Selamat naik motor

Betapa miris melihat banyaknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara motor di Jakarta dan sekitarnya. Dari situs rimanews.com, sejak awal Januari hingga Juni 2011 jumlah kecelakaan sepeda motor mencapai 3.133 kasus.  Banyaknya kasus kecelakaan pengendara sepeda motor tersebut memperlihatkan bahwa kesadaran berkendara dengan aman masih belum disadari penuh oleh pengendara motor.

Berkendara tidak saja membutuhkan ketrampilan mengendarai motor, tapi juga harus disertai dengan kesadaran bahwa bahaya kecelakaan selalu mengintai. Dalam rangka meminimalisir jumlah kecelakaan maka pengendara motor harus mengetahui teknik berkendara dengan aman atau istilah kerennya adalah safety riding.

Dalam berpakaian, sebaiknya memakai baju dan celana lengan panjang karena dapat meringankan resiko luka gores di tangan dan kaki yang didapat. Dengan menggunakan baju dan celana panjang membuat badan pengendara tetap hangat dan lebih berkonsentrasi.

Tidak disarankan menggunakan celana pendek dan baju berlengan pendek meskipun lebih nyaman dan sejuk digunakan. Sejuk itu didapat karena angin berhembus ke pori-pori kulit dan mendinginkan badan. Badan menghabiskan banyak energi untuk menghangatkan badan. Banyaknya energi yang dihabiskan akan mengakibatkan keletihan yang dapat menurunkan konsentrasi pengendara.

Sepatu tertutup dan sarung tangan merupakan perlengkapan yang sebaiknya digunakan karena sama seperti pakaian berlengan panjang dapat meringankan resiko luka yang terjadi

Mengenai helm yang dipakai, sebaiknya helm yang digunakan adalah helm yang kuat sesuai standar sehingga benar-benar dapat melindungi kepala dari benturan. Helm yang baik adalah helm yang memiliki kerangka luar yang kuat dan keras dan bagian dalam dilapisi oleh busa polystream. Helm yang baik bukan saja melindungi kepala namun juga harus melindungi otak kita karena otak kita adalah salah satu organ lunak yang vital.

Helm yang pernah terbentur hebat karena kecelakaan maka tidak layak lagi untuk digunakan. Hal ini diakibatkan karena busa polystream yang melapisi bagian dalam sudah berubah strukturnya. Satu hal yang penting lainnya dalam menggunakan helm adalah memasang tali helm dengan benar.

Sebelum berangkat, pengendara motor sebaiknya memeriksa kondisi sepeda motor seperti keefektifan rem, isi bensin di tangki, cek oli, spion, roda depan dan belakang, lampu depan, dan lampu sign. Setelah pemeriksaan awal selesai maka sebaiknya mesin motor dipanaskan terlebih dahulu. Pemeriksaan berkala secara rutin juga harus dilakukan oleh juru reparasi yang ahli di bengkel motor resmi.

Sikap duduk juga perlu diperhatikan. Duduklah di atas motor dengan setengah badan bagian atas tegak lurus lalu pegang handle grip. Pastikan badan nyaman bergerak bebas ketika membelokkan stang, rapatkan kedua lutut dan ujung kaki menghadap ke depan, punggung rileks, pandangan mata selalu ke depan.

Tak kalah penting juga yang perlu diperhatikan adalah teknik pengereman. Ketika akan mengerem maka grip gas harus dinormalkan lalu menarik tuas rem. Perlu diingat untuk kendaraan manual rem tangan kanan untuk mengerem ban depan. Untuk kendaraan otomatik rem tangan kiri untuk mengerem ban belakang.

Teknik mengerem yang baik adalah mengerem ban depan terlebih dahulu disusul dengan mengerem belakang. Mengapa mengerem ban depan terlebih dahulu? Jawabannya adalah ketika ada daya inersia antara motor dan pengendara maka menyebabkan berat berpindah ke depan dan menurunkan suspensi bagian depan. Turunnya berat belakang harus diimbangi dengan rem depan dan ketika daya inersia berkurang maka diimbangi dengan rem belakang. Itulah sebabnya sebaiknya mengerem ban depan lalu disusul rem ban belakang. Teknik pengereman ini memperpendek jarak pengereman sehingga resiko tabrakan dapat dikurangi. Untuk pengereman di jalan licin, grip gas harus terlebih dahulu dikurangi baru dilakukan teknik pengereman sebagaimana di atas.

Jarak dengan kendaraan depan juga perlu diwaspadai. Cara menghitung jarak yang aman adalah dengan mengurangi kecepatan dengan 15. Contoh: Kita memacu kendaraan dengan kecepatan 60 km/jam maka jarak aman dengan kendaraan di depan kita adalah 60-15 = 40 m. Untuk kecepatan di atas 60 km/jam maka sebaiknya jarak aman sama dengan kecepatan motor itu sendiri. Contoh: Untuk kecepatan 80 km/jam maka jarak amannya adalah 80 meter. Ingat semakin cepat maka resiko cedera semakin besar, hal ini sesuai dengan hukum momentum dan aksi reaksi di fisika yang pernah kita pelajari di sekolah. Semakin cepat daya tabraknya semakin tinggi. Reaksi pengereman tergantung kondisi fisik dan umur pengendara. Oleh karena itu lebih baik berhati-hati dalam mengendarai motor apabila dalam keadaan lelah.

Ingatlah bahwa kesadaran bahaya, keamanan dalam kecepatan dan jarak aman adalah prinsip utama dalam keselamatan dalam berkendara. Jangan pernah lupa untuk menoleh kiri kanan, jangan lupa menyalakan lampu sign, jangan lupa untuk memperlambat kendaraan di tikungan, jangan lupa memperhatikan rambu-rambu dan harus tetap memperhatikan peruntukan sepeda motor yaitu tidak mengangkut barang atau muatan melebihi kapasitas motor. Terakhir, jangan pernah sekali-kali mengendari motor sambil emosi, mabuk, dan menggunakan telepon seluler atau mengetik sms.

Sumber: Video Yamaha Safe Riding Science

Advertisements
Categories: Hari ini aku belajar... | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: