Pemimpin Indonesia Emas 2045

Tulisan ini menjadi salah satu dari 3 Tulisan Terbaik pada Program Kepemimpinan XI LPDP dan dipresentasikan bersama dengan tulisan saudara Samudera Harapan Bekti dan saudari Nurulitha Andini pada acara penutupan yang dihadiri oleh Direksi LPDP.

Tiga puluh tahun ke depan, yaitu pada tahun 2045, merupakan tahun istimewa karena tahun keseratus sejak lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Nuh (2012), pada tahun 2045, Indonesia mendapatkan bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua yaitu 45-54 tahun dimana usia tersebut adalah usia emas atau usia matang.

Jawa Pos

Jawa Pos, 2 Mei 2012

Sayangnya, potensi tersebut ini hanya terjadi sekali saja dalam siklus jumlah penduduk suatu negara, sehingga jika kondisi ini dikelola dengan baik, maka dapat menjadi sebuah berkah untuk Indonesia. Namun, jika dikelola dengan buruk, masa bonus demografi tersebut akan terlewati dengan sia-sia, dan setelah itu jumlah orang tua lebih banyak dari pada pemudanya sehingga bisa jadi negara kita tidak mendapatkan apapun dari masa itu.

Pertanyaan besar yang terbesit dalam benak penulis adalah siapa dari mereka yang akan menjadi pemimpin-pemimpin di tahun Indonesia Emas 2045? Merujuk dari usia emas yang disebutkan oleh Nuh (2012) dan berdasarkan perhitungan sederhana penulis, para calon pemimpin menuju Indonesia Emas 2045, adalah penduduk Indonesia yang saat ini pada tahun 2014 masih berusia antara 10 hingga 24 tahun. Usia tersebut adalah mereka yang mengenyam pendidikan mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Berdasarkan Proyeksi Penduduk Indonesia tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Bappenas, BPS, dan UNFPA (2013), jumlah penduduk Indonesia yang berusia 10-24 tahun, ada sekitar 65.491.700 jiwa. Berarti akan ada sangat banyak calon pemimpin Indonesia yang berpotensi dari jumlah tersebut.

Dalam rangka mendapatkan pemimpin untuk mencapai Indonesia Emas 2045, maka dibutuhkan karakter pemimpin yang memiliki kompetensi masa depan. Menurut Kasim (2013), kompetensi masa depan tersebut antara lain kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan jernih, kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab dan hidup dalam masyarakat yang mengglobal, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, memiliki minat luas dalam kehidupan dan kesiapan untuk bekerja, serta memiliki kecerdasan, kreativitas sesuai dengan bakat/minatnya. Kompetensi masa depan tersebut dapat tumbuh kembang dengan sangat baik dan hanya dapat dicapai apabila calon pemimpin memiliki perilaku berkarakter atau nilai-nilai luhur yang terbagi menjadi 4 pilar sebagai berikut:

  1. Pikir: Cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta reflektif.
  2. Hati: Jujur, beriman dan bertakwa, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik.
  3. Raga: Tangguh, gigih, berdaya tahan, bersih dan sehat, disiplin, sportif, andal, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, dan ceria.
  4. Rasa: Peduli, ramah, santun, rapi, menghargai, toleran, suka menolong, nasionalis, mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan produk dan bahasa Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja. (Suyanto, 2010)
Empat Pilar

Empat Pilar Nilai-Nilai Luhur

Jalan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 penuh dengan tantangan. Ada 2 tantangan besar yang akan dihadapi oleh pemimpin nasional yaitu:

  1. Tantangan internal adalah sikap dan karakter negatif yang dapat saja berkembang seperti (1) Melemahnya nilai kebersamaan (cenderung individual, egois, tidak peduli), (2) Melemahnya nilai dan norma agama dan sosial (hilang kesabaran, anarkis, instan), (3) Melunturnya nilai nasionalisme (kecenderungan primordial dan mudah di adu domba), (4) Kurang menghargai diri sendiri (kecenderungan cinta produk luar), (5) Kurang mengoptimalkan potensi diri (kecenderungan malas, tidak percaya diri), (6) Tidak konsisten (kecenderungan munafik, tidak tepat waktu) (Malihah, 2012).
  2. Tantangan eksternal antara lain (1) Keadaan geografis Indonesia yang sangat luas, dan juga negara kepulauan sehingga akses komunikasi dan transportasi sehingga pemerataan pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat terhambat, (2) Masyarakat yang heterogen, jika tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan potensi yang negatif contohnya konflik dan perpecahan.
Tantangan Internal

Tantangan Internal

Tantangan Eksternal

Tantangan Eksternal

Adapun langkah-langkah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah denganstrategi membuka akses pendidikan sedini mungkin serta pendidikan sepanjang hayat (long-life education) melalui pendidikan yang berkarakter, kemudian konsisten membina nilai-nilai religius, budi pekerti, kebangsaan, dan nilai-nilai budaya Indonesia. Jika akses ke pendidikan tersebut terbuka maka timbul semangat untuk belajar dan pada akhirnya belajar akan menjadi budaya dan kebutuhan masyarakat. Saat ini pemerintah sedang melakukan reformasi pendidikan dengan perbaikan pada segala aspek mulai dari kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pendanaan, dan hingga sistem pengelolaan pendidikan yang mengacu pada standar yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran lebih besar untuk kepentingan pendidikan tersebut melalui APBN. Bahkan termasuk kerjasama antara Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Agama dengan didirikannya lembaga pengelola dana abadi seperti LPDP ini merupakan upaya strategis dan langkah cerdas pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Penulis menyarankan agar pemerintah memperkuat lembaga ini dengan memberikan akses yang luas dan penambahan sarana prasarana yang baik sehingga kerja lembaga ini menjadi optimal.

 

lpdp

LPDP merupakan upaya strategis dan langkah cerdas pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045

Kunci sukses Indonesia Emas 2045 adalah pengawasan atau kontrol yang baik terhadap Grand Design atau Masterplan Indonesia Emas 2045 sehingga dapat selalu terpantau ketercapaian dan ketepatan target. Kunci lain yang tak kalah pentingnya adalah sosialisasi yang meluas kepada setiap lapisan masyarakat sehingga dapat mengetahuinya dan dapat berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Penulis sangat mendambakan terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu penulis dengan segenap tekad dan usaha terus melakukan perbaikan kualitas diri secara berkelanjutan dari penulis baik sebagai warga negara Indonesia, generasi muda dan sekaligus sebagai seorang pendidik di sekolah menengah atas. Kunci perubahan yang baik terletak pada pendidikan dan upaya generasi mudanya. Upaya peningkatan kualitas berkelanjutan ini sangat menguntungkan murid-murid yang merupakan calon pemimpin Indonesia Emas pada tahun 2045 kelak. Penulis yakin bahwa pendidik dengan kualitas terbaik akan menjamin tercapainya harapan bangsa Indonesia yakni Indonesia Emas.

538152_10150595254790895_659125894_9471645_1819827352_n

Pendidik dengan kualitas terbaik akan menjamin tercapainya Indonesia Emas

Kunci perubahan yang baik terletak pada pendidikan dan upaya generasi mudanya

Kunci perubahan yang baik terletak pada pendidikan dan upaya generasi mudanya

Usaha nyata yang penulis lakukan saat ini adalah meningkatkan kompetensi penulis sebagai seorang pendidik dengan menimba ilmu pendidikan di Inggris kemudian setelah menyelesaikan masa studi maka penulis akan kembali ke Indonesia dengan segudang ilmu, wawasan, dan etos kerja yang akan penulis tularkan kepada rekan-rekan guru, siswa-siswa, dan juga pada masyarakat melalui wadah organisasi yang penulis ikuti, sehingga nantinya dapat mewabah ke seluruh pendidik yang penulis kenal.

Upaya Penulis dalam Memperbaiki Kemampuan Diri salahsatunya belajar web 2.0 application dari Dr. Thomas Strasser, dosen Apss in Classroom di Vienna University of Education.

Penulis berbagi pengetahuan dengan guru-guru SD di Pangandaran

Pada akhirnya masyarakat akan terjangkiti semangat Indonesia Emas 2045. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, penulis bertekad segenap tenaga dan pikiran untuk dapat mewujudkan cita-cita Indonesia Emas di tahun 2045. Aamiin.

Referensi:

Bappenas, BPS, UNFPA. 2013. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035. Katalog BPB 2101018.

Kasim, M. 2012. Paparan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan: Implementasi Kurikulum 2013 dan Relevansinya Dengan Kebutuhan Kualifikasi Kompetensi Lulusan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Semarang.

Malihah, E. 2012. Sosok Ideal Manusia Indonesia Emas 2045 (Kenyataan dan Harapan), Makalah Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia VII 2012.

Nuh, M. 2012. Generasi Emas 2045: Ketika Indonesia Mendapatkan Bonus Demografi. Artikel Harian Jawa Pos, 2 Mei 2012.

Suyanto, 2010. Peran Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Menyiapkan Tenaga Kependidikan yang Profesional dan Berkarakter. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Advertisements
Categories: Belajar Beropini, Hari ini aku belajar... | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: