Tertawa dan Menertawakan: Sebuah otokritik untukku

Tertawa adalah proses psikologis, yang hanya dimiliki oleh manusia, terhadap humor, dimana humor secara dramatis mengubah kualitas dan pandangan hidup kita. Humor membantu melepaskan emosi dan ketegangan. Manfaat tertawa yaitu mengurangi stres, meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah penyakit, dan terlihat awet muda.

Beda dengan menertawakan yang dapat memiliki arti mengejek atau menghina. Jika menertawakan diri sih tidak apa, berarti orang yang sedang menertawakan diri memiliki rasa humor yang baik dan orang yang rela dikritik. Tertawa jenis ini merupakan salah satu jenis refleksi diri. Yang buruk adalah menertawakan orang lain tanpa sengaja namun dianggap meledek atau mengejek.

Aku punya pengalaman ketika sedang makan malam di sebuah restoran kecil di Pittsburgh, waktu itu sedang turun hujan deras, lantai restoran pun basah, pengunjung sedang banyak-banyaknya dan riuh ramai, ada yang makan di tempat, ada juga yang menunggu karena memesan makanan untuk dibawa pulang. Tak lama, datanglah seorang wanita tua dari pintu masuk, beliau berjalan dan karena lantai licin dan basah, sontak beliau terpeleset dan jatuh. Sontak restoran menjadi sunyi senyap, ada beberapa pengunjung langsung bangkit dari kursinya dan membantu wanita tua itu untuk bangkit dari jatuhnya. Suasana restoran menjadi normal setelah wanita tersebut sudah duduk di kursi dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.

Aku yang melihat itu langsung terperangah, jika itu terjadi di Indonesia, pastilah ada saja yang tertawa melihatnya. Alangkah ironisnya ya, tertawa di atas penderitaan orang lain. Mungkin sudah menjadi kebiasaan umum yang harus diubah karena salah. Apa salahnya? Ya itu tadi, tertawa di atas penderitaan orang lain, atau kesalahan orang lain itu tidaklah etis dan tidak empati. Ada lagi jenis menertawakan karena meremehkan. Ini merupakan bentuk tidak menghormati dan dapat menyinggung hati orang yang ditertawakan. Perilaku ini harus diubah, minimal dimulai dari diriku sendiri.

Yah hanya itu sajalah.

Advertisements
Categories: Belajar Beropini, Curhat | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: