Sakit

Beberapa waktu yang lalu seorang senior mengirimkan aku sebuah pesan singkat yang isinya mengatakan aku harus menjaga kesehatan sehingga tetap sehat selalu. Karena aku adalah andalan terdepan. Yup, terima kasih atas perhatiannya.

Btw, ngomong-ngomong sakit, tidak ada salah dengan jatuh sakit, banyak orang merasa salah apabila mereka diserang sakit, karena sakit adalah bagian dari hidup. Banyak juga orang berpikir bahwa sakit itu penghalang cita-cita. Padahal penyakit hadir untuk menjadi guru kita. Jika kita melawan penyakit, kita tidak pernah mempelajari makna terbesar kehidupan. Sakit menunjukkan kepada kita bagaimana menjadi rendah hati dan bagaimana kita bekerja sama dengan kehidupan. Kalau ada orang yang tidak mau sakit bisa jadi orang tersebut selalu berupaya mengendalikan kehidupan sehingga menjadi tinggi hati padahal mereka tidak selalu bisa pegang kendali.

Beberapa tahun yang lalu, ibunda menderita sakit sampai harus dirawat di ICU di salah satu Rumah Sakit di Surabaya, waktu itu aku langsung menuju ke Surabaya, padahal beberapa hari kemudian aku harus menjalani tes penerimaan karyawan di Trans TV. Aku dengan sayangnya menjaga ibunda sambil terus berdoa, hingga aku berdoa semoga penyakit ibunda diangkat dan aku rela diberikan kepadaku.

Ibunda di R. ICU

Alhamdulillah, tak lama kemudian ibunda sembuh. Aku kembali ke Jakarta. Tak lama kemudian, doaku dikabulkan, sebagai ganti kesembuhan Ibunda, akulah yang tergeletak seminggu di rumah sakit karena demam berdarah. Trombositku turun sampai ke angka 15.000. Aku harus ditranfusi trombosit, saat itu sulit sekali trombosit didapatkan karena wabah DBD sedang marak di Jabodetabek. Sampai kakakku di Surabaya mencari kantong darah berisi trombosit di Surabaya dan dititipkan ke penumpang pesawat yang berprofesi sebagai dokter ke Jakarta untuk diambil di Jakarta. Lima kantong ditranfusi ke tubuhku.

Aku tak merasa sakit apapun, hanya merasa mengantuk dan ingin tidur. Padahal istriku mengatakan bahwa tubuhku dingin seperti besi dan banyak mengeluarkan keringat dingin. Mungkin saat itu kondisi kritisku. Yang aku ingat adalah aku terbangun sebentar dan melihat banyak orang mengerumuniku dan ners sambil melakukan tranfusi di bagian kaki kiriku, setelah itu aku tertidur lagi. Hingga beberapa hari kemudian aku terbangun sadar dan benar-benar sadar tentang parahnya sakitku.

Ada yang bisa aku pelajari disana bahwa Allah itu Maha Penyayang, jika berdoa, berdoalah dengan baik. Mohonkanlah kesembuhan bagi seseorang, bukannya penebusan sakit atau penggantian sakit. Karena bisa jadi kau takkan sanggup menerima sakit itu. Dari sakit itu aku juga belajar tentang kerendahan hati penumpang pesawat dokter yang mau membawa kantong darah dari Surabaya ke Jakarta hanya untukku. Siapapun engkau, aku berdoa semoga engkau selalu diberikan welas asih dari Allah SWT. Amin.

Categories: Hari ini aku belajar..., Kisah | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: