Berbuat Lebih

Tahun lalu, tepatnya pada tanggal 1 Desember 2011, saya mendapat kesempatan untuk hadir di acara dadakan Kick Andy di Teater Kecil Al Izhar. Bung Andy memutar video dan membahas perjuangan guru-guru di daerah pedalaman mulai dari Sumatera Selatan s.d Papua. Intinya banyak guru yang tidak mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana tapi mereka mauberbuat lebih untuk mendidik anak-anak bangsa dengan ikhlas.

Membicarakan berbuat lebih membuat saya teringat akan seseorang pernah mengatakan itu sewaktu saya bertemu dengannya di Paris beberapa tahun yang lalu. Dia mengatakan hal itu saat dia mengajak saya untuk makan siang di Restoran Indonesia, Djakarta yang terletak di Rue Vauvilliers. Dia dapat dikatakan seorang pengusaha sukses yang mengawali karirnya dari buruh. Meskipun dia seorang pengusaha sukses tapi cara berpakaiannya dan penampilannya tidak seperti orang kaya. Dia sangat sederhana sekali. Kami tak sengaja bertemu di jalan menuju ke restoran tersebut. Biasalah kalau berjalan di negeri orang kemudian melihat wajah Asia pastilah bertanya dari mana asalnya, kebetulan dia mengajakku makan siang. Untungnya restoran itu tidak jauh dari tempat kami bertemu.

Singkat saja, kami makan siang, dia menceritakan pengalaman hidupnya kepada saya. Menarik sekali paparan ceritanya bak petualangan hidup di sebuah novel, naik turun, suka duka, dan beberapa pengalaman yang dapat saya ambil. Dia bilang, setiap pagi dia selalu berdoa dan bersyukur pada Tuhan apapun yang telah dan yang akan terjadi pada dirinya dan senantiasa meminta bimbingan dalam perjalanan hidupnya.

Dia juga bilang, jika kau memiliki keinginan yang bulat, maka apapun yang kau lakukan tak akan menghentikanmu untuk meraihnya. Wow… begitu dalam kata-katanya sehingga membuat hati saya bergetar.

Saya segera mencari secarik kertas dan pulpen, untuk mencatat kata-katanya. Dia kemudian mengatakan lagi, orang yang bisa segera mengambil keputusan biasanya memiliki kemampuan untuk bekerja dengan tujuan pasti dalam situasi yang berbeda-beda. Oleh kemampuannya itulah dia akhirnya dipercaya oleh bosnya sehingga dia beranjak mendapatkan kenaikan pangkat.

Menarik sekali yang dia katakan, sambil menyeruput soto ayam seharga 10 Euro itu saya mencatat tiap kata-katanya yang penuh makna. Nah ada kata darinya yang saya anggap begitu menginspirasi,sebagian besar orang yang sukses adalah mereka yang memiliki kebiasaan untuk lebih banyak beramal daripada mendapat bayaran dari pekerjaannya.

Ada kata lagi darinya, jadilah seorang pemimpi, jangan kecil hati ketika rekan, saudaramu mengatakan kau gila atau tukang ngayal, karena para pemimpilah yang menjadi pendahulu segala kemajuan yang dicapai manusia. Tapi pastikan mimpi itu kau dukung dengan tindakan dengan tujuan yang pasti.Saya langsung teringat mimpi manusia menapakkan kaki di bulan dan ternyata terwujud, dan banyak mimpi lain yang terwujud.

Tapi ada kata-kata yang dia tekankan kepada saya, prinsip penting untuk mencapai sukses adalah kesedian berbuat lebih dengan sikap mental yang positip. Katanya lagi, prinsip itu bukan ciptaan manusia dan itu adalah bagian dari alam semesta. Alam semesta tidak menyukai kebiasaan yang lazim dilakukan sebagian orang yakni ingin memperoleh sesuatu tanpa melakukan apapun.

Lanjutnya, keistimewaan berbuat lebih itu adalah membuat orang memiliki kesan baik, membuat seseorang menjadi berharga sehingga memungkinkan ia memperoleh imbalan di atas rata-rata,

menghindarkan dari kemungkinan menjadi pengangguran, dan imbalan berbuat lebih adalah kompensasi yang tidak lazim dan tidak disangka-sangka. Biarkan Tuhan yang membayarmu. Semakin pembayaran itu ditunda maka semakin baik untukmu. Ingat,sikap mental positif inilah yang menarik kesuksesan karena itu adalah alam bawah sadarmu.

Tak terasa, soto ayam saya telah habis, tinggal yang tersisa es air putih di gelas saya sambil menulis. Si Bapak juga telah menghabiskan nasi rendang dagingnya. Sambil dia meminta bill dari pelayan,

rupanya dia membayari makanan saya, Alhamdulillah, terima kasih ya pak, dia mengucapkan kata-katanya sebelum kami berpisah. “Mas Hari, janganlah kamu mencegah diri untuk berbuat lebih dan memberi pelayanan terbaik, balasannya akan berlebih-lebih besar daripada yang kamu perbuat..percayalah!”

Saya bertanya padanya, “Pak, apa yang bapak lakukan jika bapak jatuh atau gagal?”

Dia menjawab, “Mas Hari..setiap kemalangan, kegagalan, rasa sakit membawa benih keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar, maka bangkitlah dari keterpurukan…percayalah mas. Gusti Allah ora sare“

Tak terasa kami sudah ngobrol selama 1 jam lebih, tentunya dia harus segera beranjak dari restoran untuk melanjutkan aktivitas bisnisnya. Saya berterima kasih atas semua kata-kata bijaknya dan tentunya sudah di traktir makan siang..hehehehe. Akhirnya kami bertukar kartu nama dan berpisah ke arah yang berbeda. Terima kasih pak.

Paris, beberapa tahun yang lalu.

 

Advertisements
Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Keliling Dunia | Tags: , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Berbuat Lebih

  1. Sebuah keberuntungan bertemu dengan orang seperti itu ya Pak. Ujarannya membakar dan semangat berbagi dalam ucapannya mimicu pemikiran

  2. Ira

    Keren Ri, tulisannya, sangat menginspirasi utk tidak terpuruk dalam kemalangan krn sebenernya di balik setiap kemalangan selalu ada kebaikan..

    btw, jij ke Paris kapan toh?kok aku lali yo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: