Posted by: Hari Prasetyo | January 14, 2012

Coming soon: Al Izhar Olympic VII

Building Upon Legacies for Generations”

Posted by: Hari Prasetyo | January 1, 2012

Eranya Prezi

Banyak pengguna komputer sudah sangat akrab dan sering menggunakan dengan Microsoft PowerPoint untuk presentasi. Prinsipnya adalah seperti menggunakan layar Over Head Projector (OHP) jaman baheula atau jamanku kuliah dulu yang memakai plastik transparan hanya saja kita tak perlu repot-repot mengganti plastik tersebut karena sudah digantikan dengan mouse atau remote.

Sekarang aku sudah mulai menggunakan Prezi, zooming presentation, presentasi dengan Prezi tidak perlu berpindah dari satu slide ke slide lain. Cukup dengan satu kanvas besar yang bisa disisipi gambar, video, data, dan lain-lain serta cukup digeser-geser saja maka jadilah presentasi kita seperti melihat tampilan lukisan grafiti di dinding yang lebar. Jadi untuk presentasi dengan Prezi tak perlu banyak slide. Cukup 1 slide saja.

Dari satu topik ke topik, presentasi kita cuma cukup bergeser, malahan bisa berputar ke kiri dan kekanan, zoom sana zoom sini, tanpa perlu ganti slide. Inilah uniknya Prezi.

Enaknya Prezi, selain menarik, aku bisa membuka file presentasi dari mana saja aku berada asal ada koneksi ke Internet. Jaga-jaga jika koneksi Internet putus di tengah presentasi, Prezi masih menyediakan fasilitas untuk kita dapat mengunduh file presentasi kita ke dalam bentuk file executable (EXE) yang sebelumnya dikompres oleh Prezi dalam bentuk ZIP.

Enaknya yang lain, aku bisa mengedit bareng-bareng presentasiku secara online dengan rekan-rekanku yang lain dimanapun mereka berada, tentunya setelah aku beritahukan linknya.

Prezi bisa dicoba dengan gratis meskipun dieditnya harus secara online, maklum lah Prezi ini aplikasi web 2.0. Sedikit kekurangannya, aplikasi web dari Prezi ini semuanya berbasis Adobe Air dan membutuhkan kecepatan Internet yang baik untuk menggunakannya. Tapi meski lemot internetnya, aku masih bisa pakai kok. Kelemahan lainnya adalah presentasinya tidak bisa diprint, pilihan font dan warnanya terbatas, serta untuk beberapa minoritas orang dapat merasa pusing karena melihat perpindahan yang sangat dinamis.

Read More…

Posted by: Hari Prasetyo | January 1, 2012

2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 39,000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 14 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Posted by: Hari Prasetyo | January 1, 2012

Setelah tahun baru lalu apa…

Terus apa nih sesudah perayaan tahun baru 2012 semalam? Semalam, jam 23.45, aku terbangun karena letupan suara kembang api yang memekakkan telinga, aku tak bisa tidur karenanya.Suaranya seperti di tengah perang. Dar der dor. Oke, aku tunggu sampai 15 menit, barulah bunyi-bunyi itu berhenti. Lalu aku kembali ke istirahatku.

Yah aku harus maklum, namanya juga perayaan tahun baru. Dirayakan setahun sekali. Hanya sayangnya, produk dari perayaan tadi adalah sampah dan kantuk belaka. Makanya aku tak mau ikut-ikutan, apalagi kalau tak bisa bangun untuk Shubuh.

Ngomong-ngomong tentang sampah, di Jakarta saja, dengan pusat perayaan di daerah Monas, Thamrin dan Sudirman, sampah tahun baru 2011 yang lalu saja sudah mencapai 1.916 meter kubik yang harus dibereskan oleh 628 orang petugas kebersihan. Meningkat lebih banyak dibandingkan malam Tahun Baru 2010 yang jumlah sampahnya “hanya” 1.100 meter kubik. Sampah malam tahun baru itu kebanyakan jenis plastik, sisa makanan dan kertas bekas terompet. Aku tahu selain sampah sebagai sisi negatifnya, ada juga positifnya dari sisi ekonomi pastinya, pedagang terompet, makanan dan minuman, serta penyelenggara pesta atau perayaan malam tahun baru mungkin mendapatkan untung dari perayaan ini. Namanya juga setahun sekali.

Balik ke topik semula, setelah tahun baru lalu apa? Berkarya dan beraktifitas lagi deh, karena liburan sudah habis. Seperti pergantian hari dan bulan biasanya, tak ada istimewa dengan pergantian tahun, cuma ganti tanggal dan kalender saja. Sambut dengan rasa syukur dan gembira. Masa lalu kita tinggalkan, yang baik dan buruk, kita jadikan sebagai pelajaran. Masa sekarang kita sambut. Masa depan kita raih. Selamat beraktifitas kembali di tahun 2012. Semoga lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Amin.

Btw, ini adalah tulisan pertamaku di hari pertama bulan Januari 2012 loh. Hehehehe.

Posted by: Hari Prasetyo | December 30, 2011

Membunuh Galau (efektif untukku), silahkan coba…

Galau, sebuah kata yang sedang di atas angin, belakangan ini. Artinya bisa bermacam-macam tergantung siapa yang merasakannya entah apa penyebabnya.

Setiap orang pasti pernah galau kan? Termasuk ya yang nulis ini pastinya. Pernah galau karena dilarang pergi ke sana-sini padahal tugas negara. Halah.

Ada triknya untuk membunuh galau.

1. Belajar bahasa asing

Karena belajar bahasa mengaktifkan diri untuk mau menerima hal baru, kosakata baru, kawan bicara baru, lingkungan baru. Apalagi kalau kursus seperti kursus bahasa Perancis, Jerman, wah investasi jangka panjang tuh, bisa dapat beasiswa di sana malahan. Menyulap galau menjadi untung.

2. Pergilah (untuk mencari solusi bukan untuk kabur dari masalah)

Yup, menghilanglah sejenak (maksud aku, pergi ke mana gitu, rekreasi kek, jangan ilang beneran loh), tenangkan pikiran, renungkan apa sih yang di galauin, cari solusinya. Kalau mau curhat ke temen juga oke kok. Meringankan beban, tapi jangan terus-terusan karena bikin beban temenmu. Bosen ceritamu itu itu melulu.

Cuti kantor, libur sekolah, atau pas akhir pekan pergi jauh ke luar kota, ke hutan, ke pantai, ke gunung, ke gua (mau ngapain emang? semedi?), ke luar pulau, atau ke luar negeri kalo ada duitnya. Tapi jangan sampai luar batas. Itu namanya foya-foya bos. Wong cuma buat merenung. Sedikit tip ya, coba ke panti asuhan atau panti jompo istilahnya community service. Dijamin galaumu langsung ilang karena energi kasih sayangmu muncul melebihi rasa galaumu.

3. Lakukan sesuatu

Yah seperti rajin beribadah, berdoa, membaca buku, olahraga, memulai usaha kecil-kecilan, atau bantu-bantu temen yang lagi kesulitan begitu.Itung-itung cari pahala, cari inspirasi, cari renungan juga. Kadang-kadang kita menemukan sesuatu jika kita melakukan sesuatu. Istilan kerennya ACTION.

4. Terapi maaf

Yah maafkan sajalah, Tuhanmu itu sedang mengangkat harkatmu meskipun kamu merasa direndahkan saat ini, maafkan pembuat galaumu. Si pembuat galau itu cuma dapet tugas dari Tuhanmu untuk membuatmu galau, sehingga kamu belajar mengatasi permasalahanmu, lagi pula kayak kamu gak pernah bikin galau orang lain, semisal ortumu, gurumu, saudaramu. Saat itu kamu juga dapet tugas dari Tuhanmu untuk orang yang kamu bikin galau sehingga mereka belajar darimu bagaimana menghadapi masalah yang kamu buat. Ya kan. Jadi sebenarnya kita ya ada andil kan. Maafkan ajalah seperti orang lain yang memaafkan kamu pas menggalaui mereka. Tul gak?

Gini terapinya, sambil merem, sambil duduk santai, sambail nafas pelan, lalu bilang “Tuhan, aku maafkan dia yang membuatku galau, karena aku tahu engkau sedang memberikanku ujian kenaikan tingkat sehingga aku akan lebih baik, aku tahu dia hanya menjalankan tugasMu untuk membuatku galau. Aku tahu kadang aku juga sering Engkau beri tugas untuk membuat galau orang lain dalam rangka membuat mereka naik tingkat. Maka aku maafkan dia. Terima kasih Tuhan. Aku tahu ini untuk kebaikanku juga. Sekali lagi, aku maafkan dia dan terima kasih Tuhan”

5. Terapi syukur

Ah begitu gampang bersyukur….oh tidak… bersyukur itu sulit, mau buktinya? Silahkan berdiri di depan seorang rekan dekatmu. Suruh dia hitung setiap syukur yang akan kamu katakan, apabila sudah sampai 30 kali syukur maka minta dia mencolekmu. Lalu kamu pejamkan mata dan bilang sampai 30 kali dengan kata “Saya bersyukur karena saya……”

Awal-awal lancar banget tapi pasti bakal bingung mau ngomong apalagi pas di hitungan ke 15 ke atas.

6. Masih kurang apalagi?

Kamu masih galau juga, ulangi lagi deh dari nomor 1-5. Kalau masih galau lagi aku kasih sebuah quote dari Napoleon Hill.

“Setiap kegalauan, kemalangan, kegagalan, rasa sakit akan membawa benih keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar”

Nah kalau gitu ngapain kamu banyak galau. Bangkitlah. Percaya deh, kemarin galau sekarang senyum karena seperti lagu lawasnya mas Ari Lasso yang judulnya Galau pasti Berlalu. Eh salah ya, sorry mas Ari… entar aku sowan deh ke Bintaro hehehe.

Well, it works for me. Aku sudah mencobanya berkali-kali. Tuh liat aja foto banner blogku, senyum teruskan, gak ada galaunya. Hehehehe.

Sedikit bocoran, terapi maaf dan terapi syukur aku dapatkan waktu pelatihan Hypnotherapy di Kemayoran dari seorang Hynotherapist terkemuka di Indonesia.

Selamat berjuang membunuh galaumu.

Posted by: Hari Prasetyo | December 29, 2011

My Sparkling 2012

Well, I think 2011 is one of my favorite year, a challenge year for me, it has been makes me confuse, desperate, but sometimes makes me happy and taft. Another failure that I’ve done but another success that I’ve achieved.

Then finally, the new year 2012 is just around the corner. Now, I can pretend that 2011 never happened and let see what could happen to me in 2012. I hope it good. But as usually, good? bad? who knows?. As a always, I do my new year resolutions. I will look forward to 2012. Even this is just a plan, I hope God giving me His surprise for me to make the 2012 year will be my other favorite year.

Perhaps, this is my 2012 will looks like:

JANUARY

January 1st: This is my first day in 2012. I still laying in my bed after I did Tahajud in the middle of the year’s changing night

January 3rd: The first day of school at 2ndsemester. I get back to school and prepare my classroom.

January 4th: I begin the teach my students.

January 20th: Underworld: Awakening in theaters. My wife and I have to see it.

January 21 – 22: I will go to Pramuka Island, in Jakarta Bay with Arjen, Prima, Rama, (Gibran perhaps) to have a short survey for the next Science Camp in June or July. Looking for the weather condition also if good we go, if not we have to reschedule it.

January 27th: Yeaahh this is my first salary in 2012 :D .

FEBRUARY

February 5th: Our wedding anniversary, but, as always, my wife and me realize that we always forgot about that. Probably we take dinner in fine place it will be nice.

February 6-18: Oooh no, this week gonna will be my busiest week. Because what? The answer is Al Izhar Olympic 7.

February 17th: Ghost Rider: Spirit of Vengeance in theaters. My wife and I perhaps consider to see it.

February 22-24: After break from the busiest week, well these days, perhaps I will be the supervising teacher in Biology Practice Exam.

MARCH 

March 12th:My wife’s birthday. Take a dinner of course :D .

March 16th: Woww, my favorite movies when I was teen, 21 Jump Street in theaters, we have to see it.

March 14-21: Probably I have signed as supervising teacher in School Exam.

March 30th: Mid Semester Report yeahhh

APRIL

April 16-19: Probably I have signed as supervising teacher in National Final Exam.If not then I have free time.

MAY

May 6th: My birthday :D , we are gonna watch The Avenger in theater, yeahh.

May 15th: The draft of Biology final exam must be done.

May 18-25: I will be busy, since 2004, I always be signed as the multimedia supervisor in Purnawidya, our School Graduation. I responsible to make a short documentation movie and edited the graduate pictures. Ho ho ho. I really need a hand not disturbing my works at this time.

May 25th: Man in Black III in theaters. Mmmm, perhaps we will see it.

JUNE

June 2-8: Semester Final Exam.

June 11th: Purnawidya, the School Graduation. I am gonna let my students go to university. Good bye Arjen, Prima, Rama, and others. See you in the future. Do something good in the future. I learn much from you guys :( .

June 11th: School Final Report (probably, see you mates)

June 12-30: Have a nice summer vacation with my wife. I hope there will something GOOD happen here, go to abroad or somewhere places in Indonesia perhaps, or kinda new salary, position, refreshment and environment :D . Amen for that.

June 29th: GI Joe: Retaliation in theaters, perhaps we will watch it.

JULY

July 3rd: The Amazing of Spiderman in theaters. We must see it.

July 17th: The first day of Ramadhan. The end of summer vacation. Probably this is my fist day in the new environment.

July 20th: Batman: The Dark Knight Rises in theaters. We must see it.

July 27th: The summer Olympics in London start.

AUGUST

August 3rd: The Bourne Legacy in theaters. Not starred by Mat Dammon, so we probably to watch it.

August 12th: The London Olympic closing ceremony. I hope my country  got many Gold medals in here.

August 19-20: Happy Eid Al Fitri 1433 H. Holiday for a week. Cianjur, here we come.

SEPTEMBER

September 1st: Consider to take TOEFL or IELTS, I would like to get  a scholarship abroad.

September 9-20: National Sports Olympic (PON) in Riau, Sumatera.

September 14th: Resident Evil: Retribution in theaters. Mmm are we gonna see it? Dunno.

OCTOBER

October 5th: Taken 2 in theaters. We have to see it. The setting was took in Istanbul, Turkiye.

October 26th: Happy Eid Al Adha 1433 H.

NOVEMBER

November 13th: A total solar eclipse. For this eclipse totality will be visible from northern Australia and the southern Pacific Ocean. Indonesian had no chances to see it, except the live on northern Australia and the southern Pacific Ocean.

November 15th: 1 Muharram 1434 H, Islamic New Year. This day is my officially new year.

November 26th: 47 Ronin in theaters. A 2012 fantasy-adventure film depicting a fictional account of the 47 Ronin a real-life group of samurai in 18th-century Japan who avenge the murder of their master. This movie stars Keanu Reeves. Probably we will see it.

DECEMBER

December 14th: The prequel of Lord of The Ring is back. The Hobbit: An Unexpected Journey. We have to see it.

December 21st: It’s Friday. I have to go to mosque. But, according to Mayan prophecies, this will be the end of the world. It’s wonderful isn’t it, if this day is the end of the world and I at the mosque :D .

December 22nd: Well, I am happy after seeing that the world did not end.

December 29th: In front of my computer, open my blog account and make another plan list about 2013.

Happy New Year 2012 everyone.I hope we are doing fine in 2012. By the way, I have already celebrate my new year in November 26, 2011. Islamic New Year :) .

Picture 2012 from http://www.freeimageslive.co.uk

Posted by: Hari Prasetyo | December 27, 2011

Good bye my credit card

Sudah lama aku ingin cerita tentang perjuanganku untuk mundur dari keanggotaan kartu kredit. Aku mendapatkannya dari program salah satu operator telepon karena aku menggunakan pasca bayar dan kataya dianggap loyal dan rajin membayar tagihan telepon per bulanya sehingga tak ada syarat apapun kecuali fotokopi KTP saja untuk mendapatkannya. Waktu itu aku tertarik karena aku tidak memiliki kartu kredit apapun dan sangat sulit apply kartu kredit apabila tidak pernah memiliki sejarah kartu kredit sebelumnya.

Aku mundur bukan karena salah si kartu kredit kok, malah selama ini dia banyak membantu, terutama ketika aku dinas ke Pittsburgh, Amerika Serikat, disana transaksi sekecil apapun menggunakan kartu kredit. Sebagai contoh untuk booking hotel atau hostel secara online harus menggunakan kartu kredit, makan di restoran fast food, bahkan check in pesawat terbang untuk mendapatkan boarding pass juga menggunakan kartu kredit.

Aku hanya ingin lebih ketat mengatur pengeluaran. Gaji gak seberapa tapi inflasi dimana-mana. Mungkin untuk beberapa orang, ini bukan keputusan yang bijak, mengingat bisa jadi ke depannya frekuensi dinas ke luar negeri akan meningkat dan pasti membutuhkan kartu kredit, tapi aku tetap ingat bahwa kartu ini adalah kartu pengganti transaksi saja, bukan menggantikan pengeluaran. Aku mencicil tagihannya per bulan tapi kok gak lunas-lunas, akhirnya aku dan istriku memutuskan untuk melunasi semuanya dan tutup. Agak rugi sih tapi demi tekat tight budget maka meski berat hati namun lega juga aku dapat melepaskannya.

Agak repot juga mengurusnya, pertama harus menelpon call center nya, dan itu butuh waktu lama. Apalagi waktu itu baru saja ada kasus meninggalnya nasabah kartu kredit oleh debt collector salah satu bank jadi aku harus memastikan bahwa ada dokumentasi tercatat dan tertulis bahwa aku telah membayar lunas semua tagihan yang ada, bahkan aku malah kebihan sedikit membayarnya.

Aku mendatangi kantornya di lantai sekian, aku lapor ke pihak security bank bahwa aku ingin menutup account kartu kreditku. Setelah ditulis nomor kartuku maka aku diminta menunggu. Tak lama seorang security memberitahuku bahwa aku tak perlu datang ke sini karena kantor ini khusus menangani penutupan kartu kredit apabila pembayarannya bermasalah. Aku, kata seorang security itu, termasuk nasabah yang cash flow nya lancar jadi disarankan ke kantor yang lain di Jakarta Selatan.Wow, aku dilempar ke sana nih, tapi sedikit lega karena aku jadi tahu bahwa aku termasuk nasabah yang rajin membayar :p.

Lalu aku datangi kantor yang di Pondok Indah, ternyata di sana dibilang juga bahwa aku tak perlu datang ke sini karena penutupan kartu kredit dapat melalui call center. Tapi mereka bersedia membantu dengan menghubungi call center. Aku dibawa ke ruangan kecil yang dilengkapi dengan CCTV dan perekam suara. Kemudian dengan bantuan salah satu stafnya aku dibantu proses penutupan kartu kredit. Ketika ditanyakan alasan penutupan kartu, aku menjawab karena dalam waktu dekat aku akan melanjutkan pendidikan ke Jepang dan tidak membutuhkannya lagi. Memang benar saat itu aku menunggu pengumuman beasiswa Monbukagakusho. Setelah beberapa lama, akhirnya proses penutupan selesai. Malah aku diberi voucher belanja di hypermarket besar sebagai point reward selama ini yang belum aku tukarkan. Alhamdulillah. Aku catat nama staf yang membantuku, aku foto guntingan kartu kredit untuk dokumentasiku. Aku cuma diminta menunggu kiriman dari bank tentang bukti semua tagihan yang telah lunas dan saat ini sudah datang bersama vouchernya.

Alhamdulillah sekali lagi, tak ada beban lagi. Hanya saja, ketika aku mendapat tugas ke luar negeri maka booking hotel juga melalui kartu kredit, ketika itu aku memakai kartu kredit rekan, untungnya masih diperbolehkan oleh staf hotelnya. Kartu kredit memang penting tapi aku masih belum pandai menggunakannya. Selamat tinggal kartu kreditku, terima kasih selama ini kau telah banyak membantuku. Suatu saat jika aku sudah pandai dan pantas maka aku akan kembali kepadamu.

Posted by: Hari Prasetyo | December 26, 2011

Kerugian Harvard

Cerita bagus ini dikutip dari buku berjudul “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!” karangan Ajahn Brahm. Isi moral dalam cerita ini adalah berhati-hatilah dengan penilaian dan persepsi Anda.  Persepsi kita seluruhnya dikendalikan oleh pandangan kita hingga sering kali kita tidak melihat kebenaran, melainkan melihat apa yang ingin kita lihat.

Kerugian Harvard, cerita ke-58, halaman 192

Suatu hari, ada seorang nyonya berpakaian gingham (motif katun kotak-kotak) yang sudah pudar, bersama suaminya yang mengenakan jas rajutan rumahan, turun dari kereta di Boston, Massachusetts. Mereka berjalan dengan malu-mlau. Lalu tanpa membuat janji terlebih dahulu, mereka masuk ke ruang tunggu kantor Presiden Universitas Harvad. Sekretaris presiden mengerutkan alis. Ia bisa tahu seketika bahwa pasangan dusun tertinggal seperti ini sama sekali tidak ada urusan di Universitas Harvard.

“Kami ingin menemui Presiden,” kata pria tua itu dengan lembut.

“Beliau sibuk seharian,” tukas sekretaris itu dengan cepat. “Kami akan menunggu,” jawab nyonya itu. Sekretaris itu tidak menggubris mereka selama berjam-jam, berharap pasangan itu akhirnya akan kecewa dan pergi, namun mereka tidak pergi juga. Sekretaris itu mulai frustasi dan akhirnya memutuskan untuk memberitahu sang presiden, meski hal ini adalah pekerjaan yang selalu tak disenanginya.

“Mungkin jika mereka melihat Bapak selama beberapa menit, mereka akan pergi,” ia memberitahu Presiden Harvard. Presiden mendesah putus asa dan akhirnya mengangguk. Seseorang dengan status setinggi ini jelas tidak punya waktu untuk berurusan dengan tamu semacam ini, namun ia sangat membenci baju katun kotak-kotak dan jas rajutan rumah memenuhi ruang tunggu kantornya. Jadi sang presiden, dengan wajah kaku penuh martabat, melangkah tegap dan penuh gengsi ke arah pasangan itu.

Nyonya itu berkata kepadanya,”Putra kami pernah bersekolah di Harvard selama setahun. Ia sangat mencintai Harvard dan bahagia di sini,namun setahun yang lalu, ia meninggal dalam kecelakaan. Jadi, saya dan suami saya hendak mendirikan monumen untuk mengenangnya di kampus ini.

Presiden itu tidak terkesan,”Nyonya,” katanya dengan ketus,”kami tidak bisa mendirikan patung untuk setiap orang yang pernah masuk ke Harvard dan meninggal. Jika seperti itu, tempat ini akan menjadi seperti pekuburan!”

“Oh tidak, tidak,” nyonya itu buru-buru menjelaskan,”kami tidak ingin mendirikan patung. Kami pikir kami hendak menyumbangkan sebuah gedung untuk Harvard.”

Presiden itu memutar bola matanya. Ia melirik baju gingham dan jas rumahan lalu berseru,”Gedung ? Apakah Anda tahu berapa biaya sebuah gedung? Kami sudah menginvestasikan lebih dari tujuh setengah juta dollar untuk mendirikan kampus ini!”

Untuk sesaat nyonya itu terdiam. Presiden merasa puas, ia bisa mengusir mereka sekarang. Nyonya itu kemudian berpaling ke suaminya dan berkata pelan,”Jika cuma segitu biayanya, mengapa kita tidak bikin universitas sendiri saja?” Suaminya mengangguk. wajah Presiden Harvard mengerut bingung dan kecut.

Tuan dan Nyonya Leland Stanford melangkah keluar dari sana, lalu pergi ke Palo Alto, California, tempat mereka mendirikan universitas yang kemudian dikenal dengan nama Stanford University, sebagai institusi untuk mengenang putra mereka.

Kisah ini disebut “Kerugian Harvard”. Presiden Universitas Harvard melakukan kekeliruan akibat keburu menghakimi pasangan itu.

Dibalik cerita ini

Sebuah cerita yang bagus dan memiliki nilai moral mengenai penilaian kita terhadap orang lain. Hanya saja, ketika aku menyelidiki cerita ini di google.com, ada beberapa situs yang menolak kebenaran cerita ini, terlepas nilai moralnya bagus ya, bahkan situs resmi Stanford University sendiri mengatakan bahwa Tuan dan Nyonya Leland Stanford memang sengaja datang ke beberapa universitas lain seperti Cornell, MIT, dan Johns Hopkins untuk meminta pendapat dari beberapa pemimpin universitas tersebut mengenai apa yang sebaiknya didirikan, sebuah universitas, sekolah teknik, atau museum. Presiden Harvard, malah menyarankan Tuan dan Nyonya Leland Stanford  untuk mendirikan sebuah universitas. Nah untuk lebih lanjut silahkan membuka link berikut:

  1. http://www.stanford.edu/about/history/
  2. http://www-sul.stanford.edu/depts/spc/uarch/faq.html
  3. http://www.truthorfiction.com/rumors/s/stanford.htm

Terlepas dari hoax atau bukan, makna yang harus ditangkap adalah, memang sudah seharusnya kita tidak meremehkan orang lain. Kadang pangkat, posisi, jabatan kita membuat kita kadang-kadang meremehkan orang lain.

Posted by: Hari Prasetyo | December 20, 2011

Ekspedisi Cikaniki part 2

Hari ke-2 ekspedisi Cikaniki ini diawali dengan shalat Shubuh berjamaah. Pasti dong sebagai muslim. Lalu bersih diri dan sarapan pagi untuk memberi tenaga karena seharian agendanya adalah melakukan penelitian atau observasi di hutan, kebun teh, atau di desa Citalahab.

Sarapan pagi (fotografer: PDK)

Usai sarapan pagi, dilakukan briefing oleh pak Momo, staf TNGHS, mengenai jalur penjelajahan mulai dari kelompok Insecta, Mammalia, Birdwatching, Vegetasi dan Ilmu Sosial. Masing-masing kelompok memiliki jalur yang berbeda. Diingatkan kepada kami untuk memakai baju lengan panjang dan sepatu karena di hutan banyak tumbuhan pulus yang mengandung getah yang dapat menyebabkan kulit menjadi melepuh dan lintah yang siap menempel di kaki dan menghisap darah kita. Kami juga diingatkan untuk patuh kepada pemandu dan diminta untuk mengangkut sampah plastik yang kami temui selama perjalanan.

Briefing oleh pak Momo (fotografer: PEP)

Sinar matahari yang lembut dan hawa dingin masih menyelimuti pagi ini. Begitu segar pagi ini. Kami berharap hujan tidak turun karena dapat mengganggu pengamatan primata dan burung, tapi jika turun hujan ya alhamdulillah, memang ciri khas hutan hujan tropis begitu kan.

Suasana pagi (fotografer: PEP)

Sebelum berangkat, kami berfoto bersama di depan stasiun penelitian Cikaniki dan briefing ulang sebentar.

Memakai sepatu (fotografer: PEP)

Foto bersama (fotografer: PDK)

Briefing ulang per kelompok (fotografer: PEP)

Dan tak lama akhirnya masing-masing kelompok berangkat melalui jalur yang berbeda-beda. Berikut adalah foto-foto pengamatan di dalam hutan, kebun teh dan di desa Citalahab.

Jalur perjalanan kelompok (fotografer: PEP)

Mendengarkan penjelasan pak Momo (fotografer: PEP)

Monumen Canopy Trail (fotografer: PEP)

Foto bersama di Monumen Canopy Trail (fotografer: PDK)

Sayang sekali kami tidak dapat naik ke canopy trail karena sudah rusak beberapa tahun belakangan ini dan sampai sekarang belum juga diperbaiki.

Canopy Trail (fotografer: PEP)

Pelat nama latin tumbuhan (fotografer: PEP)

Papan petunjuk jalan lainnya (fotografer: PEP)

Harendong bulu, tumbuhan berkhasiat antiseptik (fotografer: PEP)

Bunga Puspa, vegetasi asli TNGHS (fotografer: PEP)

Berhati-hati menuruni jalan setapak karena licin (fotografer: PEP)

Menemukan kotoran musang (fotografer: PDK)

Menemukan kotoran macan tutul (fotografer: PDK)

Menemukan jejak penandaan macan tutul berukuran 17 cm x 35 cm (fotografer: PDK)

Istirahat sejenak (fotografer: PDK)

Istirahat sejenak (fotografer: PEP)

Selama beristirahat, pemandu kami menunjukkan batang tumbuhan Begonia dapat dimakan hanya saja rasanya asam seperti belimbing wuluh atau kendondong. Caranya cukup dengan mengupas kulit pada bagian batang, dan begonia pun siap dikonsumsi. Kebanyakan makan begonia menyebabkan nyeri lambung karena asam.

Ditunjukkan cara mengupasnya (fotografer: PDK)

Makan batangnya, asem (fotografer: PDK)

Kemudian perjalanan pun dilanjutkan.

Liken atau lumut kerak (fotografer: PEP)

Jamur (fotografer: PEP)

Paku (fotografer: PEP)

Seru sekali pengamatan yang kami lakukan, banyak pengetahuan yang belum kami tahu dan sekarang jadi tahu.

Seluruh kelompok berkumpul di Curug Macan pada pukul 13.00. Disana kami beristirahat, makan siang, berenang dan diakhiri dengan melakukan pemaknaan seluruh kegiatan yang kami lakukan hari ini.

Curug Macan

Berenang di sungai

Sesi pengambilan foto panorama dengan GigaPan

Action saja, tak ada ikan disana.

Masih main di curug

Para guru pendamping

Pemaknaan kegiatan

Foto bersama di Curug Macan

Kami berada disini kurang lebih 1,5 jam, lalu kami kembali ke base camp untuk beristirahat dan sholat. Aktivitas dilanjutkan dengan pembuatan laporan pengamatan atau penelitian. Presentasi kelompok dilakukan setelah makan malam.

Pembuatan Laporan Kelompok

Presentasi Kelompok

Hasil foto burung

Presentasi kelompok dilombakan, kriteria penilaian berdasarkan penampilan, penguasan materi dan kejelasan informasi yang dipresentasikan. Hasilnya, kelompok Insecta berhasil memenangkan kompetisi ini.

Presentasi dilakukan sampai jam 21.30 malam, rencananya akan dilakukan pengamatan bintang di kebun teh, namun karena hujan gerimis maka acara tersebut diganti dengan istirahat. Alhamdulillah kegiatan hari kedua selesai dan terlaksana dengan aman dan lancar. Keesokan harinya kami akan kembali ke sekolah. Alhamdulillah, semoga kegiatan ini memunculkan penelitian-penelitian lanjutan yang dapat kami bawa ke ajang Indonesian Science Project Olympiad atau lomba-lomba karya ilmiah yang sejenisnya.

Posted by: Hari Prasetyo | December 20, 2011

Ekspedisi Cikaniki part 1

Ekspedisi Cikaniki a.k.a Science Camp 2011 ini adalah kali kedua sejak Science Camp pertama diadakan oleh SMA Al Izhar Pondok Labu di Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Para pesertanya adalah siswa-siswi kelas X, XI dan XII yang tertarik untuk melakukan penelitian sains baik natural science maupun social science.

Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok penelitian berdasarkan minat mereka. Kelompok terdiri adalah kelompok Insecta, kelompok Mammalia, kelompok Birdwatching, kelompok Vegetasi dan kelompok Ilmu Sosial. Siswa-siswi yang tergabung pada kelompok fotografi disebar ke seluruh kelompok. Oh ya kali ini kami mengajak beberapa siswa dari KIR SMA 38 Lenteng Agung, Jakarta.

Segala persiapan sudah dilakukan, dari mulai rapat penyusunan panitia, rapat penentuan lokasi, rapat koordinasi, survey lokasi, pengurusan perijinan SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Lokasi), surat perijinan penggunaan Stasiun Penelitian dan Wisma Cikaniki kepada Kepala Balai TNGHS (Bapak Istanto), transportasi sampai ke pembekalan (salah satunya workshop fotografi). Alhamdulillah, kami beruntung sekali karena kami mendapatkan ijin untuk menggunakan Wisma Cikaniki sebagai base camp kami selama penelitian berlangsung. Wisma tersebut biasanya digunakan oleh peneliti dari LIPI, instansi kedinasan lainnya atau peneliti dari luar negeri.

Sebagai informasi, setiap pengunjung yang memasuki Taman Nasional, dimanapun itu, harus mengurus SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Lokasi) di Kantor Balai Taman Nasional. Dibutuhkan proposal, daftar nama peserta dan umur (untuk asuransi), materai Rp 6.000, dan membayar retribusi sebesar Rp 1.250 per orang per sekali masuk.

Mengurus Surat Ijin Masuk Lokasi (SIMAKSI) di Kantor Balai TNGHS, Kabandungan

Kantor Balai TNGHS di Kabandungan

Setelah persiapan yang membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan, maka tibalah hari keberangkatan yang ditunggu-tunggu yaitu hari Jumat tanggal 16 Desember 2011 pukul 08.15. Kepala SMA Al Izhar melepas peserta dengan upacara kecil dan doa bersama agar kegiatan ini berjalan lancar dan kembali ke rumah dengan selamat.

ELF sebagai transportasi ke Cikaniki (fotografer: PEP)

Fasilitas ELF (?) (fotografer: PEP)

Para guru pembimbing (fotografer: PEP)

Berangkat (fotografer: PEP)

Untuk mencapai Cikaniki ada 2 alternatif jalan, melalui Kabandungan, Sukabumi atau melalui Pongkor, Bogor. Waktu tempuh kurang lebih sama. Waktu berangkat kami melalui Pongkor, Bogor melewati Leuwi Liang yang selalu macet karena pasar. Cikaniki ke arah Tambang Emas Aneka Tambang (Antam) di Pongkor.

Jalannya menuju Cikaniki sangat menantang, 11 km sendiri adalah jalan yang jelek, ban salah satu ELF kami mengalami pecah ban karena tergores batu-batu di jalan tersebut. Kami harus melewati jalan di kawasan hutan dan kebun teh nirmala selama 2 jam. Dijamin tubuh akan tergoncang ke kiri dan ke kanan.

Jalan desa

Mulai masuk kawasan hutan, jalannya masih bagus

Setelah gerbang ini jalanan mulai jelek

Kebetulan kami melewati lokasi latihan Satuan II Perintis, Brimob. Jadi kami harus berhati-hati karena banyak prajurit yang beristirahat di tepi jalan. Mungkin mereka juga agak bingung kok ada 4 ELF masuk ke daerah ini.

Kondisi jalan berlumpur

Kondisi jalan berbatu

Iring-iringan rombongan

Jalan di kebun teh

Jalan di kebun teh

Kawasan babi hutan

Subhanallah, indah kannn

Sejauh mata memandang, hanya terlihat bentangan karpet alam warna hijau, kelabu awan dan kadang-kadang biru langit

Menikmati pemandangan daripada perjalanan :D

Jadi selama 2 jam kami melewati jalan tersebut dengan terguncang-guncang, dan akhirnya kami mendapat kabar bahwa ELF nomor 4 mengalami pecah ban. Kami berhenti 30 menit untuk memberikan bala bantuan berupa cadangan ban dari ELF yang lain karena ban cadangan ELF nomor 4 pun mengalami kerusakan. Kami bergotong royong memindahkan ban cadangan dari ELF nomor 2 ke mobil Panther yang akan kembali ke lokasi ELF nomor 4.

Berhenti 30 menit di ujung jalan desa Citalahab (fotografer: PEP)

Gotong royong memindahkan barang bawaan dari bagasi Phanter agar ban cadangan ELF 2 dapat masuk (fotografer: PEP)

Ban cadangan ELF pun dimasukkan ke bagasi Phanter (fotografer: PEP)

Disini saja jam sudah menunjukkan pukul 13.00 artinya kami sudah berjalan sekitar 5 jam. Dari sini, di pertigaan desa Citalahab, untuk menuju ke stasiun penelitian Cikaniki hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Setelah berhenti satu jam untuk memindahkan ban cadangan dan makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke stasiun penelitian Cikaniki.

Dan akhirnya, stasiun penelitian Cikaniki, tempat tujuan kami telah terlihat oleh mata kami. Rasanya lega sekali karena 6 jam perjalanan telah berakhir :D .

Stasiun Penelitian Cikaniki, TNGHS

Kami pun langsung turun dan bergotong-royong mengangkut barang bawaan kami menuju ke wisma Cikaniki.

Angkut terus gan (fotografer: PDK)

Angkut lagi (fotografer: PDK)

Lagi dan lagi (fotografer: PEP)

Stasiun Penelitian Cikaniki, TNGHS

Wisma, base camp kami

Interior Wisma Cikaniki (fotografer: PDK)

Membagi kamar tidur (fotografer: PDK)

Setelah barang bawaan masuk semua, maka kami melakukan sholat Dzuhur berjamaah.

Sholat berjamaah (fotografer: PEP)

Setelah itu kami berkumpul di aula untuk melakukan briefing dan mengumumkan kamar untuk para peserta.

Briefing di aula (fotografer: PDK)

Setelah brifeng dan dibagikan nomor kamar, maka seluruh peserta beristirahat sampai pukul 16.00 untuk agenda kegiatan yang pertama yaitu presentasi dari Prima mengenai langkah-langkah dasar dalam kerja ilmiah dalam penelitiannya tentang khasiat antiseptik dari tumbuhan Harendong Bulu.

Presentasi Prima

Presentasi Prima (fotografer: PDK)

Setelah itu diadakan sesi tanya jawab, brainstorming dan sharing best practice penelitian yang pernah dilakukan oleh SMA Al Izhar dan SMA 38 Jakarta. Acara dilanjutkan dengan briefing singkat oleh Pak Momo, staf dari TNGHS yang bertugas di Stasiun Penelitian Cikaniki.

Briefing singkat oleh Pak Momo (fotografer: PDK)

Tak sadar waktu sudah Maghrib dan kami pun melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di aula. Acara berikutnya adalah makan malam yeahhh. Disini ditanamkan budaya antri untuk mengambil makanan yang lezat ini.

Antri makan malam (fotografer: PDK)

Ane kasih cendol gan untuk makanannya...top mak nyus :D (fotografer: PDK)

Aktivitas yang menyenangkan ini disambung dengan pengamatan malam. Kami membagi diri menjadi 2 kelompok besar yaitu kelompok Insecta, yang mengamati serangga malam dengan cara mengamati serangga yang menempel di  light trap. Kemudian kelompok vegetasi, yang mengamati jamur glowing in the dark. Dan kelompok mammalia, yang mengamati aktivitas mammalia malam dengan memasang perangkap kurung.Kami di briefing dan dipandu oleh staf TNGHS dan penduduk lokal dari desa Citalahab. Setelahnya barulah kita menuju ke lokasi pengamatan yang terletak di dalam hutan.

Briefing sebelum berangkat untuk pengamatan malam (fotografer: PEP)

Masuk ke dalam hutan (fotografer: PEP)

Masuk ke hutan

Memasang light trap untuk pengamatan serangga malam (fotografer: PEP)

Jamur glowing in the dark (fotografer: PEP)

Jamur ini diduga termasuk genus Mycena yang mungkin sama ditemukan di Brazil. Nah ketika kami diminta untuk mematikan semua cahaya maka inilah yang terlihat.

Bioluminescent fungus, subhanallah....(fotografer: PDK)

Kami juga menemukan belalang ranting yang bentuknya seperti ranting pohon, sebuah kamuflase adaptif dari belalang untuk mengelabui predatornya.

Belalang ranting (Phobaeticus chani)

Seusai beberapa lama melakukan pengamatan malam, kami pun kembali ke wisma untuk beristirahat. Yah namanya juga aktivitas di hutan, ada juga yang terkena lintah di kakinya. Maka dengan bantuan tembakau, lintah pun terlepas.

Lintah menempel di kaki

Alhamdulillah kegiatan hari pertama telah usai, kami mendapatkan pengalaman yang berharga. Kegiatan berikutnya adalah istirahat. Agenda keesokan harinya adalah penelitian atau observasi lapangan sehari penuh di hutan, di kebun teh, di desa Citalahab.

Sejenak sebelum tidur malam

Bersambung ke Ekspedisi Cikaniki part 2

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 79 other followers