Pengalaman Memburu Beasiswa Monbukagakusho (Teacher Training)

Apakah anda seorang guru yang ingin belajar di salah satu negara maju di Asia? Apakah usia anda di bawah 35 tahun dan telah mengajar secara aktif di SD, SLTP, SLTA (termasuk sekolah swasta dan SMK) lebih dari 5 tahun di lembaga pendidikan formal?  Apakah anda bukan guru Pkn, bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Arab, pendidikan agama dan perhotelan? Dan apakah anda bersedia belajar bahasa dan kebudayaan Jepang? Jika anda menjawab ya pada semua pertanyaan di atas maka anda sebaiknya mendaftar di program Beasiswa Monbukagakusho (Teacher Training).

Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat mengingkatkan kualitas dan kemampuan para guru. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang).

Jika anda berminat maka website ini harus anda kunjungi karena di sana tertera pengumuman dan persyaratan lebih lanjut.

Jika anda ingin mengetahui mengenai pengalaman gagalku dalam memburu beasiswa ini maka sebaiknya anda tetap membaca artikel ini…. hehehehehe gagal aja maksa :p

Tahun lalu aku mendaftarkan diri, meskipun aku akhirnya tidak berhasil lolos di tahapan paling akhir tapi aku mau membagi pengalamanku kepada guru-guru yang ingin sungguh-sungguh mendapatkan beasiswa ini.

Di awali dengan mengirim aplikasi lengkap sesuai dengan semua persyaratan yang diminta dan setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya aku dihubungi oleh pihak kedutaan Jepang di Jakarta bahwa aku lolos seleksi berkas dan diminta untuk hadir dalam tes bahasa Inggris di Pusat Kebudayaan Jepang di UI, Depok siang hari dengan membawa KTP dan alat tulis.

Jangan khawatir mengenai tempat shalat, karena di aula terdapat space yang cukup untuk dijadikan tempat shalat, biasanya para peserta ujian melakukan shalat Dzuhur di tempat itu. Hanya saja tempat wudhunya ada di kamar mandi yang letaknya agak sedikit jauh dari tempat shalat.

Tak lama meja pendaftaran ulang pun dibuka. Para peserta ujian diminta untuk antri ke belakang dengan nama yang berabjad A-M mengantri di meja sebelah kanan dan sisanya di meja sebelah kiri. Peserta diminta menunjukkan KTP dan menyebutkan nama dan sekolah asal. Lalu petugasnya akan memberitahukan anda nomor ujian yang harus anda hafalkan karena itu akan ditulis pada lembar jawaban.

Antrian panjang

Setelah itu anda diminta untuk segera masuk ke ruang ujian dan menempati kursi yang paling depan dulu, nomor ujian tidak sama dengan nomor di kursi jadi anda duduk secara acak. Biasanya peserta diminta untuk mengosongkan kursi di sebelahnya untuk space sehingga tidak terlalu dempet.

Ruang Ujian Monbukagakusho

Tas dan barang bawaan diletakkan di belakang

Tak usah mencoba duduk berdekatan dengan rekan satu sekolah karena pengawas akan meminta peserta untuk bertukar posisi jika anda berdekatan dengan rekan satu sekolah anda.

Di sini, di ruang ujian ini, anda akan mengetahui bahwa banyak guru yang tidak dapat di atur, tidak mematuhi pengawas, atau tidak mendengarkan arahan pengawas. Entah karena etos kerja yang kurang atau memang tidak layak untuk mendapat beasiswa. Pengawas tak segan-segan menegur meskipun anda seorang guru. Jadi pantaskanlah diri anda untuk mendapatkan beasiswa dari sejak awal karena di sini anda sebagai calon siswa bukan lagi seorang guru yang bisa mengatur murid-murid anda. Ikuti saja arahan dari pengawas, tak jarang anda akan mendengar “semprotan” pengawas karena beberapa peserta yang tidak mendengarkan petunjuk atau melanggar. Meskipun pengawas adalah orang Indonesia namun mereka sangat disiplin ala Jepang.

Pengawas memberikan instruksi kepada peserta ujian

Pengawas akan membagikan paket lembar soal dan jawaban, jangan pernah membuka-buka paket itu sebelum ada petunjuk dari pengawas kalau anda tidak anda tidak mau mendapatkan “semprotan” dari pengawas dan malu. Oh iya jangan coba-coba untuk datang terlambat, karena anda tidak akan diijinkan untuk mengikuti ujian, apapun alasan terlambatnya.

Peserta hanya diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk mengerjakan soal bahasa Inggris. Untuk peserta yang mengajar bahasa Jepang maka soalnya akan diberikan dalam bentuk bahasa Jepang dan waktunya lebih lama dibandingkan peserta yang tidak mengajar bahasa Jepang.

Setelah ujian apa yang anda lakukan? Menunggu telepon dari kedutaan Jepang biasanya sebulan setelah ujian, jika anda di telepon berarti anda lolos ke tahap berikutnya yaitu wawancara di kedutaan Jepang, Jakarta. Tanyakan jam berapa, apa yang harus disiapkan dan apa yang harus dibawa. Persiapkan diri anda diwawancarai oleh staf kedutaan Jepang dengan menggunakan bahasa Inggris.

Di hari wawancara, anda juga tidak boleh terlambat datang dan jangan lupa untuk memberitahu security kedutaan mengenai maksud kedatangan anda karena ada daftar absen yang harus anda tanda tangani.

List peserta

Kemudian peserta wawancara diminta naik ke lantai dua dan diberi arahan oleh petugas bagian pendidikan kedutaan. Anda akan diminta mengerjakan soal-soal ujian Monbukagakusho sambil menunggu giliran wawancara. Meskipun anda sudah lolos ke tahap wawancara, tetap anda harus mengikuti arahan dari petugas, kalau anda masih bandel juga, maka petugas tak segan-segan mendisiplinkan anda.

Aktivitas selama menunggu wawancara

Memilih universitas yang ada di buku panduan

Anda akan diminta untuk mengisi ulang form aplikasi yang pernah anda kirimkan ke kedutaan dan dikumpulkan selang beberapa minggu kemudian dengan melampirkan hasil medical check up dari rumah sakit atau klinik untuk membuktikkan bahwa anda sehat. Anda akan mendapatkan form medical check up tersebut dari kedutaan, didalamnya ada tes darah, EKG, rontgen thorax, tes refleks, tes buta warna, rekomendasi dokter dan sebagainya. Hanya form medical check up tersebut yang dikembalikan.

Kemudian saat wawancara dengan staf kedutaan Jepang, anda akan dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyan mengenai siapa anda, bagaimana kepribadian anda, motivasi belajar ke Jepang, mengapa memilih Jepang dan jurusan yang anda pilih serta manfaat apa yang akan anda berikan setelah pulang dari Jepang, bahkan mungkin saja pertanyaan mengapa anda layak diberikan beasiswa. Wawancara jika lancar hanya membutuhkan 15 menit saja. Sebaiknya belajar wawancara dengan bahasa Inggris terlebih dahulu dengan rekan anda. Siapkan mental anda.

Selesai wawancara maka anda diperbolehkan untuk pulang. Anda juga harus melengkapi form, melakukan medical check up dan mengirimkan ulang seminggu setelahnya. Form ini beserta hasil ujian anda akan dikirimkan ke MEXT Jepang untuk diseleksi lagi dengan peserta dari negara lain.

Wow, jadi setelah seleksi berkas, seleksi tes bahasa Inggris, wawancara, lalu seleksi dengan peserta negara lain. Jadi di tahap ini anda adalah nominasi dari Indonesia. Lolos tidakya anda tergantung hasil seleksi akhir. Nah disinilah aku beserta guru lain tidak lolos. Alasannya mungkin karena hasil tesnya kalah dari hasil tes peserta dari negara lain.

Ya tidak apa-apa, Alhamdulillah aku bersyukur bisa mendapatkan pengalaman ini. Setidaknya memunculkan rasa kepercayaan diri, ternyata bisa menembus dan mengalahkan peserta lain.

Isu yang berkembang di kalangan guru adalah yang mendapatkan beasiswa ini biasanya diutamakan guru dari daerah atau guru wanita.Tapi menuruku, jika memang anda layak maka anda yang mendapatkannya. Hanya masalah waktu saja. Aku, tiga kali mencoba, sekali berhasil melewati seleksi awal saja.

Ada yang keberatan jika aku jadi pergi ke Jepang, yaitu murid-muridku dan rekan-rekan guru. Alasannya aku masih dibutuhkan. Yah masak sih harus tidak dibutuhkan baru bisa pergi. Hehehehe. Hikmahnya adalah aku sudah diberikan jalan ke negara lain selain Jepang untuk menuntut ilmu, meski sebentar.

Selalu ada rencana dari Tuhan untuk kita, jadi jangan menyerah jika gagal. Coba saja lagi mumpung masih ada umur. Semoga berhasil rekan-rekan guru yang ingin mencoba. Pantaskanlah anda untuk menerima beasiswa tersebut dengan belajar dan disiplin.

 

Advertisements
Categories: Curhat, Hari ini aku belajar..., Kisah | Tags: , , , , , | 37 Comments

Post navigation

37 thoughts on “Pengalaman Memburu Beasiswa Monbukagakusho (Teacher Training)

  1. somebodyhehe

    pengalamannya hampir sama ketika saya mengikuti ujian tulis monbusho… ^^

    sangat menyenangkan bisa mendapat pengalaman berharga seperti ini

  2. ketat banget ya tes nya …

  3. Siti Aminah

    Blog yang sangat bagus dan menarik, bagaimana caranya?

    • Saya menulis blog di wordpress.com bu. Disana blognya gratisan. Silahkan mendaftar di sana, Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

  4. mefa

    boleh tanya pak,isi esay yang dituliskan sebanyak 300 kosakata itu berisi tentang apa saja? jika bapak berkenan mohon penjelasannya, terimakasih banyak… 🙂

    • Latar belakang mengapa anda memilih jurusan yang anda pilih. Selama di Jepang apa yang akan anda lakukan, apa yang akan anda ingin pelajari, apa sumbangsih anda terhadap pertukaran budaya indonesia jepang, anda setelah lulus akan melakukan apa. begitu bu.

  5. re_nys

    menarik sekali kisahnya…tetap harus optimis and semangat…

  6. kentsmom

    salam Pak Heri, pada bagian menulis essai apakah dibatasi maksimal 300 kosakata sementara disana tertulis “in more than 300 words”, maksudnya bagaimana ya pak? saya mohon pencerahannya berdasarkan pengalaman bapak, apakah maksudnya minimal 300 kata atau maksimal 300 kata?

  7. ade yusmar

    oya pak menarik sekali cerita bapak..saya mau tanya pak,untuk ijazah dan transkrip nilai harus di translate ya dalam bahasa inggris

    • Betul pak/bu, bisa minta ke TU fakultas kita dulu, atau kita translate dulu baru kita legalisir ke fakultas tergantung kebijakan fakultasnya pak/bu

  8. yusrisnsyah

    thanks mas (pak) hari,,
    kebetulan, saya juga mau mengikuti seleksi program ini, agak telat taunya, tapi masih ada waktu.. 🙂
    mau tanya2 nih,, saya masih bingng ngisi form rgistrasinya, bisa kasih contoh pngisian formnya, kalo gak keberatan, diemailkan ke yusriansyah@hotmail.com ya,,,
    hehehe,,
    gk mksa kog mas, klo gbisa saya jg dah mkasih bgt,, bsa baca artikel ini,, thanks for the article,, ^_^

  9. sri

    ujian tulisnya materinya mengenai apa kalo sy boleh tau

    • Ujian tulis cuma bahasa Inggris, soal-soalnya mirip seperti test TOEFL hanya saja tidak ada Listening dan Speaking. Hanya bacaan dan grammar bu. Pelajari structure dan vocabulary.

  10. Nyi Imas Masturiyah

    mohon bimbingannya, saya sedang mengusahakan beasiswa ini juga. saya ingin bertanya, apakah ujian tertulis bahasa inggrisnya setara dengan Ujian Test TOEFL atau TOEIC? mohon beri informasi tentang soal ujian yang keluar supaya saya bisa belajar…. email saya nyiimas89@gmail.com saya tunggu dengan sangat email nya. terima kasih banyak

    • Soal-soalnya mirip seperti test TOEFL hanya saja tidak ada Listening dan Speaking. Hanya bacaan dan grammar bu. Pelajari structure bu, soal vocabulary juga ada. Mhn maaf baru membalas. Semoga berhasil.

      • Nyi Imas Masturiyah

        oo, begitu ya pak. kalau yang guru bahasa jepang apa harus mengerjakan tes bahasa inggris juga bahasa jepang? maaf nanya2 mulu ya pak. kalau ada link yang bisa dipelajari saya minta saran bapak alamat link nya apa

      • Kecuali guru bahasa jepang, mereka mengerjakan soal-soalnya dalam bahasa jepang bu. Semoga berhasil ya bu.

  11. ..Halo Pak Hari…
    saya sdh apply…tp saya ga lihat persyaratan transkrip n ijazah hrs slm bhs inggris…
    Oow….smoga ini tdk jadi hambatan ya…smoga msh diberi kesempatan tuk lolos slksi admin dan berikutnya….
    Amin…

    • Saat seleksi berkas sih ga disuruh, tapi nanti kalau sudah lolos putaran final baru diminta. saya tidak tahu kalau tahun ini, krn saya mau mencoba yang lain. Good luck 🙂

  12. Reza

    maaf pa Hari mau nanya lagi , boleh? hehe..
    kalau tes tulis di monbukagakusho, sebelum wawancara, itu tes bahasa inggris lagi ya pa?
    terima kasih pa

  13. jarak antara wawancara dan pengumuman lolos-tidak kemarin brp lama Pak. Melalui telp/info di web dubes ya? Kalau ga salah di form absen yg Bpk foto ada rekan saya (LUZA). beliau mundur karena sedang mengandung. trims…. minggu dpn saya mau wawancara.

    • Selamat ya bu. Ibu merupakan salah satu guru terbaik yang terpilih. Jaraknya lumayan jauh bu. Sekitar Juli-Agustus bu. Good luck ya bu.

    • juliana

      hai mbak pa kbr? gmn lulus gak k jepang nya?bs minta alamat email nya mbak soale saya mo nyoba teacher training tahun ini jd saya mo tanya banyak hal dgn mbak .thx

  14. Ingin mencoba… sedikit sekali yang menulis pengalaman dan trik yang pernah dapat beasiswa ini…

  15. Elok

    Iya, paling tidak harus ada pengalaman. makasih infonya. semoga bisa ikuta tahun depan.

  16. Meskipun gagal, tp sy tetap mau blajar dr pak Hari. thn lalu smpt ingin mndaftar tp trsendat di poin 8 formulir applikasix. klo tdk kbratan, sy mau nanya, untuk program teacher training, apakah harus memilih universitasnya dulu, jurusan dan program studinya, baru bisa ngisi essaynya, pak? bisa tolong dijelaskan dgn detail. trima kasih. 🙂

  17. cias

    mohon infonya pak.., share donk pak kiat2ny bgaiman bisa lolos program teacher training tu. trims.

    • Saya saja tidak lolos bu. Jadi tidak bisa share bagaimana bisa lolos. Intinya sih bisa bahasa Inggris, mau bahasa jepang, ada keinginan kuat.

  18. evi widianti

    terima kasih atas informasinya pak.
    dua tahun lalu saya ingin sekali ikut program ini, tapi berhubung waktu itu pengalaman mengajar saya masih kurang dr 5 tahun, maka terpaksa dibatalkan.
    tahun ini sy ingin coba mendaftar pak.
    saya sudah cek web kedubes jepang, tp berhubung pendaftaran blm dibuka, sy belum bisa mengunduh form aplikasinya.
    kalau bpk berkenan, bisakah bpk kirim ke email sy conyoh formulir aplikasinya? berikut cara pengisiannya kalau bisa. khawatir nanti ada kesalahan.

    ini alamat email saya.
    rafikayla@gmail.com

    terima kasih sebelumnya.

  19. wiwin winarti

    slamat malam pak boleh kah saya minta contoh pengisian form aplikasinya?trima ksih sblumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: