Umra in the Summer of 2012 part 2

Lanjutan dari Umra in the Summer of 2012 part 1

Hari Sabtu, 16 Juni 2012

Waktu Dzuhur akan masuk, aku dan istri melakukan mandi ihram di kamar hotel Al Haraam. Kemudian dengan memakai kain ihram, aku melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Nabawi. Memakai 2 helai kain ihram dengan durasi yang lama memang awalnya membuat agak tidak percaya diri, karena benar-benar hanya memakai 2 helai kain putih saja. Tapi lama-lama terbiasa dan malah nyaman.

Menurut ustadz Sugiarto, saat pengajian ba’da Ashar di restoran Hotel Al Haraam, filosofi memakai kain ihram 2 helai adalah sebagai pengingat kita bahwa jika kita meninggal dunia tidak membawa apa-apa selain kain putih tidak berjahit saja. Kemudian di mata Allah, kita semua sama, tidak membeda-bedakan suku, pangkat, dan jabatan. Karena ustadz Sugiarto sering menemui jamaah yang masih menunjukkan ke-aku-annya meski sudah menggunakan kain ihram. Menurutnya ada jamaah yang masih sombong dengan mengatakan “Anda tahu siapa saya? Saya ini…..”. Lanjutnya, jamaah sebaiknya fokus ke ibadah, lepaskan embel-embel keduniawian selama di tanah suci. Semua manusia adalah sama, yang membedakannya adalah ketakwaannya.

Seusai shalat Dzuhur di Masjid Nabawi

Bagi laki-laki tidak diperkenankan untuk memakai pakaian dalam, topi, dan sepatu. Beberapa jamaah lain masih menggunakan pakaian biasa, karena memang miqat (start awal umrah) bukan di Masjid Nabawi tapi dilakukan di Masjid Bir Ali, Madinah.Kami disarankan memakai kain ihram sebelum shalat Dzuhur agar mempercepat waktu keberangkatan. Aku dan istriku segera menuju ke bis nomor 9.

Siap berangkat untuk Miqot di Masjid Bir Ali

Jam 14.30 kami berangkat menuju ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat. Rupanya Masjid Bir Ali tidak jauh, mungkin sekitar 20 menit perjalanan dari hotel sudah tiba di sana.

Di Masjid Bir Ali, kami melakukan shalat Tahiyatul Masjid 2 rakaat dan shalat ihram 2 rakaat. Dan di dalam bis, kami dipandu oleh ustadz untuk melakukan niat umrah.

Shalat di Masjid Bir Ali

Seusai shalat di Masjid Bir Ali

Perjalanan menggunakan bis ke Makkah Al Mukaromah dilanjutkan kembali dan memakan waktu kurang lebih 6 jam dengan bis.

Perjalanan ke kota Mekkah

Memasuki kota Mekkah Al Mukaromah

Sampai di gerbang perbatasan kota Mekkah, kami dipandu lagi oleh ustadz untuk berdoa dan melafalkan Labaik Allahuma Labaik dst. Dari kejauhan tampak menara jam Abraj Al-Bait Towers yang ada di dekat masjidil haram. Itulah hotel kami dan di depannya adalah masjidi haram.

Tak lama kemudian, bis kami memasuki gerbang penanda bahwa kita sudah memasuki tanah haram.

Memasuki tanah haram

Rupanya lalu lintas sedang padat karena malam itu adalah malam minggu.

Lalu lintas di Mekkah

Alhamdulillah akhirnya kami tiba juga di lantai -2 (minus 2) di Abraj Al-Bait Towers. Kami langsung menuju ke food court di lantai P3 untuk makan malam.

Restoran Tasnem di Foodcourt lantai P3, menunya makanan Indonesia yang enak-enak

Setelah makan malam, kami menuju ke hotel Grand Zam-Zam yang terletak di lantai P11. Di sana kami harus naik lift lagi ke lantai 31 untuk masuk ke kamar hanya untuk meletakkan koper kecil saja. Tak ada istirahat, langsung kami bersemangat menuju ke lobby untuk berkumpul sebelum berangkat bersama jamaah lain menuju ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf dan sai.

Berkumpul di lobby hotel

Dari lantai P11 (lobby hotel) turun ke lantai Nol (0) “Al haram”

Keluar dari lift, karena memang lokasinya di mall, maka kami melewati pusat perbelanjaan, wah ini juga cobaan bagi mereka yang nafsu belanjanya tinggi nih.

Keluar dari Abraj Al Bait Tower

Begitu keluar dari mall, maka terlihatlah Masjidil Haram yang megah. Subhanallah.

Masjidil Haram tampak dari pintu keluar Abraj Al Bait Tower

Speechless, tak bisa berkata apa-apa, melihat kemegahan Masjidil Haram, mau nangis tak bisa, yang nampak hanya wajah gembira karena tak lama lagi aku bisa melihat kabah untuk pertama kalinya dalam hidupku. Allahu Akbar.

Sebelum masuk ke pintu nomor 1, King Abdul Aziz Gate, kami di briefing mengenai teknis tawaf dan sai dan dipandu doa sebelum masuk ke Masjidil Haram oleh Ustadz Muqodas.

Deg…deg..degan, jantungku berdetak kencang ketika aku langkahkan kaki kananku masuk ke pintu Masjidil Haram. Dari kejauhan aku melihat kabah. Ya Allah… akhirnya hamba sampai juga ke Kabah-Mu ya Allah. Alhamdulillah. Kami melakukan shalat terlebih dahulu di Masjidil Haram sebelum melaksanakan tawaf.

Nah, akhirnya kakiku melangkah ke pelataran kabah dan menuju ke lampu hijau sebagai tanda start memulai tawaf. Bismilahi Allahu Akbar  Walillahilham, ucapku sambil melambaikan tangan ke arah kabah ketika berada di tanda start.

Sungguh tak terasa, putaran demi putaran kami lalui tanpa hambatan,  membutuhkan kurang lebih sekitar 30 menit untuk 7 putaran.

Setelah itu kami berdoa sesuai tawaf dan shalat sunnah 2 rakaat. Sekali lagi aku menitikan air mata, rasa syukur diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di Masjidil Haram. Alhamdulillah.

Berikutnya adalah melakukan sai antara bukit Safa dan bukit Marwah. Ustadz Muqodas sekali lagi memandu kami dengan membacakan doa selama sai.

Sai

Meskipun lelah, tapi kami tetap bersemangat, hingga 7 putaran sai pun tercapai. Alhamdulillah. Di bukit Marwah, setelah menyelesaikan putaran akhir, kami berdoa dan melakukan tahalul yaitu memotong beberapa helai rambut, sebagai tanda akhir umrah. Ustadz Muqodas membantu memotong rambut kami.

Tahalul

Dari bukit Marwah kembali menuju ke Safa, kami meminum air zam-zam yang segar dari keran-keran yang telah disediakan. Alhamdulillah segarnya.

Sekali lagi, Alhamdulillah, seluruh prosesi berjalan dengan lancar. Aku lihat jam sudah menunjukkan pukul 01.30 dini hari. Artinya seluruh prosesi memakan waktu kurang lebih 90 menit, karena mulai tawaf sekitar jam 00.00.

Kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat.

Hari Minggu, 17 Juni 2012

Hari ini kami diberi waktu bebas untuk melakukan ibadah di Masjidil Haram. Aktivitas kami mulai dengan makan pagi di hotel.

Sarapan di restoran hotel Grand Zam-Zam

Untuk makan siang dan makan malam di restoran Tasneem di lantai P3. Menu yang disajikan adalah menu makanan Indonesia asli.

Yang kami amati selama kami makan, sebagian besar “oknum” jamaah yang lapar mata terhadap makanan yang mereka ambil. Akibatnya banyak sekali kami temui piring-piring yang ditinggalkan berantakan begitu saja di meja makan dalam keadaan ada isinya. Entah berisi nasi, daging, sayur, ikan, dan krupuk. Ibu kami selalu mengajarkan untuk selalu menghabiskan apa yang kami ambil. Demikian juga Rasulullah juga mengajarkan demikian kan. Siapa tahu dari makanan yang bersisa itu ada berkah?

Hal yang kami amati lain adalah sebagian besar jamaah selalu meninggalkan begitu saja piring-piring makan mereka begitu saja dengan keadaan berantakan, akibatnya jamaah yang akan makan berikutnya selalu kesulitan mencari meja yang bersih.

Piring dan sampah ditinggalkan berantakan di meja makan

Makanan yang mubazir

Kami bicara seperti ini bukan tanpa tindakan. Insya Allah, kami mengambil makan secukupnya yang bisa kami makan dan Alhamdulilah habis tanpa tersisa kecuali tulang. Insya Allah, kami selalu mengembalikan piring ke tempat piring kotor, atau setidaknya kami menumpuk rapi piring kami di meja agar petugas kebersihan dengan mudah mengangkutnya. Kami tak malu melakukannya, meskipun beberapa jamaah melihat kami melakukan itu. Semoga kami dapat memberikan contoh.

Membantu merapikan piring yang berantakan

Petugas kebersihan dengan mudah mengangkut piring yang telah kami rapikan tanpa susah payah merapikan piring yang berantakan seperti meja belakangnya

Bukankah ini tanah suci dimana setiap kebaikan diganti dengan pahala yang beribu-ribu. Ibadah di sini sebaiknya tidak hanya ibadah secara vertikal saja tapi juga diperlukan kesadaran ibadah horisontal yaitu saling berempati, tolong menolong dan menghargai. Kebanyakan petugas kebersihannya adalah TKI, saudara setanah air. Kok ya tega gitu ngerjain orang. Aku juga tak tahu mental ndoro dari mana ini.

Ya sudahlah…..untuk bahan pelajaran kami dan keluarga kami untuk membiasakan yang baik.

Oh iya, selama hari bebas ini, kami melakukan shalat wajib dan sunnah di sana. Kami juga melakukan tawaf sunnah. Pokoknya seharian bebas melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Memunajatkan doa-doa kami, cita-cita kami, dan bahkan doa-doa titipan dari kerabat, rekan, saudara kami di tanah air baik diminta ataupun tidak diminta tetap kami doakan.

Alhamdulillah, kami berdua berhasil mencium batu Hajar Aswad, setelah antri berdesakan dengan ratusan jamaah lain dari lain negara. Disini haruslah hati-hati karena berbahaya, bisa-bisa jatuh dan terinjak-injak. Sebaiknya berdoa terus agar dapat mencium batu Hajar Aswad. Tidak wajib hukumnya, namun karena Rasul pernah menciumnya maka mengikuti sunnah Rasul.

Seusai ibadah, aku mengabadikan keindahan interior Masjidil Haram.

Beberapa jamaah ada juga yang memanfaatkan waktu senggang untuk mencari oleh-oleh untuk keluarga di tanah air.

Hari Senin, 18 Juni 2012

Hari ini dilakukan city tour ke Jabal Rahmah dan Arafah.Di Jabal Rahmah kami dianjurkan berdoa di bawah saja, tidak perlu sampai naik ke atas bukit apalagi shalat disana. Hanya berdoa diucapkan bersama dan di amin kan bersama pula. Ustadz kami mewanti-wanti untuk berhati-hati terhadap tawaran foto karena sekali foto biayanya 10 real.

Jabal Rahmah

Setelah berdoa, makan es krim deh, 4 riyal saja satunya.

Kami juga di ajak menuju ke kawasan Arafah. Banyak sekali tenda-tenda permanen berbentuk kerucut warna putih disana. Di kejauhan juga tampak bangunan untuk melepar jumrah.

Tenda permanen berbentuk kerucut

Menutup city tour kami mengambil miqat di Masjid Jironah untuk melaksanakan umrah kedua. Umrah kedua ini kami niatkan kepada ibu kami masing-masing, semoga pahala atas umrah ini sampai kepada ibu kami masing-masing di surga. Amin ya robbal alamin.

Miqat di Masjid Jironah

Langsung setelah shalat sunnah di Masjid Jironah dan niat mengumrahkan almarhumah ibu kami, kami menuju ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf dan sai. Ustadz Muqodas dan Ustadz Jun masih setia mendampingi kami dalam melaksanakan tawaf dan sai.

Tawaf kami lakukan pada jam 12.00 dan selesai pada jam 12.20. Alhamdulillah berjalan cepat dan lancar. Rupanya lantai pelataran kabah tidak panas karena banyak orang yang melakukan tawaf.

Ketika adzan Dzuhur dikumandangkan, kami sudah berada di bukit Safa dan siap melaksanakan shalat Dzuhur. Lalu seusai shalat, lanjut ke sai yang memakan waktu kurang lebih 60 menit tanpa henti. Alhamdulillah seusai tahalul, ibadah umrah kedua kami selesai. Semoga pahalanya sampai kepada almarhumah ibunda kami. Amin.

Kembali ke hotel untuk makan siang dan istirahat.

Hari Selasa, 19 Juni 2012

Hari ini hari bebas kembali, sama seperti 2 hari sebelumnya. Kali ini kami melaksanakan kembali tawaf sunah. Lalu di lanjutkan dengan shalat Dhuha dan Hajad di Hijr Ismail, sebuah tempat yang mustajab. Shalat di Hijr Ismail seperti shalat di dalam kabah, karena Hijr Ismail dulunya adalah dalam kabah. Kami memohon ampunan dari Allah dan memunajatkan doa-doa kami serta doa-doa titipan kerabat, rekan dan keluarga.

Hijr Ismail

Lanjut ke depan Multazam dan berakhir doa di bukit Safa. Sedih rasanya karena besok sudah kembali ke tanah air.

Di depan Multazam

Usai di Masjidil Haram, kami gunakan waktu luang ini untuk berjalan-jalan, karena sejak menginjakkan kaki di hotel ini kami sama sekali belum berjalan-jalan.

Di antara bangunan hotel kami dan hotel Hilton, kami menemukan toko murah yang menjual ayam bakar, jus dan es krim. Untuk 1 potong ayam bakar dengan roti jala harganya 5 riyal dan es krim harganya 4 riyal.

Antara Grand Zam-Zam dan Hilton

Toko jus dan es krim

Jus Mangga dan Es Krim

Mejeng di Gift Shop, sebagian besar barangnya Made in China

Hari Rabu, 20 Juni 2012

Setelah shalat Shubuh, banyak jamaah yang melakukan tawaf wada atau tawaf perpisahan. Aku dan istri melakukan tawaf wada pada pukul 07.00 setelah sarapan pagi bersama beberapa jamaah lain dipandu oleh Ustadz Muqodas.

Sedih rasanya sambil mengelilingi kabah. Semoga perpisahan ini bukan untuk yang terakhir, semoga dalam waktu yang dekat, kami bisa kembali ke sini ya Allah. Amin.

Kenang-kenangan di pelataran kabah

Bis menuju ke Jeddah berangkat jam 9 pagi. Kota Jeddah tidak jauh dari Mekkah. Di Jeddah kami dibawa ke Corniche, tempat perbelanjaan murah di Jeddah.

Seperti biasa, karena keterbatasan riyal yang ada, ya hanya foto-foto sajalah. Hehehehe.

Toko Ali Murah, terkenal di jamaah Indonesia

Di dalam toko Ali Murah

Bakso Mang Oedin, di depan toko Ali Murah

Menu Warung Bakso

Hanya sejam saja di Corniche, jamaah juga tak banyak belanja, karena ada beberapa alasan, umumnya jamaah sudah membeli oleh-oleh di Medinah dan Mekkah atau alasan yang aku alami, tak punya riyal untuk beli oleh-oleh hehehehehe.

Dari Corniche, kami shalat di Masjid Qishas yang AC nya super sejuk. Dinamakan masjid Qishas karena di halaan masjid ini sering digunakan untuk eksekusi hukum qishas yaitu pancung atau potong tangan.

Dari masjid Qishas kami menuju ke tepi laut Merah dan Masjid Terapung. Tapi karena terik matahari yang menyengat kami hanya itikaf di bis yang adem.

Dan akhirnya bis mengarah ke Terminal Haji King Abdul Aziz Airport.

Terminal Haji King Abdul Aziz Airport

Disinilah petualangan berakhir karena kami tinggal pulang dengan Garuda 0981 menuju ke Jakarta.

Selamat tinggal KSA, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kami, kepada siapa saja yang berkeinginan untuk mengunjungi tanah suci, Amin ya Robbal Alamin.

Selesai

Categories: Hari ini aku belajar..., Jalan-Jalan, Keliling Dunia, Kisah | Tags: , , | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “Umra in the Summer of 2012 part 2

  1. amin……semoga terkabul doanya…

  2. arbanita

    mau tanya pak, apa untuk yg wanita, dari pihak travel menyediakan pendampingan ke raudah (1 kali)? trimakasih.

    • Di NRA Travel, kami selalu di dampingi, termasuk jamaah wanita di dampingi ke Raudah, diberikan tuntunan doa-doa juga oleh pembimbing.

  3. hesti

    Alhamdulillah awal Maret lalu kami juga habis umroh by NRA..ternyata detilnya ceritanya hampir sama kecuali tentu pengalaman ruhaninya..

  4. Azizah

    Terima kasih telah berbagi informasinya Pak Hari, Insya Allah 13 juni 2013 ini, ibu saya juga akan berangkat umroh dengan promo Hut NRA juga, semoga Allah senantiasa melindungi kita semua..Amiin

  5. sari

    Assalamuallaikum..
    pengalamanny sangat berarti sekali..
    InsyaAllah,saya n orangtua berniat akan melaksanakan umroh desember ini..mudah2an ALLAH memberikan kmudahan n kelancaran..seperti kemudaha yg diberikan pd bapak.amin..

  6. sari

    Amin..
    Assalamuallaikum..
    pengalamanny sangat berarti sekali..
    InsyaAllah,saya n orangtua berniat akan melaksanakan umroh desember ini..mudah2an ALLAH memberikan kmudahan n kelancaran..seperti kemudaha yg diberikan pd bapak.amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: