Kekonyolanku di negeri Korea: Nyasar di Seoul

Masih cerita di Korea, di bulan Oktober 2009, di sore hari seusai acara dialog perencanaan project yang baru tentang pendidikan lingkungan hidup di gedung UNESCO Korea di Myeong dong, Seoul. Aku dan rekan-rekan guru dari Al Azhar (bu Saara dan bu Mami), guru dari Sri Lanka plus pejabat Depdiknas-nya Vietnam, Nguyen Bao Lan, diajak jalan oleh staf Intern UNESCO Korea yaitu Kim. Rencananya mau ke pasar tradisional Namdaemun. Jaraknya kira-kira 6 km dari hotel. Pasar ini banyak menjual souvenir murah asal pandai menawarnya. Meskipun pasar tradisional tapi jangan dibayangkan seperti di Indonesia yang becek begitu. Pasarnya tertata rapi dan meski jalannya cukup besar tapi terlarang untuk mobil sehingga ada juga yang berjualan di tengah jalan.

Oke jadi ceritanya ketika kami menuju kesana, harus menggunakan 2 taksi, 1 taksi ditumpang Kim dan guru dari Sri Lanka dan 1 taksi lainnya kami tumpangi, guru Indonesia dan Nguyen Bao Lan, sebelumnya Kim sudah berbicara ke supir taksinya agar kami di drop ke Gate 6 pasar Namdaemun. Ya sudah, kami berangkat dan tak lama, taksinya pun berhenti, dengan bahasa Korea dia mengatakan sesuatu yang tidak kami pahami, aku pun mengira sudah sampai dan kamipun membayar dan turun. Setelah aku tolah-toleh sana-sini gak ada papan nama yang bertuliskan Gate 6, kata Kim tulisannya besar kok dan yang jelas Kim dan guru dari Sri Lanka tidak ada di daerah itu. Ooh oh trouble…. Mana aku cowok sendiri lagi yang lain cewek semua. Aku berusaha bertanya kepada para pejalan kaki yang lewat tapi mereka semua tidak bisa berbahasa Inggris. Otomatis bahasa tarsan dan jalanan pun keluar, yang penting, tunjukkan ke arah Gate 6 Pasar Namdaemun. Halah mereka menjawab dengan bahasa Korea yang boro-boro aku ngerti pun enggak. Ya sudahlah, untungnya disitu ada gate kereta bawah tanah no 6, aku pun berpikir biasanya di stasiun ada peta dan aku pun benar. Aku cari kata “You are Here” dan aku cari Namdaemun Market. Rupanya jaraknya kurang lebih 1 km dari stasiun ini. Mungkin si supir taksi mengira Kim meminta dia untuk menurunkan kami di Gate 6 Stasiun dekat Pasar Namdaemun karena menurut peta, gate stasiun ini bernomor 6. Ya sudahlah, untung aku membawa kamera saku, jadi aku potret petanya dan aku menjadi guide dari turis-turis cewek ini.

Peta di Seoul

Namdaemun Market

Namdaemun Market

Setengah jam kami berjalan, akhirnya aku menemukan Kim yang celingak-celinguk mencari kami didepan Gate 6, benar juga dia menunggu kami dari tadi. Sementara guru dari Sri Lanka sudah berbelanja souvenir duluan. Akhirnya gak jadi nyasar. Fiuhhh, gak lucu dong nyasar di Seoul.

Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Keliling Dunia, Kisah | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: