Ringkasan Sementara Workshop Introducing Multiple Perspective Approaches to Biodiversity

Workshop ini diselenggarakan oleh Indonesian National Commission for UNESCO, Kemendikbud, dan UNESCO pada tanggal 26-28 Agustus 2013 di Hotel Park, Cawang, Jakarta Timur.

Peserta workshop ini adalah guru biologi dari sekolah menengah atas sebanyak 36 Guru dari 8 Provinsi di Indonesia. Delapan provinsi tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulsel,  Banten, Sumbar, Jakarta dan Riau. Menurut Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd ketua harian Indonesian National Commission for UNESCO, Indonesia memiliki 4 outstanding sea biodiversity yaitu raja empat, derawan, bunaken, dan wakatobi. Menurut beliau lagi Indonesia adalah replica of heaven atau the nature of indonesia is piece of heaven.

Tujuan akhir dari workshop ini adalah membantu kita untuk melindungi, menjaga, dan mengangkat masalah biodiversitas melalui pendidikan pembangunan yang berkelanjutan.

IMG_6362

Pidato Pembukaan Workshop olehIbu Hasnah Gasim dari, ASPNet Coordinator, Mr. Anwar Said dari Kantor UNESCO Jakarta, Mr. Bernard Combes fasilitator workshop dari Paris, dan Bpk. Prof. Arief Rahman dari Kantor Komisi Indonesia Nasional untuk UNESCO

IMG_6365

Sesi foto bersama

Introduction to Biodiversity and loss of Biodiversity because of human activities by Mr. Bernard Combes

Dalam presentasinya Combes menunjukkan arti penting biodiversitas dalam kehidupan manusia karena salah satu sumber kebudayaan manusia yang ada sekarang berasal dari biodiversitas. Salah satu tantangan perubahan global yang disebabkan oleh manusia bersamaan dengan perubahan iklim dimana membutuhkan kerjasama internasional dalam sains dan pendidikan termasuk melalui komunikasi.

Presentasi Mr. Bernard Combes

Presentasi Mr. Bernard Combes

Biodiversitas mendukung kehidupan di bumi. Oleh karena itu harus dijaga. Biodiversitas berkaitan dengan keragaman budaya yang saling terkait dan mendukung satu sama lain

Prinsip penting pada pengetahuan kita terhadap biodiversitas tidak hanya pada sains saja namun pada masyarakat lokal dan pribumi sebagai pemangku pengetahuan penting pada biodiversitas. Artinya jika bidoversitas hilang maka kehidupan juga hilang.

Combes juga menunjukkan data-data mengenai biodiversitas yang hilang seperti menurunnya area terumbu karang, area lamun, fragmentasi dari hutan dan sungai serta penurunan jumlah bakau di tepi pantai.

Oleh karena itulah UNESCO berinisiatif menyelenggarakan workshop ini dengan mengundang para guru Biologi untuk dapat diteruskan kepada siswa-siswanya.

Presentation Biodiversity Programme in iEARN by Doris Tsuey-ling Wu

Doris sebagai seorang kordinator iEARN Taiwan dan sekaligus guru bahasa Inggris di sekolah menengah atas National Feng-Hsin SHS di Kaohsiung Taiwan mempresentasikan program Biodiversity yang dilakukan sekolahnya bersama sekolah-sekolah partner yang tergabung dengan iEARN yang ada di sekuruh dunia.

IMG_6370

Presentasi Ms. Doris Wu dari iEARN Taiwan

Salah satunya project mengenai menumbuhkan Tulip/Dafodil dimana siswa-siswanya melakukan penelitian sederhana untuk menumbuhkan tanaman-tanaman tersebut. Secara otomatis pula siswa belajar mengenai lingkungan dan iklim yang cocok untu menumbuhkan tanaman-tanaman tersebut. Dengan belajar mengenal lingkungan maka siswa juga belajar tentang biodiversitas. Hasilnya berupa poster dan video. Selain itu juga ada proyek Energy Saving and Carbon Reduction, We come from the same ecosystem tree yang telah dilakukan oleh Feng Hsin SHS di Taiwan. Menggunakan proses project based learning dan learning by doing.

Young Masters Programme of Sustainable Depvelopment from University of Lund  by Mr. Torvald Jacobsson

Mr Jacobsson mengenalkan program YMP (Young Masters Programme) dimana YMP adalah sebuah –Based learningglobal virtual classroom yang menonjolkan Community Based Learning.

IMG_6373

Presentasi dari Mr. Torvald Jacobsson dari University of Lund, Swedia

Di dalam virtual classroom tersebut ada proses diskusi kelompok kecil 3-5 murid dan mencari data bersama kelompok lokal yang kemudian akan di buatlah presentasi dan feed back diberikan oleh masing-masing kelompok. Setiap project yang diupload akan diberikan apresiasi seperti beasiswa, penghargaan, kursus lanjutan dan diundang pada konvensi YMP.

Keuntungan YMP adalah siswa lebih engage daripada saat di kelas dan membuat siswa lebih mengglobal dibandingkan hanya belajar di ruang kelas.  Konten yang ada di YMP dapat dilakukan diskusi atau pembahasan di kelas.

Categories: Hari ini aku belajar..., Kisah | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: