Catatan Superhari: Hari kesepuluh, good bye USA, welcome Indonesia

Akhirnya cerita petualanganku di Amerika Serikat akan berakhir di hari ini, karena pagi hari ini aku bertolak dari bandara JFK New York untuk pulang ke Indonesia via Dubai.

Aku bangun jam 4.30 pagi, kemudian mandi, sholat, dan sarapan. Sarapanku adalah sisa nasi goreng yang kemarin malam aku beli di restoran Bali Nusa Indah dekat penginapan. Setelah semuanya selesai dan siap maka aku menuju ke Times Square Port Authority Bus Terminal yang jaraknya cuma 10 menit berjalan kaki. Menurut jadwal jam 5.50 bis akan mampir di depan terminal untuk mengambil penumpang. Aku tak sendirian, ternyata ada penumpang lain yang akan menuju ke JFK Airport.

Tak lama bis pun datang, sopir bisnya turun dan mengambil koperku untuk diletakkan di bagasi bis. Lima menit kemudian bis berangkat dan menuju ke Grand Central Terminal yang terletak di 87 E 42nd Street New York. Di sana aku diminta turun dan membeli tiket bis yang seharga USD 15. Termasuk murahlah dibandingkan naik taksi yang bisa menghabiskan USD 65 dengan tips. Tapi jika dibanding dengan bis bandara di Pittsburgh ya termasuk mahal karena aku cuma mengeluarkan USD 2,75 untuk pergi ke bandara Pittsburgh yang jauhnya kurang lebih sama.

IMG_7485

Sejam perjalanan menuju ke JFK International Airport. Setelah berputar-putar dari terminal 1,2 dan 3 untuk menurunkan penumpang bis, akhirnya aku sampai di terminal 4.

Aku naik ke lantai atas untuk menuju ke Counter Check In Emirates Airlines. Hahahaha nguantri ternyata, aku baru mendapat giliran check in setelah berdiri kurang lebih 20 menit. Bagasi koper tidak langsung diangkut tapi harus disetor dulu ke petugas pemeriksaan bagasi baru masuk ke bagasi pesawat.

Lalu aku segera turun ke bawah menuju ke ruang tunggu pesawat. Di lantai bawah ini banyak toko-toko. Aku membeli beberapa bungkus besar coklat untuk oleh-oleh kepada rekan guru dan murid-muridku di SMA. Ini yang membuat tas ranselku menjadi penuh, gemuk, dan berat.

Lalu aku melewati pemeriksaan, biasalah,semua dilucuti, sabuk, topi, jaket, laptop, dsb. Karena sudah terbiasa ya tak banyak masalah lah. Lewat lewat ajah. Aku jalan terus sampai ke ujung terminal di Gates yang terakhir.

Aku mencari colokan listrik untuk mencharge baterai laptopku, sambil berinternet ria mengupload foto-foto dan update status di FB. Hehehehe.

IMG_7488

Sejam setengah menunggu, ada pengumuman dari petugas bahwa pesawat agak sedikit terlambat karena pesawat sedang dibersihkan, berhubung dengan terlambat datangnya pesawat tadi pagi dari Dubai. Namun penumpang yang membawa anak kecil dipersilahkan untuk masuk lebih dahulu ke dalam pesawat. Yah sambil menunggu, aku membeli sandwich di kios makanan di dekat ruang tunggu.

Tepat aku kembali, aku dipersilahkan boarding. Aku mengantri di jalur antrian dengan membawa 1 laptop dan 1 ransel besar. Tumben hari ini kok banyak petugas keamanan ya, ada apa gerangan lagi, ada satu petugas sudah ngelirik aku dan ngliatin aku, wah alamat kena geledah nih berhubung barangku banyak dan keliatan berat. Bener juga deh aku dipanggil karena dia bilang kalau aku menarik perhatiannya dengan membawa barang banyak dan berat.

Aku diminta mengeluarkan semua barang yang ada di jaket dan celana. Aku juga diminta untuk mengeluarkan isi tasku. Akupun digeledah dan digerayangi. Hehehehe, tapi sayangnya tidak ditemukan apapun di tubuhku karena aku memang gak bawa apa-apa yang dilarang kan. Petugas keamanan yang berbaju birupun mengatakan “He is clear” kepada petugas Emirates Airlines yang bertugas memeriksa boarding pass. Rupanya belakangan setelah aku browsing di Internet, pada hari itu akan ada kunjungan dari US Senator untuk meresmikan perluasan Terminal 4, makanya ketat banget keamanannya.

Aku pun masuk ke pintu boarding dan berjalan menuju pesawat. Entah kenapa kok banyak petugas keamanan dan di depanku ada tiga orang petugas keamanan dengan kalung badge bertuliskan NYPD bergelantung di dada mereka. Badannya tegap dan besar. Mereka sepertinya mau ngecek-ngecek lagi, tapi aku disuruh terus ajah. Ya sudahlah dan akhirnya aku berhasil masuk ke dalam pesawat. Aku kebagian di kelas Ekonomi bagian belakang pesawat. Pesawatnya penuh. Tidak seperti ketika aku berangkat, sepi.

Tak lama pesawat pun take off dan meninggalkan tanah Amerika Serikat. Hiks hiks hiks, sedihnya. Selamat tinggal Amerika Serikat, selamat datang Indonesia.

Empat belas jam perjalanan aku tempuh dari New York menuju ke Dubai, namun tak terasa lama, berbeda dengan perjalanan berangkat, rasanya luamaaa banget. Ini tak terasa tiba-tiba sudah di Dubai aja.  Sampai di Dubai ya sama pemeriksaan lagi geledah sana geledah sini dan lolos. Aku langsung menuju ke gates pesawat ke Jakarta. Seperti biasanya aku mencari colokan listrik untuk charge laptop, buka Internet dan update status di FB.

Tak lama juga penumpang diminta boarding, kebanyakan penumpang dari Dubai menuju Jakarta adalah TKI-TKI yang akan pulang ke Indonesia. Kasihan aku melihatnya, mereka para ibu-ibu jauh dari keluarga untuk bekerja membanting tulang, bahkan ada yang sampai tersiksa dan meregang nyawa. Aku tahu beratnya hidup di negeri orang jadi aku bisa berempati kepada mereka, entah ya kenapa pemerintah kok gak becus nanganin TKI kita, padahal mereka juga pahlawan. Pahlawan Devisa katanya.

Yah pesawat pun take off dan berangkat menuju Jakarta. Tak terasa lama pula 8 jam perjalanan dari Dubai ke Jakarta. Hanya tidur ayam yang bisa kulakukan. Untung pesawatnya sepi jadi aku bisa pindah tempat duduk ke tempat yang kosong.

Jam 21.30 pesawat mendarat di tanah Tangerang tanah Indonesia. Selamat datang Indonesia. Alhamdulillah aku tiba dengan selamat, sedih rasanya meninggalkan tempat yang baru aku kenal. Setengah jam mengurus imigrasi, ambil barang dan bea cukai, aku keluar dari pintu dan disambut oleh istriku tercinta yang telah menunggu hampir 2 jam.

Begitu keluar pintu bandara, masya Allah, puanasnya hawa ini. Bukannya belagu tapi sudah biasa dingin sih. Hahahahaha. Perutku lapar dan aku makan nasi goreng di Solaria. Barulah aku pulang ke rumah dengan menggunakan Bis Damri ke Pasar Minggu. Ngirit daripada naik taksi bisa kena Rp 150.000. Naik bis hanya bayar Rp 20.000/orang.

Sampai Pasar Minggu barulah aku memakai taksi untuk ke rumah, hanya membayar Rp 30.000 dengan tipsnya. Sudah minggu pagi ini, aku lelah dan tidur.

—————————————————————————

Ini adalah resume dari pengalaman yang aku dapatkan selama di Amerika Serikat:

  1. Bepergian ke sebuah negara makmur seperti Amerika Serikat ini memang mahal dan kemajuan perekonomian di sana memuat warganya harus memiliki kartu kredit sebagai salah satu alat pembayaran utama. Segala transaksi terutama di check in hotel dan pesawat membutuhkan kartu kredit. Alhamdulillah, Allah telah mempersiapkan aku kartu kredit setahun sebelumnya. Mau tidak mau aku harus menggunakan kartu kredit aku pada saat check in hotel dan pesawat, hal itu membuat kartu kredit aku menjadi overlimit.
  2. Amerika Serikat memang sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan sehari-hari. Perilaku masyarakat Amerika Serikat terutama di Pittsburgh sangatlah baik meskipun masih muncul sikap individual dan menghargai privacy. Namun dalam hal membantu orang, berempati, mereka sangat baik dan sangat ramah. Stigma Amerika Serikat yang rasis terhadap muslim tidak seperti yang aku bayangkan, atau mungkin aku kurang lama disana sehingga lolos dari pengamatan aku.
  3. Alhamdulillah, aku diberi kesempatan untuk menyaksikkan dan mengalami secara langsung sholat Idul Adha di Amerika Serikat. Idul Adha bukan hari libur di Amerika Serikat dan tidak semeriah di Indonesia sebagai negara muslim terbesar tentunya, namun suasana minoritas malah membuat ibadah menjadi khusuk dan bermakna karena ikatan sesama muslim menjadi kuat. Sholat Idul Adha dilaksanakan 2 gelombang, jam 08.00 dan 10.00. Mayoritas kaum muslim di Pittsburgh di dominasi oleh warga keturunan Pakistan, Arab, dan Afrika.
  4. Ada beberapa orang Indonesia yang tinggal di Pittsburgh, umumnya mendapat beasiswa. Aku bertemu dengan dosen bahasa Inggris dari Universitas Negeri Malang yang bernama Dr Sri Rachmajanti  DipTESL di kegiatan workshop. Beliau sedang melakukan program refreshment dari Dirjen Dikti. Aku juga bertemu dengan Ibu Derry Wijaya, kandidat Ph.D dari Ilmu Komputer Carnegie Mellon University, beliau mendapat beasiswa Fullbright. Memang benar orang Indonesia itu pandai-pandai dan dapat bersaing dengan orang asing asalkan bersungguh-sungguh. Ingat “Man jadda wa jada”.
  5. Makanan di Amerika Serikat yang paling umum adalah burger dan sandwich, nasi jarang ada kecuali risotto makanan Italia dan nasi goreng Chinese Food. Mereka juga familiar mengkonsumsi daging mentah dan roti. Coca Cola, Bir, air es adalah minuman yang tidak bisa lepas dari kehidupan mereka. Bahkan meminum obat saja menggunakan Coca Cola.
  6. Kehidupan di Amerika Serikat sangatlah mapan, bahkan seorang supir taksi yang mengantarkan aku dari hotel menuju ke Pittsburgh International Airport adalah calon Master Teknik Mekanik dan pemegang lisensi pesawat terbang non komersil serta mampu menghidupi keluarganya dengan 4 anak 1 istri.
  7. Orang yang memiliki mobil di Amerika Serikat berarti orang yang sangat kaya, karena harga bensin dan parkir mobil di sana mahal sekali. Sekali parkir sejam menghabiskan biaya USD 8. USD 8 sudah dapat digunakan untuk sekali sarapan sederhana yaitu burger medium, kentang dan cola atau 4 kali naik bis umum.
  8. Memberikan tips adalah hal yang wajar dan salah satu bentuk apresiasi kita kepada orang yang kita anggap telah melayani diri kita dengan baik, biasanya diberikan kepada sopir, waiter, room boy, cashier.
  9. Orang cacat adalah istimewa, setiap gedung dan fasilitas umum memiliki akses untuk orang cacat bahkan untuk bis dan toilet sekalipun.
  10. CCTV dimana-mana adalah pemandangan yang umum, keamanan dan kenyamanan adalah hal yang prioritas. Sangat aman berjalan pada tengah malam di Pittsburgh.
  11. Pengendara mobil sangat menghargai pejalan kaki, mereka selalu memberikan jalan kepada pejalan kaki. Pejalan kaki pun menghargai lampu lalu lintas, di Pittsburgh sangat jarang sekali ditemukan orang yang melanggar lampu lalu lintas.
  12. Tidaklah sopan mengambil foto tanpa seijin pemilik toko, karena mereka sangat menghargai privacy. Kecuali jika berfoto di tempat umum.
  13. Toilet di Amerika Serikat benar-benar toilet kering, hanya bermodal tissue saja jika sedang mampir di toilet. Entah karena menghemat air atau bagaimana tapi yang jelas sangat membuat aku tidak nyaman.
  14. Rata-rata orang berjalan dengan cepat, hal ini karena mereka menghargai waktu dan cuaca memang dingin jadi mereka segera ingin sampai di tujuan.
  15. Selalu tepat waktu, tidak seperti di negara asal aku. Mereka selalu memulai dengan tepat waktu.
  16. Benar-benar multi etnis, semua etnis di dunia dapat ditemui di Amerika Serikat.
  17. Satu dari sepuluh orang di Amerika Serikat mengalami obesitas, aku menghitungnya sendiri. Obesitasnya benar-benar parah. Yang langsing biasanya orang vegetarian.
  18. Seporsi makanan mereka tiga kali porsi makanan orang Indonesia. Untuk satu porsi nasi goreng yang aku beli di Chinese Food Restaurant aku bisa habiskan 3 kali yaitu makan malam, makan tengah malam, dan sarapan pagi.

-Hari kesepuluh selesai, petualangan pun selesai. Nantikan petualanganku berikutnya. Semoga Allah masih berkenan untuk selalu memberikanku kesempatan untuk menyaksikkan keindahan bumi-Nya di tempat lain. Aminnnnn.


Bepergian ke sebuah negara makmur seperti Amerika Serikat ini memang mahal
dan kemajuan perekonomian di sana memuat warganya harus memiliki kartu kredit
sebagai salah satu alat pembayaran utama. Segala transaksi terutama di check in
hotel dan pesawat membutuhkan kartu kredit. Alhamdulillah, Allah telah
mempersiapkan saya kartu kredit setahun sebelumnya. Mau tidak mau saya harus
menggunakan kartu kredit saya pada saat check in hotel dan pesawat, hal itu
membuat kartu kredit saya menjadi overlimit.
 Amerika Serikat memang sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan
sehari-hari. Perilaku masyarakat Amerika Serikat terutama di Pittsburgh sangatlah
baik meskipun masih muncul sikap individual dan menghargai privacy. Namun
dalam hal membantu orang, berempati, mereka sangat baik dan sangat ramah.
Stigma Amerika Serikat yang rasis terhadap muslim tidak seperti yang saya
bayangkan, atau mungkin saya kurang lama disana sehingga lolos dari pengamatan
saya.
 Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk menyaksikkan dan mengalami secara
langsung sholat Idul Adha di Amerika Serikat. Idul Adha bukan hari libur di
Amerika Serikat dan tidak semeriah di Indonesia sebagai negara muslim terbesar
tentunya, namun suasana minoritas malah membuat ibadah menjadi khusuk dan
bermakna karena ikatan sesama muslim menjadi kuat. Sholat Idul Adha
dilaksanakan 2 gelombang, jam 08.00 dan 10.00. Mayoritas kaum muslim di
Pittsburgh di dominasi oleh warga keturunan Pakistan, Arab, dan Afrika.
 Ada beberapa orang Indonesia yang tinggal di Pittsburgh, umumnya mendapat
beasiswa. Saya bertemu dengan dosen bahasa Inggris dari Universitas Negeri
Malang yang bernama Dr Sri Rachmajanti DipTESL di kegiatan workshop. Beliau
sedang melakukan program refreshment dari Dirjen Dikti. Saya juga bertemu
dengan Ibu Derry Wijaya, kandidat Ph.D dari Ilmu Komputer Carnegie Mellon
University, beliau mendapat beasiswa Fullbright.
 Makanan di Amerika Serikat yang paling umum adalah burger dan sandwich, nasi
jarang ada kecuali risotto makanan Italia dan nasi goreng Chinese Food. Mereka
juga familiar mengkonsumsi daging mentah dan roti. Coca Cola, Bir, air es adalah
minuman yang tidak bisa lepas dari kehidupan mereka. Bahkan meminum obat saja
menggunakan Coca Cola.
 Kehidupan di Amerika Serikat sangatlah mapan, bahkan seorang supir taksi yang
mengantarkan saya dari hotel menuju ke Pittsburgh International Airport adalah
calon Master Teknik Mekanik dan pemegang lisensi pesawat terbang non komersil
serta mampu menghidupi keluarganya dengan 4 anak 1 istri.
 Orang yang memiliki mobil di Amerika Serikat berarti orang yang sangat kaya,
karena harga bensin dan parkir mobil di sana mahal sekali. Sekali parkir sejam
menghabiskan biaya USD 8. USD 8 sudah dapat digunakan untuk sekali sarapan
sederhana yaitu burger medium, kentang dan cola atau 4 kali naik bis umum.
 Orang cacat adalah istimewa, setiap gedung dan fasilitas umum memiliki akses
untuk orang cacat bahkan untuk bis dan toilet sekalipun.
 CCTV dimana-mana adalah pemandangan yang umum, keamanan dan kenyamanan
adalah hal yang prioritas. Sangat aman berjalan pada tengah malam di Pittsburgh.
 Pengendara mobil sangat menghargai pejalan kaki, mereka selalu memberikan jalan
kepada pejalan kaki. Pejalan kaki pun menghargai lampu lalu lintas, di Pittsburgh
sangat jarang sekali ditemukan orang yang melanggar lampu lalu lintas.
 Tidaklah sopan mengambil foto tanpa seijin pemilik toko, karena mereka sangat
menghargai privacy. Kecuali jika berfoto di tempat umum.
 Toilet di Amerika Serikat benar-benar toilet kering, hanya bermodal tissue saja jika
sedang mampir di toilet. Entah karena menghemat air atau bagaimana tapi yang
jelas sangat membuat saya tidak nyaman.
 Rata-rata orang berjalan dengan cepat, hal ini karena mereka menghargai waktu dan
cuaca memang dingin jadi mereka segera ingin sampai di tujuan.
 Selalu tepat waktu, tidak seperti di negara asal saya. Mereka selalu memulai dengan
tepat waktu.
 Benar-benar multi etnis, semua etnis di dunia dapat ditemui di Amerika Serikat.
 Satu dari sepuluh orang di Amerika Serikat mengalami obesitas, saya
menghitungnya sendiri. Obesitasnya benar-benar parah. Yang langsing biasanya
orang vegetarian.
 Seporsi makanan mereka tiga kali porsi makanan orang Indonesia. Untuk satu porsi
nasi goreng yang saya beli di Chinese Food Restaurant saya bisa habiskan 3 kali
yaitu makan malam, makan tengah malam, dan sarapan pagi.
Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Keliling Dunia | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: