Guru, berubah yuk!

Kenapa harus berubah? Karena hidup adalah perubahan, mulai dari kecil hingga dewasa, kita berubah. Begitu juga dengan profesi guru di abad 21 ini. Guru sudah bukan lagi seseorang yang harus tahu segalanya. Ilmu semakin luas sedangkan guru juga merupakan manusia yang memiliki keterbatasan. Kadang murid kita pun lebih tahu dan memiliki wawasan yang lebih dibandingkan gurunya.

Guru di abad 21 ini lebih berperan sebagai fasilitator dan sumber pemancing keingintahuan muridnya serta mengarahkan muridnya untuk mendapat pengetahuan yang lebih. Kompetensi guru dalam bidang ajarnya mutlak dibutuhkan, karena itulah keahlian sebagai guru. Beberapa ketrampilan yang perlu ditingkatkan akan diurai pada paragraf berikut.

Ketrampilan yang harus dimiliki oleh para guru pada abad modern ini adalah ketrampilan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ketrampilan ini mutlak dimiliki, karena dalam abad digital ini, TIK memang dibutuhkan, minimal untuk memenuhi administrasi pembelajaran. Lebih bagus lagi apabila TIK ini dimanfaatkan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Saya sendiri memaksimalkan penggunaan TIK, contohnya adalah kuis Who Wants to be a Millionaire (Baca artikel Belajar Menyenangkan: Kuis Who Wants to be A Millionaire), sebuah simulasi kuis yang pertanyaannya seputar pelajaran yang saya ajar. Hasilnya murid-murid lebih antusias dalam belajar dan meningkatkan pemahaman. Guru juga harus mampu menyaring informasi mana yang benar dan yang tidak benar. Abad ke-21 ini adalah abad banjir informasi (Baca artikel Abad Banjir Informasil). Tidak semua informasi harus dipercaya namun harus diseleksi dan diolah sesuai dengan tuntutan ilmu. Banyak sekali informasi yang sifatnya hoax. Memang berat untuk menyeleksi namun menyebarkan informasi yang tidak benar pun juga tidak baik. Membuat laporan kini sudah paperless. Dengan TIK semuanya menjadi lebih mudah, laporan dapat dikirim ke e-mail guru.Atau murid bisa mengunduh materi pelajaran di blog gurunya seperti blog ini :).

Salah satu contoh penggunaan TIK dalam KBM

Ketrampilan yang berikut adalah ketrampilan berkomunikasi. Tentu saja karena kita menghadapi manusia sebagai murid-murid kita. Komunikasi yang baik sangat dibutuhkan untuk dapat mengajar dengan baik. Menghadapi berbagai situasi kondisi kelas memerlukan ketrampilan berkomunikasi dengan baik. Terutama kesabaran, inilah kunci penting dalam berkomunikasi. Namanya juga murid yang notabene masih belum dewasa, kita harus sabar dalam menghadapinya tanpa mengurangi ketegasan dan kewibawaan kita sebagai guru. Berkomunikasi secara lisan pasti menggunakan bahasa. Saya menganjurkan Anda untuk belajar bahasa Internasional, minimal bahasa Inggris. Dengan ketrampilan berkomunikasi dengan bahasa Internasional, tidak hanya berbicara, jika Anda sudah dapat memukau hadirin maka Anda sebagai guru sudah memiliki nilai lebih.

Penulis berbicara di sebuah forum di Carnegie Mellon University, Pittsburgh, AS

Penulis berbicara di depan forum guru-guru ASP-UNESCO se Asia Pacific di Korea Selatan

Dua ketrampilan diatas memang penting, namun ada dua hal utama lagi yang harus dimiliki oleh guru, yaitu open mindset dan kepercayaan diri. Tidak semua guru di Indonesia ini memiliki open mindset. Kebanyakan mereka sudah merasa nyaman, dan tidak perlu untuk belajar lagi. Guru yang memiliki open mindset akan terus haus ilmu dan ingin belajar lebih banyak hal. Semakin dia belajar semakin dia tahu bahwa dia tidak tahu mengenai banyak hal. Hanya guru yang open mindset-lah yang akan terus berubah menyesuaikan tuntutan jaman. Lebih adaptif terhadap perubahan yang ada.

Ciri-ciri otak kita yang sudah open mindset adalah:

  1. Senang terhadap tantangan, jika ada tantangan maka akan dihadapi.
  2. Senang menerima kritik dan saran, itu adalah tip gratis dari konsultan gratis. Lebih baik banyak kesalahan dan segera memperbaiki kesalahan itu.
  3. Senang belajar, belajar apa saja dan mau berkembang dan meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya.
  4. Tidak cepat puas, berkaitan dengan haus akan ilmu dan terus mau belajar dan berkembang.

Kepercayaan diri, menjadi guru memang harus percaya diri, minimal di depan murid-muridnya. Namun jaman sekarang adalah jaman globalisasi. Guru seharusnya tidak hanya saja berada di kelas sepanjang hidupnya. Guru jaman sekarang sudah memiliki kesempatan tampil di depan publik. Untuk itu harus memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan publik,baik nasional maupun internasional.Ada yang menyamakan antara percaya diri dengan narsis. Jelas bedalah, Anda jangan takut dikritik sebagai orang yang narsis. Bisa jadi itu adalah kritik atau pengingat untuk Anda dan janganlah itu membuat Anda menjadi minder. Tetaplah percaya diri dan rendah hati.

Kemampuan guru sekarang tidak kalah loh dibandingkan guru-guru dari negara lain. Saya pernah mendapatkan pujian dari guru negara lain mengenai kemampuan TIK dan kepercayaan diri saya. Jangan pernah untuk tidak percaya diri. Untuk memperkuat kepercayaan diri, maka saya menganjurkan untuk memperbanyak persiapan apabila Anda seorang guru ditunjuk untuk berbicara di forum nasional maupun internasional. Lebih baik mandi keringat saat latihan daripada mandi darah di medan. Persiapan yang saya maksud adalah persiapan presentasi, menerima segala kritik dan masukan yang ada, dan mau belajar dari kesalahan.

Nah tidak sulit kok untuk berubah, yang penting mulai saat sekarang juga, tak ada kata terlambat untuk memulai. Guru, berubah yuk.

Advertisements
Categories: Seri Teacher Transform!!! | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: