Makanan di Surabaya

Setiap pulang ke Surabaya, aku takkan melewatkan untuk sekedar merasakan makanan khas Surabaya yang tidak mudah ditemui di kota Depok atau Jakarta tempat tinggalku sekarang. Hal inilah yang menggelitikku untuk menulis (mengetik) makanan di Surabaya meskipun sudah banyak artikel di blog yang membahas makanan yang ada di Surabaya bahkan menunjukkan lokasi pedagang makanan yang lezat di Surabaya.

Lezat dan sangat lezat, kalau menurutku, adalah masalah cita rasa saja, setiap orang memiliki cita rasanya sendiri. Kota dengan luas 333,063 km2 pastilah banyak pedagang yang menjual makanan khas Surabaya yang lezat-lezat, sehingga tak mungkin berdebat untuk menentukan siapa dimana yang lezat karena tujuannya adalah menikmati makanan kan.

Banyaknya jenis makanan di Surabaya bisa jadi karena melimpahnya bahan makanan dari laut dan darat yang dapat diolah dan juga percampuran dari banyak budaya yang saling mempengaruhi dari sisi makanan. Surabaya merupakan ibu kota propinsi Jawa Timur, terletak di muara dari kali Mas, dan kota pelabuhan yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Madura, mungkin itulah yang menyebabkan banyaknya jenis makanan.

Berbagai makanan di Surabaya bisa jadi terbagi menjadi:

A. Terbuat dari Daging Hewan

Makanan di Surabaya yang diolah dari daging ataupun bagian lain dari hewan sangat bermacam, biasanya sapi, kambing, dan ayam yang menjadi konsumsi. Berikut ini makanan-makanan yang berasal dari daging hewan.

1. Soto Madura

Pedagang soto daging atau disebut juga soto Madura, umumnya pedagangnya berasal dari pulau Madura, bertebaran di seluruh sudut di kota Surabaya. Mulai dari kualitas super sampai dengan yang biasa-biasa saja. Masalah lezat atau tidak bukan dilihat dari harga, tapi bisa jadi dari cita rasa. Kalau kualitas super biasanya lebih lezat dan dagingnya lebih tebal. Ada yang menambahkan jeroan sapi seperti usus, paru-paru, jantung, babat, dan otak ke dalam sotonya. Tapi biasanya jeroan ini adalah pilihan. Anda bisa memilih soto daging saja atau campur. Soto ini dapat di santap bersama nasi putih, soto dapat di konsumsi di segala waktu, baik untuk sarapan, lezat untuk makan siang, dan nikmat untuk makan malam. Soto daging favoritku di Surabaya ada di Depot Tropicana di Jalan Ngagel Jaya dekat rumahku. Kalo di Cinere, Depok ada di depan bank CIMB Niaga Pertokoan Cinere depa Cinere Mall, namanya Soto Daging Cak Kumis.

Soto Madura Tropicana (sumber: blueday2000.multiply.com)

2. Rawon

Rawon adalah makanan yang populer di seluruh Jawa Timur, termasuk di ibu kotanya yaitu Surabaya. Sama halnya dengan pedagang soto daging (soto Madura), pedagang rawon juga banyak ditemukan di seluruh sudut kota di Surabaya.  Rawon berisi potongan daging sapi yang kecil-kecil dan terkadang ada juga yang menggantinya dengan empal daging yang besar, dengan bumbu khas kluwek (Pangium edule) yang memberikan warna khas hitam gelap pada rawon. Rawon disantap bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, kerupuk udang, telur bebek asin, dan sambal yang pedas. Rawon favoritku ada di pasar Pucang yang mulai berdagang pukul 21.00 malam. Di Surabaya, banyak pedagang rawon lezat yang buka pada malam hari. Kalo di Depok, favoritku ada di Area Kaki Lima Perumahan Taman Duta Cimanggis.

Nasi Rawon (sumber: http://s269.photobucket.com/home/melatimanja)

3. Lontong kikil

Bahan utama makanan ini adalah kikil sehingga ketika dimakan dagingnya kenyal-kenyal empuk. Kuah lontong kikil adalah kaldu dari kikil tersebut, dicampur bumbu dapur atau rempah-rempah lainnya. Makanan ini sangat lezat jika disajikan panas, dicampur jeruk nipis dan sambal sesuai selera. Umumnya lezat jika dikonsumsi pada malam hari, meskipun siang juga enak.  Favoritku ada di belakang hotel Hyatt Surabaya. Di daerah Cimaggis, Depok dulu pernah ada di gas alam, namun mungkin pangsa pasarnya sedikit maka akhirya tutup. Jika kangen dengan lontong kikil ini maka aku akan pergi ke Kantor Pos depan Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan.

Lontong Kikil

4. Sate Klopo

Sate ini berbeda dengan sate yang lain, biasanya sate menggunakan daging ayam tapi sate klopo ini menggunakan daging sapi yang sudah dibumbui dengan bumbu kuning kunyit dan dilumuri dengan parutan kelapa halus. Sate ini kemudian dibakar dan disajikan dengan bumbu kacang, kecap manis dan nasi putih atau lontong. Pedagang sate klopo ini banyak bertebaran di berbagai penjuru kota Surabaya, namun yang terkenal ada di Jl. Walikota Mustajab atau dikenal Odomohen. Di Jakarta atau Depok jarang sekali ada sate ini, terakhir aku lihat ada di Jalan Raya Serpong, Tangerag, tapi itu kan jauhhh dari rumahku di Depok. Ada yang tahu gak di Jakarta Selatan atau Depok?

Sate Klopo

5. Krengsengan

Krengsengan adalah masakan yang biasanya terbuat dari daging kambing atau sapi yang dipotong kecil (2X2 cm), yang diberi bumbu rempah-rempah ditambah dengan kecap manis pada saat memasaknya, sehingga tidak banyak berkuah dan berwarna gelap, hitam, atau coklat tua, ada juga yang dicampur dengan bagian jeroan kambing atau sapi. Biasanya diiringi dengan nasi putih ketika memakannya. Banyak ditemukan di warung-warung di berbagai pelosok Surabaya. Favoritku ada di Warung Ijo deket kampusku dulu UPN Gunung Anyar. Kalau yang satu ini dapat digantikan dengan semur daging buatan istriku saja.

Nasi Krengsengan Gubeng Pojok (sumber: gaphebercerita.blogspot.com)

6. Soto Ayam

Dikenal dengan nama soto ayam Lamongan, sangat mudah ditemui di Surabaya, mulai dari yang berkelas sampai yang kaki lima. Cita rasa orang berbeda-beda tergantung pengolahan dan komposisi bumbu, ada yang suka bening ada yang suka yang warna kuning kunyit. Soto ini terdiri dari nasi putih, irisan daging ayam, dan tentunya kuah kuning bening yang terbuat dari kaldu ayam. Soto ini memiliki cita rasa yang gurih dengan rasa ayam yang dominan. Ditambah dengan sedikit kecap manis, sambal, jeruk nipis, seledri iris, soun, bubuk bawang putih goreng atau bubuk krupuk udang (poyah/koya). Soto ini dapat dipadukan dengan ati ampela ayam dan ceker ayam. Soto ayam yang enak di Surabaya sangat banyak, favoritku sih di Kalibokor. Di Depok atau Jakarta sudah banyak pedagang yang menjual soto ayam ini dengan judul Soto Ayam Surabaya atau Soto Ayam Lamongan. Jadi gak khawatir kalau kangen.

Soto Ayam (sumber: agung-gunnerlamania.blogspot.com)

7. Lontong Kupang

Lontong Kupang ini merupakan makanan  yang menggunakan “Kupang” yaitu kerang putih yang bentuknya kecil, nama latinnya Corbula Faba Hinds, kerang ini banyak ditemukan di pantai Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Lontong kupang dibalur dengan petis dan campuran kuah rebusan kupang dan cabai. Di dampingi dengan sate kerang menambah lezatnya makanan ini.

Biasanya pelahap lontong kupang ini diiringi dengan minuman es kelapa muda. Air kelapa ini berfungsi menetralkan mabuk kupang bagi yang tak biasa makan kupang atau yang alergi makanan laut. Mabuk kupang biasanya seperti reaksi alergi yaitu gatal-gatal sampai kepala pusing. Umumnya orang yang bukan dari Jawa Timur biasanya tidak menyukai makanan ini, mungkin saja tidak biasa dan geli melihat kerang kecil-kecil warna putih, licin dan berbau amis. Padahal bagiku ini makanan yang lezat.

Alangkah kreatifnya pembuat lontong kupang yang pertama ya. Kerang kecil dijadikan makanan di Surabaya, sangat banyak ditemukan di kota Surabaya dan kota-kota di Jawa Timur terutama pesisir pantai, namun jarang ditemukan pedagang lontong kupang di Jakarta. Yang aku tahu ada di Kantor Pos depan Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan. Dari hasil penelusuran di mbah Gugle ada yang bilang lontong kupang ada di sini.

Lontong Kupang (sumber: naelarahmatikamusfiroh.wordpress.com)

8. Nasi Bebek

Ini dia menu favorit kebanyakan orang Surabaya, buktinya di seluruh penjuru Surabaya dapat ditemui dengan mudah pedagang nasi bebek. Entah itu bebeknya di goreng atau di bakar. Umumnya sih di goreng. Sajian nasi putih dan potongan bebek goreng dengan sambal lalapan yang pedas mampu menampol perut pelahapnya, semakin pedas semakin lezat. Banyak warung yang menyajikan makanan ini yang terkenal di Surabaya. Banyak pilihan kan. Favoritku di Surabaya adalah Bebek Kayu Tangan. Kalau di Depok ada Bebek Ireng Cak Baz di Jalan Margonda.

Nasi Bebek Kayu Tangan (sumber: i754.photobucket.com)

B. Makanan dari Tumbuh-Tumbuhan

1. Semanggi

Semanggi adalah termasuk tumbuhan paku-pakuan (Marsilea crenata). Makanan ini konon sudah hampir punah karena semangginya sendiri sulit ditemui di Surabaya, para pedagang semanggi mendapatkan stok semanggi dari distributor pembudidaya semanggi dari daerah Mojokerto. Pedagang semanggi tradisional biasanya adalah ibu paruh baya yang berdagang keliling dengan berjalan sambil mengangkut keranjang besar di punggung dan keranjang kecil berisi krupuk puli di kepala. Pedagang keliling semanggi ini biasanya berasal dari Benowo, Surabaya Barat namun menyebar berdagang ke berbagai pelosok Surabaya, termasuk ke tempat tinggalku di Ngagel Jaya. Seporsi seharga Rp 8000.

Semanggi yang dijual ini adalah daun yang telah direbus, disiram dengan bumbu yang terbuat dari ubi jalar (Ipomoea batatas) yang direbus dan dicampur gula merah, garam, terasi, petis udang, sedikit kacang tanah, dan cabai.

Semanggi disajikan tanpa menggunakan nasi, hanya daun semanggi dan bumbu yang disajikan di dalam pincuk daun pisang. Untuk memakannya, kita menggunakan kerupuk puli tadi sebagai sendok. Jadi memakan semangginya dengan cara mencolek krupuk ke dalam semanggi. Benar-benar alami bukan? Tidak pakai sterifoam, tidak pake plastik.

Semanggi

2. Gado-Gado

Gado-gado adalah salah satu makanan yang berasal dari Indonesia yang berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburkan bawang goreng. Sedikit emping goreng atau kerupuk juga ditambahkan. Gado-gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu kacang, tapi juga dapat dimakan beserta nasi putih atau kadang-kadang juga disajikan dengan lontong .

Gado-Gado Surabaya agak sedikit berbeda karena bumbu gado-gadonya sudah jadi tinggal disiramkan ke sajian (di Jakarta disebut dengan gado-gado siram) dan tekstur bumbu lebih halus dan rasanya agak manis sedikit dibandingkan gado-gado di Jakarta, kemudian biasanya ada irisan telur.

Di Surabaya, aku cuma menunggu pedagang keliling gado-gado dengan rombongnya saja, tidak sampai repot memburu gado-gado. Di Jakarta, biasanya gado-gado Surabaya dinamakan gado-gado siram. Sudah lumayan banyak ditemukan penjualnya di Jakarta.

Gado-Gado Surabaya (sumber: bundanaznin.multiply.com)


3. Lontong Balap

Makanan ini terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap dan sambal. Lontong balap biasanya didominasi oleh tauge.

Lontong Balap Pak Gendut Kranggan

4. Tahu Telur/Tahu Tek/Tahu Gunting sejenis lah.

Tahu Telur/tahu tek/tahu gunting adalah salah satu makanan khas kota Surabaya. Tahu Tek terdiri atas tahu goreng setengah matang yang dipotong kecil-kecil dengan gunting, kentang goreng setengah matang, taoge, dan kerupuk udang. Dinamakan tahu telur apabila ditambahkan telur ayam di adonan tahu goreng setengah matang tadi. Semua tahu, telur, kentang yang digoreng tadi dipotong-potong dengan menggunakan gunting, sehingga ada yang bilang tahu gunting, lalu disiram dengan bumbu yang terbuat dari campuran petis, kacang tanah, cabe dan bawang putih yang sudah diuleg pada saat menunggu proses penggorengan tahu dan kentang. Favorit keluargaku ada di Jalan Kalibokor. Kalau di Jakarta ada di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Tahu Tek (sumber: majalahselera.blogspot.com)

C. Makanan Campuran dari Tumbuh-Tumbuhan dan Hewan

1. Tahu Campur

Tahu campur terdiri dari tahu goreng, perkedel singkong, taoge segar, selada air, mie kuning, daging sapi kenyal atau kikil, dan kerupuk udang. Semua ini kemudian dicampurkan ke bumbu petis udang, bawang goreng dan sambal. Masakan ini banyak dijual di warung kaki lima dengan label “Tahu Campur Lamongan”. (wikipedia.com)

Tahu Campur (sumber: kompasiana.com/cavaleriarusticana)

2. Rujak Cingur

Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan buah-buahan seperti ketimun, bengkuang, pencit, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, dan cingur (bibir sapi) serta sayuran seperti kecambah, kangkung dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan bumbu yang terbuat dari petis udang, air, gula merah, cabai, kacang tanah goreng, bawang putih goreng, garam dan irisan tipis-tipis pisang pisang klutuk yang diuleg terlebih dahulu sebelum dicampur. Di Jakarta, rujak cingur favoritku ada di Cijantung. Di Depok di jalan Margonda dekat kampus Gunadarma.

Rujak Cingur (sumber: inforesep.com)

Kira-kira ada yang terlewat gak ya… rasanya sih itu makanan yang aku kenal dari aku kecil.

Categories: Jalan-Jalan, Wisata Kuliner | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Makanan di Surabaya

  1. Hem Lapar

  2. mau kasih tau, kalau di Surabaya jangan lupa mampir sedikit ke pulau madura, ga jauh dari jembatan suramadu, ada namanya Bebek Sinjay, makyus punya 🙂

  3. ina

    wahhh enak bangettttttt kayaknya mau dooooonggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: