Liburan ke Trans Studio Bandung: Uji kecerdasan emosional dan ketahanan fisik

Kenapa aku sebut dengan uji kecerdasan emosional dan ketahanan fisik? Karena kita harus sabar dalam mengantri dan harus kuat berdiri selama mengantri yang dapat memakan puluhan menit demi satu wahana, perlu dicatat disana kurang lebih ada 15 wahana yang aktif.

Okeh begini ceritanya, hari Senin tanggal 27 Juni 2011, aku dimintai tolong untuk mengantar keponakan dan kakak untuk pergi ke Trans Studio Bandung, sebuah indoor theme park ke dua di Indonesia setelah Makassar. Trans Studio Bandung lebih spektakuler dan lebih dahsyat dari Trans Studio yang ada di Makassar sehingga menjadikan Trans Studio Bandung tidak hanya terbesar di Indonesia tapi jugadi dunia. Trans Studio terletak di Bandung Supermall yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Bandung.

Promosi gencar-gencaran dilakukan oleh Trans TV dan Trans 7 dan momennya pas karena dibuka berdekatan dengan liburan sekolah sehingga menyedot minat anak-anak untuk pergi kesana termasuk para keponakan. Aku berangkat dari Depok jam 7.15 pagi dan sampai disgerbang keluar tol Pasteur sekitar jam 10.00. Ini ujian kesabaran yang pertama karena seperti biasa tol Pasteur macet gara-gara liburan sekolah. Maaf ya orang Bandung.

Setelah bersabar bermacet-macetan, akhirnya sampai juga di gerbang pintu masuk Bandung Supermall dan aku masuk areal parkir dan tentunya memarkirkan kendaraan di lantai 1, ternyata lebih baik parkir di lantai yang sama dengan trans studio yaitu di lantai 3 atau 4, jadi naik eskalatornya gak terlalu banyak.

Antri masuk areal parkir

Logo Trans Studio

Di pintu masuk Trans Studio di dalam Bandung Supermall, aku shock, karena begitu banyak antrian manusia yang membanjiri 8 loket. Mulailah aku mencari antrian loket yang paling sedikit antrinya. Berdasarkan pengamatanku, waktu antrian tergantung dari kecekatan petugas loket dan seberapa cepat pahamnya si pengunjung untuk menerima informasi dari petugas loket mengenai kartu Smart Card untuk isi ulang uang, karena di dalam Trans Studio, TIDAK ADA transaksi yang menggunakan uang cash. Membeli makanan dan minuman semuanya pakai kartu isi ulang / top up.

Ramai bangeetttt

Gak ada yang sepi

Ternyata ada dua jenis pengunjung tergantung dari mereka mau membeli tiket yang mana, reguler atau VIP. Jika reguler, untuk senin-jum’at, membayar Rp 150 ribu, untuk sabtu Rp 200 ribu, sedangkan VIP wajib menambah Rp 200 ribu lagi dari harga tiket reguler. Plus harga kartu isi ulang sebagai tiket masuk. Tiket masuk Trans Studio menggunakan kartu Mega Cash, harga kartunya sendiri adalah Rp. 10.000,-. Kartu Mega Cash dapat digunakan untuk melakukan transaksi di semua outlet di dalam Trans Studio Theme Park. Jadi Rp 150 ribu ++ (plus kartu Mega Cash Rp 1o ribu). Jangan siapkan uang pas. Siapkan uang lebih.

Ya karena dibayari ya mau saja dibeliin tiket VIP hehehehe. Jadi harus mengelurkan Rp 350 ribu untuk VIP (hari Senin-Jumat). Tapi lihat dulu ya kondisinya, kalo rame banget VIP enak banget, antri gak selama reguler, bayangkan ya, untuk naik wahana Dunia Lain, VIP butuh 30 menit antri sedangkan reguler bisa satu setengah jam mengantri. Logikanya VIP aja antri apalagi reguler. Tapi kalo pengunjungnya sedikit maka ga usah pake VIP, reguler saja. Untungnya kalau kita terlanjur membeli reguler, namun pengunjung mulai membludak, maka kita masih bisa mengubah status reguler menjadi VIP dengan membeli gelang VIP di dalam studio. Mungkin rame di awal-awal saja karena baru pembukaan, promosi jor-joran, waktu liburan pula. Lama kelamaan, mungkin gak seramai seperti kemarin. Okeh akhirnya aku sudah sampai di loket, kira-kira butuh 30 menit untuk mengantri. Di sana aku membayar sekian rupiah untuk mendapatkan beberapa gelang VIP.

Di loket

Aku berpikir Trans Studio ini merupakan mesin bisnis penghisap uang yang sangat dahsyat. Jika pengunjung sekitar 1.000 orang sehari saja dikali Rp 150 ribu maka bisa menghasilkan Rp 150.000.000 / hari. Itu belum yang VIP yah dan kalo 1.000 orang. Ya sudah ya gak usah ngomongin rejeki orang. Yang jelas bisnis begini sangat menguntungkan.

Setelah mendapatkan kartu isi ulang dengan nominal harga VIP, tidak langsung mendapatkan gelang VIP, aku harus masuk dulu ke dalam. Sebelum masuk ke dalam studio, tas-tas diperiksa oleh petugas keamanan. Makanan dan minuman tidak boleh masuk. Ssttt kalau bisa mengemas dengan rapi sehingga tidak tampak makanan atau minuman bisa jadi bisa masuk loh.

Menuju pintu masuk

Setelah masuk, kalau yang tiket reguler bisa langsung menikmati wahana-wahana yang ada, sedangkan pembeli VIP masih harus menuju ke kounter VIP untuk menukarkan nominal di kartu isi ulang itu dengan gelang VIP. Beda VIP dan reguler, VIP ada pintu masuk khusus, sehingga antrian jadi lebih singkat dan istimewa.

Antri lagi untuk dapat gelang VIP

Menukar nominal di kartu dengan gelang

Petunjuk penggunaan gelang VIP

Memakai gelang VIP

Gelang VIP

Slogan

Slogannya sih lebih praktis daripada uang cash, tapi tau gak sih, ketika jumlah pegunjung buannyaakkkk, maka sangat tidak praktis karena 2 kali antri. Antri isi ulang dan antri membeli makanan, jumlah konter makanan tidak sebanding dengan jumlah pengunjung. Kemarin aku harus antri 1 jam untuk membeli makan siang. Di konter manapun sama, harus mengantri. Nyesek banget gak sih, mau naik wahana ngantri, mau makan ngantri. Yang gak ngantri cuma di toilet. Udah begitu di tengah mengantri, ada beberapa menu yang sold out, jadinya pilihan menunya terbatas. Saranku jika melihat pengunjungnya buanyaakk dan mau praktis, ketika di loket depan isi ulanglah kartu isi ulang anda dengan nominal sejumlah yang kira-kira anda butuhkan untuk makan siang, minum 3 kali atau bahkan makan malam. Harga 1 botol kecil air minum dalam kemasan merek Prima seharga Rp 5 ribu. Konter makanan disana menjual makanan sunda, milk shake, mie, steak, burger, french fries, chicken wings, hot dog, es campur. Yang jelas sekali makan bisa sekitar Rp 20 ribu an tergantung apa yang anda pesan. Makanan dan minuman dari luar studio tidak diperkenankan untuk masuk. Jadi anda harus menyiasati kemasannya, untung saja aku membawa bekal dari rumah, meskipun tidak diijinkan, tapi menyelamatkanku dari kelaparan karena harus 1 jam mengantri untuk membeli makanan. Anda bisa saja keluar untuk membeli makanan tapi untuk masuk lagi, anda harus membayar lagi.

Oke balik lagi ke cerita. Setelah mendapatkan gelang, aku langsung beroperasi. Di sana, ada sekitar 20 wahana (yang sudah dibuka dan yang rencana akan dibuka) permainan dan bermacam bentuk hiburan dibagi menjadi 3 kawasan tema yang berbeda dan unik yaitu Studio Central, meniru kawasan Hollywood dan Broadway, New York. Di kawasan ini banyak bangunan arsitektur Hollywood bergaya 60-an. Seolah kita melangkah di luar negeri. Kemudian Lost City, di kawasan ini kita seolah-olah berpetualangan yang hebat. Lalu yang terakhir adalah Magic Corner, disana ada wahana seram Dunia Lain.

Peta Trans Studio Bandung (courtesy of wikipedia)

Bagi yang pertama kali berkunjung, tempat ini rasanya besar sekali jadi kita akan membutuhkan peta disana. Peta diberikan cuma-cuma.

Suasana di dalam trans studio (courtesy of transstudioworld.net)

Papan nama jalan

Melihat peta

Show Kabayan

Shooting acara TV Trans

Bersama keponakanku, aku masuk ke wahana Bolang, disana sudah antri panjang bagi tiket reguler, untuk VIP langsung masuk. Di dalamnya, ternyata sama seperti istana boneka di Dufan, cocok untuk anak-anak kecil lah. Bercerita Bolang melalang buana ke seluruh propinsi di Indonesia begitu dan mengenalkan keindahan Indonesia kepada anak-anak.

Wahana Bolang

Dalam wahana Bolang

Naik pesawat Bolang (ceritanya nih)

Dalam wahana bolang

Masih dalam wahana bolang

Okeh, berikutnya adalah wahana Negeri Raksasa, disana pengunjung akan menaiki wahana yang akan mengocok perut dengan naik turunnya wahana. Ceritanya kita akan naik ke awan dan bertemu dengan raksasa lalu terlempar lagi ke bumi. Bisa dibayangkan ya… Sekali lagi untung VIP jadi antrinya gak lama banget. Sak ndulit. Kasihan yang reguler, yang bisa mengantri setengah jam lebih. Perhatikan batasan tinggi anak-anak yang akan naik, minimal 130 cm.

Pintu masuk negeri raksasa

Jalur kiri (tiket reguler) padat merayap, jalur kanan (VIP) melenggang bagai Trans Jakarta

Wahana negeri raksasa

Wahana negeri raksasa

Agenda berikutnya adalah makan siang karena waktu sudah meunjukkan jam 1 dan anak-anak mulai kelaparan, aku shock sekali lagi, di semua konter makanan (disana ada 4 konter makanan) antriannya panjang seperti ular. Ya salah satu dari kami mengantri, dan sambil mengantri, beberapa dari kami mengantri wahana yang lain. Dua kali kami naik wahana, antrian membeli makanan masih belum juga kebagian. Aduhhhh, untung aku berhasil “menyelundupkan” bekal makan siang dari rumah, dan berbagi dengan keponakanku, setidaknya mengurangi rasa lapar. Salah seorang staf Trans Studio mengatakan memang hari ini tidak diprediksi sebelumnya akan ramai, bahkan sabtu minggu kemarinnya tidak seramai seperti ini, sehingga mengantri makan dan beberapa menu makanan sudah habis sebelum antrian berakhir. Ckckckck. Bawalah bekal nasi dan lauknya. Tapi ingat akan ada pemeriksaan jadi pandai-pandailah mengepaknya. Karena intinya adalah mengambil uang sebanyak-banyaknya dari pengunjung, termasuk membeli makanan dan minuman. Tak cukup hanya membawa uang untuk membeli tiket saja, hitung juga keperluan makan dan minum. Tempat ini adalah tempat penghamburan uang demi rekreasi anak.

Antriiii makanan

Setelah makan, yang tentunya lebih cepat daripada antrinya, aku menuju ke wahana-wahana yang belum aku naiki. Seru sih seru tapi ngantrinya tuh…

Antrian dunia lain

Dunia lain (courtesy of transstudiobandung.com)

Naik wahana bajak laut udara

Naik jelajah

Naik vertigo bikin sakit kepala

Ada dragon raiders

buat anak kecil

Dalam pulau liliput

Wahana transcar

Dalam transcar

Dalam museum Trans

Belajar jadi host Insert

Belajar jadi host Insert

Pokoknya melelahkan berada di sana, mungkin buat anak-anak menyenangkan ya. Tapi kalau dulu sudah sering ke Dufan ya begini nih efeknya, rata-rata sudah pernah dinaiki semua. Beberapa pengunjung dengan enaknya beristirahat dan terlelap tidur di pojokan karena lelah.

Waktu sudah menunjukkan jam 20.00 dan akhirnya aku dan yang lainnya keluar dari Trans Studio, tampak loket sepi. Beberapa pengunjung juga mulai keluar.

Sepi

Ah lelah nih, kepalaku pusing karena gegap gempita hiruk pikuk di dalam Trans Studio, apalahi setelah naik Vertigo malah jadi. Yang penting keponakan riang gembira kan.

Dan jangan lupa beramal yah, gak enak banget ama tuhan, kita hambur-hamburkan uang dengan mudah dan banyak disini tapi kita lupa dengan fakir miskin yang kesusahan.

Selamat berkunjung di Trans Studio, rasakan sensasinya, uji diri anda, seberapa matang kecerdasan emosional dan ketahanan fisik anda disini, terutama kekuatan sendi lutut dan pergelangan kaki. Hehehehehehe.

Saran yah kalo ada staf Trans Studio yang baca ini:

  1. Konter makanan diperbanyak, kayak dufan tuh, jadi pengunjung gak harus mengantri panjang berpuluh-puluh menit.
  2. Konter isi ulang juga diperbanyak, bikinlah software isi ulang jadi ga perlu nyatet-nyatet lagi, kasihan pengunjung yang antri dan stafnya sendiri, mau pulang harus rekap ulang lagi.
  3. Stafnya masih muda-muda, cantik-cantik, ganteg-ganteng, dan ramah-ramah. Ada beberapa yang baru masuk kerja hari itu, mereka belajar sambil melakukan, jadi masih ada salah di sana-sini. Tapi karena anak muda ya belajarnya cepat. Good work.
  4. Itu musholla yang luasan dan bagusan dikit napa? Pengunjung ribuan tapi musholla cuma bisa muat puluhan.
  5. Kabel-kabel di jalan masih banyak yang belum rapi, rawan tersandung. Dirapiin ya bos.
  6. Ide VIP dam reguler sudah bagus seperti di Disneyland. Good.
  7. Tambahkan tempat istirahat, jadi pengunjung bisa beristrahat dengan nyaman sehingga gak tidur di sembarang tempat. Atau dirikan konter pijat refleksi. Hehehehe. Ini mah hobi aku.
  8. Biar gak menyiksa pengunjung, apalagi kalau ramai, mending sistem antrian dibuat kayak sistem antrian di bank yang pake nomor. Di mana-mana amusement park juga ngantri berdiri kali ya? Ngarep.com
  9. Okeh gitu aja.
Advertisements
Categories: Jalan-Jalan, Seri bagaimana rasanya | Tags: , , , , , , | 8 Comments

Post navigation

8 thoughts on “Liburan ke Trans Studio Bandung: Uji kecerdasan emosional dan ketahanan fisik

  1. meedjo

    mantep.. lengkap sekali ulasannya,… nice inpoh… thkss

  2. poppy

    thnx yahh… mksh bgt informasinya

  3. thanks infonya..

  4. Nampaknya Mas Pras ini seorang penulis yang handal, tulisannya mengalir sehingga yang baca tulisan ini tidak merasa bosan dan malah terus penasaran untuk membaca sampai habis, sekali lagi mewakili teman-teman yang lain yang berkunjung ke artikel ini saya ucapkan terimakasih, ulasan ini sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan informasi lengkap mengenai trans studio bandung.

    Salam hangat,

  5. mizuno

    thx gan infonya..membantu sx..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: