TKI oh TKI

TKI atau Tenaga Kerja Indonesia adalah warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri namun istilah TKI ini seringkali dikaitkan dengan pekerja kasar atau pembantu/buruh. Padahal banyak juga yang menjadi tenaga intelektual di negara lain, menjadi pengajar di universitas di luar negeri, dokter, ilmuwan, dll. Konotasi pekerja kasar melekat pula pada TKI perempuan yang seringkali disebut Tenaga Kerja Wanita (TKW).  Menurut situs wikipedia, TKI sering disebut sebagai pahlawan devisa karena dalam setahun bisa menghasilkan devisa 60 trilyun rupiah (tahun 2006), tetapi dalam kenyataannya, TKI menjadi ajang pungli bagi para oknum.

Aku kadang suka mengiira-ngira apa motivasi TKW bekerja di luar negeri?. Pengalaman dari kerabat keluarga, hal yang mendorongnya adalah faktor ekonomi, yup faktor yang paling kuat, karena berkaitan dengan mengubah nasib. Semua orang juga paham dengan alasan ini. Pekerjaan di negeri sendiri susah didapat, pendidikan tidak tinggi untuk melamar pekerjaan, untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri tidak ada dukungan, yah sudahlah jadi TKW sajalah, sudah pasti gaji yang diterima akan lebih baik daripada ngganggur.

Berkaitan itu aku juga mempunyai pengalaman karena mengamati TKW. Beberapa kali aku ke luar negeri melalui Bandara Soetta, banyak aku melihat rombongan TKW yang akan berangkat ke Timur Tengah, melihat wajah-wajah mereka aku jadi ingin menangis, mereka di antar oleh keluarganya, dan belum tentu mereka akan kembali ke tanah halaman karena bisa jadi mereka kehilangan nyawa selama di perantauan. Wajah-wajah senang bercampur ketakutan. Ada yang masih muda ada yang juga sudah tua. Semoga mereka sudah terlatih karena tidak mudah menjadi pembantu di luar negeri. Minimal mereka bisa mengoperasikan mesin-mesin peralatan rumah tangga canggih yang tidak biasa mereka lakukan di desa.

Ada yang membuatku shock. Bulan November 2010. Aku antri di imigrasi bandara Soetta dengan tujuan Dubai, tiba-tiba ada ibu tua yang menyerobot antrian di depan orang yang ada didepanku, sebelumnua korlap PJTKI sudah meminta ijin menyerobot karena waktu keberangkatan pesawat ibu itu sudah dekat sekali. Aku menduga dengan kuat beliau adalah TKI, dan ibu itu dijelaskan oleh korlap tersebut.

“Ibu nanti di loket itu ibu kasih passportnya, tunggu distempel terus nanti ibu belok kiri cari terminal XXX disana pesawatnya”

“Kalau sudah sampai disana, kasih passportnya lagi ke loket, cari petugas disana ada yang menunggu ibu”

Ya Allah, ibu ini bahkan tidak mengerti mau kemana dan bagaimana, mengapa harus berangkat jadi TKI sih buuu? 😦

Kemana sih anak-anaknya, kok tega melihat ibunya pergi sendirian ke luar negeri. Apakah ini sebuah bentuk pengorbanan ibu kepada anak-anak dan keluarganya. Biarpun nyawa melayang setidaknya masih sempat mengirim uang hasil kerjanya. Ya Allah….. semoga ibu itu selamat dan dapat kembali ke rumahnya ya Allah…

Gabut….. kerja pemerintah. Kok ngga ada quality control ya, kok ga ada pengawasan pemerintah mengenai kualitas TKW yang akan diberangkatkan. Mungkin ada tapi kenapa ibu itu bisa berangkat?

Kemudian sepulang dari New York masih di bulan yang sama, aku transit di Dubai, ada rombongan TKW yang akan pulang ke Indonesia, aku amati, mereka masih muda, masih kuat bekerja, tapi mereka tidak lugu lagi, gaya berpakaian sudah keren, handphone sudah bagus, dan centil. Tapi ada juga TKW yang diam, masih tidak tahu bagaimana cara memasang sabuk keselamatan di pesawat, tidak bisa berkomunikasi dengan pramugari (mungkin karena berbahasa Inggris), aku pun sempat membantunya untuk berkomunikasi dengan pramugari.

Hoalahh, gimana mereka ga memandang rendah TKW kita. Aku sangat setuju penundaan pengiriman TKW meskipun harapan para TKW sangat tinggi karena berkaitan dengan mengubah nasib keluarga. Pemerintah kalau kerja jangan gabut donggggg….kita negara agraria, tanah subur tapi masih harus bekerja di negara lain sih.

Advertisements
Categories: Curhat, Hari ini aku belajar... | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: