Posted by: Hari Prasetyo | October 13, 2009

Laporan Tengah Semester Kelas XI-2 SMA Al Izhar Pondok Labu

Jadwal penyerahan Laporan Tengah Semester Kelas XI-2 SMA Al Izhar Pondok Labu.

jadwal

Posted by: Hari Prasetyo | March 9, 2009

Menulis lagi ah….

Ah mulai lagi nih aku nulis. Setelah sekian lama aku “istirahat”. Sebenarnya bukan gak aktif di dunia maya, cuma selama ini aktif di facebook, situs social yang lagi “the happening” kata orang-orang. Banyak anak-anak yang aku temui disana, sayangnya kenapa aku gak nemuin temen-temenku dari SMP, SMA, bahkan temen kuliahpun. Masak sih mereka gak kenal FB?

Selain itu aku juga direpotkan dengan kegiatan di sekolah, yah konsentrasi ke pameran. Walaupun begitu aku sebenarnya tetap nyantai cuma karena yang diatas-atasku itu sepertinya panik atau was-was banget, padahal kalo semuanya bekerja dan berjalan dengan baik pasti terselesaikan dengan baik pula. Kayaknya ada yang dipertaruhkan begitu. Ngomong-ngomong soal pameran, aku diserahin bagaimana menseting pamerannya, mulai dari disain pameran sampai ke teknis pamerannya. Beruntung aku punya temen-temen yang banyak koneksi, eh pas lagi butuh partisi atau sketsel murah untuk disewa, ada pak Andi yang punya koneksi. Dan demikian dengan penyewaan meja, pak Anto memberitahu tempat yang murah. Tinggal di atur aja oleh temen-temen dari forum guru. Hanya satu yang mengganggu, kesempurnaan seting pameran diotak-atik oleh kebijakan yang di atas-atasku tanpa persetujuanku. Hahahaha, emang siapa luh? Itu dia susahnya jadi yang mediocre. Tapi aku belajar nih, untuk memuluskan agenda, kadang kita harus menjalin hubungan yang baik dengan semua orang sebelumnya, baik hubungan pertemanan maupun hubungan kerja. Jadi istilahnya “simbiosis mutualisme”. Kata pak Tono yang menasehatiku, maen kordinasi-kordinasian ajah. Betul juga dia.

Sayang sekali, seharusnya lokasi pameran tertutup eh malah dibiarin terbuka di salah satu sisi. Alasan logisnya untuk bisa dilihat pengunjung yang melintas. Lah benar-benar meragukan kemampuan panitia untuk menarik pengunjung. Menurutku dengan tertutup pengunjung malah penasaran apa sih yang ada di dalam, kemudian aku juga minta ke panitia siswa untuk membuat tulisan menarik warna-warni di papan tulis kayak di café-café gitu. Belum promo lewat facebook. Anehnya lagi udah dibiarkan kebuka eh malah sewa AC untuk pameran. Yah dibuat nyante aja lah, lagi pula sebagian besar kemauanku udah dituruti kok, “flow like a water” aja lah santai gak usah di nentang. Dan aku belajar lagi bahwa untuk mempercayai bawahan itu sulit meskipun harusnya bisa percaya dan tidak semua keputusan atau ide bawahan itu bener dan demikian sebaliknya. That’s life.

Oh ya aku harus berterima kasih kepada murid-muridku atas komentar, kritik, saran dan pujian yang mereka berikan untukku. Aku sendiri gak menyangka loh jika komentar mereka positif, mungkin aku enjoy dalam mengajar mereka, karena chemistry nya cocok dan tidak dibebani dengan banyak tugas dari sekolah sehingga ide-ideku bermunculan. Makasih ya, berpengaruh ke prestasiku, baru kali ini aku dinilai A oleh sekolah, after several years. Bahkan selama ini aku mencari siapa sih yang dinilai A dan aku mau “nyontek” gimana caranya, dan setelah “nyontek” dari mereka, akhirnya…., Moga-moga aku bisa mempertahankan dan bahkan meningkatkan lagi. Amin. Aku belajar lagi nih kali ini, siapa yang mau berusaha akan mendapatkan yang ia inginkan meskipun pada awalnya ia gagal dan gagal. Aku masih ingat dulu ada kritikan-kritikan yang kadang-kadang gak enak didengerin, sempet down juga sih, tapi mau gak mau kan harus berubah karena jika diam saja aku akan punah.

Selain pameran, ada tugas di kompleks rumah, biasa lah sebagai ketua RT banyak kerjaan sosialnya. Kemaren harus melakukan verifikasi data penduduk. Menurut ketua RT dari RT lain ini sudah ke-3 kalinya dinas penduduk meminta kita untuk verifikasi, padahal yang kemarin-kemarin data sudah diperbaharui eh kok minta diverifikasi lagi dan data-data dari dinas penduduk masih salah pula. Selama ini dinas penduduk depok ngapain aja, dan menurut pak RW untuk daerah seluas depok, komputer di dinas penduduk Cuma ada 12 ajah. Hahahahahaha…….. 12 komputer untuk entry data penduduk yang jumlahnya ribuan begitu. Yah kurang lah. Asal walikota tahu aja kalo staf nya di kelurahan sudah gak up to date, harus diganti lah. Kinerjanya payah. Bikin KK atau KTP aja masih pake mesin ketik, trus harusnya gratis ya tetep aja dipungut bayaran udah gitu lama lagi 10 hari jadi. Ahhhh. Jaman secanggih gini, apply online dimana-mana, 1 detik jadi masih ada aja 10 hari jadi. Untungnya sekarang pembuatan KK dan KTP udah di ambil alih ama Dinas Penduduk. Entah deh jadi cepet n gratis atau masih sama.

Jadi ketua RT termuda gak enak juga, karena di “bully” ama ketua RT lain yang tua-an. Lah aku ini baru belajar jadi ketua RT udah diminta macem-macem, malah ada wacana jadi pengurus RW. Udah gitu pake maksa-maksa pula. Alasannya yang muda lah, hargai orang tua-lah. Lah yang nyuruh aja gak ada yang mau jadi RW pake acara nyuruh-nyuruh. Prinsipku adalah “Lawan Bully”, enak aja. Justru yang masih muda masih mencari nafkah dan karir. Bayangin aja kalo udah repot di tempat kerja di tambah repot di rumah, mending pindah rumah aja.

Ada juga warga yang menuntut lebih dari posisi RT, menurutku RT itu hanya kepanjangan administrasi kepemerintahan saja. Kalau dianggap tokoh masyarakat itu harusnya lain lagi, bukan RT. Harusnya dipisah antara tokoh masyarakat dengan ketua RT, apalagi ketua RT nya masih muda banget, yang masih seneng malem mingguan, yang masih seneng jalan-jalan ama istrinya eh dikasih rapat di malem minggu.Dari sisi administrasi yang ada untung nya kalo dipegang ama yang muda, lebih tertib dan tertata rapi serta sudah digital. Semua itu ada porsinya, jangan nuntut lebih, no more bully, lagi pula anak-anak mereka yang seumuran dengan ku aja mereka lindungi gak usah jadi ketua karang taruna, gak usah jadi ini itu dan masih suka jalan-jalan masih suka keluyuran masih suka maen dan pulang malem. Eh ke orang lain, malah nuntut. Emang betul, nuntut itu enak. Yah kalo gak setuju, aku gak keberatan kok kalo aku diturunin dari posisi ketua RT. :D

Posted by: Hari Prasetyo | January 24, 2009

Tahun Baru, Tantangan Baru

Akhirnya aku posting juga di blog, posting tulisanku yang pertama di tahun 2009. Bukan karena malas, tapi cukup lelah sehingga tak sampai bisa menulis walau sebenarnya banyak yang ingin aku tuliskan. Januari ini cukup melelahkan, di awal tahun, aku harus mengikuti symposium al izhar di Sawangan dari pukul 8 pagi sampai dengan 9 malam selama 3 hari. Hasil dari symposium mewajibkan aku dan rekan-rekan semua untuk berubah namun tidak diberitahu bagaimana caranya untuk berubah. Dan yang kurasakan belum banyak yang berubah, yah semoga tetap berubah ke arah yang lebih baik. Sebenarnya ada juga sih yang berubah, aku kehilangan rekan seperjalanan tiap berangkat kerja yaitu Mr Y. I really miss our morning conversation. Mr Y meninggalkan kita disini karena sesuatu hal, mungkin di luar sana lebih baik baginya.

Di lingkungan tempat tinggalku juga ada yang berubah, kini aku resmi menjadi ketua RT, ketambahan kerja sosial. Kemarin baru saja beredar ke seluruh rumah untuk meminta sumbangan atas nama masjid kompleks untuk tali asih anak yatim piatu yang ada di dalam dan di sekitar komplek-ku. Ya ada juga yang belum tahu wajahku, ya iyalah, aku tinggal disitu meneruskan dari nyokap tercinta, apalagi aku resmi tinggal disitu baru sejak tahun 2003. Aku jadi tahu karakter masing-masing warga. Entah kenapa ya ada yang jaga image, ada yang gengsian, ada yang bersih, ada yang jorok, ada yang pamer, ada yang rendah hati, ada yang sabar, ada yang baik, ada yang pelit, ada yang ansos, dan banyaklah karakternya. Ada tetangga yang mencibir aku agak kurang bergaul lah, yah gimana yah, aku kan ngikut nyokap maka yang ikut arisan RT, yang ikut pengajian yah nyokap juga, malahan nyokap dianggap salah satu sesepuh disitu, dan sejak aku menikah, nyokap nglatih aku mandiri dalam berkeluarga caranya nyokap pindah ke rumah di Surabaya dan otomatis aku tinggal di rumah berdua bareng istri.

Emangnya definisi bergaul itu bagaimana? Aku juga gak ambil pusing dengan cibiran itu. Nggak aku ladeni lah, karena yang ngomong juga bapak-bapak sepuh. Sekarang begini aja deh, beda umurku dengan umur rata-rata bapak-bapak juga jauh banget, bandingkan antara 29 tahun ke rata-rata 60 tahun, hampir 30 tahun-an. Sama aja ngobrol sama bokap sendiri kan, apalagi rata-rata bapak-bapak jaman dulu suka otoriter, maunya minta di dengerin melulu, kalopun ngobrolnya rame-rame, mereka gak mau kalah satu sama lain, giliran aku yang ngomong kadang diremehin, jadi males lah. Beda generasi kadang beda topik pembicaraan sih. Memang sih aku paksaain juga agar tetap nyambung dan maksain diri ikut nimbrung ngobrol di antara bapak-bapak, yang diobrolin membahas mengenai penyakit mereka yang sedang mereka idap atau alami, aku sih berusaha berempati dengan mencoba memahami perasaan mereka. Kadang juga ngobrolin kisah sukses anak-anak mereka. Aku merasa aku ini dianggap seusia anak mereka, dimana kadang sehingga aku dianggap remeh. Lagipula kayak anak-anak mereka bergaul ajah. Coba ajah mana ada karang taruna-nya? Katar yang mau ngumpulin sumbangan, yang mau ngurusin warga? Kadang gak ngliat diri mereka sendiri. Aku juga baru tahu kalo beberapa dari mereka punya anak karena anak mereka gak pernah terlihat. Tahunya pun dari kumpulan arsip kartu keluarga yang sekarang aku pegang. Duh, belum lagi mberesin arsip-arsip RT yang lumayan berantakan dari pengurus sebelumnya. Data-data warga masih dalam bentuk tulisan tangan, ada yang sudah tercetak namun data digitalnya tidak ada, udah begitu gak rapi pula, ada yang salah gak cocok dari data yang ada di Kartu Keluarga. Sekarang sudah agak rapi karena istriku membantu merapikannya ke dalam sebuah binder khusus. Ya aneh aja gitu loh, komplek ini berdiri dari tahun 1980-an kok data RT gak di arsipin secara rapi. Yah mungkin karena dianggap kerja sosial kali yah. Aku menunggu periodeku berakhir di tahun 2013, semoga orang lain yang terpilih jadi RT. Semoga pemkot Depok memberi tunjangan kepada RT agar jabatan RT kelak direbutin orang. Dan saat itu aku akan bilang, please take it?.

Pekerjaan, yop apalagi yang satu ini, lumayan banyak kerja ekstra. Jadi panitia ini itu di tempat kerja, dikaryakan di kepanitian sana disini, Alhamdulillah aku masih dipercaya membantu banyak orang. Minggu kemarin aku diutus sekolah untuk mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Biologi se Jakarta Selatan, kegiatannya berupa kunjungan ke Pabrik Yakult. Aku pikir Pabrik Yakult yang di Ciracas, eh ternyata pabriknya ada di Sukabumi. Walah jauh amat, udah gitu macet pula, kunjungan di pabrik cuma 2 jam tapi perjalannya bisa 6 jam. Cape deh. Entar deh kunjungan ke Yakult aku certain khusus. Yang satu ini memang melelahkan. Lelah di perjalanan tepatnya. Yah gitu deh ceritanya, aku berharap bisa menjalankan tugasku dengan sebaik-baiknya. Lancar terus?..Amin.

Posted by: Hari Prasetyo | December 31, 2008

Jalan-jalan ke Bogor

Hari ini 31 Desember 2008, di akhir tahun 2008 aku dan istri jalan-jalan ke Bogor.  Sudah lama gak jalan-jalan juga sih, sekalian istriku mau makan es krim durian di Taman Topi. Kami berangkat jam 8.30 pagi. Alhamdulillah lancar selama perjalanan gak ada macet sekitar 45 menit kami sudah sampai di Taman Topi.
Gunung Salak dilihat dari Jalan Raya Bogor

Gunung Salak dilihat dari Jalan Raya Bogor

Tenda PKL di Taman Topi

Tenda PKL di Taman Topi

Es Durian Taman Topi

Es Durian Taman Topi

Es Krim Duren

Es Krim Duren

Setelah makan es krim, kami mencari asinan buat oleh-oleh untuk bapak di rumah, eit sekalian mampir dulu makan rawon, aduh aku gak tau namanya pokoknya dekat jalan batu tulis depan pabrik boihrem ingelhem entah apa nama jerman gitu produsen obat batuk. Seporsi nasi rawon Rp 11.000,-

Rawon Suroboyo

Rawon Suroboyo

Setelah mendapatkan asinan yang kami cari, langsung kami pulang ke rumah, maunya sih beli martabak air mancur di Jalan Juanda tapi karena ramai, kami pulang ajah, mending beli di deket rumah aja. Cuma memang martabak Air Mancur ini sudah terkenal baik rasa yang enak dan porsinya yang besar. Mantap.

Posted by: Hari Prasetyo | December 31, 2008

Ketertinggalan di tengah jaman modern

Kemarin aku ngurus KTP milikku dan istriku di kelurahan Tugu, Depok. Aku pikir sudah ada kemajuan sejak 5 tahun yang lalu aku bikin KTP di tempat yang sama, memang ada perubahan tapi perubahan gedungnya yang lebih bagus, namun sistem pembuatan KTP masih sama seperti yang dulu. Coba dibayangkan Depok dengan Jakarta kan deketttt banget nempel doing kan di Jakarta. Jakarta sudah canggih eh Depok masih ketinggalan aja. Masak bikin KTP 10 hari lamanya, halooo, di jaman yang canggih, Pentium aja udah dual core, printer udah laser, windows udah vista, koneksi Internet udah dimana-mana, eh ini bikin KTP lama banget. Di Surabaya cuma 3 jam selesai bikin KTP pake kemajuan teknologi informasi, dan gak ngantri lama-lama lagi. Eh disini masih pake mesin ketik. Manual banget.

Kemana aja nih orang pemerintahan Depok? Kalo menurut pak RT, SDM pegawai kelurahannya cuma lulusan SD sehingga kalo di kasih komputer  jadi gaptek, udah gitu uda gak muda lagi, biasanya kalo udah tua, males untuk menerima hal-hal yang baru. Udah gitu pula, jutek pula nglayani warganya. Wah itu kalo di kantor swasta sudah dikomplain ama customernya. Mana mau orang balik ke sana.

Gak ada bagusnya kecuali gedungnya yang bagus, sisanya tetap sama lah. Dari dulu bikin KTP 10 hari dan bayar pula (katanya gratis sih). Gak ada bukti pembayaran yang ada cuma resi  tanda bukti memperpanjang KTP. Sistem antrian gak diatur dengan rapi, tidak ada prosedur pembuatan KTP yang resmi tercantum di kantor kelurahan, yang ada warga hanya nanya dan nanya. Semoga PNS sadar bahwa gaji mereka itu dibayar dari pajak bahkan dari utang ke luar negeri pula, sehingga mereka bakal kerja dengan profesional.

Semoga aja ada orang pemerintah Depok yang baca hal ini sehingga bisa lebih memajukan sistem pembuatan KTP, bukan lagi pake mesin ketik, buang-buang waktu, tenaga dan lebih efisien kan dalam melayani warganya yang sudah bayar pajak mahal-mahal.

Ngantreee

Ngantreee

Posted by: Hari Prasetyo | December 23, 2008

Link download prediksi soal UAN 2009

Halo untuk siswa kelas XII dimanapun kalian berada, website banksoal.sebarin.com menyediakan download soal prediksi UAN 2009. Silahkan ambil disana.

Prediksi UN SMA 2009:

  1. Soal Prediksi Matematika UN SMA IPA 2009, Download disana
  2. Soal Prediksi Matematika UN SMA IPS 2009, Download disana
  3. Soal Prediksi Bahasa Indonesia UN IPA SMA 2009, Download disana
  4. Soal Prediksi Bahasa IndonesiaUN IPS SMA 2009, Download disana
  5. Soal Prediksi Bahasa Inggris UN IPA SMA 2009, Download disana
  6. Soal Prediksi Bahasa Inggris UN IPS SMA 2009, Download disana
  7. Soal Prediksi Biologi UN SMA 2009, Download disana
  8. Soal Prediksi Fisika UN SMA 2009, Download disana
  9. Soal Prediksi Kimia UN IPA 2009, Download disana
  10. Soal Prediksi Geografi UN IPS 2009, Download disana
  11. Soal Prediksi Sosiologi UAN 2009, Download disana

Prediksi UN SMP 2009:

  1. Prediksi Bahasa Indonesia UN SMP 2009, Download disana
  2. Prediksi Bahasa Inggris UAN SMP 2009, Download disana
  3. Prediksi Matematika UN SMP 2009, Download disana
  4. Prediksi Kewarganegaraan UN SMP 2009, Download disana

Selamat mendownload dan semoga soal-soal UAN 2009 tersebut bermanfaat dalam membantu menghadapi Ujian Akhir Nasional.

Terus berkunjung ke Banksoal.Sebarin.com karena mereka akan mengupload sekitar 100 paket soal lainnya dalam waktu dekat.

Sumber: http://www.banksoal.sebarin.com/ujicoba-server-download-soal-prediksi-un-2009.htm

Ini juga acaranya sudah lama lewat tapi aku baru sempat untuk mempostingnya. Jadi begini ceritanya, hari selasa tanggal 18 aku ditawari untuk hadir di acara ini mengingat aku adalah guru Biologi, tapi aku juga menawarkan acara ini kepada Bu Yanti karena lebih tepat beliau yang berangkat karena bisa membawa anak kelas X dan memang berhubungan dengan materi di kelas X. Tapi ternyata Bu Yanti tidak bisa hadir di sekolah karena harus mengikuti perkuliahan S2 di FMIPA UI Depok.

Undangan Pameran

Undangan Pameran

Esoknya hari Rabu juga belum pasti yang berangkat siapa, pak Komar yang guru Geografi pun juga tak bisa berangkat, akhirnya aku mengajukan diri lagi untuk berangkat dan langsung disetujui. Sayang sekali kalau harus dilewatkan sebuah momen yang berharga ini. Tak tahunya Bu Asti juga mau ikutan dan diijinkan oleh pemimpin sekolah dengan syarat berangkat setelah jam sekolah berakhir.

Akhirnya aku berangkat bersama bu Asti menuju ke Plasa Senayan, sempat kebingungan juga sih, karena security di PS tidak tahu acara itu, untung saja, lokasi acara tersebut tidak jauh dari lokasi parkir jadi tak perlu mencari lagi.

Aku dan Bu Asti langsung mendaftarkan diri di meja penerima tamu dan meletakkan kartu namaku di sana, katanya untuk arsip mereka. Lalu kami dibagikan sebuah tas kardus yang berisi buku catatan dan beberapa lembar kertas informasi kegiatan ini.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Arif Rahman, M.Pd, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (tempatku biasa nongkrong :D ). Sayang sekali aku mau say hallo ke Pak Arif tidak bisa karena beliau sedang repot diwawancarai para wartawan.

Pak Arif membuka pameran

Pak Arif membuka pameran

Dilanjutkan pemutaran video mengenai napak tilas perjalanan Alfred Russel Wallace. Alfred Russel Wallace, seorang naturalis dari Inggris, menjelajah Indonesia selama 10 tahun sejak 1850 dan singgah di Ternate selama empat tahun.  Dialah penemu garis imajiner Wallacea. Sebuah garis yang membelah Nusantara mulai dari Selat Makassar hingga Selat Lombok, dalam hal corak flora dan fauna. Garis Imajiner Wallacea membentangkan garis barat yang mengelompokkan flora dan fauna yang cocok dengan penyebaran flora dan fauna di Asia. Sementara itu, garis di sebelah timur sesuai dengan flora dan fauna di Australia. Sementara itu, di kepulauan Maluku dan Sulawesi adalah daerah transisi antara Asia dan Australia.  Di tengah pengelompokan flora dan fauna itu, Wallace mulai memikirkan bahwa dengan adanya penyebaran flora dan fauna ini disebabkan makhluk hidup mencoba untuk bertahan hidup. Dalam makalah singkatnya yang berjudul Survival of the Fittest by Means of Natural Selection, Wallace mengartikan seleksi alam sebagai suatu proses perubahan atas pengembangan atau perubahan dari suatu organisme ke organisme yang lebih cocok atau tahan terhadap lingkungannya.
Wallace sangat telaten dalam mengadakan penelitian. Beberapa temuannya yang sangat termasyhur antara lain kupu-kupu sayap burung (Ornithopera croesus) yang ditemukannya di Pulau Bacan, Maluku Utara, pada 1859. Demikian juga dengan burung jantan yang memiliki dada hijau terang yang panjang bergantung mirip jubah. Karena itu, burung itu diberinya nama Semioptera wallacei atau nama Indonesianya burung bidadari halmahera.
Bapak pendiri ilmu biogeografi itu kemudian menulis dua buku yang berjudul On the Zoological Geography of Malay Archipelago dan the Malay Archipelago, sebuah hasil dari perjalanan Wallace mengelilingi Nusantara.

Selama hidup di Ternate, Wallace tinggal di sebuah rumah yang dipinjamkan seorang konglomerat hasil bumi dari Belanda, Duivenboden, di kawasan Santiong. Di tengah dirinya berjuang melawan sakit malaria, Wallace menuliskan surat yang dilampiri dengan makalah singkat yang berjudul On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely from the Original Type.
Surat itu yang kemudian dikenal dengan nama Letter from Ternate bertanggal 9 Maret 1858 dikirim Wallace kepada seorang ilmuwan termasyhur Charles Darwin. Teori survival of the fittest itu dijelaskan secara gamblang dan ditulis sendiri oleh Wallace. Tanpa di sangka-sangka, konsep teori evolusi itu menjadi cikal bakal perkembangan ilmu pengetahuan di dunia.

Surat dari Ternate itu benar-benar mengguncangkan para ilmuwan sahabat Darwin. Dalam pertemuan ilmiah di Linnean Society, London, temuan Wallace dibacakan bersamaan dengan temuan Darwin.
Setahun kemudian Charles Darwin menerbitkan sebuah buku yang cukup tersohor The Origin of Species. Menurut kalangan ilmuwan, banyak sekali cuplikan dalam buku Darwin diambil dari teori-teori yang dihasilkan Wallace.

Namun nama Darwin sudah begitu besar dan terkenal. Sementara itu, Wallace yang menemukan jalannya sendiri dalam konsep teori evolusi lewat penjelajahannya di bumi Nusantara makin dilupakan masyarakat internasional, khususnya ilmuwan.

Untuk itu bertepatan 150 tahun umur Letter from Ternate, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Conservation International Indonesia, dan The Wallacea Foundation menggelar kegiatan ilmiah populer mengenai Wallace dan Wallacea, bertajuk Honoring the Past-Celebrating the Future.

-http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDg3NzQ=

Acara berhenti sejenak tepat pada saat pukul 16.00 WIB karena jam di Plasa Senayan terbuka dan bermanuver selama 3 menit. Lucu juga sih tapi sayang buang-buang uang hanya buat bayar listriknya.

Jam PS membuka

Jam PS membuka

Jam PS menutup

Jam PS menutup

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi antara narasumber dengan para peserta dari SMA 46, SMA 60, dan SMA 68.

Diskusi dengan narasumber

Diskusi dengan narasumber

Aku baru ngeh kalo yang memandu acara itu adalah Bu Debra, orang tua murid di SMA Al Izhar. Setelah acara selesai, aku dan Bu Asti segera menyapa Bu Debra. Oleh beliau kami diberi jatah kaos yang seharusnya kami terima pada saat pendaftaran di meja depan.

Aku, Bu Asti, dan Bu Debra

Aku, Bu Asti, dan Bu Debra

Sungguh menarik sekali pameran foto-foto dan koleksi awetan burung dan serangga milik LIPI yang ada disana.

Awetan Burung

Awetan Burung

Awetan Serangga

Awetan Serangga

Posted by: Hari Prasetyo | December 11, 2008

Hari ini aku belajar…

Aku akan posting ini setiap aku mendapatkan pelajaran dari sekolah kehidupan. Kuberi judul “Hari ini aku belajar….”.

Hari ini aku belajar bahwa untuk menyambung hidup dan berkarya tidak perlulah bertekad sampai bermimpi menjadi PNS. Kemarin temanku di Surabaya mengirimkan pesan singkat kepadaku betapa kecewanya dia mendengar ada kecurangan pada saat ujian PNS. Artinya jika ada kecurangan maka, ada kemungkinan yang tidak layak menjadi PNS akan diterima menjadi PNS, sedangkan yang layak dan kompeten tersisih. Artinya lagi peluang dia menjadi PNS makin kecil pula.

Kenapa sih orang berebut jadi PNS? Mungkin karena anggapan masyarakat bahwa meski gaji PNS sedikit yang penting terjamin pensiunnya dan banyak kesempatan. Mungkin karena anggapan inilah mengakibatkan banyak PNS yang tidak profesional, tidak kreatif. Malahan profesionalisme PNS tertinggal dibandingkan dengan pegawai swasta terutama di perusahaan Internasional.

Kenapa kantor-kantor pemerintah tidak menggunakan jasa swasta saja dalam menjalankan roda pemerintahannya? Bukankah lebih jadi profesional? Ada indikasi KKN dalam pengurusan birokrasi tinggal stop kontrak. Ya sudahlah aku ngapain juga aku pusing ngurusin PNS? Toh aku juga ga bercita-cita jadi PNS.

Jadi aku sarankan ke temanku jadi PNS bukanlah sesuatu yang wajib. Membahagiakan orang tua bukan berarti harus jadi PNS. Bekerja dan berkarya tidaklah harus jadi PNS. Insya Allah, asal halal, baik, tekun, rajin, sabar dan doa dari orang tua apapun pekerjaan kita akan mengangkat derajat kita dan keluarga kita.

Posted by: Hari Prasetyo | December 4, 2008

Stand still here

Look at the pictures, at the same lab, same job, but different kids and different years. The kids were gone but I am still stand here. I miss you guys (pict a) and I am gonna miss you guys (pict b).

34543404650175l

0825094450

Posted by: Hari Prasetyo | December 4, 2008

Yip Yip Ultah ke 1

Yip yip ultah yang pertama, jadi 1 tahun deh buat ukuran manusia tapi kalo menurut ukuran kucing si Yip yip sudah berumur 15 tahun. (cek umur kucing di http://www.cat-world.com.au/CatAge.htm)

Yip yip menginjak usia remaja lah, hobinya ngemil aja udah kayak anak remaja dah, sama maen, dan kalo maen (maennya kucing nih) dari jam 10 malem dan pulangnya pas Shubuh. Dugem kali. Lagi puber mungkin lagi cari pasangan kan ini lagi musim kawin.

Hadiahnya apa ya? Cukup 1 potong daging ayam bagian dada ajah, mampunya segitu. Yang penting yip yip lahap makannya. Met ultah ya yip, semoga panjang umur, sehat selalu, dapet jodohnya dan tetap lucu. Amin.

dsci0191

Older Posts »

Categories