Membunuh Galau (efektif untukku), silahkan coba…

Galau, sebuah kata yang sedang di atas angin, belakangan ini. Artinya bisa bermacam-macam tergantung siapa yang merasakannya entah apa penyebabnya.

Setiap orang pasti pernah galau kan? Termasuk ya yang nulis ini pastinya. Pernah galau karena dilarang pergi ke sana-sini padahal tugas negara. Halah.

Ada triknya untuk membunuh galau.

1. Belajar bahasa asing

Karena belajar bahasa mengaktifkan diri untuk mau menerima hal baru, kosakata baru, kawan bicara baru, lingkungan baru. Apalagi kalau kursus seperti kursus bahasa Perancis, Jerman, wah investasi jangka panjang tuh, bisa dapat beasiswa di sana malahan. Menyulap galau menjadi untung.

2. Pergilah (untuk mencari solusi bukan untuk kabur dari masalah)

Yup, menghilanglah sejenak (maksud aku, pergi ke mana gitu, rekreasi kek, jangan ilang beneran loh), tenangkan pikiran, renungkan apa sih yang di galauin, cari solusinya. Kalau mau curhat ke temen juga oke kok. Meringankan beban, tapi jangan terus-terusan karena bikin beban temenmu. Bosen ceritamu itu itu melulu.

Cuti kantor, libur sekolah, atau pas akhir pekan pergi jauh ke luar kota, ke hutan, ke pantai, ke gunung, ke gua (mau ngapain emang? semedi?), ke luar pulau, atau ke luar negeri kalo ada duitnya. Tapi jangan sampai luar batas. Itu namanya foya-foya bos. Wong cuma buat merenung. Sedikit tip ya, coba ke panti asuhan atau panti jompo istilahnya community service. Dijamin galaumu langsung ilang karena energi kasih sayangmu muncul melebihi rasa galaumu.

3. Lakukan sesuatu

Yah seperti rajin beribadah, berdoa, membaca buku, olahraga, memulai usaha kecil-kecilan, atau bantu-bantu temen yang lagi kesulitan begitu.Itung-itung cari pahala, cari inspirasi, cari renungan juga. Kadang-kadang kita menemukan sesuatu jika kita melakukan sesuatu. Istilan kerennya ACTION.

4. Terapi maaf

Yah maafkan sajalah, Tuhanmu itu sedang mengangkat harkatmu meskipun kamu merasa direndahkan saat ini, maafkan pembuat galaumu. Si pembuat galau itu cuma dapet tugas dari Tuhanmu untuk membuatmu galau, sehingga kamu belajar mengatasi permasalahanmu, lagi pula kayak kamu gak pernah bikin galau orang lain, semisal ortumu, gurumu, saudaramu. Saat itu kamu juga dapet tugas dari Tuhanmu untuk orang yang kamu bikin galau sehingga mereka belajar darimu bagaimana menghadapi masalah yang kamu buat. Ya kan. Jadi sebenarnya kita ya ada andil kan. Maafkan ajalah seperti orang lain yang memaafkan kamu pas menggalaui mereka. Tul gak?

Gini terapinya, sambil merem, sambil duduk santai, sambail nafas pelan, lalu bilang “Tuhan, aku maafkan dia yang membuatku galau, karena aku tahu engkau sedang memberikanku ujian kenaikan tingkat sehingga aku akan lebih baik, aku tahu dia hanya menjalankan tugasMu untuk membuatku galau. Aku tahu kadang aku juga sering Engkau beri tugas untuk membuat galau orang lain dalam rangka membuat mereka naik tingkat. Maka aku maafkan dia. Terima kasih Tuhan. Aku tahu ini untuk kebaikanku juga. Sekali lagi, aku maafkan dia dan terima kasih Tuhan”

5. Terapi syukur

Ah begitu gampang bersyukur….oh tidak… bersyukur itu sulit, mau buktinya? Silahkan berdiri di depan seorang rekan dekatmu. Suruh dia hitung setiap syukur yang akan kamu katakan, apabila sudah sampai 30 kali syukur maka minta dia mencolekmu. Lalu kamu pejamkan mata dan bilang sampai 30 kali dengan kata “Saya bersyukur karena saya……”

Awal-awal lancar banget tapi pasti bakal bingung mau ngomong apalagi pas di hitungan ke 15 ke atas.

6. Masih kurang apalagi?

Kamu masih galau juga, ulangi lagi deh dari nomor 1-5. Kalau masih galau lagi aku kasih sebuah quote dari Napoleon Hill.

“Setiap kegalauan, kemalangan, kegagalan, rasa sakit akan membawa benih keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar”

Nah kalau gitu ngapain kamu banyak galau. Bangkitlah. Percaya deh, kemarin galau sekarang senyum karena seperti lagu lawasnya mas Ari Lasso yang judulnya Galau pasti Berlalu. Eh salah ya, sorry mas Ari… entar aku sowan deh ke Bintaro hehehe.

Well, it works for me. Aku sudah mencobanya berkali-kali. Tuh liat aja foto banner blogku, senyum teruskan, gak ada galaunya. Hehehehe.

Sedikit bocoran, terapi maaf dan terapi syukur aku dapatkan waktu pelatihan Hypnotherapy di Kemayoran dari seorang Hynotherapist terkemuka di Indonesia.

Selamat berjuang membunuh galaumu.

Advertisements
Categories: Hari ini aku belajar... | Tags: , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Membunuh Galau (efektif untukku), silahkan coba…

  1. ike

    hehe.. cukup menghibur yang lg galau.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: