Goals by Accident

Kali ini aku posting tentang hobi main futsalku. Hobi bermain bola ini sudah dari kecil. Aku suka dan bahagia sekali bermain futsal bersama tim futsal guru Al-Izhar yang bernama Real Happy Teachers. Nama yang unik karena memang dengan bermain futsal, aku dan rekan-rekan bahagiaaaaa sekali, padahal meski faktanya jarang menang melawan tim lawan yang abadi (karena gak ada lawan lain) yaitu Resik United, tim dari CS sekolah kami yang memiliki teknik mumpuni dalam bermain bola,  tapi entah kenapa ya tetap gembira saja tuh. Bukan menang atau kalah, yang penting gembira :D.

Real Happy Teacher

Real Happy Teachers

Waktu di SMP posisiku adalah goalkeeper, waktu SMA dan kuliah posisiku adalah winger. Nah di Real Happy, bersama pak Muh “Inzaghi” Ridwan, aku menginginkan posisi Target Man karena sesuai dengan karakterku yang jarang drible dan kerjanya cuma one touch saja. Bola tak pernah aku otak-atik karena sulit bergerak (kegendutan sih 😀 ) dan kadang sulit mendapatkan ruang, defender lawan selalu menutup. Sehingga aku cenderung oportunis, begitu ada bola nganggur langsung sambar dan tendang ke arah gawang lawan, atau jika tidak bisa shoot biasanya memberi assist kepada rekan yang berdiri bebas. 

Bahkan sebagian besar gol-golku adalah gol yang tak sengaja dan dalam kondisi yang tidak ideal (goals by accident). Entah itu hanya sekedar numpang menyentuh ujung kaki, ujung lutut, perutku yang gendut lah, atau bahkan kepala. Anehnya sebagian besar mengarah masuk ke gawang lawan. Benar-benar keberuntungan, kadang 1 gol, 2 gol, 3 gol, dan pernah sampai 4 gol. Kadang suka ngakak sendiri sambil bertanya-tanya “kok bisa sih?”. Jarang sekali yang goal by design yaitu gol dari tendangan yang direncanakan atau dilatih, Kalaupun pernah ya paling gol dari tendangan keras dari tengah lapangan (kebetulan saja dan gak bisa diulang lagi oleh diriku sendiri). Anehnya kalau direncanakan malah gak pernah masuk.

Duo targetman yang oportunis

Duo targetman yang oportunis

Orang yang paling berperan adalah rekan tim sang pengumpan umpan matang dari tengah lapangan. Pujian dan sanjungan aku berikan untuk para playmaker dan anggota tim seperti Pak Gani, Pak Rahmat, Pak Dika, Pak Joles, Pak Lilik, Pak Rico, Pak Andes, Pak Fauzan, Pak Kiki, dan Pak Anggi, karena jika umpan mereka matang dan jika aku beruntung maka akan berbuah gol. Sebenarnya jika ditinjau dari skill bola, wah akulah yang paling minim, yang maksimal cuma berat badan saja 😀 . Berbekal kerjasama dan chemistry yang apik, positioning dan timing yang tepat serta keberuntungan yang besar, Insya Allah, aku bisa menjebol gawang lawan. Kalau lagi apes ya tiada gol.

Mungkin itulah sebabnya aku memilih callsign “Chicharito” karena terinspirasi dari karakter Javier “Chicarito” Hernandez sebagai targetman yang oportunis banget di Manchester United. Lagipula kalau diurai namanya ada namaku disana, “chic-HARI-to”, hahaha bisa aja kan.

chic-HARI-to

chic-HARI-to

Kalau dilihat dari gol-golnya yah mirip-miriplah dengan golnya Chicarito yang asli 😀 . Kalau aku Chicarito KW-10.

Advertisements
Categories: Kisah | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: