Past, Present and Future

Apa coba judulnya nih? Yup hanya sekedar corat-coret tulisan di tengah malam. Aku terbangun dari tidurku tengah malam ini dengan banyak sekali uneg-uneg di pikiran dan di hati, yang kata orang, kalau tak mau jadi penyakit maka harus di utarakan.

Yang jelas I need a break. Long break perhaps. Penat rasanya nih otak dan hati. Berpikir tentang masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. 

Masa Lampau

Masa lampau, yang kata orang juga ga perlu diungkit-ungkit, yah sudah lewat cuma gak terasa aja kok tiba-tiba sudah 10 tahun menjadi guru. Mengajar itu kadang lupa waktu, murid datang dan pergi serta menjadi apapun yang mereka mau  tapi rasanya diri ini masing still standing here. Feel I am stuck here. Oh no.

Kata hatiku “Bersyukur lah kau Har, dengan menjadi guru kau bisa merengguk banyak pengalaman dan berkeliling dunia dimana guru atau orang lain belum merasakan hal yang sama pada saat umur yang sama denganmu”. Kataku “Alhamdulillah ya Allah atas perkenanMu”.

Kata hatiku lagi, “Har, Har kamu itu dari kecil sudah diselamatkan hidupmu dari ketidakjelasan, kegelapan dan kebodohan bahkan kematian, itu adalah nikmat terbesarmu. It’s your time to payback”. Kataku “Iya sih. Coba aku tidak dibesarkan seperti sekarang ini mungkin aku sudah tenggelam sedalam-dalamnya, ah mending tenggelam, bisa jadi aku sudah tiada di dunia ini kalau tidak diselamatkan waktu bayi, itu memang jatahmu untuk hidup kembali dan buatlah berguna sebagai balasan kepadaNya yang telah memberikan kesempatan untuk hidup lagi”.

Masa Sekarang

Untuk masa sekarang, aku masih mencari jalan untuk menjadi apa yang aku inginkan. Kadang aku berprasangka bahwa aku ini tak berbakat jadi guru. Ada sedikit banyak keraguanku tentang itu. Tapi ya kok sudah 10 tahun lagi, malah sering dapat penghargaan. Pikirku itu sih bukan ga ada bakat cuma aku kadang gak percaya diri aja. Btw masalah ke-PD-an adalah masalahku dari kecil loh. Sekarang sih sudah mendingan malah kadang-kadang malu-maluin :p. Pokoknya asal aku mau berusaha aku bisa kok. Buktinya sederet pengalaman dan prestasi sudah berhasil aku raih.

Mungkin aku belum menemukan passion-ku seperti yang dikatakan pak Rene Suhardono? Untuk itu kok aku jadi ingat lagunya si Nugie ya yang judulnya lentera hati. Ini video dan liriknya:

Lama sudah kumencari apa yang hendak kulakukan
Segala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti
Tersesatkah aku disamudra hidupku

Kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku inikah takdirku

Kubiarkan ku mengikuti suara dalam hati yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Selalu aku menangis kalau melihat video itu. Sekarang ini aku yang aku inginkan atau bukan? I feel me is not real me.

Passionku adalah berbagi (mengajar?), menulis, mencari dan menjelajah ke tempat baru, traveling, kuliner. Sekedar mengingatkanku saja semua di atas itu kedua orang tuaku lah yang megenalkannya. Ibuku guru, bapakku suka dengan menulis, menjelajah, traveling dan kuliner. AHAAA, kalau aku gak menulis barusan ini aku gak akan ingat siapa yang mengenalkan semua ini kepadaku. Ya Allah terima kasih.

Dari kecil aku sudah berpergian dari suatu tempat ke tempat lain karena bapak dulu pegawai bea cukai yang harus dinas berpindah tempat. Dari kecil pun aku selalu di ajak berpergian kemanapun mereka pergi dengan motor, mobil, bis, kereta, pesawat, kapal, becak, dokar. Ooo pantes aja aku suka jalan-jalan. Ibuku guru, kakakku dosen, oma suka berbagi, hmm pantes saja aku suka hal ini.

Intinya adalah semoga dalam waktu dekat ini aku dapat menemukan apa yang aku cita-citakan. Aamiin ya Allah.

Masa Depan

Sebenarnya tidak ada yang aku khawatirkan tentang masa depan, mengutip Sudjiwo Tejo dari ocehan twitternya yang bilang bahwa kau baru saja menghina Tuhan ketika kau mengkhawatirkan masa depanmu.

Suatu saat di masa depan, setelah menimba banyak ilmu, atau setelah bergelar doktor maka aku akan pulang ke kota asalku, membantu kakakku mengurus sekolah yang didirikan opa dan oma. Yah meskipun sekarang statusku hanya numpang nama sebagai anggota pengawas Yayasan Pendidikan Trisila di Surabaya, namun saat ini aku ada kemauan melanjutkan cita-cita opa dan oma. Tanpa ajaran opa dan oma aku tak bisa belajar sabar dan ikhlas. Terima kasih opa oma :(.

Hahh, sedikit lega sekarang. Coba dari kemarin-kemarin aku ungkapkan ya. Ah untung Allah membangunkan aku malam ini sehingga aku bisa men trace memoriku. Alhamdulillah.

//

Advertisements
Categories: Corat-Coret Tengah Malam, Kisah | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Past, Present and Future

  1. berbahagialah dengan diri kita yang masih pandai bersyukur… dengan cara apapun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: