Berpetualang di Rumah Perubahan

Hari ini petualanganku berhenti di sebuah rumah, di perkampungan dengan alam yang asri, hutan kecil, kawasan kolam dan persawahan, yang bernama Rumah Perubahan. Permohonanku untuk mengikuti pelatihan guru menulis telah direspon oleh atasanku dengan mengijinkanku untuk pergi. Demikian juga dari panitia penyelenggara yang juga berkenan menerima permohonanku.

Berangkat dari rumah pada pukul enam lewat lima, dengan menggunakan motor berzig-zag menerobos kemacetan hari senin di Jakarta selama tiga puluh menit akhirnya aku sampai disana. Rupanya letaknya tidak jauh dari Jakarta yang bising dan padat.

Disambut oleh staf yang ramah dan mungilnya dua ekor rusa di halaman membuat hatiku senang dan semakin yakin untuk mengikuti pelatihan ini. Akhirnya aku bisa berjalan-jalan di rumah perubahan, yang selama ini hanya aku dapat lihat di situsnya. Tak jauh beda dengan foto-foto di situs.


Di rumah ini, banyak pepohonan lokal yang masih berdiri tegak. Sebut saja pohon kayu manis, durian, bintaro, mahoni, sawo becik, jati dan banyak pohon lainnya yang tidak dapat kusebutkan satu persatu.


Matahari yang cerah, angin sepoi-sepoi, kupu-kupu menari-nari mengiringi langkahku dan langkah rekan-rekan guru lain untuk menyusur pematang sawah dan kolam seluas empat hektar ini. Kami didampingi oleh bapak Robby, seorang staf dari Rumah Perubahan, menjelaskan kami mengenai kawasan ini. Ada beberapa zonasi di rumah ini, organic zone, biawak zone, dan mint zone. Sampai pada saatnya kami dipertemukan kepada bapak Sofyan, seorang penduduk setempat yang sedang magang di bagian kolam.

Bapak Sofyan dengan malu-malu menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh rekan-rekan guru, mulai dari detil teknis tentang kolam ikan sampai peraturan lomba memancing ala Galatama dengan baik sekali. Pengetahuannya tentang perikanan cukup baik sehingga dipercaya mendampingi bapak Satem dalam mengelola kolam ikan tersebut.


Dialog yang berjalan menarik membuat waktu berjalan dengan cepat sampai bapak Robby mengingatkan kami bahwa waktu untuk berdialog telah lewat. Kami menyusur kembali pematang kolam dan sawah menuju ke gedung Recode DNA, tempat kami berkumpul dan berlatih menulis.

Meskipun hanya sesaat berpetualang, namun sensasi kembali ke alam inilah yang membuat energi positifku kembali ke titik penuh sehingga semangat untuk menuntut ilmu menjadi membara.

Advertisements
Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan | Tags: , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Berpetualang di Rumah Perubahan

  1. Rumah perubahan? Transformation house? Oh kalau gak blog walking aku gak tahu tempat seperti ini Mas. Ide rumah perubahan ini sangat menarik. Selamat atas pelatihan penulisannya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: