Jalan-Jalan ke Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu adalah sebuah kabupaten administrasi di DKI Jakarta, Indonesia. Wilayahnya meliputi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta. Jumlah penduduk sebanyak lebih kurang 20.000 jiwa yang tersebar di sebelas pulau-pulau kecil berpenghuni. Kesebelas pulau tersebut di antaranya Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, dan Pulau Sebira. Selain pulau-pulau berpenghuni, terdapat pula beberapa pulau yang dijadikan sebagai pulau wisata, seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Kotok Besar, Pulau Puteri, Pulau Matahari, Pulau Sepa, dan sebagainya. Meskipun namanya Kepulauan Seribu tapi banyaknya pulau-pulau di dalam gugusan kepulauan itu tidak berjumlah seribu. Jumlah pulau itu sekitar 342 pulau, termasuk pulau-pulau pasir dan terumbu karang yang bervegetasi maupun yang tidak. Pulau pasir dan terumbu karang itu sendiri berjumlah 158. Tidak semua pulau yang termasuk di dalam gugusan Kepulauan Seribu didiami manusia. Di wilayah kabupaten ini terdapat pula sebuah zona konservasi berupa taman nasional laut bernama Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNKS).

Aku sudah beberapa kali ke Kepulauan Seribu, baik untuk kepentingan survey, pendidikan dan bahkan wisata. Pulau yang paling sering aku kunjungi adalah pulau Pramuka, pulau Panggang, pulau Semak Daun, dan pulau Air.

Ada 2 cara untuk mencapainya, dengan menggunakan speed boat dari dermaga Marina Ancol atau dengan menggunakan kapal motor tradisional dari Muara Angke. Waktu tempuh dari dermaga Marina Ancol ke pulau Pramuka sekitar satu jam sedangkan jika menggunakan kapal motor dari Muara Angke sekitar dua jam.

Pemberangkatan speed boat dari Marina Ancol ke pulau Pramuka jam 08.00 dan kembali dari pulau Pramuka menuju Marina Ancol pada jam 14:00. Namun biasanya para calon penumpang sudah berkumpul di Marina Ancol jam 06.00 bahkan di akhir pekan lebih dini lagi. Biasanya yang tidak kebagian maka langsung menuju ke Muara Angke untuk mengejar keberangkatan kapal motor tradisional pada jam 7.00 dan 7.30.

Keberangkatan via Marina Ancol

Aku hanya sekali naik KM. Kerapu dari sini, lainnya aku tidak pernah kebagian tiket karena selalu penuh. Bahkan untuk kembali ke Jakarta, aku tak pernah menggunakan kapal ini. Harus pagi hari sekali jika ingin dapat tiket kapal ini karena kapasitas kapalnya sedikit dibanding peminatnya.

Sikon di Marina Ancol

KM Kerapu tampak belakang

KM Kerapu tampak dari dalam

Kapal berangkat pukul 08.00 dan menuju ke pulau Untung Jawa dahulu untuk mengantarkan penumpang (kalau ada) baru menuju ke pulau Pramuka. Selama perjalanan akan merasakan guncangan-guncangan karena kecepatan tinggi bertemu dengan gelombang laut. Yang tidak tahan atau mabuk laut akan muntah. Mengenai keselamatan juga lebih aman karena di bawah kursi penumpang disediakan baju pelampung. Perjalanan sejam tidak terasa dan kapal tiba di dermaga pulau Pramuka.

Tiba di dermaga pulau Pramuka

Bongkar muatan di dermaga pulau Pramuka

Keberangkatan via Muara Angke

Nah ini baru asyik dan bersenang-senang, karena menggunakan kapal motor tradisional lebih alami dan lebih menikmati perjalanan selama 2 jam. Jika anda membawa mobil maka bisa diparkir di halaman perumahan yang ada di depan Muara Angke, biayanya sih Rp 5.000 semalam. Lalu naik becak ke dermaga Muara Angke, bisa saja jalan kaki jika waktunya memungkinkan dan mau berlelah-lelah berjalan. Lebih cepat menggunakan becak. Anda akan melewati tempat pelelangan ikan disini.

Perjalanan naik becak ke dermaga Muara Angke

Tak lama, hanya sekitar 5-10 menit, tiba di depan dermaga. Biasanya aku sarapan dahulu, jika sempat, atau jika tidak sempat sarapan disana, maka aku membeli nasi bungkus di sebuah gerobak PKL disini untuk di makan di kapal,

Banyak menunya

Kemudian menuju ke dermaga untuk naik kapal.

Dermaga Muara Angke

Tanya saja ke seseorang di dermaga, kapal mana yang ke pulau Pramuka, maka ia akan menunjukkannya kepada anda. Karena kapal ini tradisional jadi jangan harap anda menemukan kursi, yang ada adalah tikar dan anda akan duduk lesehan selama perjalanan, bahkan anda bisa tidur selonjor jika masih ada space-nya. Kapal ini ada dua lantai, jika anda ingin menikmati perjalanan maka anda bisa naik di atap kapal. Ada yang punya terpal tapi juga ada kapal yang tidak punya terpal, resikonya adalah basah kehujanan. Siap-siap jaket anti air untuk melindungi anda dari angin laut dan air hujan. Tapi jika anda ingin istirahat atau tidak kuat dengan angin maka anda pilih di dalam saja. Usahakan jauh dari mesin karena suaranya berisik.

Kapal dengan Terpal

Kapal dengan tanpa Terpal

Sikon dalam kapal

Oh iya anda jangan kaget ya jika barang bawaannya agak sedikit ekstrim karena ini adalah kapal rakyat maka selain penumpang, yang dibawa bisa saja lemari kayu, lemari es, kotak ikan, bahkan sepeda motor. Karena kapal ini lebih besar dan lebih berat maka waktu tempuhnya lebih lama dibandingkan yang speed boat dari Marina.

Oh iya mengenai biaya, tentunya lebih murah kapal inilah dibandingkan speed boat dari Marina.

Tiket kapal

Suasana di atap kapal lebih seru dibandingkan yang ada di dalam. Di atas, anda bisa mengamati pemandangan laut. Yang punya hobi fotografi cocok untuk duduk di atas karena banyak scene yang dapat diabadikan.

Pemandangan lepas dermaga Muara Angke

Pemandangan dari atas kapal

Wah alamat akan turun hujan nih, siap-siap berlindung..!

Cocok untuk yang hobi fotografi

formasi burung

Manuver kapal

Manuver anak buah kapal

Ya kaannn…. naik kapal tradisional lebih banyak makna dan pengalaman serta cerita serunya. Anda juga bisa mengamati kelakuan jorok penduduk Indonesia yaitu sampah-sampah dari sungai yang bermuara di teluk Jakarta itu, mulai dari sampah plastik bekas mie instan, permen, sabun, deterjen, kasur, batang pisang, kaleng, botol atau gelas air mineral, anda tinggal sebut sajalah, lengkap ada di perairan pas perjalanan sekitar 15-30 menit dari Muara Angke, lepas dari itu lautnya sudah biru dan agak bersih. Bahkan kadang-kadang perjalanan agak tertunda sedikit lama karena baling-baling kapal tersangkut sampah. Jika sudah begitu maka anak buah kapal akan terjun dan menyelam untuk menyingkirkan belitan sampah yang ada di baling-baling. Seru kan.

Nikmati saja perjalanan dua jam, anda bisa mendengarkan musik dari hp atau mp3 player anda, bisa membaca, bisa bersenda gurau dengan rekan anda, dan anda juga bisa tidur asal tidak sampai kecebur saja. 😀

Biasanya kapal akan berhenti di pulau Untung Jawa, setelah itu baru di pulau Pramuka. Nah seperti inilah dermaga pulau Pramuka.

Dermaga kapal KM Kerapu

Dermaga kapal tradisional

Suasana bongkar muat

Selamat datang di pulau Pramuka

Setelah tiba di pulau Pramuka ngapain ya? Jika anda ingin pulang hari itu juga maka anda masih memiliki 4 jam sebelum keberangkatan kapal tradisional jam 14.00. Anda masih sempat berwisata snorkeling atau diving di sekitar pulau Pramuka atau di pulau Panggang untuk melihat keindahan ekosistem terumbu karang atau berjalan-jalan di pulau Pramuka atau di pulau Panggang mengamati kehidupan masyarakat di sana. Pulau Panggang berjarak 10 menit dari pulau Pramuka dengan menggunakan ojek perahu. Pulaunya bahkan terlihat dari dermaga pulau Pramuka.

Pulau Panggang tampak dari dermaga pulau Pramuka

Di pulau Pramuka banyak ditemuka persewaan peralatan snorkeling dan selam plus guidenya. Harga relatif terjangkau. Umumnya menyewa alat snorkeling lengkap sekitar Rp 35.000 – Rp 50.000 sehari. Ada juga yang menyewakan casing kamera kedap air untuk pemotretan di dalam air. Jangan lupa untuk menyewa ojek perahu sekitar Rp 50.000 an atau bisa lebih mahal tergantung kemana, kalau di sekitar pulau Pramuka atau pulau Panggang ya sekitar itu tapi kalau sampai ke pulau Air atau pulau Semak Daun maka harganya bisa lebih mahal lagi. Tapi terbayar dengan keindahannya. Aku rasa snorkeling 2 jam saja sudah puas dan cukup melelahkan.

Ojek Perahu mengantar rombongan wisatawan untuk snorkeling

Ojek Perahu mengantar rombongan wisatawan untuk snorkeling

Indahnya pulau Air (salah satu lokasi snorkeling)

Rak-rak transplantasi terumbu karang SMA Al Izhar Pondok Labu

Snorkeling time

Snorkeling time @Pulau Smack Down (Semak Daun)

Berenang di Pulau Air

Lokasi ini ada di dekat Nusa Resto, di tengah laut

Setelah snorkeling sempatkan untuk berwisata kuliner di rumah makan apung yang berada di antara pulau Pramuka dan pulau Panggang. Namanya rumah makannya adalah Nusa Resto. Nusa Resto menjual makanan sea food. Selain usaha di bidang restoran ternyata mereka juga membudidayakan ikan laut seperti bandeng, kerapu, dan lain-lain. Produksi yang terkenal adalah ikan bandeng tanpa duri. Mereka mencabut duri-durinya menggunakan pinset. Aku pernah melihat prosesnya sendiri.

Nusa Resto
(iamlintang.blogspot.com)

Nusa Resto

Kolam ikan Bandeng di tengah laut

Tempat pembudidayaan ikan Kerapu

Jika anda memutuskan untuk bermalam di pulau Pramuka, maka di pulau Pramuka banyak rumah yang menyediakan penginapan home stay. Bahkan ada hotel di sana yang terletak di pantai timur dekat dermaga, tentunya dengan harga yang mahal. Kisaran sewa satu rumah sekitar Rp 500.000 – 700.000 per rumah. Satu rumah bisa berisi 10-15 orang. Umumnya satu rumah berisi 2 kamar tidur, kamar mandi dan ruang tamu. Tapi juga ada yang menyewakan kamar saja untuk 2-3 orang.

Jika anda memutuskan menginap berarti anda bisa berjalan-jalan ke pulau Panggang. Di pulau Panggang anda bisa berkunjung ke tempat pembudidayaan ikan hias, pengolahan dodol rumput laut, krupuk ikan dan pembuatan perahu kayu. Di pulau Panggang, rumah-rumah penduduknya rapat-rapat dengan gang sempit seperti di Jakarta karena pulau ini penduduknya paling banyak.

Pulau Panggang

Pembudidayaan ikan hias

Clown fish

Ikan pari

Jenis ikan hias lainnya

Home industry dodol rumput laut

Dodol rumput laut

Krupuk ikan laut

Bibit bakau

Pembuatan kapal kayu

Sedangkan di pulau Pramuka, anda bisa mengunjungi konservasi penyu sisik yang ada di selatan pulau Pramuka. Dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 10 menit saja. Di dekat situ juga ada kantor balai taman nasional kepulauan seribu, ada juga taman kupu-kupu dan konservasi kima (sejenis kerang raksasa yang langka karena sering dikonsumsi manusia).

Anda juga bisa mengunjungi konservasi terumbu karang penduduk lokal di rumah pak Mahmud yang berada di pantai barat pulau Pramuka. Disana anda dapat belajar mengenai cara transplantasi terumbu karang.

Belajar transplantasi terumbu karang dengan pak Mahmud

Melakukan transplantasi terumbu karang ke substrat

Memindahkan rak terumbu karang yang telah di transplantasi ke laut

Selain transplantasi terumbu karang, anda juga bisa melakukan penanaman tanaman bakau. Bibitnya sudah ada dan siap untuk ditanam.

Aktivitas di malam hari, jika anda pecinta astronomi bisa dilakukan dengan melakukan pengamatan bintang, atau jika anda pecinta kuliner maka bisa dilakukan pesta ikan bakar.

Bakar ikan laut di tepi pantai

Saat shubuh setelah melakukan sholat berjamaah di masjid besar di pulau Pramuka, anda bisa menghirup udara segar di dermaga sambil mengamati anak-anak yang mancing di dermaga. Biasanya di akhir pekan ramai.

Aktivitas memancing di dermaga

Seorang anak yang berhasil mendapatkan cumi-cumi

Berlanjut hingga di pagi hari

Jika anda merencanakan pulang di pagi hari maka ada kapal tradisional yang berangkat jam 07.00 atau speed boat pukul 09.00 namun harus antri tiket dari shubuh. Anda bisa membeli tiket di dermaga atau membayar di dalam kapal. Jika pulang siang maka ada kapal tradisional pada pukul 14.00.

Nah seru kan, jadi tunggu apalagi? Yuk kita jalan kesana… 🙂

Categories: Jalan-Jalan, Kisah | Tags: , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: