Tragedi Negara Miskin: Kasus BBB

Tulisan ini aku buat karena terenyuh melihat berita mengenai rusuhnya acara penjualan Blackberry diskon 50% di Pacific Place hari ini Jumat tanggal 25 November 2011.

Gilaaa, begitu ucapku dalam hati ketika membaca berita penjualan Blackberry Bellagio yang rusuh. Massa yang semakin tidak terkendali membuat polisi dan panita diskon BlackBerry Bellagio memutuskan untuk menutup loket. Antrian ini sudah hadir sejak Kamis siang, sehari sebelum acara diskon digelar. Bisa dibayangkan berapa ribu antriannya dari Kamis siang sampai Jumat pagi. Padahal stok yang disediakan penyelenggara cuma 1.000 unit. Itupun pembeli harus menggunakan kartu kredit, dan satu pembeli hanya bisa membeli satu unit.

sumber: detik.com

Gilaaa, nafsu konsumtif masyarakat kita, gak bisa di nalar. Cenderung emosional dalam membuat keputusan untuk memilih dan membeli suatu produk yang bernama BBB itu. Hadowww. Apa hanya karena mendengar diskon 50%, terus dipikir jadi murah. Penjualan 1000 unit dengan menggunakan kartu kredit sama saja menambah 1000 hutang baru. Masyarakat sudah lupa dengan kasus yang berhubungan dengan debt collector salah satu penyedia kartu kredit beberapa bulan yang lalu. Benar juga yang di katakan oleh Handi Irawan, seorang konsultan pemasaran, yakni konsumen Indonesia cenderung memiliki short-term memory yang lebih dominan. Beliau mengatakan hal ini merupakan gabungan antara tingkat pendidikan dan kelas sosial yang lebih rendah, budaya dan norma serta pengaruh sistem-sistem yang ada dalam masyarakat. Halah, begitu ditagih ama debt collector aja udah mewek. Gak mikir ke depan, yang penting gengsi, BBB sudah ditangan dan bisa dipamerkan segera.

Gilaaa, penjualan itu dilakukan pada hari kerja, coba deh berapa banyak karyawan ijin di hari itu untuk tidak masuk kerja. Artinya sebagian besar dari ribuan orang itu gak kerja hanya cuma ingin membeli BBB dengan cara berhutang via kartu kredit.

Gilaaa, ada berapa kata gila yang udah aku ucapkan. Hari Jumat bukannya ibadah sholat Jumat, malah berdiri ngantri untuk BBB. Mengaku agamis tapi rela meninggalkan ibadah sholat Jumat untuk ngantri BBB. Coba lihat, siapa Tuhannya sekarang? Perilaku orang negeri berkembang, gak bisa bikin teknologi sendiri, maka pakai teknologi orang dari negeri maju agar dibilang negara (sok) maju. Pengalamanku berkelana di Eropa dan Amerika Serikat, gak banyak orang yang memakai Blackberry loh. Coba lihat data dibawah ini.

Kebanyakan mereka memakai ponsel yang berbasis iOS, Symbian dan Android. Tak jarang orang-orang disana masih pakai hape yang jadul. Aku kenal guru dari Finlandia dan Irlandia yang masih memakai hape Nokia jadul, demikian juga dengan siswanya memakai hape nokia jadul yang sama  kupunyai. Bukan berarti mereka miskin loh. Sebagai catatan mereka sudah berkelana keliling dunia loh. Beberapa mahasiswanya ada yang pake Samsung, iPhone dsb. Berdasarkan pengamatanku BB sering dipakai oleh pengusaha. Nah di kita, bocah SD aja sudah punya BB. Yah mungkin bocah SD itu anak pengusaha kali.

Cobalah berpikir waras sedikit dong, sabar dikit dong, 2-3 tahun lagi harganya juga turun, dan dua juta rupiah x 1000 unit = Rp 2.000.000.000. Diminta amal aja pelitnya minta ampun. Acara amal aja bisa jadi gagal ngumpulin uang sebesar itu. Yah sudahlah. Malu lah dilihat dunia, kemiskinan masih merajalela, tapi smartphone harga 2 juta diantri. Lihat tuh kerusuhan di Batam kemarin, buruh menuntut kenaikan upah minimum dari Rp 1,2 juta per bulan naik menjadi Rp 1,7 juta per bulan. BBB hampir sama dengan upah buruh sebulan di Batam. Bener-bener gak empati. Ternyata yang hedon gak pejabatnya ajah, ternyata….

 

Advertisements
Categories: Curhat | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: