Kupanggil Mereka Ners

Tak terasa bagiku jika hari ini adalah hari ke-5 aku di Surabaya untuk menjaga ibunda yang sedang sakit di Rumah Sakit Siloam Surabaya. Ibunda masuk ke rumah sakit pada hari ke-2 lebaran. Diagnosis dokter adalah hipoglikemia, dehidrasi, dan batuk. Ini karena ibunda memaksa berpuasa padahal beliau sudah berumur 81 tahun. Perkembangan kesehatannya selama ini juga masih naik turun.

Sambil berjaga malam, sambil menulis mengenai perawat, yang selama ibunda di rawat, bekerja dengan baik, sering hilir mudik ke ruangan untuk memeriksa dan memantau infus, obat, menyeka, dan hal-hal lainnya. Meskipun banyak yang menyebut perawat dengan suster, tapi mungkin hanya aku yang memanggil mereka dengan panggilan Ners (Nurse). Mungkin kedengarannya aneh bahkan bagi mereka sendiri karena mungkin mereka sudah terbiasa dipanggil dengan suster.

Ilustrasi Perawat (sumber: kompas.com)

Ternyata untuk menjadi perawat profesional, calon perawat harus mengikuti pendidikan tahap akademik 144 SKS (8 semester) dan pendidikan tahap profesi 25 SKS (2 semester) untuk memperoleh gelar Ners (di depan nama) dan S.Kep (di belakang nama).  Fakultas Ilmu Keperawatan di Indonesia menerapkan kurikulum Ners yaitu mahasiswa yang telah menyelesaikan program sarjana dan mendapat gelar S.Kep (sarjana keperawatan) wajib mengikuti program profesi untuk mendapatkan gelar Ners (sebagai perawat professional). Jadi panggilan Ners itu sesuai dengan gelar yang diberikan kepada mereka setelah mengikuti program profesi.

Lho, bagaimana dengan sebutan suster? Ternyata berdasarkan blog ainicahayamata, suster adalah sebutan bagi biarawati dari para misionaris Belanda ke Indonesia. Banyak biarawati pada zaman Belanda tersebut yang bertugas sebagai perawat di rumah sakit, karena sebagian besar rumah sakit di Indonesia didirikan oleh misionaris Belanda. Oleh karena itulah sebutan suster kepada perawat sudah lazim di masyarakat.

Yah apalah arti sebuah nama, hanya saja aku lebih senang memanggil mereka dengan Ners sebagaiamana gelar yang diberikan kepada mereka yang telah menjadi perawat profesional dari universitas tempat mereka belajar. Terima kasih ners. profesimu sungguh mulia.

Advertisements
Categories: Kisah | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: