Catatan Superhari: Hari kedelapan, good bye Pittsburgh, welcome New York

Ini adalah hari terakhirku di Pittsburgh, sedih sih karena aku sudah terbiasa berjalan di sini, sudah hafal jalanan menuju ke kampus Carnegie Mellon University, sudah hapal jalan di kampusnya. Tapi bagaimana lagi, jatah untuk tinggal disini juga sudah habis, dua hari lagi tanggal 19 aku sudah balik ke Jakarta via JFK. Setelah packing semalam, aku bangun pagi ini jam 03.00 dini hari, aku mandi air hangat, beres-beres dan 03.30 aku menuju ke resepsionis untuk membereskan tagihan hotel. Wow aku tercengang ketika harus “cuma” membayar USD 287,28 untuk seminggu (what???), perasaan aku harus bayar USD 1.006 deh. Aku minta resepsionisnya mengecek lagi dan benar aku harus membayar USD 287,28. Dan ketika aku selidiki lebih lanjut kemana sisanya ternyata mereka sudah menggesek kartu kreditku. Alahhhhh, ngutang kartu kredit lagi nih, dan benar saja tagihan hotel yang sisanya USD 720an itu membuat kartu kreditku langsung overlimit. Sampai Indonesia bayar hutang dan denda overlimit deh, ugghhh. Memang kebijakan hotel di Amerika Serikat, tamu hotel harus memiliki kartu kredit sebagai, apa istilahnya, jaminan jika ada apa-apa dengan kamar seperti merusak kamar, perabot hilang, dan semacamnya, maka mereka langsung mencharge lewat kartu kredit. Ini negara apa-apa pake kartu kredit gimana gak kena krisis apa-apa utang.

Jam 03.45, taksi yang aku booking via hotel akhirnya datang, si Howard nama pengemudinya, datang lebih awal 15 menit dari jadwal yang di sepakati yaitu jam 4 pagi. Dia membantu menaikkan barang-barang bawaanku yang berat ke dalam bagasi taksinya. Howard sangat ramah sekali, selama perjalanan dia banyak bercerita. Aku kagum dengan Howard, dia bekerja sebagai supir taksi di malam hari, dan di pagi harinya terutama senin, rabu, jumat dia harus belajar di kampus, sekarang dia sedang mengambil Master di bidang Mekanika Mesin. Weleh-weleh, udah begitu dia juga punya lisensi menerbangkan pesawat non komersial, widih ini orang keren amat ya. Sekedar informasi saja, dia mengeluarkan USD 12.000 untuk belajar menerbangkan pesawat selama 1,5 tahun. Katanya untuk punya lisensi pesawat komersial harus membayar lebih mahal. Cck cck cck. Howard punya keluarga dengan 4 anak. Supir taksi di Pittsburgh saja bisa kuliah S2 dan punya lisensi pesawat…. kebanting deh aku. Dia juga cerita ada kandidat Ph.D yang bekerja sebagai supir taksi untuk biaya kuliahnya.

Ada yang lucu, bandara Internasional Pittsburgh baru dibuka pagarnya, pagar ya bukan pintu tapi pagar jalan, jam 5 pagi. Ternyata aku kepagian dan ada beberapa mobil yang mengantri di depan dan di belakangku untuk menunggu pagar jalan menuju ke bandara di buka. Tertibnya, meskipun bisa 2 jalur, mereka mau mengantri 1 jalur ke belakang dan tidak membuat jalur antrian baru. Padahal aku sangat familiar sekali dengan kebiasaan membuat jalur antria baru di negara asalku, hahahaha. Sepuluh menit menunggu datanglah mobil patroli polisi bandara yang membuka pagar jalan dan sampailah aku di bandara. Sebenarnya aku lebih suka menggunakan bis, karena lebih murah cuma USD 3 saja, namun karena di pagi buta belum ada bis dan aku tak mau ketinggalan pesawat maka terpaksa aku gunakan taksi. Dengan taksi aku harus membayar USD 50. Hiks hiks hiks, mahal yah.

Di dalam bandara, aku langsung menuju ke check-in booth Delta Airlines yang akan membawaku ke New York (yeahhh). Petugas penjaga memintaku untuk check in secara otomatis di Self Check In Machine. Maklum lah orang norak dan pertama kali, biasanya ya langsung ke mbak-mbak yang di counter kan, aku bingung gimana caranya ya. Aku nanya ke petugasnya gimana caranya, dia minta e-ticketku dan meminta memasukkan kode booking ku dan bener deh, terus mesinnya nanya berapa jumlah barang bawaan, aku bilang dua dan mesin bilang untuk barang bawaan tambahan aku dikenakan USD 25. Jadi kebijakan Delta Airline, yang gratis itu cuma 1 barang bawaan ajah, kalo ada 2 atau lebih yang tinggal dikali USD 25 aja. Yang bikin aku kesel, masak mesinnya minta aku gesek kartu kredit lagi, whatttt (????). Mau diapain lagi nih aku, kartu kredit udah overlimit gara-gara hotel asal nge-charge. Untungnya bisa, kata petugasnya, gesek kartu kreditnya cuma konfirmasi aja bener apa gak yang check in itu aku apa bukan. Lah si Hesti gimana dong ga ada kartu kredit, ya pake kartu kreditku juga lah dia. Hasilnya tidak ada cetakan boarding pass yang keluar dari mesin (harusnya sudah keluar 2 boarding pass untukku dan Hesti). Ya iyalah wong overlimit gitu. Aku nanya lagi ke petugas yang sama, hahahaha, bosan dia, langsung aku disuruh masuk ke check in counter, yeee bukannya dari tadi kek mas.

Di counter aku check in manual, diminta menunjukkan e-ticket dan passport serta disuruh bayar USD 25 untuk koperku. Beres deh. Langsung aku masuk ke ruang tunggu. Namun sebelumnya aku harus melewati pos pemeriksaan barang bawaan. Disana aku harus melucuti seluruh aksesoris yang menempel di tubuh kecuali baju dan celana saja. Mulai dari topi, kacamata, sabuk, dompet, hape, kamera, jacket, sepatu apalagi tas bawaan harus melewati mesin scanner. Lalu aku masuk ke pintu metal detector ehhhh bunyi theetttt… aku disuruh mundur lagi untuk melucuti apa yang bisa dilucuti, aku bingung karena ga ada yang bisa dilucuti lagi kecuali kaos dan celana jeansku (telanjang dong). Perasaan gak ada metal di tubuhku kecuali kawat gigi. Masak iya sih minta dicopot. Aku periksa lagi di saku kiri celanaku ternyata ada sapu tangan kain, langsung aku masukkan ke kotak untuk di scan dan aku masuk lagi lewat pintu metal detector dan aneh bin ajaib tidak bunyi lagi. Aku ngasih bahasa tubuh ke petugas cewek dengan mimik wajah dan tangan bertanya-tanya. Dia cuma bilang “I know it sounds like crazy….” aku ngakak ajah hahahahaha ada masalah apa sapu tangan kainku dengan metal detector.

Ilustrasi dari http://www.zimbio.com/pictures/pvdq7G93288/Napolitano+Inspects+New+Advanced+Imaging+Technology/
(karena aku tak berani ambil fotonya di TKP, daripada ntar kenapa-kenapa, tapi foto-foto ini memang seperti apa yang aku alami)

Setelahnya, aku berjalan menuju ruang tunggu dan menunggu kurang lebih 1,5 jam sebelum pesawatku berangkat.  Sambil menunggu baca-baca koran dan menyeruput coklat hangat.

IMG_7199

Nah, akhirnya aku sudah di pesawat dan aku menempuh 1,5 jam perjalanan udara menuju ke Bandara JFK, New York. Alhamdulillah aku tiba dengan selamat di JFK dan langsung menuju ke toilet karena kebelet pipis. Udara dingin membuatku sering kebelet pipis. Bergantian dengan Hesti aku menunggu barang bawaan. Setelah itu aku menuju ke Bagage Claim dan cuma koperku dan Hesti saja yang nongkrong disana, rupanya penumpang yang lain tidak banyak membawa koper.

Sebenarnya aku masih mau nongkrong di ruang tunggu bandara JFK karena check in hostel, hostel ya bukan hotel, di New York masih jam 14.00, di e-mail konfirmasi aku tidak boleh datang sebelum jam 14.00 dan tidak boleh nitip barang. Tapi karena letak bagage claimnya di luar ruang tunggu bandara dan aku takut kehilangan koperku, karena kebijakan bandara di AS, setiap barang yang tidak ada pemiliknya maka akan disita untuk dimusnahkan, takutnya ada bom begitu, padahal di koperku ada robot GigaPan Epic 100 yang baru aku beli. Ya terpaksa aku keluar dari ruang tunggu bandara JFK, there is no return point karena pintunya dijaga ketat oleh petugas keamanan bandara.

Aku keluar dari bandara dan masih celingak-celinguk, ini masih jam 9 pagi, mau naik apa ke hostelnya, di Internet sih aku disuruh naik bis, taksi atau kereta tapi gimana caranya gitu, lalu aku bertanya ke petugas keamanannya, eh dia juga enggak tahu bis dimana kereta gimana caranya. Anak baru kali. Udah lah daripada repot naik taksi ajalah tarifnya flat pula. Kata petugas penjaga pos taksinya kalo ke wilayah Manhattan, tarifnya flat yaitu USD 45 plus tol USD 5 dan tips untuk drivernya. Ya sudahlah pake taksi ajah, aku patungan ama Hesti.

Lima menit kemudian datanglah taksi dan aku tunjukkan alamat hostelnya yaitu di 604 Ninth Avenue, New York between 43rd and 44th Street dan dia langsung tahu. Seperti di film-film di tipi loh, aku naik Yellow Taxi Cab yang terkenal itu loh hehehehe yipiiii, uniknya penumpang duduk dibelakang, antara supir dengan penumpang ada sekat, penumpang bisa mengendalikan AC atau Fan, dan penumpang bisa mencek GPS yang ada di layar yang berada di sekat antar sopir dan penumpang, jadi penumpang tahu keberadaan taksi dimana dan memastikan bahwa tidak sedang diputar-putarkan oleh sopir, emang di Indonesia, lagipula tarifnya flat kok, malah dia yang rugi kan kalo diputer-puter.

IMG_7201

IMG_7201 IMG_7205

Top deh taksi di NYC, aku juga melihat Ford Escape yang di Indonesia termasuk mobil keren, eh di NY dijadiin taksi hahahahaha, katanya taksinya hybrid loh. Keren banget nih taksi di NY, ramah lingkungan.

Karena aku nyampai di NYC masih pagi dan banyak orang yang berangkat ngantor jadi aku yah kena macet dikit lah, NYC Traffic Jam, tapi ini sopir kayak orang Indonesia aja nih, serobot sana serobot sini. Beda dengan Pittsburgh, di sana sepertinya jarang macet, mungkin karena kota kecil dan NYC kan megapolitan.

Sejam kemudian aku sampai di 604  Ninth Avenue yang terletak di antara jalan 43 dan 44. Aku langsung ngebel di buzzer depan apartemen, lalu ada jawaban dari dalam dan nanya mau ngapain, aku bilang aku tamu mau nginep Times Square Dream Hostel. Di jawab sebentar lagi orangnya mau turun, tak lama ada yang turun dan bilang jam check in jam 2 siang, aku tidak boleh masuk dulu dan tidak ada penitipan barang. Dia suruh aku untuk balik jam 2 siang. Jengjeng…nah lo mau kemana aku nunggu 4 jam. Gak mungkin kan aku kemana-mana sambil bawa koper seberat ini.

Aku putuskan untuk nongkrong di kedai fastfood namanya Subway, fastfood franchise terkenal di Amerika Serikat, di dekat hostel.

Sambil makan dan memikirkan langkah berikutnya, gila nih aku, di Pittsburgh bisa nyaman, eh di NYC aku kebingungan begini. Mau nunggu dimana, masak sih nunggu di kedai makanan yang ga ada toiletnya lagi. Sambil makan pizza dan potato chip pesananku aku memutar otak mau kemana nih setelah selesai makan, cari tempat yang nyaman, aman, dan hangat karena NYC kota besar, bisa jadi banyak kriminal dan dingin karena cuaca memang masuk ke winter, kalo ada rampok, Spiderman mana mau nolong, orang dia juga kedinginan. Tiba-tiba clingggggg ideku muncul, kebiasaan jadi gelandangan dulu sih, di dekat sini kalo ga salah ada terminal bis, disana aku bisa duduk menunggu dengan aman, nyaman, dan hangat. Namanya Time Square Port Authority Bus Terminal yang terletak di 8th Avenue & 42 Street.

Wow, ini terminal bis megah banget, rapi, bersih, dan aman. Ternyata tidak sekedar terminal bis saja tapi juga terminal kereta bawah tanah dan pusat perbelanjaan serta restoran. Keren banget…. top deh. Beda ama negara asalku. Aku bingung nyari kursi dimana ini gak ketemu-ketemu, naik ke lantai atas gak ketemu, turun lagi gak ketemu. Masak nongkrong di restoran lagi. Udah kenyang. Akhirnya aku putuskan untuk turun ke basement tempat peron bis mungkin disana ada karena biasanya penumpang menunggu bis datang. Dan Alhamdulillah benar, disana ada kursi meskipun sedikit. Aku pura-pura seperti orang yang mau berpergian dengan bis karena aku membawa koper. Aku dapatkan kursi dan sambil menunggu 3 jam aku tidur-tidur ayam.

Sebenarnya gak enak juga tidur ayam begitu dan duduk terlalu lama juga tak enak pula karena banyak penumpang yang antri, kadang aku lihat dulu kalau ibu-ibu aku baru ngalah, aku bangun ajah dan ngasih tempat duduk ke ibu itu. Gak lama dia naik bis dan aku duduk lagi ke tempatku. Bayangkan loh, selama 4 jam aku duduk dan tidur ayam gak jelas, untungnya gak banyak orang disana dan aman. Toiletnya juga bersih, beberapa kali aku ke toilet karena kebelet pipis. Untung gak ada yang curiga, kok aku ga naik-naik bis padahal bis berlalu lalang disana, untung di depanku ada Gate yang memang bisnya lama sekali dan jarang. Jadi cocok lah jika aku menunggu disana lama. Hehehehe, hari pertama langsung menggelandang.

Menunggu jam demi jam sangatlah menyiksa, akhirnya ketika jam sudah menunjukkan pukul 1 siang lewat sedikit, aku mulai beranjak dari kursiku dan naik ke lantai atas. Di ground floor banyak tempat belanja, Hesty belanja dompet dan aku disuruh menunggu, sambil jualan kacang. Kacang-kacang, kacang-kacang. Tetap tegar menunggu dan menjaga barang. Tak apalah sambil membuang waktu sampai jam 2 siang hehehe.

Akhirnya sampailah jam 2 kurang aku di tempat yang sama tadi. Aku ring buzzernya dan seorang perempuan muda berbadan tambun muncul dan akan mengantarkan aku ke tempat penginapan. Ternyata tempat penginapannya bukan disitu tapi seberang jalan dan seberang blok masih terletak di jalan 9th Avenue cuma di antara 44 St dan 45St. Sepuluh menit berjalan kaki akhirnya aku sampai dan masuk ke sana. Sambil dijelaskan ada 3 kunci yang harus aku pegang selama tinggal disini yaitu kunci pintu luar, kunci pintu apartemen dan kunci kamar.

Ya ampun, jangan dibayangkan seperti hotel loh ya, ini tempat penginapan ala backpacker. Aku masuk ke apartemen yang kecil tapi lumayan bersih. Pokoknya kayak di film-film di tipilah. Tempat penginapannya ada di atas Film Center Cafe. Tepatnya di lantai 3. Aku melewati pintu kecil di samping cafe. Ini nih ada gambarnya aku ambil dari Google Street View. Oh iya nama tempat penginapannya adalah Times Square Dream Hostel, tapi jangan harap ada tulisan nama penginapannya karena itu seperti kos-kos an. Meskipun begitu tempatnya bersih, kasur bersih, tembok bersih, toilet shower bersih, ada kulkas, ada kompor gas, ada mesin pencuci piring, ada microwave, free wifi, free laptop untuk dipakai, telepon lokal dan interlokal gratis (meskipun share dengan penghuni lain). Aku ambil yang dormitory untungnya cuma ada 2 penghuni saja di dalam selain aku. Jadi lenggang, sepi, dan nyaman. Untuk dormitory 4 orang (shared) cuma USD 45 semalam.

IMG_7207

Setelah kerja keras mengangkat koperku dan hesty, aku mandi dan sholat. Setelah itu aku langsung cabut jalan-jalan menikmati sisa waktu di hari ini, aku mengambil peta Manhattan gratis di meja komputer dan langsung menuju ke 7th Avenue alias Times Square. Ya ampun, terharu banget aku, cita-citaku dari kecil pengen ke Times Square akhirnya terwujud juga, bukan untuk belanja, atau nonton teater di Broadway, hanya cuma pengen foto-foto ajah di Times Square. Aku ingat film seri Heroes dimana Hiro Nakamura men-teleport dirinya ke Time Square. Tentunya aku gak perlu seperti itu kan, toh aku akhirnya ada disini juga kan. Backgroundnya sama, ada McD nya juga bedanya Hiro memang sudah di set untuk shooting. Alhamdulillah ya Allah, terima kasih sudah mengabulkan doa hamba.

Hiro Nakamura teleportasi dirinya ke Times Square

IMG_7224

Aku berhasil menteleportasikan diriku ke Times Square 😀

Setelah puas di Times Square dan Broadway, aku menuju ke 5th Avenue, jalan yang paling terkenal dan paling sibuk di NYC. Sekali lagi bukan untuk belanja atau apa, memang sih disana banyak gerai-gerai produk bermerek seperti Louis Vuitton tapi gaji guru berapa sih buat beli begituan doang, mending buat kurban kambing hehehe. Perjalanan dan akomodasiku aja dibiayai IBE-UNESCO di Geneva karena lolos seleksi proposal project GigaPan. Meski kadang orang ga mau tahu, pergi ke Amerika berarti orang kaya, padahal aku sama sekali nggak loh. Di masa depan mungkin iya Aminnnn.

Oiya tahu ngga sih barang disini mahal-mahal. Untuk makan nasi kebuli (halal dan kaki lima) saja butuh USD 5 kalo di kedai bisa USD 7-12. Minum ajah aku selalu bawa botol minum dan isi ulang yang gratisan di taman atau di tempat publik.

Okeh, sasaran berikutnya adalah Apple Store yeahhh. Dan setelah setengah jam berjalan kaki akhirnyaaaa…. Apple Store di Big Apple.. 😀

IMG_7297

That’s it, hanya foto-foto saja, aku gak punya niat untuk belanja apa-apa di NYC, bahkan semaniak komputerpun aku juga gak masuk ke Apple Store, belum mampu soalnya hehehe. Sudah puas disana aku balik ke kos-kosan (hostel). Aku lewat ke tempat yang lain, gak masalah berjalan di NYC karena selalu ramai dengan pejalan kaki, asal ya jangan jalan pas tengah malam. Dan jalan-jalannya mudah diingat karena urutan nomor, bahkan perempatan jalan itu irisan jalan nomor sekian dengan jalan nomor sekian. Gak bakal nyasar deh, kecuali yang bener-bener buta ama peta dan buta navigasi.

Tak sengaja aku melewati Carnegie Hall Music di 7th Avenue dan 51st Street. Aku dan rombongan yang lain akan bertemu dengan Chrisopher Amos dari Weill Institue di Carnegie Hall Music. Gedungnya rupanya sedang direnovasi. Kabarnya besok aku bertemu dengan rombongan lain dan Christopher Amos tidak di gedung ini. Ya sudahlah tunggu kabar saja.

Dua puluh menit berjalan kaki aku sudah kembali ke Times Square, rupanya ada kebakaran disana entah di gedung mananya, yang jelas seperti di film-film di tipi. Ada no cross line, ada sirine, ada petugas yang berjaga sambil bawa HT.

Yah begitulah karena tidak boleh melintas ya terpaksa melewati jalan lain, tapi toh tidak akan nyasar, karena semua jalan tersambung, aku melanjutkan perjalananku ke hotel, sambil ku lihat ada pedagang kaki lima yang berjualan nasi kebuli tulisannya LAMB ON RICE USD 5 HALAL. Wah tak akan kusia-siakan ini, aku langsung membeli sebungkus. Aku kan belum makan kambing padahal Idul Adha baru saja 2 hari yang lalu. Uniknya cukup untuk makan malam dan sarapan pagi loh. Untung di hostel ada kulkas dan microwave.

Alhamdulillah akhirnya aku tiba di penginapan, cuci kaki cuci muka, makan malam, gosok gigi, sholat dan tidur. Bener-bener Eat, Pray, Sleep. Besok ada aktivitas yang harus dilakukan yaitu berkunjung ke Carnegie Music Hall untuk membahas kerjasama Music Exchange dan berkunjung ke markas iEARN Internasional dan USA, karena SMA Al Izhar merupakan anggota iEARN dan aktif di kegiatannya seperti Asian Students Exchange Program di Taiwan dan Natural Disaster Youth Summit di Turki.

Hari kedelapan selesai.

Advertisements
Categories: Jalan-Jalan, Keliling Dunia | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Catatan Superhari: Hari kedelapan, good bye Pittsburgh, welcome New York

  1. me

    Mas, thanks for sharing. Dan tambah thanks krn ceritanya detil bgt, besok aku jg mau ke NY, pertama kali, jd punya gambaran. Apalg full picture… thankssss

    • NY City lebih indah dibanding yang ada di gambar. Jng lupa main ke Patung Liberty, Ground Zero, Grand Central (stasiun KA). Selamat menikmati NYC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: