Selamat Jalan Oma

Nulis lagi setelah beberapa minggu tak menulis. Memang rasanya gatal tidak menulis, tapi karena kesibukan AO7 membuatku jadi lama tak mampir di dashboardku sendiri. Aku menulis ini agar kelak ketika aku sudah tua aku akan membaca ulang dan mengingat kenangan ini.

Minggu kemarin sangat sedih sekali, kabar oma sedang kritis di RS di Surabaya, kemudian 4 hari yang lalu, jam 9.30 pagi, oma dipanggil Allah… šŸ˜¦ (aku mengetik ini sambil meneteskan air mataku). Sebuah BBM masuk dari keponakanku mengabarkan kalau oma sudah tiada dan saat itu aku sedang menjaga ulangan di kelas, aku menangis di belakang tanpa diketahui muridku satupun yang sedang ulangan. Akupun tak kuat lalu aku keluar kelas sebentar untuk hanya menangis. Kutahan ini meskipun tak kuat lagi menahannya sampai di saat sepulang sekolah, dan setelah rapat AO7, kulepaskan bebanku itu, aku menangis di kelasku sendiri. Aku bersujud berdoa sebagai tanda kasihku kepada oma. Aku tak bisa pulang… itu juga yang lebih menyedihkan dan menyakitkanku. Selamat jalan oma. Ya Allahhhh, semoga Kau menerima oma ya Allah. Oma telah membimbingku dan berjasa banyak atas perubahan sikapku dulu. Amin.

Categories: Curhat | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: