1 Ons = 100 gram

Postingan ini muncul karena aku menemukan konverter di handphone bahwa 1 ons (ounce) = 28,3495231 gram dan aku berdiskusi dengan rekan guru Fisika mengenai ini. Semua menjawab 1 ons = 100 gram. Lho apa ada yang salah? Kalkulator di Nokia yang salah? Atau rekanku yang salah? Kayaknya aku yang salah nih, nanya yang gak penting, tapi jadi penasaran. Apa sih sebenarnya yang terjadi? Setelah lama browsing di Google, Kaskus, dan website lain. Maka tidak ada yang salah, hanya beda standar saja. Ons Belanda beda dengan Ounce SI.

Sebenarnya satu ons atau “ounce” SI setara dengan 28,3495231 gram. Hanya di Indonesia (ada yang bilang Belanda juga) sendiri saja banyak orang yang masih menggunakan sistem ons Belanda yaitu 1 ons = 100 gram. Bahkan di Kamus Besar Bahasa Indonesia, ons adalah [n] satuan ukuran berat (massa) seratus gram. Sedangkan menurut wikipedia, versi 1 ons = 100 gram itu adalah versi satuan ukuran dari Belanda.

Jadi yang sering kita bilang 1 ons = 100 gram itu adalah 1 ons Belanda, yah secara kita dulu pernah dijajah Belanda, otomatis mengadopsi sistem ukuran Belanda. Di situs Converunits.com juga menyatakan 1 ons Dutch = 100 gram.

Satuan “ons Belanda” bisa disebut juga dengan satuan tradisional yang hanya bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari karena aspek sejarahnya, tetapi tidak bisa digunakan untuk keperluan resmi dan legal. Seperti timbangan analitik yang di laboratorium Biologi SMA Al Izhar, ukurannya menggunakan gram, tidak ada yang menggunakan ons.

Lalu bagaimana dengan pengajaran di sekolah? Menurut Agustinus Praba Drijarkara (2010), untuk keperluan pendidikan, seyogianya pendidik mengajarkan satuan ukuran yang legal, yaitu satuan SI. Satuan non-SI (dalam hal ini ons dan pon) boleh saja diajarkan sebagai sejarah, dengan penegasan bahwa satuan tersebut bukan satuan yang sah secara hukum.

Masalah ukuran adalah masalah kesepakatan, jika tahu yang dimaksud bahwa kalau berbicara ons Belanda yang 100 gram maka tidak jadi masalah, karena itu memang benar. Apabila ketidaktahuan ons mana yang dipakai yang akan menjadi masalah. Seperti takaran bahan kimia yang menggunakan ons Internasional tapi dihitung/ditakar dengan menggunakan ons Belanda, wah bisa bermasalah.

Jadi orang umum di Indonesia tetap menggunakan 1 ons = 100 gr sehingga para pedagang dan ibu-ibu nggak bakal bingung. Tetapi untuk keperluan tertentu yang berkaitan dengan satuan Internasional maka 1 ounce =28,3495231 gram.

Referensi:
1. http://kamusbahasaindonesia.org/ons
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Ounce
3. http://blog.sivitas.lipi.go.id/blog.cgi?isiblog&1136659704&&&1036007925&&1265103377&agus060&1240369692
4. http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_units_of_measurement
5. http://8zone.wordpress.com/2007/12/14/benarkah-1-ons-100-gram/
6. http://www.convertunits.com/from/ons/to/gram
7. http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg47331.html

Categories: Hari ini aku belajar... | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “1 Ons = 100 gram

  1. 1 ons (belanda) = 100 gram , http://www.convertunits.com/from/ons/to/gram. Kalau UK ounce yeah spt yg di jelaskan diatas….

  2. ZD

    Sebenarnya dulu, definisi ukuran massa belanda tidaklah berbeda dengan negara eropa lain seperti: inggris, jerman, itali, dll; yaitu 1 pond/pound/lb = 16 ons/ounce/oz. Karena sistem ukuran imperial ini diperkenalkan oleh Charles the Great (Charles I) pada masa kekuasaan-nya sebagai kaisar roma suci (Holy Roman Emperor). Wilayah kekaisaran roma suci (Holy Roman Empire) dulu mencakup Eropa Barat PBB (UN) sekarang yang juga termasuk belanda, dan itali; pada masa kekuasaan Charles.

    Namun demikian, satuan imperial yang dipakai ini tidaklah eksak dan bervariasi; rata-rata dengan konversi metrik 1 ons kurang lebih 30 gram, 1 pond kurang lebih 480 gram (30×16) tergantung toko, desa, daerah, dll.

    Tahun 1799, satuan unit meter dan kilogram mulai diperkenalkan pertama kali di perancis. Yang kemudian menjadi dasar decimal pada sistem metrik (metric system) internasional.

    Tahun 1816, Belanda mulai menggunakan sistem metrik. Namun mereka tidak menggunakan satuan metrik resmi dan memodifikasinya dengan translasi satuan imperial yang mereka gunakan, seperti: 1 pond = 1 kg, 1 ons = 0,1 kg (100 gram), 1 mijl (mile) = 1 km, 1 el (forearm) = 1 m, 1 duim (thumb/inch) = 1 cm, 1 bunder (acre) = 1 hectare (10000m²), 1 kop (cup/gelas) = 1 liter, dll. demikian sistem metrik yang dimodifikasi nama satuan-nya dengan translasi sistem imperial disebut: sistem metrik belanda (dutch metric)

    Tahun 1870, sistem metrik belanda dihapus di negerinya dan belanda mulai menggunakan nama satuan resmi metrik (meter, liter, kilogram, dsb). Namun demikian masih banyak satuan imperial yang digunakan penduduk belanda di negeri belanda mengakibatkan kesalah-pahaman. Sehingga penggunaan satuan imperial (pond, ons, mijl, duim, dll) secara formal (buku, koran, kontrak, dsb) dilarang di belanda dengan keluarnya hukum/undang-undang IJkwet 1937. yang tersisa dari sistem metrik belanda untuk percakapan sehari-hari (informal, tidak legal) di belanda hanyalah ons, pond, dan bunder (acre). dimana 1 ons = 100 gram, 1 pond = 500 gram (pembulatan dari 1 pound avordupois 454 gram?), 1 bunder (acre) = 10000m² atau 1 hectare ( 1 acre avordupois = ~4046m² atau ~0,4 hectare). Dengan demikian di belanda sendiri ons/pond tidaklah lagi digunakan secara legal/sah namun hanyalah informal percakapan sehari hari saja sejak 1870 hingga pelarangan secara hukum pada 1937.

    Sedangkan di Indonesia, sebagai koloni belanda, pada tahun 1820 metrik belanda (1 ons = 100 gram) mulai diwarkiskan, diterapkan dan diajarkan sejak pemulaan sekolah dasar (SD). Namun pada waktu metrik belanda dihapus, usaha penyeragaman sistem metrik sudah dilakukan sejak tahun 1923 secara bertahap. Dengan masa peralihan selama10 tahun, yang dalam pelaksanaannya adalah 15 tahun, maka sejak 1938 berlaku satuan metrik yang menggantikan satuan tradisional seperti elo, kati, tael, dsb.

    Tapi penggunaan satuan tradisional masih belum dilarang sampai UU No.2 tahun 1981. Dimana UU No.2 tahun 1981 melarang satuan seperti pond, ons, dll yang tidak dicakup di Ijkordonnantie 1949 Staatsblad Nomor 175 untuk melindungi agar tidak ada pihak yang dirugikan.

    Namun 30 tahun lebih sejak UU no. 2 tahun 1981. di Kamus Besar Bahasa Indonesia dan buku mata pelajaran resmi Sekolah Dasar Indonesia masih mencatat bahwa ons adalah satuan ukuran berat (massa) sebesar 100 (seratus) gram, dan tidak sebagai sejarah dan penjelasan lengkap bahwa penggunaanya tidak lagi legal dan hanya sebagai sejarah tradisional seperti dimana UU no.2 tahun 1981 melarang penggunaan satuan lain selain satuan metrik internasional (Sistem Internasional (SI)) sesuai konvensi meter.

    /facepalm

  3. ZD

    KBBI revisi kelima yang akan terbit tahun 2013, diumumkan oleh: Mujizah (Kepala Bidang Pengkajian Bahasa dan Sastra Pusat Bahasa Kemdiknas) tahun 2010. Sebaiknya definisi “ons” di KBBI rev. V mendatang diredefinisi ulang sebagai:

    ons (n) satuan ukuran berat (massa) tradisional lama yang penggunaan-nya sudah tidak resmi. Dalam percakapan sehari-hari modern, 1 ons setara dengan 100 gram. Ukuran nilai 100 gram berasal dari perkenalan sistem metrik belanda pada tahun 1820. Sistem metrik belanda dipunahkan di belanda dan tidak lagi resmi pada tahun 1937, dan juga akhirnya tidak resmi di indonesia menurut UU no.2 tahun 1981. Karena satuan ons tidak lagi didukung UU secara resmi, maka bila ada pihak yang dirugikan, di pengadilan 1 ons akan dinilai 28.35 gram atau 1/16 pon menurut avordupois internasional.

    Demikian juga dengan “pon” untuk diredefinisi ulang pada KBBI rev. V mendatang:

    pon (n) satuan ukuran berat (massa) tradisional lama yang penggunaan-nya sudah tidak resmi. Dalam percakapan sehari-hari modern, 1 pon setara dengan 500 gram (1/2 kilogram). Ukuran nilai 500 gram berasal dari perkenalan sistem metrik belanda pada tahun 1820 yang pada waktu itu didefinisikan 1 pon setara dengan 1 kilogram. Sistem metrik belanda dipunahkan di belanda dan tidak lagi resmi pada tahun 1937, dan juga akhirnya tidak resmi di indonesia menurut UU no.2 tahun 1981. Karena satuan ons tidak lagi didukung UU secara resmi, maka bila ada pihak yang dirugikan, di pengadilan 1 pon akan dinilai 435.59 gram atau 16 ons menurut avordupois internasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: