“Susahnya jadi Guru” VS “Mudahnya jadi Guru”

Karena tawuran antara murid dengan wartawan, guru lagi-lagi disorot kinerjanya. Pertanyaan klise untuk guru “Gimana sih gak bisa mendidik dengan benar’, “Gimana nih kok gak bisa mendisiplinkan muridnya”. Coreng moreng lagi muka guru. Apes bener guru. Sebenarnya banyak orang sukses, banyak juara, banyaklah pokoknya prestasi pelajar di negara ini karena jasa guru. Benarlah pepatah “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”.

Sebenarnya jadi guru itu gampang atau susah sih? Yah kalo boleh iseng-iseng ya, aku masukkan kata “susahnya jadi guru” di mesin pencari google, maka didapatkan 200 link dengan artikel blog mengenai segala curhatan guru yang berhubungan dengan “susahnya jadi guru”. Kemudian ketika aku masukkan kata “Mudahnya jadi guru” maka muncul 11 link saja. Iseng-iseng lagi aku masukkan kata “bahagianya menjadi guru” maka hanya ada 25 link mengenai itu.

Apakah dari hasil pencarian Google tadi dapat ditarik kesimpulan bahwa jadi untuk menjadi guru itu susah? Mmmm hanya bisa dijawab oleh seorang guru itu sendiri. Kalo jawabanku sih… ‘Sssst!!! Susah”. Dituntut sempurna dan sabar padahal kami juga manusia. Kalo ditanya “‘Bahagia gak sih jadi guru?”. Kalau mau tahu banget, ya jadilah guru dulu ya baru bisa menilai kami kaum guru. Jangan katanya-katanya. Hehehehe peace…

miss u guys

Categories: Curhat, Hari ini aku belajar... | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on ““Susahnya jadi Guru” VS “Mudahnya jadi Guru”

  1. Memang Pak, lebih mudah mencari dan menuding kesalahan dibandingkan melihat dari sisi kebaikannya.

    Memang tak setiap orang berkesempatan untuk merasakan jadi guru, namun menurut saya yang awam ini, menghadapi permasalahan seperti ini ada dua langkah yang bisa kita lakukan, dari posisi kita sebagai guru dan bukan guru.

    1. Untuk yang bukan guru, jangan langsung menuding kesalahan itu akibat guru. Yah, logika sederhana saja, satu kelas berisi puluhan siswa dengan waktu bertatap muka beberapa jam seminggu jelas kurang efektif untuk dapat maksimal memberikan pendidikan pada siswa.

    Yang bisa kita lakukan sebagai bukan guru adalah turut membantu pendidikan khususnya pendidikan moral dan akhlak. Yang paling mudah, kita memberi contoh dengan sikap kita sendiri. Harus baik. Sebab kita ini sebagai yang lebih tua adalah panutan siswa bukan?

    2. Untuk para guru, memang perilaku anak-anak dewasa ini jelas berbeda dengan perilaku anak-anak di masa dahulu. Karenanya mungkin perlu penanganan khusus, cara mendidik yang lebih spesifik, agar moral dan akhlak siswa dapat dibina secara maksimal. Untuk itu, saya percaya kok, para guru tak kan pernah berhenti belajar untuk meningkatkan kualitas diri demi memberikan yang terbaik bagi para siswa. Saya hanya ingin berpesan bahwa guru itu ya… harus senantiasa sabar ya. 🙂

    Demikian Pak Hari. Salam dari saya, Wijna, dahulu murid SMU Al-Izhar angkatan 7. 🙂

    • Halo Wijna apakabar waktu dirimu kelas 3 saya mengajar angkatan 8 di kelas 2. Saya setuju dengan pendapatmu no 1 dan no 2. Kami tak punya apa-apa lagi kecuali sabar… hanya itu yang kami punya. Terima kasih atas dukungannya ya. 🙂

  2. ian

    Ini curhatan pak hari ya pak?
    yang sabar ya pak kalo jadi sorotan
    masih suka jalan – jalan pak? hahahha

    btw, miss angkatan 14 ga pak? hehe

    dari ian (semoga aja masih inget)

    • Hai ian masih ingetlah ada dua ian. Ian yang jago taekwondo dan ian yang di ITB. Ini ian yang jago taekwondo kan. Apalagi yang kami miliki kecuali sabar. Yah rasanya baru kemarin kalian angkatan 14 kelas X eh sekarang uda pada kuliah.. roda waktu berputar cepat sedangkan kami masihhhh saja disini tak kemana-mana. Saya masih belum jalan-jalan lagi, mungkin dalam waktu dekat ini.. Mohon doanya saja. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: