Semangat Terbarukan, 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2

Aghh sudah lama gak menulis, kaku rasanya jari-jemari ini menari-nari di atas tuts keyboard ini. Meski judulnya judul film 99 cahaya tapi malam ini aku gak banyak membahas isi film ini. Sebenarnya aku sedang mencari hiburan pelipur lara nan galau gara-gara suntuk urusan di kantor yang serasa aku kerja sendirian ditambah stress karena perubahan aturan mendapatkan beasiswa, akhirnya aku ngajak istri untuk nonton film ini yang mana aku sudah nonton yang part I-nya.

Lumayan lah mendapat suntikan semangat terbarukan, aku bisa tersenyum membayangkan aku bisa bersekolah di eropa yang merupakan cita-cita masa kecilku. Membayangkan seperti Rangga dan Hanum merasakan petualangan hidup yang menantang di eropa, berdua berkeliling eropa. Semoga hari-hari itu dapat kuraih meninggalkan hari-hari yang berat, yup sangat berat di kantor, pertentangan nurani antara ideal perfeksionis dengan fakta.

Ah sudahlah lupakan masalah itu, memang masalah itu takkan dapat selesai. Lebih baik menonton saja sambil membayangkan kehidupan di ero[a yang bakal aku jalani selama satu tahun ke depan nanti. Aamiin.

Well, ada beberapa kemiripan cerita di film dengan beberapa petualangan hidupku. Menonton film ini seperti napak tilas ketika aku mengagumi kebesaran Islam di Aya Sophia, bersimpuh sambil berdoa di Masjid Biru, berjalan di lorong Grand Bazaar Istanbul, berjalan menelusuri jalan utama di salah satu negara di Eropa, atau mencicipi pendidikan singkat di universitas ternama di Amerika. Bedanya aku belum menginjakkan kakiku ke Moquita di Cordoba dan Museum Louvre di Paris, but someday I will.

Ketika Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk dapat mengelilingi dunia ciptaan-Nya, disitulah aku belajar memahami-Nya. Dimanapun langit yang kulihat, dimanapun bumi yang kuinjak, di Indonesia, Korea, Lebanon, Amerika, Turki, dan UK disitulah aku melihat-Nya dan merasakan keagungan-Nya. Yang paling nyata dan kuat getaran hati bahwa aku melihat-Nya yaitu saat berada di Al Haram, Mekkah. Lututku lemas ketika aku pertama kali memasuki Al-Haram. Menangisku di hadapan kabah, sambil mencium batu Hajar Aswad bersama istriku.

Kata-kata Rangga kepada Hanum, “Kita ke Eropa untuk kembali. Kembali ke tanah air dan membangun kembali negara kita”.

Semoga kisahku bersama istriku lebih manis nantinya di benua biru. Aamiin.

Categories: Kisah | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Semangat Terbarukan, 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2

  1. semangat pak Hari. Ke eropa untuk kembali membangun negeri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: