Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pramuka oleh SMA Al Izhar

Transplantasi terumbu karang merupakan upaya rehabilitasi dengan pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam kembali di tempat lain atau di tempat yang terumbu karangnya telah rusak. Kegiatan transplantasi ini sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja.

Fungsi terumbu karang sangat besar karena merupakan habitat ikan dan ragam biota laut lainnya, mulai dari tempat mencari makan hingga berkembang biak ikan. Kalau terumbu karang rusak itu berarti juga menurunnya populasi ikan atau berkurangnya pasokan ikan sebagai bahan pangan manusia, selain itu terumbu karang berperan sebagai pelindung pantai dari abrasi.

Kondisi terumbu karang di Kep. Seribu yang memprihatinkan karena dahulu banyak eksploitasi terumbu karang untuk hiasan akuarium, penambangan pasir laut yang illegal dan merusak habitat karang, penangkapan ikan dengan bom dan potasium sianida, pencemaran air laut karena pestisida, sampah, limbah domestik dan industri. Segera harus dilakukan tindakan penyelamatan karena berkaitan dengan rusaknya ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya dan berkaitan pula dengan mata pencaharian nelayan dan tingkat kesejahteraannya.¹

Pulau Pramuka dipilih karena melanjutkan program yang sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh siswa-siswa SMA Al Izhar Pondok Labu dan pulau tersebut merupakan salah satu pulau yang terpadat penduduknya dimana sebagian besar adalah nelayan sehingga pada umumnya kondisi terumbu karang yang dekat pemukiman biasanya mengalami kerusakan karena aktivitas manusia. Berdasarkan hasil penelitian Fadhilah Rahmawati, Amnihani Yusuf, Luki Agus Sinaga dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor tahun 2009 menyatakan kondisi terumbu karang di pulau Pramuka tergolong di kisaran buruk s/d sedang. ²

Ini kali kedua aku bersama siswa-siswaku melakukan transplantasi karang sebagai upaya kepedulian terhadap lingkungan laut dan pesisir di pulau Pramuka, kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pertama kali dilakukan pada tanggal Mei 2007 bersama dengan kegiatan Penelitian Lapangan Aspek Sosial dan Alam angkatan XI dan yang kedua dilakukan pada tanggal 22 Mei 2011 bersama kelompok Ocean Care SMA Al Izhar.

Dasar Pemikiran Ocean Care

Kegiatan Ocean Care ini bermula dari lomba School of Volunteer. School of Volunteers (SoV) adalah salah satu proyek Indonesian Future Leaders (IFL) yang bertujuan untuk memupuk semangat volunteering, membina kepekaan sosial, serta memberi siswa-siswi SMA di Jabodetabek keterampilan yang diperlukan untuk menjadi relawan/terjun ke dunia volunteering sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pencapaian Millennium Development Goals pada tahun 2015 sesuai yang telah direncanakan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000. Setiap kelompok siswa diharuskan merancang sebuah gagasan project dengan tema salah satu target MDGs. Temanya antara lain Biodiversity, HIV dan AIDS, Pendidikan, Lingkungan Hidup, dll.³

Kegiatan Survey

Untuk melakukan kegiatan transplantasi dengan membawa banyak siswa perlu dilakukan survey terlebih dahulu. Survey dilakukan pada bulan 18 September 2010. Dengan menggunakan kapal kayu tradisional dari Muara Angke kami menuju ke Pulau Pramuka. Keberangkatan kapal seharusnya jam 7.00 menjadi tertunda satu jam lebih karena kapal sedang loading aqua galon satu truk.

Panorama Muara Angke

Di atas dek kapal tradisional

Tiba di pelabuhan pulau Pramuka

Kami, kelompok Ocean Care dari SMA Al Izhar

Di pulau Pramuka kami menghubungi Pak Mahmud, koordinator kelompok nelayan yang berkonsentrasi ke transplantasi terumbu karang. Aku mengenal Pak Mahmud karena beliau saudara dari rekan guru di Al Izhar dan pernah menjadi host parent murid-muridku ketika kami mengadakan penelitian pada tahun 2007 yang lalu. Kami mengumpulkan detil informasi yang berkaitan dengan transplantasi terumbu karang termasuk meninjau lokasi penanaman dan mengamati terumbu karang di perairan pulau Pramuka dengan cara snorkling.

Mendengarkan informasi dari Pak Mahmud

Menuju lokasi

Snorkling mengamati terumbu karang yang pernah ditanam

Terumbu Karang yang telah di tanam

Panorama pelabuhan pulau Pramuka di pagi hari

Setelah kami mengamati lokasi dan terumbu karang, harusnya kami pulang tapi karena batas waktu terakhir kapal tradisional menuju ke Jakarta jam 13.00 dan kami telah melewati batas waktu tersebut (karena kapal kami berangkat tadi terlambat gara-gara kapal loading Aqua galon satu truk) maka kami terpaksa bermalam di pulau Pramuka dan baru pulang keesokan paginya dengan kapal tradisional yang pukul 7 pagi. Dan ternyata, kapal pagi pun juga penuh sesak, kami pun tidak kebagian duduk di dek kapal dan kebagian di dalam kapal.

Karcis kapal

Dalam kapal

Akhirnya kami merapat di pelabuhan Muara Angke pada pukul 9.30 pagi dengan membawa informasi yang akan kami olah untuk perencanaan kegiatan pelaksanaan.

Kegiatan Pelaksanaan

Karena kelompok Ocean Care semuanya siswa kelas XII SMA yang akan menghadapi UN maka kegiatan transplantasi baru dilakukan setelah UN berakhir yaitu 22 Mei 2011 sekaligus selama waktu jeda yang lama itu kelompok Ocean Care mengumpulkan dana dari seluruh siswa, orang tua dan guru di Al Izhar yang berminat untuk mengadopsi terumbu karang. Ya, kelompok Ocean Care menamakan adopsi karang, dengan Rp 20.000 pengadopsi mendapatkan 1 terumbu karang yang ditanam beserta name tag yang ditempel di karang. Sehingga suatu saat jika pengadopsi berkunjung ke pulau Pramuka, mereka bisa melihat terumbu karang mereka.

Setelah koordinasi dengan berbagai pihak, akhirnya pada tanggal 22 Mei 2011, kami melakukan kegiatan tersebut. Kami berangkat dari pelabuhan Marina Ancol jam 7.30 menggunakan speed boat untuk menghemat waktu karena siang itu harus segera kembali. Berkaitan dengan cuaca dan keesokan harinya harus kembali bersekolah.

Naik kapal (sumber: Provoke Magazine)

Berdoa sebelum berangkat (sumber: Provoke Magazine)

Tiba di pelabuhan kantor pemkab pulau Pramuka

Setelah tiba di pulau Pramuka, kami langsung bergerak menuju ke rumah pak Mahmud untuk memasang tali di name tag pengadopsi, baik siswa dan guru bekerja sama memasang tali.

Setelah itu kami menerima penjelasan dari Pak Mahmud mengenai prosedur transplantasi terumbu karang. Terumbu karang tidak boleh jatuh agar tidak merusak terumbu karang karena bisa menyebabkan kematian jaringan. Penananamnnya langsung di tancapkan ke tancapan yang sudah diberi semen sebelumnya.

Mendengarkan penjelasan dari Pak Mahmud

Menanam terumbu karang

Memasang name tag

Name tag telah terpasang

Enam rak terumbu karang siap di pindahkan

Memindahkan ke pesisir pantai

Begerak memindahkan (sumber: Provoke Magazine)

Harus berhati-hati berjalan di tepian laut karena banyak karang mati yang tajam, kalau sedang surut masih bisa memilih jalan tapi saat itu sedang pasang sehingga tidak bisa memilih jalan. Ada batu karang yang tertembus sandalku, alhamdulillah tidak sampai melukai kulitku. Namun beberapa muridku terkena duri dari bulu babi (Sea Urchin) sehingga harus aku evakuasi. Menurut nelayan setempat, penanangannya, duri tidak perlu di cabut, karena akan hancur sendiri di dalam kulit, apabila belum hancur biasanya di tumbuk pelan-pelan sampai hancur dan diberi asam cuka untuk menetralisir, bahkan ada yang mengatakan cukup di beri air seni saja.

Evakuasi (sumber: Provoke Magazine)

Setelah itu kami mengamati terumbu karang yang pernah di tanam oleh siswa-siswa SMA Al Izhar sebelumnya, berada di sebelah barat pulau Pramuka.

Mengamati terumbu karang

Pemandangan pulau Pramuka

Indah bukan???

Kelompok Ocean Care (sumber: Provoke Magazine)

Setelah selesai mengamati, tepat jam dua siang kami meninggalkan pulau Pramuka. Waktu perjalanan satu jam 15 menit dengan menggunakan speed boat. Kami tiba di pelabuhan Marina pada pukul 15.30. Acara berjalan dengan lancar, sukses, dan selamat. Alhamdulillah. Semoga ada kesempatan di tahun mendatang untuk melanjutkan program ini. Terima kasih berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan kami, terima kasih juga media yang meliput kegiatan kami.

Liputan Media Online:

  1. http://provoke-online.com/ocean-care-coral-reef-restoration/
  2. http://www.gadis.co.id/schoolzone/liputan/GADISschoolzone/42
  3. http://indonesianfutureleaders.org/?p=2955


Catatan Kaki:

¹http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=849&type=10
²http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/19958/PKM%20karang.pdf?sequence=5
³http://indonesianfutureleaders.org/?p=562

Bacaan tentang Transplantasi Terumbu Karang:

http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/01/pengenalan-transplantasi-karang-untuk-siswa-dan-remaja/

Advertisements
Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Kisah, Sekolah | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: