Catatan Superhari: Hari kesembilan, Carnegie Hall Music dan iEARN Headquarter

Alhamdulillah ini hari kesembilanku di Amerika Serikat dan hari keduaku di New York. Pagi ini aku mulai dengan mandi, sholat Shubuh dan sarapan nasi kebuli yang semalam. Jadwal hari ini jam sepuluh pagi aku sudah harus berada di Paramount Building di Jalan Broadway Nomor 1633 di antara jalan 50 dengan 51. Tapi sebelum kesana aku punya rencana untuk menuju ke United Nations Headquarter yang terletak di 1st Avenue. Penginapanku ada di 9th Avenue berarti aku harus berjalan menyeberangi 8 blok yang dipenuhi gedung-gedung tinggi untuk ke sana. Aku hanya berjalan lurusssss aja dari 9th Avenue sampai ke 1st Avenue.

IMG_7314

Butuh 30 menit dengan berjalan kaki cepat. Staminaku masih oke juga nih, padahal jarang olahraga di Indonesia. Sambil berjalan aku membeli buah anggur di pedagang kaki lima, aku butuh buah nih. Sebungkus anggur manis harganya USD 2.

IMG_7315

Nah akhirnya sampai di UN HQ yang terkenal itu. Foto-foto deh.

IMG_7323

Di sana cuma lima belas menit saja karena aku harus menuju ke Paramount Building untuk menuntaskan agenda di Carnegie Hall Music. Aku mengambil jalan yang berbeda kali ini agar bisa sekalian sightseeing dan foto-foto. Kapan lagi kan.

IMG_7357

Dua puluh menit kemudian sampailah aku di depan gedung Paramount di Broadway. Jalan Broadway memang terkenal dengan pertunjukan teater dan musiknya. Sebelum masuk ke gedung, yah foto-foto lagi deh. Biarlah norak karena kapan lagi kan.

IMG_7378

Kemudian aku masuk ke dalam dan langsung menuju ke resepsionis untuk dibuatkan tanda visitor. Lalu aku menuju ke lantai 19. Disana aku sudah ditunggu dan langsung masuk ke ruang pertemuan untuk bergabung dengan rombongan Ibu Hasnah dan staf dari KJRI New York. Kami diundang secara khusus oleh Mr Christopher Amos, Director of Educational Media and Technology at Weill Music Institute di Carnegie Hall. Mr Christopher Amos menjelaskan mengenai program pertukaran musik (Music Exchange) dengan cara berbagi video rekaman musik para siswa sehingga siswa dapatmengakses video rekan sejawatnya untuk memperoleh pengalaman dan menghasilkanmusik terbaik mereka. Program ini baru dirilis pada tahun 2010 di Amerika Serikat, India dan akan direncanakan dirilis di Indonesia. Oleh sebab itu Mr Amos mengundang iEARN Indonesia dan ASPNet Indonesia untuk berkolaborasi pada program ini. Disepakati dari pertemuan tersebut adalah:  ASPnet & iEARN Indonesia akan mengadakan workshop pengenalan program Music Exchange pada bulan Februari 2011 dengan narasumber Mr. Amos, dan ASPnet & iEARN Indonesia akan mengundang beberapa sekolah sebagai peserta pada workshop ini dan bergabung pada program Music Exchange.

IMG_7384

IMG_7386

Sekitar satu jam kami disana dan Chris mengajak kami untuk melihat pertunjukkan “pendidikan musik” di Carnegie Hall Music. Kami sangat antusias sekali karena mendapat kesempatan yang langka dan jarang kami dapatkan di Indonesia. Kami berjalan kaki menuju ke Carnegie Hall, sekitar lima belas ment berjalan kaki santai. Selama perjalanan aku berkenalan dengan mbak Okky, staf dari KJRI New York, ternyata kenal dengan muridku juga yang angkatan 7 dan 8, Dilla Haju dan Rayi Putra, rupanya mbak Okky ini sekampus dengan Dilla. Hahahaha dunia kecil yah, jauh-jauh ke New York masih ada yang dikenal.

IMG_7396

Okeh kami sampai di Carnegie Hall Music, disana ramai sekali dengan anak-anak SD, yang rupanya sedang ada kunjungan kesana untuk menyaksikan pertunjukan “pendidikan musik”. Kami di bawa menuju ke tempat pertunjukkan dan ditempatkan ke sisi kanan depan panggung. Aku mengambil foto, setelah jeprat-jepret ternyata tidak diperbolehkan mengambil gambar.  Yah sayang sekali.

Jadi pendidikan musik yang aku maksud adalah sambil melakukan music performance, para artis-artisnya memberikan pendidikan musik kepada siswa-siswa SD, contohnya mengenai tempo lambat tempo cepat, suara keras suara lembut, nada besar nada kecil, ekspresi dalam menyanyi, dan sebagainya. Pendidikan musik dasar tapi karena dilakukan bermain sambil belajar maka anak-anak tersebut tak terasa sudah belajar banyak. Setiap penyanyi selesai menyanyi mereka selalu memberikan ringkasan apa yang telah dipelajari. Menarik sekali. Ada lagu yang membuat sedih seperti lagu yang berjudul Johny’s gone for soldier dan ada yang berirama, macam-macam lah. Aku pun juga belajar disana. Memang tak terasa waktu dan tak berasa belajar. Sungguh menakjubkan.

Waktu sudah menunjukkan jam 12 siang, kami harus berpamitan dengan Chris dan John karena ada agenda yang harus kami kejar yaitu menuju ke kantor pusat International Education and Resource Network, namun sebelumnya kami berfoto bersama.

IMG_7394

Alhamdulillah, untuk ke kantor pusat iEARN aku tak perlu berjalan kaki, rombongan bu Hasnah diantar oleh mobil KJRI New York, wah dua kali ini aku naik mobil Kedutaan, yang pertama di Lebanon dan ini yang kedua, serasa duta besar, hahahahaha.

IMG_7400

Kami diantar oleh pak Viktor, WNI yang bekerja di KJRI dan sudah tinggal 22 tahun di New York, dan mbak Okky, staf termuda di KJRI, menuju ke Gedung The Interchurch Center di 475, Riverside Drive, Suite 450, New York. International Education and Resource Network adalah NGO yang bergerak di bidang pendidikan dan lingkungan. SMA Al Izhar menjadi anggota iEARN melalui iEARN Indonesia di bawah naungan UNESCO ASPNet Indonesia. SMA Al Izhar saat ini aktif di kegiatan iEARN antara lain Asian Student Exchange Program yang diorganisir oleh iEARN Taiwan dan Natural Disaster  Youth Summit yang diorganisir oleh iEARN Jepang dan iEARN Taiwan.

Di sana, kami diterima oleh Diane Midness, Director of Professional Development Workshops at iEARN USA Office, sekaligus bersilaturahmi, kami melakukan diskusi mengenai pengembangan proyek yang dilakukan oleh guru dari SMA Negeri 1 Padang yang juga sekaligus rekanku di iEARN Indonesia yaitu Ibu Wiwi Rhosaria, dan kami juga membahas singkat mengenai website iEARN Indonesia yang aku buat. Diskusi kami ini berjalan kurang lebih empat puluh menit.

IMG_7403

IMG_7404

Waktu jua lah yang akhirnya harus menbuat kami pamit kepada Diane dan staf, kami akhirnya makan siang, asyik ditraktir sama ketua rombongan nih. Rencananya kami makan siang di kedai masakan Indonesia, namanya Mie Jakarta yang terletak di 86-20 Whitney Ave, Elmhurst, NY. Disamping kirinya juga ada warung padang namanya Minang Asli, hanya saja saat itu sedang tutup. Hahaha kangen aku ama masakan Indonesia padahal baru sembilan hari di Amerika Serikat. I love Indonesian Cuisinevery much.

IMG_7424

Lucu juga sih, kalo kebiasaan orang Amerika Serikat, kalo makan ada makanan pembuka, utama, dan penutup. Masak sate ayam jadi makanan pembuka, busyet di Indonesia mah udah kenyang duluan makan makanan pembukanya, hahahahaha kalo pempek Palembang, batagor, bakso ikan, dan somay sih ga papa karena porsinya agak enteng (bagiku loh ya). Tapi aku bisa ngerti kok, lain ladang lain belalang, pemilik restoran harus menyesuaikan kebiasaan orang setempat kan, jadi jangan banyak protes lah. Tapi aku masih ngakak aja. Eh jangan salah loh, masakannya uenakkkkk buanget, lebih enak dibandingkan di Indonesia. Mantabbbbbs buanget dah. Karena dibayarin, aku ambil sop buntut dan es kelapa muda ajah ah, dan pilihanku tak salah, memang enak buanget sop buntutnya. Asli enak. Nih gambarnya.

IMG_7438

Mantab kan. Lalu aku juga membeli (maksudnya dibeliin) teh kotak, favoritku, di sana seharga USD 1.

IMG_7440

Alhamdulillah, terima kasih Allah sudah memberikanku kemudahan (ditraktir) dan kenikmatan (sop buntut yang enak). Jam 4 sore aku sudah kembali ke hostel, sedangkan rombongan bu Hasnah menginap di Holiday Inn Express di 39th Street, nggak jauh sebenarnya cuma beda 6 blok saja. Rencananya rombongan bu Hasnah akan ke New Jersey sedangkan besok aku sudah harus meninggalkan New York pagi hari menuju ke Dubai dan pada akhirnya pulang ke Indonesia.

Packing nih ceritanya… tapi aku hampir kelupaan untuk membeli buku Grand Design karya Stephen Hawking titipan Bu Ika Zube. Yah aku keluar lagi nih, sekalian cari makan malam yang bisa dibuat sarapan pagi besok. Aku mencari di Google Maps (memang selama ini aku mengandalkan Google Maps untuk menemukan tempat baik di Pitssburgh maupun di New York) dan kutemukan lokasinya yaitu Kinokuniya Bookstore di 6th Avenue dan Barnes & Noble Booksellers di 5th Avenue.

Aku berjalan (lagi dan lagi) menuju ke Kinokuniya (padahal di Jakarta juga ada ya) karena tempatnya paling dekat, tapi ketika disana aku tak menemukan buku yang kucari lalu aku berjalan lagi menuju ke Barnes & Noble di 5th Avenue Alhamdulillah buku itu ada, rupanya lebih mahal dibandingkan harga bukunya yang dijual Amazon.com. Aku juga melihat paket kopi Sumatera di jual di sana namun aku tak sempat melihat harganya.

Pulangnya di 42nd Street, between 7th and 8th Avenues, Times Square New York. aku melewati bioskop film, museum Madame Tussauds, dan museum Ripley’s Believe or Not. Aku lihat di jadwal bioskop film Harry Potter dan Reliku Kematian sudah ditayangkan disana dan rupanya terjual sampai tengah malam. Aku mau nyoba nonton tapi sayang antri, ogah ah. Aku putuskan untuk masuk ke museum patung lilin Madame Tussauds, aku pengen sekali masuk ke sana.

Aku harus membayar tiket masuk sehargar USD 35,5 untuk all access pass termasuk menonton film Polar Express 4D. Lalu aku menuju ke lift untuk diantar ke lantai paling atas, Setelah dicek tiketnya, aku memulai tur di museum ini dari lantai teratas. Begitu masuk inilah pemandangannya.

IMG_7449

Lalu aku masuk ke “lorong horor”, para pengunjung ada 2 pilihan sebelum masuk kesini, tetap nekat masuk kemudian menerima segala bentuk kekagetan di dalamnya atau langsung keluar. Halah aku masuk aja toh yang ngagetin itu orang juga kan. Beneran kaget karena tempatnya gelap dan berlorong. Untung aku gak sendirian, aku ngikut rombongan di depanku. Asli ngagetin banget tuh orang tiba-tiba muncul di samping dan tiba-tiba megang pundakku padahal aku yang paling belakang.

Lima menit berjalan akhirnya keluar dengan napas lega. Aku berterima kasih ke orang di depanku. Hahahaha. Lalu dilanjutkan dengan menonton film Polar Express 4D. Masing-masing pengunjung dipinjami kacamata 3D sebelum masuk ke teater.

Durasi film kurang lebih 15 menit, lumayan menghibur karena karakter di film seolah-olah muncul di depan mataku. Di Jakarta untuk menyaksikkan film 4D, anda cukup datang ke Ancol saja disana ada bioskop 4D nya.

Setelah puas aku melanjutkan perjalanan menuju ke penginapan, namun sebelumnya aku mampir ke restoran Bali Nusa Indah yang ada di dekat penginapanku yaitu di 651 9th Avenue  (between 45th and 46th Street). Aku bertanya kepada seorang ibu yang menyambutku apakah bisa bahasa, dia dengan lancar menjawabnya. Hahahahaha ya iyalah namanya juga restoran Indonesia. Aku dipersilahkan duduk oleh waiter (menurutku dia tidak bisa berbahasa Indonesia karena bukan orang Indonesia), aku memilih menu Nasi Goreng untuk dibungkus (buat makan malam dan sarapan pagi di penginapan) dan 1 otak-otak ikan dibungkus untuk Hesty (karena dia nggak mau makan malam ya aku bawain otak-otak aja) serta 1 otak-otak ikan untuk aku makan di tempat (sambil menunggu).

Aku pikir seporsi otak-otak ikan itu sebanyak 10 biji, ternyata cuma isi 3 saja dan sepiring kecil bumbu kacang hahahaha sedangkan harganya USD 4. Berarti 1 biji otak-otak harganya USD 1 dan 1 piring kecil bumbu harganya USD 1. Yah jangan dibandingkan dengan negara asal. Menemukan otak-otak ikan di daerah Times Square New York ajah udah langka dan enak pula, sayang sekali porsinya gak cukup buatku. Cuma ada air dingin gratis yang selalu mengisi gelasku. Jadi gak enak nih makan otak-otak 3 biji tapi minumnya 3 gelas (gratis pula) hehehe.

Sepuluh menit nasi gorengku sudah dibungkus dan aku langsung pulang ke penginapan, cuma 3 menit jalan kok. Hesty melahap habis otak-otaknya, hehehehe orang cuma 3 biji. Aku menikmati separuh nasi goreng yang aku pesan dan sisanya aku letakkan di kulkas untuk sarapan besok pagi. Kemudian aku packing dan istirahat deh. Hari terakhirku di New York sangat padat dengan agenda namun sangat menyenangkan karena memperoleh jaringan baru, pemandangan baru dan pengalaman baru. Besok aku pulang. Yeeeah.

-Hari kesembilan tamat

Advertisements
Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Keliling Dunia, Wisata Kuliner | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Catatan Superhari: Hari kesembilan, Carnegie Hall Music dan iEARN Headquarter

  1. helfizon ibrahim

    wow…..mas hari….you are excellent…..reading your words and looking at your pictures i am totally speechless…..going abroad for having a study tour is my big dream…..lately i have been talking to my principal about iearn my deep passion to have the experience……pak beny labsky who joined iearn n aspnet is busy with his s2 at itb……can you share how yo join the program one day……send me email ya bro…….i am really into that and i know little about web……….i hope you are always fine there ya…..helfizon sma labsky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: