringankan kegugupanku, maklum bahasa Inggrisku tidak sebaik peserta lain dan urutan pertama pula.

Aku membawa laptopku (maksudnya laptop sekolah hehehe) dan menyambungkan kabel proyektor ke laptopku dan memasang jack audionya. Lalu aku menyapa peserta dengan selamat pagi, mereka menjawabnya, wah positif nih tanggapannya, aku langsung memperkenalkan diriku dan dari mana asal sekolahku. Aku disini mewakili Al Izhar dan Labschool Rawamangun karena Bapak Suparno, guru Labschool, tidak bisa menghadiri workshop ini. Laura memotongku dan menjelaskan ke peserta bahwa di Indonesia ada 3 sekolah yang terlibat dalam project ini yaitu Al Izhar, Diponegoro dan Labschool Rawamangun. Karena hanya Labschool saja yang tidak hadir jadi Laura sebelumnya memintaku untuk mewakili Labschool.

Sebelum aku menyampaikan School Report aku memutarkan video singkat berdurasi 3 menit mengenai Al Izhar, dengan bantuan program Pro Show Gold, aku mengelola foto-foto kegiatan sekolah, sarana dan prasarana sekolah dan kegiatan GigaPan di Al Izhar dengan sebaik mungkin. Seluruh peserta terpaku dan fokus pada video yang aku putar. Dimulai dari sambutan “Hi, Welcome to Al Izhar” dari Rama, Arjen, Prima, dan Andra, mereka adalah siswa kelas XI SMA Al Izhar Pondok Labu, dan dilanjutkan dengan slide foto yang telah aku susun dengan sedemikian rupa. Aku lihat peserta ada yang geleng-geleng kepala, terutama dari Afrika Selatan, ada yang mengangguk-angguk, aku tak tahu artinya apakah mereka takjub atau bagaimana? Ya sudahlah, masa bodoh ah, yang penting aku sudah menjalankan kewajibanku sebaik mungkin, I gave my personal best.

Kemudian setelah video selesai, barulah aku melanjutkan sesi School Reportku dari Al Izhar dan Labschool. Panitia memang memberikan waktu singkat untukku karena berkaitan dengan waktu. Aku selesai, dan kembali ke kursiku, Tammy dan Khosi dari Afsel menyapaku dan bilang “Your video is imidating us” dan “Your video is very amazing”. Alhamdulillah rupanya tanggapannya positif. Lega deh. Aku merasa ada perubahan dari diriku terutama dari bahasa Inggrisku dan ke-grogi-an ku. Aku masih ingat pertama kali presentasi di Konferensi Guru di Beirut aku benar-benar sangat nervous dan pengucapan bahasa Inggrisku masihlah kurang, sebenarnya bukannya aku tidak bisa, tapi groginya itu yang membuat semuanya hilang. Alhamdulillah, Al Izhar selama 4 tahun ini, juga memberikan pelatihan Bahasa Inggris untuk pengembangan guru-gurunya yang bekerja sama dengan English First setiap hari Jumat sore sepulang sekolah sehingga guru-guru Al Izhar terlatih dalam berbahasa Inggris. Alhamdulillah. Kemudian sewaktu presentasi di Korea, aku masih grogi namun sudah lumayan bisa mengatasi grogi itu meski aku masih melihat teks untuk berbicara. Entah kenapa kali ini aku percaya diri banget tanpa teks dalam melakukan presentasi. Alhamdulillah sekali lagi Alhamdulillah ya Allah yang telah memudahkan lidahku dan melapangkan dadaku sehingga aku bisa berbicara di depan forum.

Agenda berikutnya adalah brainstorming mengenai kendala-kendala yang ada selama aplikasi GigaPan di sekolah masing-masing. Kami di pandu untuk mengidentifikasi masalah yang ada dan merampingkan masalah yang ada. Lalu masalah tersebut kami diskusikan untuk dicarikan solusinya.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.oo maka kegiatan dihentikan untuk makan siang.Kamu bergerak ke kantin mahasiswa yang ada di CMU Center lantai 2.Kantinnya lengkap ada menu vegetarian dan ada menu non vegetarian, minum ambil sendiri alias rechargeable.

Setelah makan siang, aku dan rombongan dari INCU menuju ke Prayer Room di Lantai Bawah untuk sholat. Di sana kami bertemu dengan mahasiswa wanita dari Indonesia, seorang kandidat PhD Computer Translation yang bernama Derry Wijaya. Rupanya kantornya ada 2 lantai di bawah kegiatan kami. Mahasiswa punya kantor? Iya tiap kandidat PhD punya kantor karena mereka punya jatah bekerja beberapa jam dalam seminggu. Lumayan kan buat tambahan uang saku. Karena aku tak sempat bertukar kartu nama, maka mbak Derry mau datang ke lantai 6 tempat kami workshop. Wow senangnya ketemu orang Indonesia sekaligus bangga ada orang Indonesia yang bisa sekolah di Carnegie Mellon University, terbaik nomor dua setelah MIT dalam teknologi, terutama teknologi robotiknya.

SeAku ditodong oleh Laura untuk masuk ke kelompok teknologi dan ditunjuk sebagai panelisnya. Halah, ngomong lagi nih di depan forum. Ya setidaknya bikin nama Al Izhar harumlah. Oke gak masalah, lanjut gan.

Jadi masalah umum yang dialami tiap sekolah dalam melakukan project ini adalah masalah Internet dan pelatihannya. Aku berdiskusi dengan Tammy Zikalala dari sekolah Lavela Afrika Selatan. Kami akhirnya menemukan solusi untuk kendala itu. Aku menjadi panelis untuk mengemukakan solusi dari diskusiku dengan Tammy. Intinya perlu perbaikan fasilitas Internet yaitu penambahan bandwith di sekolah sehingga aksesnya menjadi cepat, atau mencari ISP yang mampu menyediakan bandwith besar dengan harga yang terjangkau, atau mengakses Internetnya pada saat pulang sekolah sehingga aksesnya lebih cepat karena sepulang sekolah tidak banyak orang yang menggunakan internet, jika mahal masih bisa menggunakan warnet untuk mengakses Internet atau dari komputer rumah masing-masing. Kalaupun masih mahal pula dapat mencari sponsorship dari perusahaan besar dimana orang tua murid bekerja. Kalaupun masih gak mampu lagi, aku tegaskan, teknologi itu kadang-kadang mahal tapi tidak mahal jika ada komitmen dari sekolah untuk melakukan perbaikan dalam proses belajar mengajarnya. Jadi tinggal diskusi saja dengan stakeholdernya, karena teknologi internet adalah investasi sebagai modal. Seorang guru disebelahku yang juga panelis menyetujui hasil diskusi kami dan tampaknya semua juga setuju.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, setelah dibacakan ringkasan seluruh agenda hari ini oleh Leana Duncombe, staf IBE UNESCO Geneva, maka acara hari pertama ditutup.

Mbak Derry mengunjungi kami dan aku bisa bertukar kartu nama karena aku ingin mengetahui informasi Fullbright Scholarship karena mbak Derry sekolah di sini karena mendapatkan Fullbright Scholarship. Mbak Derry pun merekomendasikan kami untuk makan malam di Lulu’s Noodle karena masakan asia dan ada orang Indonesia yang bekerja part time disana. Kam pun mampir ke Lulu’s Noodle, restoran masakan Asia yang terletak di Craig Street. Hohoho ada nasi goreng jawa di daftar menu rupanya dan aku memesannya. Lumayan kan dibayarin ini ama Mbak Dewi, salah satu rombongan dari INCU. Sebelum-sebelumnya kan cuma makan sandwich yang lebih murah harganya hehehehe ngirit uang saku, karena 2 hari lagi aku akan terdampar di New York menunggu pesawat ke Jakarta.

Setelah makan malam akhirnya kami kembali ke hotel dan beristirahat. Alhamdulillah hari ini kegiatan lancar.

Advertisements
Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Keliling Dunia, Kisah | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: