Ekspedisi Cikaniki part 2

Hari ke-2 ekspedisi Cikaniki ini diawali dengan shalat Shubuh berjamaah. Pasti dong sebagai muslim. Lalu bersih diri dan sarapan pagi untuk memberi tenaga karena seharian agendanya adalah melakukan penelitian atau observasi di hutan, kebun teh, atau di desa Citalahab.

Sarapan pagi (fotografer: PDK)

Usai sarapan pagi, dilakukan briefing oleh pak Momo, staf TNGHS, mengenai jalur penjelajahan mulai dari kelompok Insecta, Mammalia, Birdwatching, Vegetasi dan Ilmu Sosial. Masing-masing kelompok memiliki jalur yang berbeda. Diingatkan kepada kami untuk memakai baju lengan panjang dan sepatu karena di hutan banyak tumbuhan pulus yang mengandung getah yang dapat menyebabkan kulit menjadi melepuh dan lintah yang siap menempel di kaki dan menghisap darah kita. Kami juga diingatkan untuk patuh kepada pemandu dan diminta untuk mengangkut sampah plastik yang kami temui selama perjalanan.

Briefing oleh pak Momo (fotografer: PEP)

Sinar matahari yang lembut dan hawa dingin masih menyelimuti pagi ini. Begitu segar pagi ini. Kami berharap hujan tidak turun karena dapat mengganggu pengamatan primata dan burung, tapi jika turun hujan ya alhamdulillah, memang ciri khas hutan hujan tropis begitu kan.

Suasana pagi (fotografer: PEP)

Sebelum berangkat, kami berfoto bersama di depan stasiun penelitian Cikaniki dan briefing ulang sebentar.

Memakai sepatu (fotografer: PEP)

Foto bersama (fotografer: PDK)

Briefing ulang per kelompok (fotografer: PEP)

Dan tak lama akhirnya masing-masing kelompok berangkat melalui jalur yang berbeda-beda. Berikut adalah foto-foto pengamatan di dalam hutan, kebun teh dan di desa Citalahab.

Jalur perjalanan kelompok (fotografer: PEP)

Mendengarkan penjelasan pak Momo (fotografer: PEP)

Monumen Canopy Trail (fotografer: PEP)

Foto bersama di Monumen Canopy Trail (fotografer: PDK)

Sayang sekali kami tidak dapat naik ke canopy trail karena sudah rusak beberapa tahun belakangan ini dan sampai sekarang belum juga diperbaiki.

Canopy Trail (fotografer: PEP)

Pelat nama latin tumbuhan (fotografer: PEP)

Papan petunjuk jalan lainnya (fotografer: PEP)

Harendong bulu, tumbuhan berkhasiat antiseptik (fotografer: PEP)

Bunga Puspa, vegetasi asli TNGHS (fotografer: PEP)

Berhati-hati menuruni jalan setapak karena licin (fotografer: PEP)

Menemukan kotoran musang (fotografer: PDK)

Menemukan kotoran macan tutul (fotografer: PDK)

Menemukan jejak penandaan macan tutul berukuran 17 cm x 35 cm (fotografer: PDK)

Istirahat sejenak (fotografer: PDK)

Istirahat sejenak (fotografer: PEP)

Selama beristirahat, pemandu kami menunjukkan batang tumbuhan Begonia dapat dimakan hanya saja rasanya asam seperti belimbing wuluh atau kendondong. Caranya cukup dengan mengupas kulit pada bagian batang, dan begonia pun siap dikonsumsi. Kebanyakan makan begonia menyebabkan nyeri lambung karena asam.

Ditunjukkan cara mengupasnya (fotografer: PDK)

Makan batangnya, asem (fotografer: PDK)

Kemudian perjalanan pun dilanjutkan.

Liken atau lumut kerak (fotografer: PEP)

Jamur (fotografer: PEP)

Paku (fotografer: PEP)

Seru sekali pengamatan yang kami lakukan, banyak pengetahuan yang belum kami tahu dan sekarang jadi tahu.

Seluruh kelompok berkumpul di Curug Macan pada pukul 13.00. Disana kami beristirahat, makan siang, berenang dan diakhiri dengan melakukan pemaknaan seluruh kegiatan yang kami lakukan hari ini.

Curug Macan

Berenang di sungai

Sesi pengambilan foto panorama dengan GigaPan

Action saja, tak ada ikan disana.

Masih main di curug

Para guru pendamping

Pemaknaan kegiatan

Foto bersama di Curug Macan

Kami berada disini kurang lebih 1,5 jam, lalu kami kembali ke base camp untuk beristirahat dan sholat. Aktivitas dilanjutkan dengan pembuatan laporan pengamatan atau penelitian. Presentasi kelompok dilakukan setelah makan malam.

Pembuatan Laporan Kelompok

Presentasi Kelompok

Hasil foto burung

Presentasi kelompok dilombakan, kriteria penilaian berdasarkan penampilan, penguasan materi dan kejelasan informasi yang dipresentasikan. Hasilnya, kelompok Insecta berhasil memenangkan kompetisi ini.

Presentasi dilakukan sampai jam 21.30 malam, rencananya akan dilakukan pengamatan bintang di kebun teh, namun karena hujan gerimis maka acara tersebut diganti dengan istirahat. Alhamdulillah kegiatan hari kedua selesai dan terlaksana dengan aman dan lancar. Keesokan harinya kami akan kembali ke sekolah. Alhamdulillah, semoga kegiatan ini memunculkan penelitian-penelitian lanjutan yang dapat kami bawa ke ajang Indonesian Science Project Olympiad atau lomba-lomba karya ilmiah yang sejenisnya.

Advertisements
Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan | Tags: , , , , , , | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Ekspedisi Cikaniki part 2

  1. Wah seru sekali!! Lagi pengin ke Bodogol, liat foto-foto ini jadi tambah ngiler hehe. Semoga sukses murid-muridnya pak! šŸ˜€

    • Btw ekspedisi ini dilakukan di Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, sedangkan Bodogol itu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Ya kondisinya juga tidak beda jauh sih. Terima kasih. Selamat berpetualang. šŸ˜€

  2. wah ada curugnya juga… saya jadi pingin ke sana >.<

  3. Jack

    om untuk menuju cikaniki, apakah harus mempunnyai surat izin terlebih dahulu??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: