Tip Wawancara Beasiswa Pendidikan Indonesia – LPDP

Kalau anda masuk ke posting blog ini berarti ada 2 asumsi saya, yang pertama cuma pengen tahu seperti apa wawancara tapi belum mendaftar atau yang kedua yaitu sudah lolos seleksi berkas dan mau tahu wawancaranya seperti apa. Apa bedanya blog ini dengan blog-blog yang membahas LPDP lainnya. Yang jelas posting ini khusus membahas untuk yang mendaftar Magister LN.

Oke lanjut, jadi kalau saya simpulkan alurnya dari tahap awal sampai tahap wawancara.

Daftar Online –> Pengumuman Seleksi Administrasi –> Wawancara

Nah berdasar pengalaman saya hari ini Kamis tanggal 21 November 2013, saya telah di wawancara oleh para reviewer yang terdiri dari 2 profesor dan 1 orang psikolog.

Tahap wawancara biasanya dilakukan 2 minggu setelah pengumuman lolos seleksi berkas. Persiapkan diri dengan mempelajari essay yang anda tulis dan berkas-berkas asli dari file yang anda upload ke server LPDP saat mendaftar online.

Baiklah sebelum masuk ke paragraf wawancara maka ada yang perlu saya share di artikel ini yaitu bagian persiapan dan bagian wawancara itu sendiri. Persiapan adalah bagian yang tak kalah penting dari wawancara. Jadi perencanaan seperti ini yang saya lakukan dan saya buatkan tip-tip nya.

Tip ke-1: Hari H-7 (lebih jauh lagi lebih baik) sudah buat mind map tentang persiapan dan potensi pertanyaan yang akan di tanya para reviewer. Keberhasilan diawali dari perencanaan yang baik, Lebih baik buat mind map ala anda sendiri atau catatan to-do-list versi Anda. Nyontek jangan, terinspirasi silahkan! 😀

Tip ke-2: Pastikan anda sudah punya LOA (sebenarnya gak harus ada hanya biar lebih percaya diri ketika wawancara ketika barang ini ada), untung waktu itu universitas yang saya tuju (Universtiy of Sheffield) sedang mengadakan pameran pendidikan di Jakarta sehingga saya bisa meminta bantuan staf pamerannya untuk mempercepat aplikasi saya yang dilakukan secara online. Hasilnya saya mendapatkan unconditional offer letter dari universitas tersebut. Tentu saja anda harus melakukan pendaftaran online dan mengupload berkas-berkas yang diminta ke server admisi universitas (cv, portfolio, ielts, recommendation letter, dll).

Tip ke-3: Hunting doa kepada siapapun yang anda temui, terutama kedua orang tua, kakak, adik, orang yang dituakan, orang soleh yang lebih soleh daripada anda sekaligus lakukan ibadah sunnah lainnya. Kalau bisa nitip doa ke saudara/rekan/tetangga yang sedang umrah atau haji.

Tip ke-4: Hunting informasi tentang universitas yang anda tuju dari websitenya. Apapun informasi serap saja, apa yang dipelajari, materi kuliahnya apa saja, waktu kuliahnya sampai kapan, living cost standar berapa, biaya kuliah berapa, kenapa memilih tempat itu, kenapa memilih negara itu. Apa kelebihannya, apa kekurangannya. Makin detil makin bagus, itu artinya menunjukkan bahwa anda serius ingin sekolah disana.

Tip ke-5: Mulai belajar ngomong dengan mengatur intonasi suara, kontak mata, dan gerakan tangan yang sewajarnya. Mulai belajar mengatur nafas biar gak nervous, caranya hirup nafas dalam-dalam kemudian buang nafas besok dengan pelan-pelan. Berlatih di depan kaca kamar mandi biar gak malu dilihat orang. Paling gampang buka youtube cari video yang berkaitan dengan interview. Kalau yang sudah punya pengalaman berinteraksi dengan banyak orang atau punya negotiate skill atau presentation skill maka lebih bagus karena sudah punya jam terbang yang tinggi alias sudah lihai dalam menghadapi situasi seperti ini. Tinggal PD saja.

Tip ke-6: Datang lebih pagi, jika naik kendaraan umum maka pertimbangkan waktunya. Jika naik kendaraan pribadi, malam hari sebelumnya, cek tekanan ban, rem, oli, dll. Jangan sampai hukum Murphy terjadi pada anda. Jangan lupa sarapan kalau yang terbiasa sarapan pagi. Jangan lupa bawa bekal, kopi, atau apapun. Minum suplemen otak juga boleh, lumayan bisa membantu kan. Jangan makan makanan pedas 2 hari sebelum wawancara. Jangan olahraga yang berpotensi menimbulkan cedera. Berdoa kepada Allah agar selalu diberi keselamatan dan perlindungan oleh Nya. Kalau gak bisa datang saat wawancara segera hubungi panitia ketika menerima surat undangan. Kalau gak ada kabar berarti ucapkan selamat tinggal pada LPDP.

Tip ke-7: Ketika sampai di lokasi, segeralah bergaul, gak usah ansos. Simpan tuh smartphone, gadget, dll. Karena apa, siapa tahu kandidat lain memiliki informasi mengenai detil wawancara atau saling memberikan semangat dan motivasi. Gadget diperlukan jika ada informasi yang akan kita cari berkaitan dengan universitas atau program studi yang akan kita tuju, atau minta doa lagi via sms dan telpon.

Tip ke-8: Segera kuasai medan perang, cari tahu mana toilet, mana kantin, mana musala yang nyaman. Ini memudahkan anda untuk mencari tempat yang enak untuk mager atau berdiskusi dengan kandidat lain.

Tip ke-9: Jika punya portfolio berupa karya, buku atau apapun yang bisa dibawa maka bawa karena bisa membantu untuk meyakinkan reviewer. Tapi tanyakan terlebih dahulu apakah mereka mau melihat apa tidak. Kalau saya diminta menunjukkan buku hasil karya saya ke reviewer, setelah saya menanyakan apakah mereka ingin melihat karya saya, dan mereka memberikan respon positif. Hati-hati jangan pernah menghadiahi apapun ke reviewer meskipun itu karya anda sendiri karena reviewer dilarang menerima segala jenis gratifikasi.

Tip ke-10: Tolong buang sampah pada tempatnya, tolong bantu untuk menjaga kebersihan.

Oke, ini gambaran saat wawancara: mengisi presensi, pembukaan, verifikasi berkas asli, dan antrian yang membutuhkan kesabaran tingkat dewa.

This slideshow requires JavaScript.

Pertanyaan yang sering selalu ditanyakan kandidat penerima beasiswa LPDP adalah “Eh elo tadi ditanyaain apa ama reviewer-nya?”

Jawaban saya sama dengan jawaban pak Eko Prasetyo, Dirut LPDP, jawabannya adalah berbeda-beda. Meski kisi-kisinya ya seputar itu-itu saja (essay: rencana studi, kontribusi untuk Indonesia, sukses terbesar, lihat mind map diatas tadi lah) tapi kontennya bisa berbeda-beda. Tergantung para reviewer membutuhkan informasi atau konfirmasi apa dari kita. Jadi sing sabar wae. Meskipun begitu, reviewer-nya sudah profesional dan ahli. Panitia LPDP menyerahkan sepenuhnya kepada para reviewer.

Sedikit saran dari saya, ketika wawancara, usahakan rileks (ambil nafas dalam buang pelan-pelan), santai, serius, antusias, senyum, sapa para reviewer. Nanti, apapun mood dan responnya, sesungguhnya anda sedang diuji secara mental. Lho kok gitu? Lha iya jelas dong, duit dari 250 juta rakyat Indonesia mau diserahkan kepada penerima beasiswa LPDP, ya harus dipastikan mentalnya harus stabil, dewasa, dan percaya diri. Masak mau ngasih duit ke orang yang labil sih.  Meski IPK tinggi, TOEFL/IELTS/IBT tingkat dewa tapi kalau mentalnya masih labil apa mungkin akan dikasih? Itu logikanya kalau menurut saya.

Pokoknya kuncinya di persiapan lah, berlatih dan berlatih, sabar dan sabar, jujur dan jujur, be yourself dan be yourself. No body is perfect but be yourself. Good luck yaa. Jika memang LPDP adalah rejeki Anda maka tidak akan lari kemana kok. Namun rejeki harus diperjuangkan, tidak ditunggu.

Btw, Alhamdulillah, setelah melihat pengumuman malam ini di website LPDP, saya dinyatakan lolos dan lulus tahap wawancara. Sujud syukur kepadaMu ya Allah.

Advertisements
Categories: Corat-Coret Tengah Malam, Hari ini aku belajar..., Kisah | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: